
Setelah banyak pertimbangan Hanum pun akhirnya memutuskan menghubungi mamanya,
"halo assalamu'alaikum ma, "
"waalaikum salam nak, "
"ma bisakah mama sekarang kekota ma, Hanum butuh bantuan mama,"
"kamu kenapa nak, apa ada masalah denganmu,?"
"Hanum baik2 saja ma,, mama kesini saja dulu ya ma, nanti disini Hanum jelaskan."
"tapi mama sama siapa nak,?"
"biar nanti Hanum telpon supir kantor, mama nanti biar diantar kesini."
"oh ya sudah nak , mama siap2 dulu. tapi bener kan kamu gak apa2?"
"gak ma, Hanum hanya ada sedikit masalah , Hanum butuh pertimbangan mama, ya sudah mama siap2 dulu ya, assalamu'alaikum "
"waalaikum salam."
setelah menutup telpon tadi ,Hanum kembali menemui yanti.dia ingin membicarakan kepada Yanti soal tadi, Hanum ingin Yanti tidak salah paham kepadanya.
dia keluar kamar dan dilihatnya Galang duduk diatas kursi rodanya diteras depan karena memang pintu tidak tertutup.
"mas Galang, mbak Yanti mana mas, aku ingin meluruskan kesalah pahaman ini mas,"
"dia dikamar dik, dik mas minta maaf ya, gara2 mas kamu harus ngalami semua ini. dik jika kamu tidak menginginkan pernikahan paksaan ini, pulanglah sekarang dik, warga juga gak akan mengejarmu sampai ke kampung dik,"
"meski aku tidak menginginkannya, tapi aku juga takut terjadi sesuatu pada kalian jika aku menolaknya mas, aku sudah meminta mama untuk datang kesini, mungkin mama bisa memberi solusi terbaik untuk masalah kita."
"betapa malunya aku dik sama mama," tiba2 galang tak kuasa menahan tangisnya dan memutar roda pada kursi rodanya masuk, hampir dia melindas kaki Hanum.
**kenapa ini semua harus terjadi Tuhan. aku memang mencintai Hanum tapi disaat aku ingin melupakan rasa cintaku kenapa malah datang masalah seperti ini.**batin Galang.
Hanum pun akhirnya mencari Yanti
tok tok tok
"mbak bisa gak kita bicara sebentar?"
"iya sebentar," Yanti yang sedang bahagia2nya tiba2 jengkel karena Hanum menggagalkan lamunannya.
"ada apa num, kamu ingin bicara soal pernikahan besok,? sudahlah num demi kebaikan kita bersama, mbak harap kamu mau menuruti keinginan warga, jika kamu tidak mau dampaknya pasti mbak sama mas mu ini diusir dari komplek sini. mbak sudah betah disini num mbak gak mau lagi pindah2."
"tapi mbak aku gak mengharapkan pernikahan ini, aku bener2 gak siap mbk."
__ADS_1
"sudahlah num , setelah kamu menikah dengan mas Galang mbak akan memberimu waktu lebih lama dengan mas Galang agar kamu bisa pelan2 mencintai suami kita,, lagian banyak kok diluaran sana orang hidup berpoligami tapi tetap bahagia."
"ya sudah lah mbak, kita tunggu keputusan mama saja ya mbk, tadi aku juga sudah hubungi mama"
"oh Tante besok juga datang kesini ya?"
"bukan besok mbak tapi paling nanti malam sudah datang."
"oh iya num, jadi gak jadi atau siap gak siap kamu besokkan akan menika , mending sekarang kita kebutik membeli perlengkapan kebaya maupun yang lain. ya kamu juga harus didandani ya,"
"apakah itu semua perlu mbak, sedang aku tak ingin pernikahan ini terjadi,"
"oh sangat perlu, sudah jangan banyak tanya, ayo aku antar ke butik temanku,"
"mbak apa mbak Yanti gak punya rasa cemburu pada mas Galang, ?"
"buat hubungan kalian apa yang patut di cemburukan , kalian baik kepadaku dan juga anak2ku. aku ikhlas num, sudah ayo kita berangkat, oh iya tadi pas kamu dikamar orang dari agen penyalur tenaga kerja datang, mereka aku suruh istirahat dibelakang. sekarang biar aku panggil mereka untuk menjaga anak2 dan mas galang."
Hanum hanya mengangguk dan gak semangat sama sekali,
kini Yanti sudah kembali dan mengajak Hanum langsung berangkat.
mereka pergi kebutik terlebih dulu, karena dadakan juga tanpa pesan terlebih dulu akhirnya Hanum memilih baju pengantin itu asal2an
"yang ini aja kayaknya pas mbk." tutur asisten pemilik butik.
sebenarnya Hanum ada sedikit rasa curiga kok bisa istri dengan muda mengizinkan suaminya menika lagi.
"waaa untuk cocok dan pas dibadan kamu ya num, jadi meski dadakan tapi aku jamin kamu besok pasti terlihat sangat cantik."
"aku sudah gak perduli akan hal itu mbak, apalah arti sebuah pernikahan jika kita menyakiti hati perempuan lain. mbak entahlah mbak ini tulus mengizinkan kami dinikahkan paksa atau mbak sedang menutupi luka hati mbak karena merelakan suami mbak menika lagi.semua itu hanya mbak yang tau, tapi jujur aku sangat2 minta maaf mbak, tapi disini posisi kita semua adalah korban kesalah pahaman."
"berapa kali aku harus ngomong, mbak sangat ikhlas num, sudah gak usah kamu pikirkan semua itu, yakinkan saja kita semua akan bahagia, ini mungkin sudah takdir Tuhan kita harus menerimanya. ayo lepas baju pengantinnya kita tunggu dimeja kasir saja,"
"iya mbak."
mereka berdua menuju meja kasir untuk membayar baju pengantin yang sudah mereka pilih,
Hanum pun mengeluarkan sebuah kartu untuk membayar dan bagian kasir menerima dan menggesek.
"sudah ya,? sekarang ayo kita kesalon langganan mbk, kita bikin janji supaya besok mereka datang kerumah guna membantumu merias diri, "
Hanum hanya mengikuti saja apapun yang diucapkan Yanti.
semua kini sudah selesai. baik Hanum maupun Yanti kini balik pulang kerumah hari sudah mulai gelap .
karena dirumah sudah ada asisten rumah tangga, jadi saat mereka datang makanan sudah siap dihidangkan.
__ADS_1
"kita bersihkan diri dulu ya num, habis itu kita makan, oh iya bik, anak2 sudah dimandikan, dan kamu mbak apa suamiku juga sudah mandi?"
"sudah nyonya," jawab ART itu bersama2.
habis itu Hanum dan Yanti pun masuk ke kamar masing2.
Yanti masuk ke kamar dan melihat Galang sedang duduk termenung menatap keluar dari kaca jendela.
"calon pengantin kok ngelamun saja sih pa, harusnya papa bahagia karena mama izinkan menika lagi, banyak loo pa diluaran sana laki2 memohon2 pada istrinya untuk diizinkan menika lagi, laa ini papa aneh sekali." yanti terus mencoba meyakinkan Galang.
"jujur sama aku ma, ini semua pasti akal2an kamu sajakan. aku curiga kamu dalang dibalik peristiwa ini. aku sangat kecewa ma kepadamu. bisa2nya dulu aku menika dengan wanita sepertimu, kau ini seorang istri ma, tapi kau rela menukar suamimu demi ambisi mu, lihatlah ma, jika pernikahan ini benar2 terjadi kita lihat siapa yang akan bahagia dan siapa yang akan menangisi ambisi gilanya."
"papa kenapa sih, ngomong gak jelas, sudah mama mau mandi dulu kita sudah ditunggu calon istrimu untuk makan bersama, "
"lihatlah ma, jika ini semua memang karena ide gilamu, aku jamin bukan kebahagiaan yang akan kamu terima tapi penderitaan yang kau buat sendiri untuk dirimu." Galang meninggikan suaranya karena Yanti sudah masuk kekamar mandi.
siapa juga yang gak bahagia, aku pasti bahagia karena aku akan ikut menikmati kekayaan maduku, lagian aku juga sudah tidak mencintaimu mas. aku sudah kembali bertemu cinta pertamaku,batin Yanti.
sedang diluar terdengar ada tamu yang datang, pelayan pun membukakan pintu dan ternyata Bu Winda mama Hanum sudah datang diantar supir kantor Hanum.
"maaf cari siapa nyonya,?" tanya Susi pelayan baru itu.
"apa Hanum ada disini,?" jawab Bu win
"oh iya nyonya, silahkan masuk biar saya panggilkan "
belum juga Susi memanggilkan Hanum, ternyata Hanum lebih dulu keluar dari kamar, dilihatnya mamanya baru datang Hanum langsung berlari memeluk mamanya dan menangis sejadi2nya karena dari tadi sebenarnya Hanum sudah sangat menahan airmatanya.
"kamu kenapa nak,?"
Bu win yang melihatnya anaknya menangis seperti itu pun keheranan dan akhirnya menuntun Hanum untuk duduk disofa.
"ma maaf kan Hanum ma, mama cuma bikin Mama malu, maafkan Hanum ma," Hanum merebahkan kepalanya dipangkuan mamanya sambil menangis.
"iya nak ada apa ini, kenapa kamu seperti ini?"
"ini semua salah Galang ma," tiba2 Galang datang.
"maksudnya?"
akhirnya galang pun menceritakan semua hal yang terjadi, dan Bu win pun juga tak kuasa menahan air matanya, bukan Bu win menangis karena kecewa dengan Hanum ,tapi Bu win menagisi betapa tragisnya nasib anaknya dari dulu.
"terus gimana dengan istrimu nak Galang, wanita mana yang rela dimadu nak,?"
"saya sudah ikhlas Tante, mungkin ini sudah takdir Tuhan." Yanti yang baru keluar kamar pun menyahuti.
" ya sudahlah ,mari kita buka hati kita sama2 untuk menerima ini semua, ini cobaan atau pun bukan, hanya Alloh yang tau, mungkin ada hikmah yang lebih baik yang akan kita terima dikemudian hari. sudah num jangan menangis lagi ya nak, mama gak mau melihatmu bersedih seperti ini" tutur Bu win.
__ADS_1
nanti lagi ya readers author mau siap2 masak, ππππ