
"tapi maaf pak Elang,.bisa tidak kita bedakan mana urusan bisnis dan mana urusan pribadi" jawab Galang.
"bisnis tanpa wanita juga ibarat sayur tanpa garam pak Galang." Elang mencoba terus mempengaruhi Galang.
"prinsip kita berbeda-beda pak, mohon maaf jika saya tidak sependapat, saya lebih nyaman membicarakan bisnis tanpa embel-embel apapun." Galang terus mencoba menghindar.
"Yasmin kau duduk sebelah papa." Elang Permana mulai emosi karena Galang tidak bisa dipengaruhi.
"tapi pa,?" Yasmin mulai merajuk.
"gak ada tapi-tapi cepat kau kemari." bentak pak elang.
Yasmin pun akhirnya berpindah tempat duduk disamping papanya.
"maaf pak elang, saya baru dapat laporan dari asisten saya bahwa pak elang meminta saya agar mau membeli saham RH.Group?" ucap Galang.
"iya betul sekali pak Galang, dan kalo bisa saham yang akan pak Galang beli nilainya harus lebih tinggi dari nilai saham atas nama Robi herdiansyah. dengan begitu pak Galang akan menjadi kandidat satu-satunya yang berhak memimpin RH.Group. saya sudah menghubungi para pemegang saham yang mau menjual sahamnya kepada kita. dengan jumlah 30% yang kita miliki. itu sudah menyamai saham yang dimiliki oleh Robi herdiansyah. dengan menambah 5 atau 10% lagi pak Galang bisa memposisikan kedudukan lebih tinggi dari Robi." tutur Elang.
" dan seandainya itu benar terjadi, apa selanjutnya yang harus saya lakukan?" Galang berpura-pura tak mengerti.
"dengan begitu kita bisa langsung membuat Robi jatuh dengan sendirinya." jawab elang Permana.
"tapi saya tidak punya dendam apapun dengan Robi herdiansyah." ucap Galang lagi.
"pak Galang anda jangan terlalu bodoh, coba bapak bayangkan mana ada mantan suami rela melihat mantan istrinya menikah dengan saingan bisnisnya,, dan bapak juga harus mengantisipasi sebelum bapak dijatuhkan lebih baik bapak yang menjatuhkan terlebih dahulu.itulah bisnis pak Galang." jelas elang permana.
"baiklah, coba pak elang hubungkan saya dengan pihak-pihak yang mau melempar sahamnya di RH.Group. biar nanti David yang mengurus semuanya." jawab Galang.
"hebat-hebat memang orang yang memiliki jiwa pebisnis handal tak akan menyia-nyiakan kesempatan sebaik ini." Elang tersenyum puas.
"pa, Yasmin rasa kita patut merayakan hal ini dengan makan malam bersama nanti malam" Yasmin tidak menyia-nyiakan kesempatan juga.
"oh iya aku juga setuju Yasmin. dan saya harap pak Galang tidak menolak untuk kali ini." Elang sedikit memaksa.
"baiklah, nanti malam kita rayakan kerjasama kita ini, dan semoga apa yang kita rencanakan akan berjalan dengan lancar." Galang pun tak bisa menolak lagi, karena takut Elang curiga.
"ok, pak Galang sampai ketemu nanti malam, saya undang bapak makan malam dirumah saya," ucap Elang.
"saya akan datang dengan istri saya nanti malam pak." jawab Galang.
"baiklah saya permisi dulu, saya tunggu pak Galang dan istri dirumah nanti malam.ayo Yasmin kita pulang." pamit elang.
"iya pak" jawab Galang.
Galang pun mengantar Elang dan Yasmin sampai dilobi kantornya.
Galang kembali masuk dan menghubungi Robi lagi untuk memberi tahu hal yang telah di sepakati dengan Elang Permana.
"hallo Lang, ada apa?" sahut Robi menjawab panggilan vc dari galang.
"Elang Permana baru saja balik dari sini. apa yang aku bicarakan padamu tadi ternyata semua benar seperti itulah rencana Elang Permana. selanjutnya apa yang akan kita lakukan.?"
"kau terus saja ikuti permainannya, aku takut jika saat ini kita langsung memberikan perlawanan pada Elang Permana, Hanum juga ikut terancam.pasalnya Elang memposisikan Yasmin ditengah-tengah urusan ini. kita cari aman saja, kita ikuti permainannya paling tidak sampai Hanum melahirkan. toh urusan tidak akan secepat itu untuk selesai, semua butuh proses." tutur Robi.
__ADS_1
"aku juga berfikir demikian. aku yakin Elang Permana juga sudah mencari tahu titik lemahku jika aku menolak tawarannya. dan semau dugaan juga tertuju pada istriku yang akan dijadikan sumber ancaman buatku" jawab Galang.
"maaf ya Lang, gara-gara dendam Elang pada ku, kau harus ikut terlibat seperti ini." sesal Robi.
"bukan hanya kau yang jadi sasaran dendam Rob, tapi juga Hanum yang dikira jadi biang kehancuran hubunganmu dengan Yasmin."
"benar-benar gila keluarga itu."
"aku nanti malam juga diundang makan malam dirumah Elang Permana, tapi aku juga mengajak hanum ikut serta rencananya." ucap Galang.
"kenapa kau mengambil keputusan yang bisa membahayakan istrimu, kau tidak tau apa yang akan terjadi disana nantinya kan.?"
"aku rasa akan jauh lebih aman membawa istriku ikut serta, karena peluang Yasmin menjebak ku akan terhalang dengan adanya istriku disampingku."
"ya sudah terserah dirimu saja, asal jangan lupa selalu berhati-hati. aku masih ada urusan pekerjaan nanti kita sambung lagi,"
Galang dan Robi pun menyudahi panggilan vc tersebut.
akhirnya waktu pulang kerja pun datang, Galang bergegas pulang dan akan memberi tahu istrinya soal makan malam nanti.
"yank kau harus bersiap-siap, kita diundang makan malam bersama dirumah pak Elang Permana." ajak galang pada Hanum
"haruskah aku ikut mas, aku sangat malas kalo harus keluar rumah." Hanum mencoba menolak.
"tapi jika kau tidak ikut, aku gak bisa tenang sayang, pasalnya Yasmin pasti akan terus mendekatiku," ucap galang membuat Hanum terpancing.
"ohh iya aku melupakan hal itu, wanita ular tersebut bisa-bisa membuatmu tidak pulang kerumah." Hanum mulai emosi.
"makanya, kamu harus ikut sayang,"
setelah selesai bersiap-siap Galang dan Hanum pun pergi kealamat yang diberikan Elang Permana.
"pa, aku harus bisa membuat Hanum cemburu pada galang. sehingga mereka akan ribut dan mambuatku mudah masuk ke dalam kehidupan Galang," ucap yasmin.
"kau harus bisa memikat hati Galang, yasmin.coba bayangkan, perusahaan Robi akan jatuh ketangan Galang, perusahaan Galang juga semakin besar, dan jika digabung dengan perusahaan kita, bayangkan kekuasaan yang tak terbatas akan kita peroleh, haaa haaa haaa" tawa Elang sunggu menakutkan.
"bila perlu akan aku singkirkan istri Galang pa, sehingga tidak ada lagi penghalang buatku untuk mendekati galang." ucap Yasmin.
"kau memang putri papa, ambisimu melebihi papa sayangku. dengan wajah cantik dan tubuh seksimu, hanya laki-laki bodoh yang mau menolak putri kesayangan papa ini." ucap elang sambil membelai rambut anaknya.
"baiklah pa sebentar lagi Galang pasti datang, aku akan bersiap-siap dulu pa," pamit Yasmin.
"pergilah sayang, jangan lupa dandan secantik mungkin." ucap elang.
"beres pa,"
Yasmin pun bergegas mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Galang, Yasmin menggunakan gaun yang amat sangat seksi, bahkan gaun serba terbuka hanya menutupi bagian-bagian sensitifnya saja. gaun panjang dengan belahan sampai ujung paha, juga bagian atas model kemben yang membuat tonjolan dadanya menyembul keatas seakan berontak ingin keluar.
tok tok tok "nona tamunya sudah datang" panggil pelayan Yasmin.
"iya sebentar lagi aku keluar," jawab Yasmin.
Yasmin pun menyemprotkan parfum kemudian turun untuk menemui Hanum dan Galang.
__ADS_1
"waaa tamu kita sudah datang ya, pa" sapa yasmin kemudian menghampiri Galang mencium pipi Galang sebagai pengganti jabatan tangan.
"hai Yasmin kamu cantik sekali malam ini" sapa Hanum, mengalihkan perhatian yasmin dan untuk mencegah Yasmin terus mendekati suaminya.
"hai juga Hanum. kamu juga cantik tapi sayang perut besarmu itu membuat penampilanmu kurang perfect." Yasmin mencoba memancing emosi Hanum.
"tapi bagiku istriku sangat menggoda saat seperti ini, aura wanita hamil menambah keseksian tersendiri yang membuat para suami makin terpikat." ucap Galang sambil mencium tangan istrinya.
Yasmin yang melihat itu pun terbakar hatinya.
"sudah-sudah ayo kita makan dulu." ajak Elang permana.
"silahkan Lang, ini semua aku siapkan khusus buat mu laki-laki paling spesial saat ini." Yasmin melancarkan aksinya untuk membuat Hanum cemburu.
"kamu mau makan apa sayang," bukannya memperdulikan Yasmin Galang malah menawari makan untuk Hanum.
lagi-lagi Yasmin panas hatinya.
"apa saja mas," jawab Hanum.
Galang pun mangambil kan makanan untuk istrinya.
melihat itu Yasmin tidak mau kalah, dia ambil beberapa lauk dan berdiri mendekati Galang dengan sengaja Yasmin menumpahkan minuman didepan Galang agar baju Galang basah.
"maaf maaf Lang gak sengaja, sini aku bantu bersihkan." Yasmin mengambil tisu kemudian mengelap celana Galang yang basah, Yasmin sengaja mengelap pas bagian ******** galang. Galang langsung berdiri untuk menghindar tapi Hanum terlanjur melihat.
"kamu sengaja ya Yasmin." tanya Hanum.
"mana mungkin aku sengaja, jangan memfitnahku ya," Yasmin membela diri.
"ya sudah ajak pak Galang ganti baju sana Yasmin. papa rasa baju papa ukurannya sama dengan pak Galang." ucap Elang Permana.
"oh iya," Yasmin langsung menarik tangan Galang masuk.
sedang Hanum yang hendak mengikuti pun tangannya ditarik oleh Elang Permana.
"biarlah Yasmin yang membantunya nyonya, nyonya Hanum tunggu saja disini." cegah Elang Permana.
Tapi hal tidak diduga oleh Yasmin dan Elang pun terjadi.
"maaf Yasmin aku ingin istriku yang membantuku mengganti bajuku. karena itu adalah kewajibannya. jangan kau bersusah-susah membantuku." tolak Galang.
"waaa kau anggap istrimu hanya sebagai pembantu Lang, haaa haaa haaa kasian sekali kamu num" Yasmin tertawa melihat hanum.
"ya dia adalah pembantuku yang setiap saat harus melayaniku dan menuruti semua kemauanku, Yasmin mana baju buatku, dan kau istriku ayo sini cepat bantu aku ganti baju" Galang sedikit menarik tangan Hanum.
"masuk saja dulu, aku ambilkan pakaian ganti untukmu." jawab Yasmin.
Galang dan Hanum pun masuk kekamar tamu.
"apa maksudmu mas,?" Hanum emosi pada galang.
"kau ikuti saja permainan mereka sayang, kau berpura-pura seperti istri yang sangat takut pada suami, itu akan membuat aman kamu sayang, kita jebak Yasmin dengan permainannya sendiri," jelas Galang.
__ADS_1
"baiklah aku faham." Hanum mulai mengikuti permainan Yasmin.
bersambung