
"aku sangat merindukanmu nak, kau pergi di usia mu yang masih kecil. tiap hari opa selalu terbayang-bayang denganmu, takut terjadi apa-apa dengan mu. tapi lihatlah kini kau jadi laki-laki yang gagah, wajah tampanmu dulu kini juga semakin tampan." opa Galang mengungkapkan isi hatinya.
"opaku tampan pastinya cucunya juga tampan iya kan opa." jawab Galang.
"kau masih ingat saja kata-kata itu, haaa haaa" ucap opa Galang sambil tertawa.
"opa juga punya cicit yang jauh lebih tampan dari kita berdua dan juga satu lagi lebih cantik dari Oma juga." tutur galang sambil melambaikan tangan pada Tara dan Devi agar mendekat.
"mereka cicit ku,?" tanya opa dan Oma Galang bersamaan.
Galang pun menganggukkan kepala.
"siapa namamu cantik,?" tanya Oma Galang
pada Devi.
"Devianti putri pramono, nek," jawab Devi.
"bukan nenek tapi buyut, sayang," ucap Oma
"kalo yang si tampan ini siapa namanya.?" tanya opa pada Tara.
"tala," jawab Tara.
"tala,?" opa kembali bertanya.
"Ananda Aditya Bagastara Pramono opa, panggilannya Tara." sahut Hanum lalu mencium tangan opa dan Oma bergantian.
"kamu istrinya Galang sayang," tanya Oma pada Hanum.
"iya Oma, saya Hanum istrinya mas Galang," jawab Hanum.
"Galang sangat pandai mencari istri. cantik dan sopan." tutur Oma Galang.
"Oma bisa saja," Hanum tersipu malu dipuji oleh Oma mertua nya.
"pa, ma, aku sudah memenuhi janjiku untuk kembali mempertemukan kalian dengan cucu kalian Galang. aku mohon pa, ma, maafkan lah aku, aku sangat menyesali perbuatanku dulu ma, pa," Bu Diana bersimpuh didepan kedua orang tuanya.
"berdirilah Diana. karena galang sepertinya juga sudah memaafkan mu, maka kami pun juga sudah memaafkan mu." tutur Oma Galang.
"mama, hiikkss hiikss," Bu Diana memeluk mamanya sambil menangis.
"papa, maafkan Diana ya," Bu Diana berpindah memeluk papanya.
"sudah-sudah papa sudah memaafkan mu Diana, ayo sekarang kita masuk. kasian cucu dan cucu menantu juga cicit-cicitku pasti lelah." ajak opa Galang.
mereka semua pun kembali masuk, Bu Diana melihat adiknya Margaret sedang menyiapkan makanan untuk mereka semua pun mendekat ke arah adiknya tersebut.
"kamu masak apa adikku, ada beraskan. anak dan menantuku orang Indonesia, mereka terbiasa makan pakai nasi." tanya Bu Diana
__ADS_1
"iya kak, ini aku masak nasi untuk kalian. lauknya enaknya apa ya kak." bibi Margaret balik bertanya.
"bagaimana kalo Hanum saja yang masak bibi," sahut Hanum dari arah ruang keluarga berjalan menuju dapur.
"apa kamu tidak capek sayang,?" tanya bibi pada Hanum.
"enggak kok, sekarang mama dan bibi bergabung saja dengan yang lain diruang keluarga. biar Hanum yang akan mengacak-acak dapur bibi ini." ucap Hanum sambil tersenyum.
"baiklah, mama percaya pasti masakan menantu mama ini enak. jadi ayo Margaret kita kedepan saja." ajak Bu Diana.
"tapi apa kamu tidak butuh bantuan nak,?" tanya bibi pada Hanum.
"enggak bibi, sekarang bibi dan mama kedepan saja, Hanum pasti selesai dalam sekejap. semua bahan bibi simpan di kulkas kan.?" Hanum berkata sambil membuka kulkas yang ada didapur tersebut.
"iya nak kau cari saja semua dikulkas, untuk bumbu-bumbu ada dilaci atas itu. ya sudah bibi dan mamamu kedepan dulu ya," pamit bibi Margaret.
Hanum pun tersenyum dan mengangguk.
Hanum melihat isi kulkas didapur tersebut, dia memilih bahan-bahan yang bisa dia masak untuk keluarga suaminya tersebut. Hanum mengambil ayam dan juga berbagai sayur. Hanum memasak sup ayam dan juga ayam goreng dan semur daging.
saat Hanum sibuk memasak tiba-tiba Daniel mengalungkan celmek di leher Hanum dari belakang.
"kakak ipar harus pakai ini biar baju kakak tidak kotor." ucap Daniel.
"terima kasih Daniel." ucap Hanum sambil menghentikan pekerjaannya memotong ayam agar tangannya bisa mengikat tali celmek.
"biar aku bantu kak," Daniel yang melihat tangan Hanum kotor habis memegang ayam pun, mengambil tali celmek tersebut dan mengikatnya dipinggang Hanum.
"sekali lagi terima kasih daniel." ucap Hanum.
"hanya bantuan kecil." jawab Daniel.
"aku akan membantumu memasak bolehkan, kakak ipar mau masak apa,?" tanya daniel.
"sudahlah kau kedepan saja bergabung dengan yang lain, aku bisa mengerjakan semua ini sendiri " tolak Hanum.
"aku bantu potong-potong ayam ini saja," Daniel tidak memperdulikan omongan Hanum.
Hanum pun terpaksa membiarkan Daniel membantunya memasak.
karena Daniel orangnya agak supel dan gampang bergaul. Daniel pun akhirnya berhasil memancing Hanum untuk diajak ngobrol dan bercanda.
mereka berdua pun asik memasak sambil bercanda membahas hal-hal yang lucu tentang keluarga mertua Hanum tersebut.
Hanum dan Daniel kini sudah selesai dengan masakan mereka. Daniel pun memanggil anggota keluarga yang lain untuk diajak makan bersama. sedang hanum lah yang menata makanan dimeja makan.
"hai-hai. chef Hanum dan chef Daniel sudah selesai masak. mari tuan-tuan dan juga nyonya-nyonya kita makan bersama." canda Daniel.
"kau ini bisa saja Daniel." jawab Bu Diana.
__ADS_1
"ya sudah ayo lang, ajak anak-anakmu masuk. kita makan bersama." ajak bibi Margaret.
mereka semua pun berjalan menuju ke arah meja makan untuk makan bersama.
"inilah hasil masakan kami, tuan dan nyonya." ucap Daniel sambil merangkul pundak Hanum.
Hanum pun berusaha melepaskan tangan daniel, karena Hanum takut hal itu akan membuat suaminya cemburu.
Benar adanya, Galang yang melihat tingkah adik sepupunya itu pun cemburu.
"kamu masak apa sayang,?" tanya Galang sambil menyingkirkan tangan daniel dan memeluk tubuh Hanum dari belakang.
"kau ini Lang, masak tidak tau sebutan masakan yang dimasak istrimu sendiri." sahut Daniel.
"aku ingin bertanya pada istriku,dan juga aku ingin istriku yang menjawab pertanyaanku" jawab Galang.
melihat anaknya cemburu Bu Diana pun mencoba menengahi.
"sudah-sudah ayo kita makan dulu, nanti keburu dingin gak enak loo, lagian kalo kalian ngobrol terus kasian Oma dan opa tuh yang ingin mencicipi masakan cucu menantunya iya kan pa, ma," ucap Bu Diana.
"iya kalian ayo duduklah, kita mulai makan," jawab Oma galang.
mereka bertiga pun akhirnya duduk dan ikut makan bersama.
Hanum duduk diantara galang dan Daniel. hanum tak lupa melakukan kewajibannya melayani suaminya. Hanum mengambilkan nasi dan lauk untuk galang kemudian memberikannya kepada suaminya tersebut.
"kak aku juga mau diambilin dong," pinta Daniel.
"iya sebentar ya," jawab Hanum.
"biar dia ambil sendiri sayang, kita disini kan tamu, harusnya dia yang melayani kita." ucap galang sambil menarik tangan Hanum agar duduk kembali.
"eh Lang, kau ini, sekali-sekali aku dimanja kakak ipar kan boleh, aku kan adik iparnya iya kan.?" sahut Daniel.
"apa kamu bilang, cari sana istri sendiri biar kau bisa dimanja oleh istrimu." jawab Galang.
"sudah-sudah biar sini Tante yang ambilin." sahut Bu Diana.
akhirnya mereka kembali makan dengan tenang tanpa ribut-ribut lagi.
Tara pun juga makan dengan lahap disuapi oleh bibi Margaret.
"lebih baik kalian beristirahat dulu, kalian ajaklah anak-anak kalian masuk ke kamar," ucap bibi Margaret setelah selesai makan.
"biar Hanum bersihkan piring-piring yang kotor ini dulu bi," jawab Hanum.
"sudahlah nak, biar bibi yang membersihkan. kalian pasti capek habis melakukan perjalanan jauh. lebih baik kalian istirahat saja dulu." lanjut bibi Margaret.
bersambung.
__ADS_1
alhamdulilah pagi-pagi sudah bisa update. kerjaan sudah lumayan berkurang.
teruntuk pembaca karyaku yang setia. semoga semua terhibur dan jangan lupa selalu dukungan untuk author ya ππππππ