
Keesokan harinya.
"yank, aku berangkat ke kantor dulu, jika nanti mau keluar jangan lupa mengajak pengawal ikut serta bersamamu ya yank." pamit Galang pada Hanum.
"iya mas, kamu jangan terlalu khawatir. aku yakin tidak akan terjadi apa-apa denganku," jawab Hanum sambil mencium punggung tangan suaminya,
"ya sudah hati-hati mas berangkat dulu, ada apa-apa cepat kabari mas ya," ucap galang.
"iya mas, sudah sana berangkat," Hanum mendorong tubuh suaminya agar cepat berangkat kerja.
"tunggu tunggu. hai sayang baik-baik sama mama ya sayang, jangan nakal juga jangan menyusahkan mama ya, anak papa pasti hebatkan.?" ucap Galang sambil menempelkan wajahnya diperut Hanum.
"iya pa, Dede gak akan nakal, sudah papa berangkat kerja sana" Hanum menirukan suara anak kecil.
"ha ha ha memang ya jail." ucap Galang sambil mencium kening istrinya.
Galang pun akhirnya berangkat ke kantor, tapi Galang masih takut istrinya jika harus bepergian sendirian.
"pak sukir kemarilah," panggil Galang saat sudah dekat dengan pos penjagaan rumahnya.
"iya tuan ada apa,?" jawab pak Sukir,
"nanti kalo istri ku mau keluar, tolong kasih pengawalan, Carikan orang yang benar-benar bisa menjaga istriku," tegas Galang.
"iya tuan, nanti biar saya sendiri yang mengawal nyonya bepergian." jawab pak Sukir.
"baiklah aku percayakan semua kepadamu, jangan lupa laporkan semua kegiatan istriku nanti ya," tegas Galang lagi.
"iya tuan"
Galang pun berlalu pergi ke kantor.galang memang terbiasa pergi kemana-mana tanpa membawa supir.
Setelah Galang berangkat Hanum pun pergi kekamar untuk bersiap-siap pergi menemui pelayan Yasmin.
"sudah setengah sepuluh, lebih baik aku berangkat sekarang."ucap Hanum pada dirinya sendiri.
Hanum pun keluar rumah dan memanggil pak Tarno supir sekaligus tukang kebunnya.
"pak Tarno tolong siapkan mobil, antarkan saya ke swalayan A," ucap Hanum.
"iya nya," jawab pak Tarno.
"tunggu nyonya,mohon maaf, kata tuan tadi saya yang ditugaskan mengantar nyonya pergi." ucap pak Sukir sambil berlari saat melihat Hanum keluar dari pintu utama rumahnya.
"oh begitu ya, ya sudah kalo gitu pak Tarno lanjutin kerjaan bapak tadi saja, biar pak Sukir yang mengantar saya." tegas Hanum.
Hanum pun pergi ke swalayan tempat dia janjian dengan pelayan itu.
tepat pukul 10 Hanum pun sudah sampai, Hanum mencari-cari keberadaan pelayan Yasmin didalam swalayan tersebut. tiba-tiba.
"nyonya saya disini." ucap pelayan itu,
"oh bibik disini," jawab Hanum.
__ADS_1
"nyonya bisa tidak kita bicaranya di toilet saja, saya takut ada yang memata-matai kita, nyonya pergi kesana dulu nanti saya akan menyusul." pinta pelayan tersebut.
"baiklah." Hanum pun menurutinya.
pak Sukir melihat Hanum dan Hanum pun melihat pak Sukir sambil mengangguk memberi tanda boleh mengikuti hanum.
tentu saja masih dengan jarak aman yang tidak mencurigakan.
Hanum pun masuk ke dalam toilet swalayan tersebut melihat didalam sekitar apakah ada orang lain selain dirinya.
tak berapa lama pelayan tersebut pun masuk.
"aman bik tidak ada orang lain." ucap Hanum.
"oh iya sebelumnya perkenalkan saya Narsih nyonya," bik Narsih memperkenalkan diri.
"kalo saya Hanum bik," jawab Hanum.
"langsung saja ya nyonya. nyonya dan tuan Elang Permana ada hubungan apa ya, ?" tanya bik Narsih.
"suami saya rekan bisnis pak Elang bik," jawab Hanum.
"nyonya sebenarnya saya sudah bertahun-tahun ikut kerja dengan keluarga dari istri tuan Elang. bahkan saya sudah menganggap mereka seperti keluarga saya sendiri. tapi sudah hampir 13 tahun ini nasib nyonya saya sangat memperihatinkan, dan juga sudah 13 tahun tidak perna ada yang menanyakan keberadaannya selain nyonya kemaren malam." tutur bik Narsih.
"memang nyonya bibik ada dimana?" tanya Hanum.
"nyonya sundari dikurung tuan dirumah belakang rumah utama nyonya." jawab bik Narsih.
"jadi istri pak Elang namanya Sundari?" tanya Hanum.
"terus kenapa nyonya sundari harus dikurung.?" Hanum makin penasaran.
"nyonya sundari menikah dengan tuan Elang sekitar 35tahun yang lalu, tapi nyonya sundari tidak dikarunia,i anak. akhirnya tuan dan nyonya memutuskan mengangkat nona Yasmin dari salah satu kerabat tuan Elang sebagai anak mereka. awalnya mereka baik-baik saja tapi lambat laun saat nona Yasmin sudah dewasa, nona Yasmin mencintai seorang pria bernama Robi. dia terus saja mempengaruhi tuan Elang supaya membantunya mendapatkan laki-laki yang disukainya tersebut." jelas bik Narsih.
"teruskan ceritanya bik," ucap Hanum.
"waktu itu, saya dan nyonya sundari tidak sengaja mendengar tuan Elang menyuruh seseorang supaya mencelakai wanita yang menjadi kekasih den Robi. tapi sayang rencana mereka gagal karena ayah dari perempuan itu melindungi putrinya saat akan ditabrak oleh orang suruhan tuan Elang,
nyonya sundari yang mengetahui informasi tentang hal itu pun mencari keberadaan keluarga perempuan itu untuk meminta maaf, walau nyonya melakukannya dengan cara diam-diam.
tapi diluar dugaan saat nyonya mengetahui siapa keluarga dari wanita kekasih tuan robi.nyonya pun tidak jadi menemui keluarga wanita itu, dan semenjak saat itu nyonya sundari selalu merasa ketakutan dan sering menangis berteriak memanggil nama nyonya suwindah adik kandungnya yang telah pergi meninggalkan rumah." jelas bik Narsih.
"jadi nyonya sundari adalah kakak dari mamaku," Hanum bicara lirih tapi masih bisa didengar bik Narsih.
"apa nyonya, jadi nyonya Hanum anak dari nyonya suwindah, berarti nyonya Hanum adalah kekasih den Robi saat itu.?" bik Narsih benar-benar terkejut.
Hanum hanya menganggukkan kepalanya. Hanum juga tidak menyangka ceritanya akan menjadi seperti itu.
Hanum merasa kakinya begitu lemas.melihat hal itu bik Narsih pun panik.
"nyonya,nyonya kenapa,? nyonya tadi kesini sendiri atau ada yang mengantar,"
Hanum tidak menjawab pertanyaan buk narsih, Hanum mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Galang.
__ADS_1
"mas kemarilah cepat, aku masih diswalayan A, hiks hiks" Hanum bicara ditelpon sambil menangis.
"sayang kamu kenapa, kenapa kamu menangis.mana pak Sukir?" galang menjawab telpon dengan sangat panik.
Hanum pun tak menjawab apa yang ditanyakan Galang.
"haallo haallo hallo sayang kamu kenapa diam, sayang hallo." Galang sangat panik.
Galang pun mematikan telpon dan beralih menelpon pak Sukir.
"halo tuan" jawab pak Sukir
"kamu dimana, kemana istriku, kenapa istriku meneleponku sambil menagis,?" galang memberi pertanyaan beruntun pada Sukir.
"nyonya tadi pergi ke toilet tuan, sebentar saya cek kesana." jawab pak Sukir.
"cepat kau lihat istriku, aku takut terjadi apa-apa dengan istriku, aku juga akan segera kesana." ucap Galang.
Galang pun menutup panggilan telpon tersebut kemudian berlari keluar ruangannya untuk menyusul istrinya.
"bos mau kemana?" tanya David.
"jangan banyak tanya, ayo kamu ikut aku sekarang," jawab Galang.
akhirnya David dan Galang saling berlarian menuju tempat dimana Galang memarkirkan mobilnya.
sedang diswalayan.
"apa yang terjadi dengan nyonyaku" bentak pak Sukir pada bik Narsih.
"jangan marah padanya pak Sukir, kamu tolong bawa saya pulang saja, bantu aku kemobil pak, kakiku serasa lemas buat berjalan." ucap Hanum.
"iya pak bawa nyonya Hanum pulang saja dulu, nyonya maaf kan saya ya," bik Narsih agak ketakutan.
"bibik tidak salah, tapi bik saya masih butuh beberapa informasi, tolong simpan no bibik dihp ku, nanti aku akan hubungi bibik" ucap hanum
bik Narsih pun mengambil hp Hanum dan menyimpan no nya dihp Hanum.
"ini nyonya," kata bik Narsih sambil mengembalikan hp Hanum.
"terma kasih ya bik, maaf jika tiba-tiba saya seperti ini." jawab Hanum.
"nyonya jaga kesehatan nyonya saja, tidak usah berterima kasih kepada saya nyonya, malah saya yang meminta maaf gara-gara mendengar cerita saya nyonya jadi seperti ini. saya juga minta maaf saya harus balik pulang nyonya takut nona Yasmin mencari saya." pamit bik Narsih.
"iya bik pergilah," jawab Hanum.
bik Narsih pun keluar terlebih dahulu, sedang Hanum di bantu keluar oleh pak sukir ke parkiran, pas sampai parkiran ternyata Galang dan David pun juga sampai diswalayan tersebut.
"sayang sayang kamu kenapa" Galang berlari kearah Hanum dan memeluk Hanum.
"antar aku pulang saja mas, nanti aku jelaskan semua dirumah " jawab hanum.
Galang pun membantu memapah tubuh istrinya kedalam mobil.
__ADS_1
lanjut nanti yaππ