Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Kecelakaan


__ADS_3

"waa anak mama sudah ganteng" Hanum mencium pipi Bagas .


"ayo ma kita berangkat sekarang," rengek bagas.


"ya sudah ma Bu Hilda saya pamit dulu ya, tapi barang2 dimobil tadi sudah diturunkan belum."


"sudah nak tadi Bu hilda sudah nyuru pak Trisno suaminya menurunkan ."


"ya sudah assalamu'alaikum .Hanum berangkat dulu."


"waalaikum salam" jawab Bu Hilda dan mama Hanum bersamaan.


Hanum pun pergi ke kota, tapi sebelumnya Hanum pergi ke kantor mengajak supir kantor untuk mengantarnya ke kota, Hanum masih sedikit capek karena hari sebelumnya Hanum juga habis melakukan perjalanan jauh.


setelah melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam Hanum pun sampai ke kota, dia menyempatkan diri dulu mampir ke makam kedua putranya.


"mama ini makam siapa. kok dibatu itu ada tulisan nama Bagas, Bagas kan namaku.?"


"ini makam anak2 mama sayang, anak2 mama namanya Adit dan Bagas, sama ya kayak nama Bagas, sudah ayo kita panjatkan dulu doa untuk mereka kemudian kita ke mall."


Bagas pun mengangguk tanda setuju.


setelah membaca doa Hanum pun mengajak Bagas pergi ke mall.


sesampainya di mall Hanum tidak sengaja melihat Galang ,Yanti dan kedua anaknya.ya ternyata sore itu Galang mengajak keluarganya jalan2 ke mall untuk menyenangkan anak2nya karena mereka sudah lama tidak keluar jalan2 bersama sama.


"loo mas Galang ,mbak Yanti, kalian juga ada disini?"


"loo Hanum, kok kamu juga bisa ada disini?" jawab Galang.


"waa kebetulan sekali ya num," sahut Yanti.


"iya nih ngajak Bagas jalan2" jawab Hanum


"ba Bagas?" sahut Galang dan Yanti bersamaan.


"iya ni kenalin, namanya Bagas, dia anak angkatku," jelas Hanum.


"sejak kapan kau punya anak angkat dik, terus selama ini dia tinggal dimana.?"


"sejak tadi, he he he , dia tinggal dipanti yang ada dikampung sebelah itu loo mas, aku mengganggap mereka semua seperti anak2ku, meski baru mulai hari ini he he he " Hanum menjelaskan sambil tertawa kecil.


"mama Bagas ingin beli itu ma," Bagas menunjuk ke pedagang asongan yang menjual balon berbentuk pesawat,


Hanum dan yang lain memang tadi posisinya sedang berada di depan pintu masuk gedung mall tersebut , memanggil2 pedagang tersebut karena memang keburu pedangan itu menyebrang jalan didepan mall.

__ADS_1


akhirnya Hanum berlari tidak tengok kanan kiri memanggil pedagang tadi dan tanpa disadari karena ada mobil yang melaju sedikit kencang mau menabraknya, Galang pun mengejar Hanum mendorong tubuh Hanum dan akhirnya galang lah yang tertabrak lumayan keras mobil tersebut, Galang seketika tidak sadarkan diri, darah keluar dari hidung dan mulutnya.


Hanum yang terdorong hanya mengalami luka2 kecil langsung bangun dan berlari menghampiri Galang , begitu juga Yanti dan anak2nya.


"mas galaaaaanngggg ,tolong tolong siapapun tolong kami," Hanum teriak2 panik melihat tubuh Galang yang berlumuran darah,


"papaaaaaa,"teriak Yanti tidak kala kerasnya.


akhirnya banyak orang yang berkumpul dan menolong Galang dan hanum.mereka membawa Galang tanpa menunggu ambulans datang. karena takutnya terlambat jika harus menunggu ambulans.


supir Hanum yang melihat kejadian tersebut akhirnya punya inisiatif mangambil mobil dan mengajak Hanum juga Yanti dan anak2, pergi menyusul ke rumah sakit dimana Galang tadi dibawah.


"Bu Hanum, sebaiknya ibu juga ikut diperiksa, tubuh ibu juga banyak luka2," pinta supir Hanum.


"aku nanti saja pak, ayo kita tanyakan dulu mas galang tadi dibawah kemana,"


supir tadi tanya pada bagian informasi, dan. mendapatkan informasi kalo Galang dibawah langsung ke IGD.


mereka semua menuju ruang IGD, sesampainya disana dokter yang memeriksa pun berkata,


"siapa diantara kalian anggota dari keluarga pasien.?"


"saya istrinya dok, bagaimana keadaan suamai saya"jawab Yanti.


"suami ibu mengalami pendarahan di otaknya, kami harus segera melakukan tindakan operasi, jika ibu setuju tolong segera ke bagian administrasi untuk melakukan tanda tangan."


"kami akan berusaha Bu, mengingat kondisinya begitu parah, sebaiknya kita berdoa saja semoga operasinya berjalan dengan lancar,"


"amiin" jawab semua.


Galang pun dibawah ke ruang operasi, sudah lebih dari 5jam tapi operasi itu belum juga selesai.


"jika terjadi sesuatu dengan mas Galang,bagaimana nasibku dan anak2," ucap Yanti didepan ruang operasi.


"maaf mbak semua ini terjadi atas kecerobohan ku," jawab Hanum menyesali.


Yanti tidak menjawab apapun. dia kembali duduk dan memeluk anaknya devi.sedang Devan duduk dikursi yang lain.


hanum yang melihatnya pun kembali merasa bersalah, dia dekati Yanti dan merai tangan yanti.


"sekali lagi saya mohon maaf ya mbk. jika tidak karena menolong saya, mas Galang tidak akan mengalami hal seperti ini."


"sudah lah num, mungkin sudah takdir kami seperti ini," jawab Yanti yang membuat Hanum semakin bersalah.


akhirnya lampu didepan ruang operasi itu pun padam ,menandakan operasi itu selesai.

__ADS_1


"maaf untuk keluarga pasien harap ikut dengan saya," ucap dokter yang mengoperasi Galang.


Hanum dan Yanti pun ikut masuk ke ruang dokter tersebut, dan menitipkan anak2 pada supir Hanum.


"silahkan duduk," dokter mempersilahkan.


hanum dan Yanti pun duduk, mendengarkan penjelasan dokter.


" pasien mengalami pendarahan otak cukup parah, ada bagian2 otak yang mengalami cedera, kemungkinan setelah sadar pasien mengalami kelumpuhan dibagian2 tertentu tubuhnya, meski tidak permanen."


"haa terus bagaimana dok?" tanya Yanti.


"setelah kondisi pasien sudah memungkinkan.pasien bisa mengikuti beberapa terapi , tapi semua itu bisa kita lakukan nanti, untuk sekarang kita lihat dulu perkembangan pasien paska operasi saja." jelas dokter.


"baiklah dok, tolong sekali lagi lakukan yang terbaik untuk kakak saya, berapa pun biayanya akan saya bayar" lagi2 Hanum memohon pada dokter tersebut.


"dok apa suami saya sudah bisa dibesuk.?"


"bisa Bu, tapi harap jangan terlalu banyak orang untuk menjaga sterilisasi ruangan."


"baiklah dok, kami pamit keluar dulu, terima kasih untuk semua nya."


Hanum dan Yanti pun keluar menuju ruang dimana Galang ditempatkan. sebelumnya mereka mengganti baju dengan baju warna hijau khas baju rumah sakit untuk menjenguk pasien dengan perawatan khusus.


" pa, papa bagaimana keadaanmu pa, cepat bangunlah, bagaimana nasibku dan anak2 jika kamu seperti ini, " Yanti bersedih didepan Hanum,


entah benar2 sedih atau pura2 cari simpati Hanum, hanya Yanti yang tau.


"mbak yang sabar ya, mas Galang pasti sembuh, aku akan mengusahakan pengobatan apapun untuk menyembuhkan mas Galang, jika perlu kita bawa dia berobat ke luar negeri."


"tapi aku gak mungkin bisa merawatnya num, apalagi jagain dirumah sakit, anak2 tidak mungkin aku tinggal dirumah, aku bawah kerumah sakit juga tidak mungkin" benar2 alasan Yanti yang sangat tepat.


"biarlah aku yang merawat mbak, urusan kantor biar sementara dipegang Joko,"


"iya terima kasih num. oh iya kamu obati dulu sana luka2mu, nanti takutnya infeksi jika dibiarkan."


"iya mbak, kalo gitu aku permisi dulu ya mbk."


Hanum pun pergi menuju ruang lain, memeriksakan luka2nya,


"aku akan membuatmu bener2 menikahi Hanum mas dengan memanfaatkan keadaanmu ini,"


Yanti dengan ide liciknya.


bersambung

__ADS_1


author curi2 waktu nulis, disela2 sibuk kerja ini. jadi jangan pelit like, vote,kritik dan saran ya.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2