
Siang harinya Hanum pun sudah kerumah sakit untuk menjenguk suaminya.
"vid, bagaimana dengan mas Galang.?" tanya Hanum saat melihat David didepan ruangan tempat Galang dirawat.
"pak Galang baru saja sadar Bu, dokter sekarang masih memeriksanya." jawab David.
"benarkah vid, syukurlah vid." Hanum memeluk David karena merasa senang.
"benar Bu, saya harap Bu Hanum jangan lagi menangis ya," ucap David sambil memegangi bahu hanum kemudian membantu menghapus air mata Hanum.
"vid, terima kasih ya untuk semua bantuanmu. kau seperti keluarga buat aku,aku harap kau mau menjadi adik angkatku. dan juga aku harap kedepannya jangan lagi memanggilku ibu. panggil aku kakak saja ya." ucap Hanum sambil tersenyum.
"baiklah kak Hanum.," ucap David sambil ikut tersenyum.
"selamat siang bu," tegur dokter yang merawat Galang saat melihat kakak dan adik yang baru saja meresmikan status persodaraan mereka saling pandang dan tersenyum.
"oh maaf dok, selamat siang juga. bagaimana kondisi suami saya dok, apa saya boleh melihatnya.?" jawab sekaligus pertanyaan Hanum.
"suami ibu sudah membaik. kita tunggu luka bekas operasinya mengering, baru pak Galang boleh dibawa pulang. dan kalo ibu mau menjenguk pak galang silahkan Bu, tapi usahakan pak Galang untuk diingatkan agar jangan terlalu banyak bergerak dulu ya Bu." dokter tersebut mengingatkan.
"baiklah dok, kalo begitu saya permisi ingin menemui suami saya." pamit Hanum.
"iya Bu silahkan." jawab dokter tersebut.
Hanum pun masuk ke ruangan Galang dirawat.
"mas," Hanum mendekat dan menciumi wajah suaminya.
"sayangku jangan menangis, mas baik-baik saja," Galang meraih tangan Hanum.
"maaf kan aku mas, gara-gara kecerobohan ku, mas yang jadinya harus terluka seperti ini." Hanum menyesali perbuatannya.
"mas tidak menyalahkan mu sayang, mas tau bagaimana kau terluka karena kehilangan ayahmu, mangkanya kau begitu membenci dan murka pada Elang." jawab Galang.
"iya mas, tapi mas memaafkan aku kan.?" tanya Hanum lagi
"mas kan sudah bilang kamu tidak bersalah sayang. lihatlah mas juga sebentar lagi akan sembuh. yang terpenting Elang dan Yasmin sudah tidak akan mengusik keluarga kita lagi sayang." Jawab Galang.
"terima kasih mas," ucap Hanum sambil memeluk Galang.
"aauuwww sakit," Galang sedikit kesakitan karena Hanum tidak sengaja menyenggol bekas operasi Galang.
"maaf mas maaf, mana yang sakit mas," Hanum ketakutan dan mencari-cari bagian yang sakit dari tubuh Galang.
"sudah tidak apa-apa yank, tadi kau sedikit menyenggol bekas luka mas," tutur Galang.
"aku sunggu ceroboh sayang, maafkan aku," ucap Hanum.
__ADS_1
"coba ulangi lagi, kau tadi panggil mas dengan sebutan apa.?" Galang mengoda istrinya.
"sayang," jawab Hanum.
"ulangi lagi sayang," pinta galang.
"sayang, sayang, sayang puas" jawab Hanum.
"rasanya suaramu seperti obat buatku yank." rayu Galang.
"dasar gombal." jawab Hanum lagi.
"duduklah sayang," pinta galang agar Hanum mau duduk disampingnya.
Hanum pun duduk dan memegangi tangan Galang.
"kenapa mas,?" tanya Hanum.
"mas ingin membelai wajahmu yank. mas sebenarnya merasa ketakutan tidak lagi bisa melihat dan membelai wajahmu saat mas merasa peluru tembus menerobos kulitku. tapi mas sekarang sunggu merasa beruntung. ternyata Alloh masih memberi mas kesempatan untuk bisa bersamamu." tutur Galang.
"mas sudahlah jangan bicara lagi, mas harus banyak istirahat. aku tidak akan meninggalkanmu mas. istirahatlah." tutur Hanum.
"baiklah sayang, tapi beri aku ciuman dulu." pinta Galang.
"masih sakit tapi sifat mesumnya masih saja ya," ucap Hanum tapi tetap mencium lembut bibir suaminya.
"apa vid, coba kau ulangi.siapa yang kau panggil kakak tadi.?" tanya Galang.
"ya, mulai hari ini dia adalah kakakku," ucap David sambil merangkul bahu hanum.
"hai kau, lepaskan tanganmu kurang ajar," ucap Galang sambil mengacungkan telunjuknya ke arah David.
"apa sih bos, kak Hanum sendiri kok yang memintanya, iyakan kak,?" ucap David sambil beralih menaruk dagunya dipundak Hanum
"menjauh dari istriku kau vid, atau kau akan aku hajar," galang berapi-api karena cemburu.
"iya iya, pelit banget jadi kakak ipar." gerutu David.
Hanum pun hanya geleng-geleng melihat suami dan adik angkatnya ribut.
"sudah-sudah vid, ayo kita duduk disana, biar kakak iparmu istirahat." ajak Hanum.
"tidak-tidak yank, kau tetap duduk di sampingku , biarkan David duduk disofa itu sendirian." ucap Galang.
"iya iya, aku akan duduk disana sendirian. kak Hanum jagain saja bayi besar kakak itu." goda David
"tunggu aku bisa bangun vid, pasti akan aku hajar kau," ancam Galang.
__ADS_1
"sudah jangan ribut lagi, mas juga istirahatlah." Hanum mencoba melerai.
"iya mas akan istirahat, tapi pastikan laki-laki kurang ajar itu tidak mendekatimu yank," kembali Galang mengingatkan
"iya iya mas, sudah tidurlah," ucap Hanum sambil menggenggam tangan suaminya.
Setelah Galang tertidur, Hanum pun menghampiri David
"vid, kakak minta untuk sementara kau handle urusan kantor ya, dan untuk urusan Dirja company yang beralih nama menjadi Elang Group aku yang akan mengurusnya sendiri. aku akan merombak semua kinerja perusahaan peninggalan kakekku agar menjadi lebih maju, dan akan aku satukan Dirja company dengan ZH Group." jelas Hanum.
"baiklah kak, perusahaan kakak pasti akan menjadi semakin besar dan maju. tapi Dirja company pusat kantornya ada di London kak. itu akan membuat kakak harus sering bolak-balik keluar negeri kak." jelas David.
"iya itu pasti. tapi kita masih punya banyak waktu untuk memikirkannya nanti." jawab Hanum.
"baiklah kak, kalo begitu aku permisi ke kantor dulu. dari kemaren siang saya tidak melihat keadaan kantor." pamit David.
"bukannya laporan kantor semua bisa dikirim lewat email. atau bukan karena ingin melihat keadaan kantor tapi ingin melihat Saskia ya,?" tebak Hanum.
"naaa itu kakak tau,' ucap David sambil berlalu pergi.
Hanum hanya geleng-geleng melihat kelakuan adik angkatnya tersebut.
seminggu telah berlalu. kini saatnya Galang sudah diperbolehkan pulang.
seminggu tidak bertemu Tara membuat Galang sangat rindu dengan anaknya tersebut.
"hallo sayangnya papa, papa kangen kepadamu sayang." sapa Galang pada baby Tara yang ada ditempat tidurnya.
Tara pun mengerak-gerakkan tangan dan kakinya, karena Galang menggelitik perutnya.
"mas, untuk sementara mas tidak usah kekantor dulu ya, mas boleh ke kantor kalo sudah benar-benar sembuh." ucap Hanum sambil merapikan kamarnya.
"terus yang mengurusi kantor siapa yank,?" tanya Galang.
"sementara waktu aku dan david mas," jawab Hanum.
"bagaimana dengan Tara sayang, jika kau tinggal ke kantor." Galang masih tidak setuju.
"aku kan bisa bekerja dari rumah mas," jawab Hanum.
"baiklah, asal kau juga jangan terlalu capek, dan yang terpenting jaga kesehatanmu sayang." tutur Galang.
"iya mas," jawab Hanum.
Hari demi hari Hanum mulai menikmati kesibukannya.
mengurusi suami, anak dan pekerjaan adalah rutinitas Hanum seminggu ini. Hanum begitu pandai mengatur waktu.
__ADS_1
bersambung.