Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Kesialan Anna


__ADS_3

Galang mengajak Tara mandi bersama, sedang Hanum mencoba mengamati apa yang dilakukan Anna dikamar tamu.


Hanum melihat Anna mondar mandir dan mencoba membuka lemari pakaian dikamar tamu tersebut. tentu saja lemari itu kosong karena lemari itu disediakan untuk tamu yang menginap dirumah Hanum.


"dia pasti lagi mencari baju ganti," ucap Hanum pada dirinya sendiri.


Hanum mencari bajunya yang akan diberikan ke Anna, tapi sebelumnya Hanum menyiapkan baju ganti untuk anak dan suaminya.


Setelah Hanum mendapatkan baju yang sekiranya cocok untuk Anna, Hanum pun menuju kamar yang ditempati Anna.


"maaf ya Anna aku lupa mengetuk pintu," ucap hanum.


Anna yang sedang berdiri di samping tempat tidur pun berpura-pura memegangi meja didepannya.


"eh mbak Hanum, iya gak apa-apa, tapi lain kali ya ketuk pintu dulu lah mbak, meskipun ini rumah mbak, coba tadi saya pas telanjang, bisa malu saya mbak." jawab Anna dengan nada ketus.


"memang tadi kamu mau kemana, kakimu kan masih sakit kok sudah jalan-jalan saja." tanya Hanum lagi.


"saya melatih kaki saya agar cepat bisa berjalan mbak, saya juga gak enak numpang lama-lama dirumah orang." jelas Anna.


"jangan terlalu dipaksakan Anna, takutnya malah terjadi hal yang tidak kamu inginkan, nanti malah lebih bahaya." Hanum berlagak sok simpati.


ketahuan kan kau berbohong,batin Hanum.


" ya mau gimana lagi, saya juga harus bekerja jika ingin memiliki uang, iyakan.?" Anna mencoba memancing Hanum.


"soal uang jangan kamu pikirkan An, nanti setelah sembuh, insyaalloh biar nanti aku membantumu." Hanum mencoba menawarkan bantuan.


"terima kasih mbak Hanum." jawab Anna.


yang ku inginkan meruba kehidupanku, bukan cuma menerima bantuanmu.batin Anna.


"oh iya ini aku bawakan baju ganti buatmu, aku rasa ini ukurannya cocok denganmu," ucap Hanum.


"iya mbak, aku juga dari tadi sudah gerah sekali ingin mandi," jawab Anna.


"kamu mau aku membantumu mandi Anna.?" tanya Hanum.


"lebih baik minta saja pembantu mbak Hanum menolongku" jawab Anna.


"baiklah aku akan memanggil bik Surti untuk membantumu An," ucap Hanum.


Hanum pun pergi kebelakang memanggil bik surti. karena Anna memilih dibantu oleh bik Surti, setelah Hanum memanggil bik Surti, Hanum memilih balik ke kamar menemui anak dan suaminya yang baru selesai mandi.


"uuhhh anak mama sudah ganteng," ucap Hanum sambil mencium pipi gembul anaknya.

__ADS_1


"iya dong, papanya ganteng anaknya pasti juga ganteng lah," sahut Galang.


"mama Tala mau main cama Cece," ucap Tara.


"baiklah, kita ke cece sekarang ya, tadi Cece sepertinya dirumah belakang sama nenek tuh," jawab Hanum.


Hanum dan Tara pergi menuju rumah belakang, disana Hanum bermain-main dengan Tara dan Devi.


Sementara Galang yang masih dirumah utama hendak menyusul hanum dan anak-anaknya dikagetkan dengan teriakan Anna.


"kenapa Anna berteriak.?" tanya Galang pada dirinya sendiri.


Galang yang sudah hafal dengan trik-trik wanita seperti Anna pun tidak serta Merta langsung melihat keadaan Anna. Galang memilih mengajak pak Sukir untuk melihat keadaan Anna.


"pak Sukir coba bapak lihat kenapa Anna tadi berteriak didalam kamarnya." perintah Galang.


"kenapa lagi sih bos dengan wanita itu.?" tanya pak Sukir yang merasa jengkel harus mengurusi wanita seperti Anna.


"entahlah, pak Sukir lihat sendiri sekarang," jawab Galang.


sementara Anna didalam kamarnya pura-pura terjatuh dari tempat tidurnya, karena sengaja ingin mencari perhatian Galang.


Anna mengetahui jika Hanum pergi kerumah belakang dan main dengan anak-anaknya dari bik surti yang tadi membantunya mandi.


"kenapa mas Galang gak masuk-masuk. padahal tadi aku mengintipnya sudah keluar dari kamarnya.apa mas Galang tidak mendengar teriakkan ku ya," ucap Anna pada dirinya sendiri.


Anna membungkukkan tubuhnya dan melihat keadaan luar dari lubang kunci. tapi na'as yang didapat Anna.


Anna yang hendak mengintip dari lubang kunci bersamaan dengan pak Sukir yang membuka pintu karena ingin melihat keadaan Anna, yang kata bos nya tadi habis berteriak.


"gubraakkk"


"aaaaaaaauuuuwwww, sakittt" teriak Anna karena wajahnya terbentur pintu dengan keras, seketika hidung Anna mengeluarkan darah karena mimisan. jidat Anna juga benjol karena benturan yang sangat keras, tak luput tulang pipinya juga memerah karena benturan itu.


"loo kenapa nona dibelakang pintu.?" tanya pak Sukir.


Anna tidak menjawab karena masih merasakan sakit diwajahnya. Anna yang tadinya menutup mukanya dengan kedua tangannya agar mengurangi rasa nyeri diwajahnya pun akhirnya membuka tangannya dan melihat kearah pak Sukir dan Galang.


"haaaaaaa haaaaaaa haaaaa," pak Sukir seketika tidak bisa menahan untuk tidak tertawa saat melihat wajah Anna yang seperti badut menurut pak Sukir.


"dasar kau laki-laki kurang ajar, kau sudah membuatku celaka malah kau menertawakan aku," ucap Anna sambil melempar pak Sukir dengan sandal yang dipakainya.


"lagian kenapa nona berada dibelakang pintu.? haaaa haaaa," pak sukir bertanya tetap sambil tertawa.


"aku belajar jalan, lagian kamu kurang ajar sekali, masuk kamar tanpa permisi." Anna sudah sangat emosi.

__ADS_1


"ya sudah ayo sini saya bantu berdiri. maaf tadi aku gak mengetuk pintu dulu, karena tadi pak Galang bilang nona berteriak takutnya ada apa-apa dengan nona aku bergegas membuka pintu dan akhirnya lupa tidak permisi dulu." jelas pak Sukir.


"oohh itu, tadi aku jatuh dari tempat tidur. karena kakiku sakit buat berdiri makanya aku sedikit berteriak. maaf ya jika mengganggu mas Galang." ucap Anna dengan sok manis.


Galang yang sedari tadi menahan untuk tidak tertawa pun hanya bisa mengangguk mendengar ucapan Anna.


Galang memilih pergi menyusul istrinya kerumah belakang dan melepas tawanya saat sudah tidak terlihat lagi oleh Anna.


Galang masih saja tertawa saat sudah masuk kerumah belakang, hal itu membuat Hanum penasaran ada kejadian lucu apa yang membuat suaminya sampai tertawa lepas seperti itu.


"mas kamu menertawakan apa sih?" tanya Hanum


"haaaaa haaaaa haaa, Anna sayang dia,,dia haaaaa" Galang tertawa sampai susah untuk berkata-kata.


"iya kenapa dengan Anna, berhentilah tertawa coba mas ceritakan kepadaku apa yang sudah terjadi.?"Hanum sudah tidak sabar.


"kamu bawa handphone kan sayang, coba kau lihat sendiri rekaman cctv disana haaaaa," Galang berbicara sambil tertawa.


Hanum pun melihat hasil rekaman cctv dari handphone nya,


" ya Alloh, haaaaaa haaaaaa, Anna Anna itulah akibatnya kalo suka berbohong dan berbuat licik pada orang. haaaa haaaa." kini Hanum ikut tertawa.


Bu win yang juga penasaran, akhirnya juga ikut mengulang dan melihat hasil rekaman cctv tersebut.


"astagfirullah, ada-ada saja, sudah-sudah berhentilah kalian tertawa seperti itu, tak baik menertawakan orang seperti itu." ucap Bu win.


"habis lucu sekali sih ma, haaaa haaa," hanum masih juga tertawa.


"iya tapi jangan lagi menertawakan orang seperti itu," tutur Bu win.


"iya iya maaf ma kelepasan." jelas hanum.


"apa sebenarnya yang diinginkan wanita itu ya,?" tanya Bu win.


"entahlah ma, kalo masih hal-hal ringan seperti ini silahkan saja, malah tingkah konyolnya bisa menjadi hiburan buat kita. tapi kalo dia sudah berani berbuat nekad jangan salahkan jika saya bisa bertindak kejam juga," jawab Galang.


"terus tadi kamu biarkan pak Sukir menolongnya sendirian mas,?" tanya Hanum.


"iya sayang, habis aku sudah tidak kuat menahan tawaku lagi," jawab Galang.


"kalo begitu aku rasa Andika tidak usa kita panggil kesini mas, nanti aku akan langsung menegur Anna dan meminta penjelasan darinya tentang maksud dia membohongi kita." lanjut Hanum.


"aku rasa juga begitu sayang, membiarkan dia berlama-lama disini juga tidak baik untuk ketentraman rumah kita." ucap galang.


bersambung.

__ADS_1


maaf ya readersπŸ™πŸ™πŸ™. banyak sekali pekerjaan yang harus author kerjakan jadi sehari terkadang hanya bisa update 1x.


Tetap dukung author ya readers, jangan lupa, vote,like,kritik dan sarannya,πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2