Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Menghadiri pernikahan Joko (2)


__ADS_3

Setelah lelah berjalan-jalan akhirnya Galang dan Hanum pun memutuskan kembali pulang,


"Devan ,Devi kita pulang yuk, mama sudah capek" ajak Hanum.


"ok, ma" sahut Devi.


"ma, kapan sih kira-kira Dede bayi lahir?" tanya Devan.


"kata dokter sih kurang lebih satu bulan setengah lagi sayang, memang kenapa, bang Devan sudah gak sabar ya pingin lihat Dede" ucap Hanum.


"iya nih ma, Devan pingin lihat Dede nya cewek apa cowok kayak Devan." jawab Devan.


"iya pokoknya nanti pas mama lahiran kalian sama nenek harus ke rumah di kota ya,"? pinta Hanum.


"iya pasti itu ma," jawab devi


mereka berempat pun kembali pulang, setelah sampai dirumah Devan dan Devi bergegas mandi karena mau berangkat ke sekolah.


"ayo Devan, Devi mama antar kalian kesekolah sekalian mama mau ke panti ketemu adik dan kakak kalian disana." ucap Hanum.


"iya ma, sebentar lagi, Devi masih pakai sepatu." jawab Devi.


"sini papa yang bantu, dan bang Devan sudah siap belum nak, ayo nanti keburu telat." kini giliran Galang yang bicara.


"sudah kok pa," jawab Devan.


"ayo semua kalo sudah siap kita berangkat, mama ikut juga gak kepanti," ajak Hanum.


"iya nak, mama juga ingin menunjukkan semua pembangunan panti sudah selesai semua, kamu tinggal lihat sesuai dengan keinginanmu atau tidak, kalo tidak kita tinggal memanggil para pekerja kemaren saja." jawab Bu win.


"mama ini sama anak kayak sama siapa aja deh, selera mama pasti Hanum suka ma," ucap hanum sambil mencium pipi mamanya.


akhirnya semua berangkat, pertama tujuan mereka ke sekolah Devan dan Devi, selanjutnya ke panti.


"assalamu'alaikum bu Hilda," ucap hanum, Galang dan Bu win bersama,an.


"waalaikum salam, looo mbak Hanum to yang datang, walah kok kebetulan anak-anak masih disekolah semua mbak." ucap Bu hilda.


"gak apa-apa Bu, saya kesini cuma ngantar oleh-oleh buat anak-anak, sama lihat-lihat perkembangan panti Bu, gimana anak-anak semua sehatkan bu Hilda?" tanya hanum.


"alkhamdulilah semua sehat mbak. dan anak-anak sekarang tambah senang, karena tempat tinggalnya disulap menjadi sangat indah dan nyaman mbak." jawab Bu Hilda.

__ADS_1


"syukurlah Bu, saya cuma gak ingin mereka merasakan pahitnya hidup tanpa orang tua masih juga harus tinggal ditempat yang tak layak."jelas Hanum.


"mbak Hanum memang sangat baik, semoga apa yang mbak Hanum dan keluarga lakukan selalu mendapat keridhoan Alloh SWT," jawab Bu Hilda.


" aamiin" jawab semua


"ya sudah Bu, kami nitip hadiah dan oleh-oleh ini untuk anak-anak ya, saya juga harus pamit soalnya mau bantu-bantu ditempat hajatan pernikahan teman saya," ucap Hanum.


"iya Bu, kami pamit ya," kini Galang yang pamit.


"iya mbak Hanum, mas Galang dan Bu win, saya ucapkan banyak terima kasih atas kedatangannya. sering-sering lah kemari ya, anak-anak juga pasti sangat senang." jawab Bu Hilda.


"iya insyaalloh Bu, ya sudah Bu kami semua pamit pulang assalamualikum." pamit Hanum sambil memberikan amplop yang isinya lumayan tebal.


"terima kasih banyak mbak Hanum dan mas Galang, juga Bu win, waalaikum salam." jawab Bu hilda.


setelah pamit, Hanum pun mengajak semua pergi ke rumah pak RT selaku orang tua Joko yang sedang punya hajat.


acara pernikahan Joko memang digelar layaknya acara pernikahan dikampung-kampung, suasana kekeluargaan yang begitu kental dan menyatu dengan penduduk lainnya, membuat suasana persiapan saja sudah sangat heboh.


"assalamu'alaikum pak RT, Bu RT" sapa Bu win.


"walah Bu win, nak Hanum dan mas Galang ayo masuk-masuk." sambut pak RT dan Bu RT.


"di kamar nak, nanti malam kan persiapan mau ijab kobul di rumah mempelai wanita, jadi Joko harus istirahat, tapi kalo mau ketemu, langsung saja ke kamarnya." jawab Bu RT.


"ya sudah saya sama suami mau menemui Joko dulu ya Bu, maaf permisi, ma Hanum dan mas galang tinggal dulu ya," ucap Hanum.


"iya nak mama tunggu disini saja." jawab Bu win.


Hanum dan Galang pun masuk dan mengetuk pintu kamar Joko.


tok tok tok" jok gue boleh masuk gak ?" Hanum memanggil Joko.


"ceklek" handle pintu dibuka.


"woe kalian sudah datang rupanya. ayo masuk masuk." Joko mempersilahkan hanum dan Galang masuk ke kamarnya.


"gimana perasaanmu bro,?" tanya galang.


"gue gak tau bro dari tadi kayak orang sakit jantung saja, deg deg kan terus." jawab Joko.

__ADS_1


"gak percaya gue sama orang seperti loe bisa gerogi juga." ejek Hanum.


"gue juga sama kayak laki-laki yang lain juga kali num." ucap Joko.


"oh iya jok, berarti nanti pengiring berangkat dari sini habis magrib ya,? kenapa sih loe jok nentuin ijab kobul kok malam hari. aneh-aneh deh loe ini." Hanum keheranan.


"iya habis magrib rombongan pengiring berangkat sekalian aku juga, alasan kenapa aku pilih malam, karena habis ijab kobul gue pingin langsung cetak gol lah." jawab Joko yang langsung ditimpuk bantal oleh Galang.


"bener-bener gak sabar kau bro,? oh iya Robi paling sebentar lagi juga akan datang, ini dia baru chat aku." ucap Galang.


"benarkah dia bisa datang, waa asik juga ini nanti, kita bisa kumpul lagi ya." Joko sangat senang.


"ya sudah gue tadi cuma sekedar ngelihat persiapan loe aja kok, gue mau pamit pulang nanti sore kita kesini lagi" pamit Hanum.


"ya sudah sana pergi, tapi jangan sampai telat nanti sore ya." usir Joko.


"dasar tidak tau terima kasih. orang main usir aja." gerutu Hanum.


Hanum dan Galang keluar dari kamar Joko dan mengajak Bu win untuk pulang terlebih dahulu.


"maaf Bu RT pak RT kami pamit dulu, insyaalloh nanti sore kami kesini lagi." ucap Galang.


"iya beneran ya, kami tunggu loo ya." jawab Bu RT.


"pasti itu Bu RT , kita cuma mau siap-siap nanti pas mau berangkat biar gak telat." kini gilaran Bu win angkat bicara.


Hanum dan keluarga langsung pulang. Hanum yang sudah merasa kelelahan langsung masuk kamar dan beristirahat. Galang pun dengan setia menemani istrinya yang sudah tertidur walau dirinya sama sekali tidak bisa tidur.


pasalnya Santi akan datang ikut Robi. Galang belum siap untuk memberitahukan hal yang sebenarnya pada Devan.


semoga Santi tidak mengungkap kan kebenaran itu pada Devan sekarang. aku takut Devan ,hanum dan juga mama merasa bersedih.aku mohon ya Alloh berikan hamba waktu untuk mengungkapkan semua itu setelah semua sudah dalam kondisi siap menerima kenyataan."doa galang dalam hatinya.


Setelah hampir satu jam Hanum tidur siang, kini Hanum pun sudah terbangun dan melihat suaminya yang seperti sedang melamun.


"kenapa mas, apa kamu gak bisa tidur.?" tanya Hanum.


"iya sayang, mas gak bisa tidur, kenapa kamu sudah bangun yank, apa tergangu karena mas berisik ya,?"


"gak juga, memang aku kalo tidur siang mana perna bisa lama mas, oh iya tolong kasih tau Rima suruh jemput anak-anak ya mas, ini kan sudah hampir jam mereka pulang sekolah." pinta hanum.


"baiklah mas turun dulu kalo gitu," jawab Galang,

__ADS_1


bersambung


__ADS_2