
"sabar dulu, aku pasti akan bebaskan Devi, tapi sebelumnya biar orangku memeriksa dokumen tersebut,"
ternyata Yanti tidak segampang itu percaya pada Hanum.
"baiklah mbak, silahkan mbak aku akan menanda tangani surat tersebut setelah orang kepercayaan mbak membacanya."
Yanti pun memanggil orang kepercayaannya untuk memeriksa surat-surat tersebut.
dengan seksama pihak notaris yang sekaligus kepercayaan Yanti itu membacanya dan segera menganggukkan kepala pada Yanti saat selesai membacanya.
"oke sekarang biarkan Devi bebas dan aku akan menanda tangani surat tersebut mbak."
"Yasmin bawa Devi kemari,"
Yasmin yang dipanggil pun tak kunjung menyahuti Yanti, karena dari belakang ada polisi yang bersembunyi sedang menodongkan senjata ke punggung Yasmin, dan hanya Yasmin yang mengetahuinya.
"Yasmin cepatlah, hari kemenangan kita akan segera kita rayakan sebentar lagi, cepatlah bawa Devi kemari Yasmin."
dengan intruksi dari polisi yang menodongkan senjata padanya Yasmin pun mulai jalan berlahan.
"hai-hai apa-apaan ini ternyata kalian menjebak kami haa" Yanti mulai emosi.
"mbak aku kira dipenjara belasan tahun bisa membuat mbak sadar akan dosa-dosa mbak Yanti. tapi ternyata dugaan ku salah. maaf dengan cara seperti ini mbak harus kembali lagi merasakan nuansa penjara untuk kedua kalinya "
"kalian memang ba*ing*n, kalian rasakan akibatnya," jleep sebuat pisau Yanti lempar tepat mengenai bahu Hanum.
__ADS_1
"mamaaaaa," teriak Devi dan Galang bersamaan. karena posisi Hanum sangat dekat dengan Yanti, Yanti pun segera menarik tubuh Hanum dan mencabut paksa pisau yang menancap tersebut lalu digunakan sebagai senjata untuk mengancam Hanum dan Galang.
"cepat yasmin ambil cap jempol Hanum dan segera kita pergi dari sini, jangan coba-coba ada yang melawan jika ingin Hanum tetap hidup."
Yasmin pun menoleh kepolisi yang menodongkan senjata kepadanya. karena Yasmin masih ragu.
"cepat Yasmin, polisi itu tak akan berani melukaimu." teriak Yanti.
tapi tanpa Yanti sadari Devan sudah ada dibelakang Yanti dan berusaha merampas pisau ditangan mama kandungnya tersebut. karena posisi saling rebut Hanum pun akhirnya terlepas dari tangan Yanti. kini tinggal Yanti dan Devan yang saling merebutkan pisau tersebut.
"jleeppp" pisau tersebut menancap tepat diperut Devan.
Yanti pun ketakutan dan berniat kabur tapi sayang dua peluru tepat mengenai dirinya dan membuatnya tergeletak tak berdaya.
Devan dan Hanum sama-sama tak sadarkan diri karena luka akibat tusukan pisau yang melukai mereka, sedang Yasmin segera dibekuk kembali oleh pihak yang berwajib.sedang Yanti setelah menerima dua timah panas yang menembus ditubuhnya pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
semua keluarga berkumpul didepan ruang operasi dengan wajah-wajah penuh kecemasan menghiasi wajah mereka.
setelah lama menunggu akhirnya operasi Devan pun selesai, dokter yang mengoperasi Devan pun keluar dari ruang operasi dan memberikan kabar terbaru tentang hasil operasi Devan pada pihak keluarga.
"keluarga pasien."
"saya orang tuanya dok," jawab Galang.
"Alhamdulillah operasi Devan berhasil menghentikan pendarahan yang terjadi, dan itu artinya Devan berhasil terselamatkan. tapi untuk saat ini Devan harus mendapatkan perawatan yang intensif."
__ADS_1
"iya dok, lakukan apapun yang terbaik untuk anak saya dok, kami percaya pada dokter." jawab Galang.
"iya akan kami usahakan. tapi tetap bantu doa dan suport dari keluarga itu yang terpenting."
"iya dok, terima kasih."
Dan hari dimana Devan pun sudah pulih dan boleh pulang pun datang. Hanum yang juga sudah jauh lebih sehat dari Devan pun juga ikut serta menjemput Devan untuk dibawah pulang.
akhirnya semua keluarga berkumpul dan menjalani hari-hari dengan penuh kebahagiaan. tiada lagi orang yang mengancam kebahagiaan mereka.
Bisnis Hanum dan Galang makin berjaya, dan kebahagiaan selalu meliputi hari-hari mereka.
begitu damai perasaan Hanum saat bersandar di bahu Galang sambil menikmati senja. sambil saling menggenggam tangan galang pun mengutarakan keinginannya pada Hanum.
"sayang, aku ingin perusahaan diteruskan oleh Tara, aku yakin Tara sudah siap. aku ingin pensiun dan menikmati masa tua kita selalu bersama."
tanpa menjawab Hanum hanya mengangguk tanda setuju.
Tamat.
maaf ya untuk para pecinta novel "pengorbanan istri ke 2" Jika cerita akhirnya kurang begitu berkenan dihati para pembaca semua.
nantikan novel2 selanjutnya dari saya...
pengumuman.
__ADS_1
hai readers author sudah bikin karya baru loo..dan author akan usahakan up 2 kali sehari. lanjut dibaca ya judul novel baru author " R**iansyah** " selamat membaca dan semoga terhibur๐๐๐๐