Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Tawa yang lama hilang


__ADS_3

"oeeekkk oeeeekkkk" suara bayi Tara mengagetkan mereka yang lagi serius mendengarkan Bu Ndari bercerita.


"ohhhh anak mama, haus ya sayang," ucap Hanum.


Galang yang sedari tadi juga serius mendengarkan Bu Ndari bercerita akhirnya berdiri dari duduknya untuk memberikan baby Tara kepada Hanum


"iya ini ma, anak mama haus paling," ucap Galang sambil menirukan suara anak kecil.


setelah memberikan baby Tara ke Hanum. Galang mencoba memberanikan diri duduk disamping Bu ndari.


"Tante," ucap Galang sambil meraih tangan Bu Ndari.


awalnya Bu Ndari merasa ketakutan saat melihat laki-laki.


"ma, dia suamiku, dia juga baik, mama Ndari gak usah takut sama dia ma," jelas hanum.


awalnya Bu Ndari memberanikan memegang pipi Galang, kemudian dia langsung memeluk Galang dengan erat.


"Tante jangan lagi takut kepadaku ya, seperti Hanum, aku juga ingin Tante menjadi mamaku juga," tutur Galang.


Bu Ndari cuma menganggukkan kepalanya sambil menangis dibahu Galang.


"kalian semua baik, kalian semua baik," ucapan itu yang terus keluar dari mulut Bu Ndari.


"kak, Kamilah keluargamu, kakak harus yakin, bahwa kakak bisa menjadi Sundari yang dulu,yang pemberani, yang penyayang, kita berdua kak yang akan memastikan Elang Permana harus menerima hukuman yang sesuai atas perbuatannya. kakak yakinkan lah diri kakak ya." Bu win memberi semangat pada kakaknya.


kini Bu Ndari beralih memeluk adik kandungnya Bu Winda.


"sudah kak, jangan menangis lagi. apa kakak tidak ingin menyapa cucu kakak.lihatlah kuat sekali dia neteknya kak. dia yang akan menjadi hiburan buat kita yang sudah tua ini kak," ucap Bu win lagi.


Bu Ndari pun mengalihkan pandangannya pada baby Tara yang lagi diberi ASI oleh Hanum.


"dia cucuku,? " tanya Bu ndari.sambil melihat Hanum dan Bu win bergantian.


Hanum dan Bu win pun mengangguk.


Bu Ndari pun mendekati baby Tara dan mengelus pipi bayi gembul tersebut. senyuman manis nampak tersungging dibibir Bu Ndari.


"mama mau mengendongnya." tanya Hanum pada Bu ndari.hal itu membuat Galang sedikit was-was.


"memang boleh mama menggendongnya.?" tanya Bu Ndari.


"boleh ma," jawab Hanum.


kali ini Galang benar was-was. Hanum sebenarnya tau kalo Galang tidak setuju, tapi Hanum mengedipkan kedua matanya seakan memberi pengertian kalo semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


benar adanya, Bu Ndari mengendong baby Tara dengan penuh kasih sayang. diayun-ayunkan baby Tara hingga kembali tertidur.


Bu Ndari pun kembali duduk tapi tetap membiarkan baby Tara tidur dipangkuannya.


Tiba-tiba baby Tara gerak-gerak kemudian ada cairan hangat dirasakan oleh Bu Ndari mengalir dikulitnya.


"num, dia ngompol nak," ucap Bu Ndari membuat semua tertawa, Bu Ndari pun juga ikut tertawa karena ulah cucunya.


hanya bik Narsih yang menangis melihat Bu Ndari tertawa seperti itu.


pasalnya sudah belasan tahun bik narsih tidak melihat tawa lepas dari majikannya tersebut.


"ya sudah sini ma, biar Galang ganti popoknya." ucap Galang sambil mengambil anaknya dari pangkuan Bu Ndari.


"aku juga ikut masuk mas,,,ma aku tinggal ke kamar dulu ya, Hanum mau mandi juga istirahat dulu." pamit Hanum kepada kedua mamanya.


diruang keluarga tersebut kini tinggal bik Narsih , Bu Winda dan Bu Ndari.


"kak, kakak bersihkan diri dulu ya, biar aku bantu." Bu win menawarkan diri.


"aku bisa sendiri win, aku harus belajar melawan rasa takutku, biar aku bisa menjaga cucu kita." jawaban Bu Ndari membuat Bu win tersenyum senang, karena melihat kakaknya sedikit demi sedikit pasti akan kembali seperti dulu.


"baiklah, tapi biarkan mbak narsih menjagamu ya kak," pinta Bu win dan di iyakan oleh Bu Ndari.


"iya, ayo mbak Narsih aku ingin mandi biar segar, nanti aku ingin gendong cucuku lagi." ucap Bu Ndari.


sementara dirumah Elang permana.


"pa, papa Yasmin ada kabar bagus buat papa," ucap Yasmin saat baru datang.


"kabar bagus apa Yasmin.?" jawab papanya.


"Hanum sudah melahirkan pa," yasmin berbicara sambil wajahnya berseri-seri.


"kirain, kamu menemukan Sundari, terus kalo memang Hanum sudah lahiran kabar bagus buat papa apa.?" tanya Elang.


"itu artinya Galang sudah tidak lagi bertanggung jawab kepada Hanum. jadi Yasmin bisa segera menikah dengan Galang pa, iya kan." jelas Yasmin.


" betul sekali ucapanmu, berarti kita juga harus segera menemukan Sundari dan Narsih, jika tidak mereka bisa menggagalkan semua rencana kita." ucap Elang.


"papa harus kerahkan semua anak buah papa, tidak mungkin kita melaporkan kasus ini sebagai kasus orang hilang pa, karena jika polisi yang menemukan mereka terlebih dahulu, bisa-bisa mereka menceritakan tentang kita kepada polisi yang menemukan mereka." tutur Yasmin.


"itulah yang dari tadi papa pikirkan. kemana perginya mereka,? ditempat keluarga Narsih juga tidak ada, bener-bener si Narsih kurang ajar, dia bawa kemana Sundari." Elang sangat emosi.


"pa, sembari menunggu kabar dari anak buah papa, ada baiknya kita berkunjung kerumah Galang pa, kita harus berpura-pura ikut bahagia dengan kelahiran anaknya pa, karena yang Yasmin tau, Galang sepertinya sangat sayang dengan anaknya itu." Yasmin memberi ide.

__ADS_1


"iya juga, kalo begitu papa akan bersiap-siap, kau juga dan jangan lupa bawa hadiah buat bayi itu." jelas Elang.


Yasmin dan Elang pun sudah selesai bersiap-siap. mereka langsung berangkat menuju rumah Elang, mereka mampir ke membeli oleh-oleh untuk bayi Galang terlebih dahulu.


setelah mendapat buah tangan yang mereka kira cocok untuk bayi galang.mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Elang.


Untungnya penjaga dirumah Hanum tidak sembarangan menerima tamu.


"maaf pak, bapak ingin bertemu siapa.?" tanya pak Dedi sang penjaga pintu gerbang.


"buka saja pintunya. aku ingin bertemu dengan bapak Galang Pramono. aku kerabat dekatnya." jawab Elang.


"tapi maaf pak, karena saya belum perna melihat bapak kemari, ada baiknya saya tanyakan ke pak Galang terlebih dahulu." pak Dedi tetap menjalankan perintah bosnya untuk berhati-hati menerima tamu.


"baiklah katakan pada pak Galang, ada Elang Permana yang ingin bertemu dengannya." Elang memerintahkan.


"baik pak," jawab pak Dedi kemudian menghubungi Galang melalui telpon pararel di dalam pos jaga.


"maaf bos ada tamu yang ingin bertemu dengan bos," ucap pak Dedi ditelpon.


"siapa pak," tanya Galang.


"bapak Elang Permana bersama seorang perempuan pak." jawab pak Dedi.


"baiklah suruh saja masuk." jawab Galang yang lupa jika Bu ndari, mama mertua dan bik Narsih ada dirumahnya.


Galang pun menutup telponnya dan bersiap keluar untuk menyambut tamunya.


"siapa mas," tanya Hanum.


"Elang permana dan Yasmin datang sayang, mungkin dia ingin melihat bayi kita.," jawab Elang.


"apa mas, dan mas biarkan dia masuk,?" tanya Hanum.


"astaga mas lupa sayang," Galang berbicara sambil berlari keluar dari kamarnya


Dilihatnya Bu win dan Bu Ndari yang sedang duduk di ruang tengah membuat Galang kebingungan harus berbuat apa.


"ada apa nak Galang, " tanya Bu win.


"Elang permana datang ma, dia ada diluar," jawab Galang.


"apa Elang Permana.?" tanya Bu win lagi.


bersambung ya

__ADS_1


Makin seru kan,, ayo biar tambah seru author boleh dong minta dukungannya, jangan lupa ya tinggalkan jejak buat author setelah membaca setiap bab nya.πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2