
Hanum dan Galang baru bisa tidur setelah lewat tengah malam karena olah raga panasnya.
Baru juga tidur beberapa jam Hanum terbangun saat mendengar kumandang adzan subuh dari masjid didekat rumahnya. Hanum mencoba bangkit tapi tubuhnya tertahan tangan Galang yang masih memeluknya dengan erat.
"mas ayo bangun sayang, sudah subuh,"
Hanum membangunkan suaminya.
"sebentar lagi ya sayang,"
Galang makin memeluk Hanum dengan erat.
"gak mas, ingatlah segerakan sholat saat waktu sholat telah tiba, soal ini bisa kita lanjut nanti ya sayang." tutur Hanum
"janji ya nanti dilanjut, ya sudah ayo kita sucikan diri habis itu sholat." Galang bersemangat.
"tapi mas hadap sana dulu, aku malu belum makai baju,"
"kenapa malu si sayang, mas ini kan suamimu, lagian mas juga sudah lihat semuanya semalam, sudah ayo sini kita mandi bersama". Galang langsung mengangkat tubuh Hanum digendongannya. karena Hanum masih malu, Hanum lebih memilih membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"mas apa kaki mas sudah benar2 sembuh,? apa gak sakit kaki mas buat menahan beban menggendong ku seperti ini.?"
"gak sayang, percaya deh mas sudah benar2 sembuh." Galang memcium kening istrinya.
Galang dan Hanum pun mandi bersama kemudian melakukan sholat subuh berjama'ah. setelah sholat Hanum seperti biasa mencium punggung tangan suaminya.
Hanum pun berdiri hendak pergi kedapur membantu Rima menyiapkan sarapan pagi, tapi Galang tiba2 menariknya kedalam pelukannya.
"jangan melarikan diri sayang" bisik Galang.
"siapa yang melarikan diri, apa maksudnya mas, aku hanya mau menyiapkan sarapan buat kita semua," jawab Hanum
"tadi katanya janji mau dilanjutin, sekarang kita lanjutin yang semalam."
Galang mengangkat tubuh Hanum dan direbahkan tubuh istrinya ditempat tidur, Galang mencium bibir istrinya dengan lembut dan penuh hasrat. dikecupnya leher istrinya ditinggalkannya beberapa jejak kepemilikan disana.
Galang memasukkan tangannya kedalam baju yang Hanum pakai, diraba dan diremasnya gundukan kembar milik istrinya tersebut.
Hanum mendesah, merintih menahan sensasi kenikmatan yang diberikan suaminya tersebut.
berlahan Galang membantu membuka pakaian yang dipakai istrinya dan membuka pakaian yang dia kenakan.
__ADS_1
kini tubuh mereka sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.
Galang makin panas melihat kemolekan tubuh istrinya. dicium, dibelai, diremas2 kecil apapun dia lakukan untuk memberi sensasi kenikmatan pada istrinya.
Hanum yang memang sudah pernah melakukan hubungan suami istri pun.tidak kalah diam. dibelainya dada suaminya didorong tubuh suaminya, kini berbalik Hanum yang memimpin permainan. Galang yang memang tidak pernah sekali pun diperlakukan Yanti seperti itu, merasa takjup dengan permainan Hanum.
Hanum terus menciumi dada Galang dia juga tidak mau kalah meninggalkan jejak kepemilikan disana.
hanum terus menciumi tubuh Galang dari atas kebawah, terus makin kebawah sampai dititik sensitif suaminya. dia bermain2 disana dengan tangan,bibir dan lidahnya.
Galang terus mendesah karena ulah istrinya.
"sayang kamu hebat sayang aaawwww uuhh aaawwwww"
karena Galang tidak mau mengeluarkan benihnya dengan cara seperti itu. kini Galang membalikkan posisi Hanum dibawahnya. dimasukkan senjatanya kearea sensitif istrinya dipompanya terus dan terus.
desahan dan celotehan tak karuan sama2 keluar dari keduanya.
ooohhh aaawww aahhhhh aaawww ehmm ehhmmm sayang oh sayanggg aaawwwww
hampir satu setengah jam akhirnya mereka mencapai puncak bersama2.
Galang mencium kening istrinya dan berkata
"ohh posesif sekali, mana bisa seperti itu, memang kalo orang mau ketemu istrimu ini harus pakai penutup mata,?"
"kan itu lain sayang, mereka melihatnya tapi kamu masih menggunakan penutup tubuh molekmu ini."
"kirain" Hanum mencubit hidung Galang.
tiba2, tok tok tok "num kamu sudah bangun belum nak, ini sudah hampir setengah 7 nak."
"sudah ma, sebentar lagi kami keluar." sahut Hanum.
"ya sudah ya nak, mama tunggu dimeja makan."
"iya ma, "
akhirnya Galang dan Hanum pun mandi bersama ritual mandi yang biasanya lama mereka persingkat cukup 10 menit, Hanum mengeringakan tubuhnya pakai handuk begitu juga Galang, mereka berganti baju dan merapikan rambut untuk Galang dan untuk Hanum masih harus menambah polesan sedikit diwajahnya. kemudian mereka berdua keluar dari kamar, menuju meja makan.
"pagi ma," ucap Hanum dan galang bersamaan
__ADS_1
"pagi nak, looo kamu sudah tidak lagi memakai tongkat nak Galang, kakimu sudah benar2 sembuh ya,?" tanya Bu win pada menantunya.
"alkhamdulilah sudah ma, Galang sudah gak sanggup melihat istri Galang yang cantik ini harus kerja keras sendiri ma, mangkanya Galang memaksa kaki galang untukau jalan.dia aku ancam kalo gak mau jalan akan aku cambuk.ha ha ha" canda dan goda galang pada istri dan mertuanya.
"bisa aja kamu nak," jawab Bu win
"iya nih ngegombal banget." Hanum pun ikut menyahut.
"sudah2 ayo sarapan." ajak Bu win pada anak dan menantunya.tanpa sengaja Bu win melihat tanda merah2 kebiruan dileher anaknya pun senyum2 sendiri.
"mama kenapa senyum2 ?"tanya Hanum.
"gak apa nak, mama hanya senang saja melihat kalian seperti ini. semoga mama sebentar lagi dikasih rezeki menimang cucu" Bu win berucap.
spontan galang menatap leher istrinya dan Hanum memegangi lehernya.
"mama ihhh pasti bicara begitu karena ini ya, aaaahhhhh mama kenapa sih pakai dibahas, bikin malu aah" rengek Hanum manja.
"gak usah malu sayang, to yang melakukan suamimu sendiri bukan orang lain, iya kan ma,?" bujuk Galang pada Hanum, padahal dia bicara seperti itu juga sekedar untuk menutupi rasa malunya pada mertuanya.
"tapi mama bersyukur loo, kalo gak begitu kapan kalian akan mengizinkan dan memberi kesempatan mama menimang cucu lagi.? sudah ayo kita lanjutkan sarapan,"
mereka pun melanjutkan sarapan yang tertunda karena obrolan tadi.
setelah selesai sarapan Hanum pun berpamitan ke kantor pada suami dan mamanya.
"mas, ma Hanum berangkat dulu ya,"
"tunggu sayang mas akan ikut ke kantor, kamu belum memecat mas kan heem."
"apa sih mas, mana aku memecat mas, malah aku seneng banget mas mau masuk ke kantor lagi, ya sudah aku siapkan baju kantormu dulu ya,"
Hanum masuk ke kamar membantu suaminya bersiap berangkat ke kantor.
"oh iya mas, besokkan weekend gimana kalo kita kekota J mengunjungi anak2 dan melihat perkembangan butik mbak Yanti." ajak Hanum.
"boleh sayang, tapi kasih tau mas perkembangan tentang penyelidikan mengenai Yanti dari detektif yang kamu sewa."
"mas nanti dikantor mas lihat sendiri hasil2 penyelidikan tentang mbak yanti.sebenarnya memang bukan kabar baik, tapi sebaiknya mas harus berpikir positif ya..sudah siapkan, ayo kita ke kantor dulu" akhirnya Galang dan Hanum berangkat ke kantor bersama2.
meski kini status Galang beruba menjadi suami seorang Dirut, tapi itu tak membuat galang merasa sombong. dia tetap menjadi Galang yang dulu Galang tetap sama tak beruba selalu baik dan ramah, juga pekerja keras yang rajin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.
__ADS_1
happy weekend ,,mau jalan2 dulu kita lanjut nanti ya readers
jangan lupa vote, like ,kritik dan sarannya ya ππππππ