Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Balik ke Indonesia


__ADS_3

Kini tiba waktu pulang ke Indonesia sudah tiba, begitu juga kakek dan nenek Devan juga sudah balik dari Indonesia.


"tuan dan nyonya kami semua mohon pamit dulu. terima kasih kami sudah dikasih tempat tinggal bahkan kami selalu diberi fasilitas super wah tiap hari," ucap Galang sambil tersenyum dan menjabat tangan kakek Devan.


"ahh ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan pak galang sudah merawat dan membesarkan cucu saya Devan dengan penuh kasih sayang." jawab kakek devan.


"Devan jaga diri baik-baik ya nak, belajarlah yang rajin jauhi pergaualan bebas, nenek dan Devi menunggumu pulang ke Indonesia dengan membawah keberhasilan seperti yang kau janjikan ya nak," nasehat Bu win.


"Devan janji nek, kamu juga ya Devi, ingat pesan abang kemaren." tutur Devan.


"iya iya bang, Abang jangan lupa ya telpon Devi setiap hari. kalo Abang gak telpon Devi sehari saja aku pastikan abang gak akan perna lihat Devi lagi. karena Devi gak akan mau menemui bang Devan lagi." ucap Devi sambil memanyunkan bibirnya.


"lain kali jangan lagi bersedih ya Devi, kasian mama sama papa juga nenek khawatir sama kamu." tutur devan lagi.


"aku hanya takut bang, Abang akan pergi selamanya dari Devi, apalagi bang Devan pergi tidak pamit sama Devi, seperti mama Yanti, meski mama jahat tapi Devi sayang sama mama Yanti, mama Yanti juga pergi tanpa pamit, Devi takut satu persatu kalian meninggalkan Devi," jelas Devi sambil menangis.


"gak Devi, bang Devan hanya sekolah disini. bang Devan janji akan pulang dan menjagamu adikku." ucap Devan sambil memeluk tubuh Devi adiknya.


"sudahlah nak, kami semua janji akan selalu bersama Devi, bahkan kalo Devi mau kita bisa menemui mama Yanti. mama janji akan mempertemukan Devi dengan mama yanti jika memang Devi mau." ucap Hanum.


"gak ma, Devi memang kangen mama Yanti, tapi Devi takut jika bertemu mama Yanti lagi." jelas Devi.


"ya sudah, nanti kita bisa ketinggalan pesawat . sebaiknya kita berangkat ke bandara sekarang ya nak." ajak Galang.


Setelah acara pamitan selesai akhirnya semua pun masuk ke mobil dan pergi menuju ke bandara Heathrow.


selama perjalanan semua tertidur kecuali Saskia dan David.


"Sas, apa kamu sudah bilang keluargamu kalo akan menika denganku." tanya David.


"aku belum yakin pak, kita kan selama ini tidak menjalin hubungan apapun masa tiba-tiba saya ngomong sama keluarga akan menika." jawab Saskia


"aku akan tepat bertanggung jawab atas kejadian yang kemaren itu sas," jelas David.


"pak jangan ingatkan saya dengan kejadian itu pak, bapak sih enak bisa ngerasain kejadian itu, lah saya gak ngerasain apa-apa" ucap Saskia dengan polosnya.


"bagaimana kalo kita ulang agar kamu bisa ngerasain juga sas," ide konyol David.


"ogah pak, enak di bapak tekor-tekor disaya pak " jawab Saskia.


"ya sudah lusa aja aku akan kerumahmu melamarmu, terus kita segera menika Agar kamu juga bisa merasakan kejadian seperti kemaren..nikmat banget loh sas, uuhhhh kalo diingat-ingat bener-bener membuatku ketagihan saking nikmatnya." David pura-pura terpejam dan membayangkan hal yang tidak-tidak.


"dasar laki-laki gak waras," saskia menyikut lengan David

__ADS_1


"gak percaya ? ayo kita buktikan omonganku ini benar atau tidak, kalo waktu itu nikmat banget." David terus mengoda Saskia


"gak usah ngomong terus aku ingin tidur pak," saskia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"sas," panggil David sambil menarik dagu Saskia agar wajahnya menghadap dirinya.


"jangan menolak, nikmati dan hayati. rasa nya pasti nikmat dan juga akan membuatmu lebih rilex" ucap David lirih kemudian mencium bibir saskia.


Saskia mencoba menolak karena takut dilihat orang.


"lepas pak, apa pak David tidak malu dilihat orang." ucap Saskia sambil mendorong tubuh David


"semua orang lagi tidur. lagian mereka juga gak bakal perduli sama kita." jelas David.


David kembali menarik leher belakang Saskia dan langsung mencium lagi Saskia saat wajah mereka berhadapan. David terus mengeksplor semua bibir saskia, akhirnya Saskia pun terpancing dan ikut membalas ciuman David.


mereka berdua saling beradu bibir saling mel*mat dan menggigit kecil. akhirnya setelah sekian menit mereka berdua menyudahi ciuman mereka karena merasa nafasnya sudah tersengal-sengal.


"bagaimana nikmat bukan,?"tanya David.


Saskia hanya tersenyum malu melirik ke arah David.


"itu hanya ciuman dibibir sudah senikmat itu. bagaimana kalo kejadian seperti kemaren ohhhh sas sungguh kenikmatan yang maha dahsyat." ucap David.


"jadi beneran kamu mau nika sama aku?" David memperjelas ucapan Saskia.


"iya saya mau, saya juga jadi penasaran sama yang bapak omongin." ucap Saskia sambil malu-malu.


"horeeeeee" teriak david membuat penumpang lain terganggu dan melotot melihat David.


"sorry Mr, sorry" ucap David sambil mengatupkan kedua tangannya.


saskia hanya menutup wajahnya karena malu gara-gara ulah David mereka berdua menjadi pusat perhatian.


perjalanan yang melelahkan untuk semua akhirnya berakhir. mereka semua kembali mendarat di bandara internasional Soekarno Hatta tepat siang hari.


Hanum dan rombongan sudah dijemput oleh pak Tarno dan pak Dedi.saskia dan David minta diantar langsung pulang kerumah masing-masing. saskia membawa banyak oleh-oleh untuk keluarganya tidak dengan David karena memang David hanya anak tunggal papa dan mamanya.


Hanum dan Galang memilih beristirahat untuk mempersiapkan diri esok hari yang akan dipastikan banyaknya pekerjaan menanti.


keesokan harinya, Galang memilih berangkat lebih awal. galang yang terbiasa berangkat tanpa diantar oleh supir pun sudah memacu laju mobilnya menuju kantor.


sesampai di kantor Galang ternyata sudah ditunggu oleh Bu Diana ibu kandungnya.

__ADS_1


"maaf pak ada tamu dari tadi yang menunggu bapak," ucap resepsionis.


"siapa,?" tanya Galang.


"wanita paru baya pak, kalo tidak salah tadi beliau menyebut namanya Diana." jawab resepsionis galang.


"antar dia keruanganku." ucap Galang.


"baik pak," ucap petugas resepsionis itu kemudian memanggil Bu diana di ruang tunggu dan diantar ke ruang Presdir kantor tersebut.


"permisi pak,"


"masuk saja," jawab Galang.


"Galang," ucap wanita paru baya yang masih terlihat cantik tersebut.


"silahkan duduk nyonya Atmojo." jawab galang.


"nak," ucap Bu diana lagi.


"ada hal apa nyonya tadi kemari?" tanya Galang.


"mama ingin meminta maaf padamu nak," ucap Bu diana.


"atas kesalahan yang mana sehingga nyonya merasa punya salah terhadap saya.?" jawab Galang.


"Galang hukum mama apa saja tapi mama minta jangan lagi panggil nyonya kepada mama nak," pinta Bu Diana.


"apa maksud nyonya, bukannya dulu nyonya tidak mengakui saya sebagai anak nyonya. kenapa tiba-tiba nyonya beruba fikiran." Galang berbicara sambil menatap keluar jendela kaca diruangannya.


"iya Lang mama salah, mama benar-benar dibutakan harta waktu itu. maafkan lah mama nak," Bu Diana terus meminta maaf.


"begitu mudah nyonya datang sambil menangis dan meminta maaf kepada saya, nyonya memang tidak tahu apa yang sudah saya alami selama bertahun-tahun. andai nyonya tahu anak kecil berusia 10thn harus merasakan pahitnya kehidupan sendiri didunia ini. terkadang anak kecil itu seharian hanya bisa tertunduk lesu menahan rasa laparnya. tak kala tidak ada orang yang membutuhkan tenaganya menjadi kuli panggul dipasar. anak kecil yang selalu dihina teman-temannya karena berangkat sekolah dengan pakaian yang usang dan tak layak pakai. anak kecil yang tidur diemperan toko tiap malamnya. apa nyonya tau itu, apa nyonya tahu sakitnya hatiku kala itu apa nyonya tahu.?" Galang meninggikan suaranya sambil menunjukan tangannya ke tembok.


"iya Lang, mama minta maaf nak, mama menyesal." Bu Diana berusaha meraih tangan Galang


"jangan sentuh saya nyonya,pulanglah dan kembalilah ke keluarga baru mu, juga lupakan jika nyonya perna melahirkan saya." ucap galang kemudian masuk kedalam kamar istirahatnya di kantor.


Bu Diana pun terpaksa pulang dengan perasaan bersalah yang makin besar setelah mendengar cerita anak pertamanya.


"kenapa mama harus datang lagi ke kehidupanku ma, apa mama belum puas membuat hatiku sakit. mamaaaaaaaa kau wanita kejam" teriak Galang sambil meninju kaca di kamar mandi hingga pecah.darah mengalir ditangan Galang karena terkena pecahan kaca yang di tinjunya.


perihnya luka ini, tak seperih hatiku yang telah kau lukai ma,batin Galang.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2