Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Ke kota


__ADS_3

Hanum dan Galang balik dari panti asuhan hari sudah petang, setelah menyapa mamanya. Hanum dan Galang pun bergegas masuk ke kamar dan membersihkan diri. Galang mengajak Hanum untuk sholat berjamaah dengan mamanya.


"kita ajak mama sholat berjamaah ya sayang." ajak galang.


"iya mas, ayo sholatnya dikamar mama saja"


Hanum pun bergegas menuju kamar mamanya.


"mama kita sholatnya bareng aja yuk," hanum mengajak mamanya.


"iya nak, buka saja pintunya "jawab mama Hanum.


Galang dan hanum pun masuk dan memposisikan diri untuk melaksanakan sholat magrib.


setelah sholat Bu win pun mengajak anak dan menantunya makan malam, selesai makan Hanum dan Galang juga mamanya berkumpul diruang keluarga menonton tv sambil bercengkrama.galang dan Hanum juga berpamitan pada mamanya bahwa besok akan ke kota.


"ma, kita masuk kamar duluan ya, besok kami akan ke kota, disamping mau menemui Devan dan Devi , Hanum juga ada urusan kerjaan sedikit. aku juga mau mengunjungi makam anak2 ma, jadi maaf ya ma, kami istirahat duluan." ucap Hanum.


"iya nak, mama juga mau istirahat."


kemudian mereka semua menuju kamar untuk istirahat dan melepas lelah karena seharian bekerja.


keesokan harinya Hanum dan Galang sudah bersiap menuju kota J. setelah dirasa persiapan sudah siap semua, Hanum dan Galang pun pamit kepada Bu win.


"ma ,kami berangkat dulu ya,"


"iya nak hati2, kapan rencana kalian akan pulang, mama pasti kesepian gak ada kalian."


"nantilah ma, Hanum kabari, lagian disini kan masih ada Rima, sementara sama Rima dulu ya ma, Hanum pastikan juga cepat pulang kok."


"ya sudah kalo gitu titip cium mama untuk Devan sama Devi ya, bilang sama mereka neneknya kangen."


"iya ma insyaalloh, terima kasih ya ma, sudah mau menerima mereka seperti cucu mama sendiri." tutur galang.


"ya sudah ma, kami berangkat dulu assalamu'alaikum " Hanum melambaikan tangan.


"waalaikum salam." jawab Bu win.


Didalam perjalanan Galang nampak sedikit gusar. hal itu tak luput dari pandangan Hanum.


"kamu baik2 saja kan mas,?" tanya Hanum pada suaminya.


"iii,iya sayang, aku baik2 saja kok" Galang gugup


"tapi kenapa seperti orang tak tenang begitu.?"


"mas cuma kepikiran anak2 jika tau mamanya seperti itu, bagaimana perasaan mereka. Devi sih belum paham, tapi Devan?"


"iya juga ya mas, terus menurut mas enaknya gimana?"


"rencana mas tidak akan beruba mas ingin memergoki perselingkuhannya dengan mata kepalaku sendiri."


"mas,"


"heemm"


"mas"


"apa sih sayang, mas lagi fokus nyupir nih, jangan mancing2 deh, "


"mas andai mbak Yanti mau bertaubat apa mas masih mau memaafkan dan menerima mbak Yanti.?"


"kalo dia memang benar2 mau bertaubat mungkin mas mau memaafkannya dik, tapi kalo menerimanya kembali itu tak mungkin."

__ADS_1


"tapi kalo dia memaksa gimana?"


"kamu ini lucu sayang, mana ada orang taubat masih suka memaksakan kehendaknya. kalo yanti masih memaksakan kehendaknya berarti Yanti belum taubat sayang."


"iya juga yah,"


"ihh gemes deh mas jadinya yank, kamu ini lugu atau cemburu sih?"


"siapa yang cemburu,? aku kan cuma tanya tadi."


"bener nih gak cemburu, kalo mas goda cewek pinggir jalan itu, cemburu gak yank?"


"gak"


"ya sudah tunggu sebentar ya," Galang memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.


"mas kenapa berhenti ? memang mas mau kemana ?"


"mau nyoba godain cewek cantik pinggir jalan tadi, kalo istriku gak cemburu berarti perlu diwaspadai."


"berani turun awas kamu mas," Hanum mengancam sambil mencubit perut Galang.


"aawww aawww sakit sayang iya2 gak deh , lepas ya sayang sakit." Galang meringis kesakitan.


"lagian jadi laki2 ganjen banget, sukurin tu"


"ya mas kan juga takut sayang, kalo istri sudah tidak ada rasa cemburu pada suaminya berarti dia kan sudah gak cinta dan gak sayang. aku gak mau dik kehilangan cinta dan sayangmu, "


"iya tapi gak mancing orang supaya cemburu juga kali, itu mah cari2 kesempatan godain orang aja."


"ya sudah maaf deh, tapi kalo godain istri sendiri boleh dong.?"


"fokus tuh nyupir, gak usah ngegombal terus."


Ternyata di makam Bagas juga ada Robi yang sedang mengunjungi makam anak2nya.


"mas Robi" sapa Hanum.


"ehh kalian, kebetulan sekali kita ketemu," Robi menjawab sambil memakai kaca mata hitamnya, tapi mata sembabnya masih sempat tertangkap penglihatan Hanum.


"apa kabar pak Robi "tanya Galang.


"baik pak Galang, bapak sendiri gimana, " Robi balik bertanya.


"kami baik pak, mari kita panjatkan doa dulu untuk mendiang Adit dan bagas,,lepas itu maukah pak Robi makan siang bersama kami." pinta Galang.


"iya mas, mau ya makan siang bersama kami, adahal yang ingin aku sampaikan atau tepatnya aku butuh bantuan mu mas," ucap Hanum.


"baiklah"


mereka bertiga pun memanjatkan doa untuk almarhum Adit dan Bagas. tampak Hanum meneteskan air matanya, karena Robi melihatnya pun Robi mendekati Hanum dan memeluk Hanum dari samping, Hanum yang sedang dilandah kesedihan pun membiarkan tubuhnya direbahkan ke pundak Robi. Galang terbakar cemburu.


"eehmm ehhmm" Galang mencari perhatian Hanum.


spontan Hanum pun tersadar dan melepaskan pelukan Robi.


"maaf mas Robi gak sengaja" Hanum meminta maaf


"bukan salahmu untuk apa kamu minta maaf,yang menarik tubuhmu juga aku, jadi aku yang salah, aku cuma ingin kau tidak terlalu bersedih, mas rela meminjamkan bahu mas untuk sandaranmu menagis" tutur robi yang tidak tau perkataannya makin membuat Galang cemburu. ya karena Robi juga tidak tau kalo hanum sudah menika dengan Galang.


Galang pun pergi ke tempat dia memarkirkan mobilnya tadi.


"aku tunggu dimobil, kalian lanjutkan saja nostalgianya." Galang pun berlalu.

__ADS_1


"mas Galang tunggu" Hanum memanggil tapi Galang tidak menoleh sekalipun.


"kenapa dia num, seperti sedang marah, atau dia cemburu pada kita, terus hak apa dia cemburu aneh sekali." Robi keheranan.


"dia sangat berhak untuk cemburu mas, oh ya aku duluan ya, kita ketemuan dicafe nanti aku share loc."


Robi cuma menganggukan kepalanya, dia masih bingung dengan ucapan Hanum yang mengatakan bahwa Galang sangat berhak untuk cemburu.


ada hubungan apa diantara mereka.batin robi


Hanum mengejar Galang yang berjalan sangat cepat, setelah dia berada pas dibelakang galang, Hanum meraih lengan Galang dan menariknya.


"mas tunggu dong mas, kamu kenapa sih mas,?" Hanum meminta penjelasan Galang.


"dik kamu masih bisa tanya mas kenapa ?


suami mana yang tidak cemburu melihat istrinya dipeluk mantan suaminya."


"kamu cemburu mas, ihh mas tadi itu aku gak sengaja mas, mungkin terbawa suasana saja loo mas,"


Galang tak menjawab dan berlalu masuk ke mobil. Hanum pun mengikuti Galang dan duduk di jok samping Galang.


"kemana lagi sekarang tujuan kita, ohh iya aku lupa kita kan mengajak makan siang mantan suamimu tercinta. dimana tempat makan favorit kalian ? katakan biar aku antar kesana supaya kalian biar bisa bernostalgia kembali" Galang masih ber api2.


"mas coba lihat ke arahku kalo mas bicara"


Galang pun menatap mata Hanum dengan kemarahan. Hanum mendekat dan tiba2


cup, Hanum mencium sekilas bibir galang.galang yang masih marah tak membalas maupun tak memperdulikan yang dilakukan Hanum.


Hanum kembali mencium bibir galang tapi kini ciuman itu agak lama karena Hanum menarik leher Galang supaya tidak menolak ciumannya.


karena hasrat laki2 yang begitu besar, mendapat godaan seperti itu dari wanita yang dicintainya pun Galang tak sanggup menolak dan ikut membalas ciuman istrinya.


mereka berciuman cukup lama dan panas. tanpa Hanum sadari ternyata Robi melihat kejadian itu langsung megebrak kaca mobil Hanum.


"buka pintunya, apa yang kalian lakukan ini tidak pantas. cepat buka" braak braak braak bunyi kaca mobil kena pukulan Robi.


spontan Hanum dan Galang melepaskan ciuman dan Galang pun keluar dari mobil yang disambut dengan bogem mentah dari Robi .Galang pun tak bisa menghindari pukulan Robi karena Robi mancengkeram kemeja Galang.


buukkk buukk buukk Robi berkali2 memberi bogemnya diwajah Galang, tampak disudut bibir Galang mengeluarkan cairan darah segar akibat pukulan Robi.


"mas Robi hentikan, apa yang kamu lakukan mas, jangan pukul suamiku mas," Hanum berteriak teriak.


"apa suami?" spontan Robi melepaskan cengkraman tangannya dan memandang Hanum dan Galang dengan tatapan tidak percaya.


"iya mas, mas Galang memang suamiku,"


Hanum mendekat ke arah Galang dan memeluknya.


"kamu tidak apa2 kan mas, ayo duduk disana aku obati lukamu."


Galang pun menuruti istrinya, dia memilih menahan emosi karena Galang sadar jika Robi melakukan hal itu, karena belum tau keadaan yang sebenarnya.


"jelaskan padaku apa semua ini, dan bagaimana bisa kau sudah menika dengan dia num, bukannya dia berstatus suami orang?" Robi masih penasaran.


"semua yang kau lihat belum tentu kebenaran yang terjadi mas," Hanum menjelaskan sambil mengobati luka diwajah Galang.


"apa maksudnya?"


Hanum pun menceritakan hal yang terjadi atas dirinya dan Galang. Robi yang mendengarkan pun merasakan ada kekecewaan yang ia rasakan. tapi statusnya yang cuma mantan mau tidak mau dia harus menerima semuanya.


lanjut nanti ya.😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2