Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Ungkapan Sundari.


__ADS_3

"iya kak, duduklah samping Hanum, dia anakku," ucap Bu win ke Bu Ndari.


Bu Ndari pun duduk disamping Hanum tapi tangannya masih memegangi tangan Bu win.


"Tante, boleh Hanum tidur disini," ucap Hanum sambil menunjuk pangkuan tantenya.


Ndari yang kebingungan hanya terdiam sambil matanya melihat sang adik.


Hanum pun menyandarkan kepalanya di pangkuan tantenya tersebut tanpa menunggu jawaban tantenya.


mungkin itulah yang diharapkan Bu Ndari selama ini, kehangatan dan kasih sayang dari keluarganya, Bu Ndari tiba-tiba membelai rambut hanum.


"Tante, apa boleh Hanum panggil Tante dengan sebutan mama,?" tanya Hanum.


Bu Ndari mengangguk dan langsung menangis sambil mendekap wajah Hanum kepelukannya.


kemudian Bu Ndari memegangi pipi Hanum.


"boleh sayang, boleh kamu panggil aku mama, mama Ndari bahagia sekali, winda dia anakku juga kan, peluk mama nak, peluk mama," ucap Bu Ndari yang merasa kebahagiaan telah menghampirinya.


"iya kak, dia juga anakmu, kakak jangan lagi bersedih ya kak, percayalah kami semua menyayangi kakak," jawab Bu win.


"tapi, tapi Elang jahat win, dia telah membunuh mama dan papa, juga telah membunuh suamimu," Bu Ndari gemetaran lagi.


Hanum memegangi tangan Bu Ndari.


"mama, mama harus tenang, jangan lagi merasa bersalah, percayalah ma, kami tidak akan pernah menyalahkan mama, ini semua takdir ma, dan biarlah Elang nanti mendapatkan balasan sendiri atas segala perbuatannya." Hanum menenangkan tantenya.


"terima kasih sayang, mama selama ini takut kalian akan membenci dan menyalahkan mama atas segala kesalahan yang diperbuat suami mama Elang Permana. laki-laki bajingan yang sudah menghancurkan keluarga kita." tutur Bu Ndari.


"ma ceritakan lah semua ma, biar beban dihati mama berkurang, sebenarnya apa yang terjadi selama ini. mama Ndari percayakan sama Hanum.?" bujuk Hanum


Bu Ndari melihat adiknya, Bu win pun mengangguk menandakan dia juga setuju jika kakaknya menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.


"waktu itu pernikahan mama ndari sama Elang Permana menginjak usia satu tahun. elang yang merasa belum puas atas jabatan yang kakekmu berikan diperusahaan, mempunyai cara licik untuk mencelakai kakek dan nenekmu, kakekmu yang akhirnya mengetahui sifat asli Elang pun membuat surat wasiat yang berbunyi. seluruh harta yang dimilikinya akan diwariskan secara adil untuk ke dua putrinya yaitu mama winda sama mama Ndari. dengan catatan jika salah satu dari kami ada yang meninggal maka jika yang meninggal itu tidak mempunyai keturunan semua harta dilimpahkan ke pihak yang masih hidup, tapi jika mempunyai keturunan akan diberikan kepada keturunan kami, seperti mama ndari karena mama Ndari tidak punya keturunan maka apa yang mama ndari terima dari kakek dan nenekmu akan jatuh ketanganmu nak.begitu juga sebaliknya." jelas Bu Ndari.


"jadi selama ini mama masih dipertahankan oleh suami mama karena itu, terus kenapa mama tidak melaporkan saja suami mama jika mama tau kalo yang menyebabkan kecelakaan nenek sama kakek adalah suami mama,?" Hanum merasa heran.


"sebenarnya mama ndari tidak tahu jika Elang yang merencanakan kecelakaan kakek dan nenekmu, yang mama tahu itu adalah murni kecelakaan. mama menjalani hidup seperti biasa, tapi berbeda dengan Elang, setelah tahu jika wasiat kakekmu, mama bisa terus memiliki warisan dari kakekmu jika memiliki keturunan dari situ, suami mama Ndari kebingungan, pasalnya yang tidak bisa memiliki keturunan adalah suami mama Elang Permana, jadi dia mengelabuhi notaris yang ditunjuk kakekmu dengan mengadopsi Yasmin dari adik kandungnya yang bernama Soraya." jelas Bu Ndari panjang lebar.

__ADS_1


"jadi semua harta yang mama miliki sudah jadi milik Yasmin ma,?" tanya Hanum lagi.


"tidak nak, semua tidak semudah itu, kakekmu benar-benar menyiapkan semua dengan sempurna, wasiat dari kakekmu bisa sah kami miliki jika mamamu Winda dan mama Ndari sama-sama menerima bagian kami masinga-masing. didepan notaris. karena mamamu seperti hilang ditelan bumi, membuat kami kesusahan mencari, maka surat wasiat itu sampai sekarang masih dipegang notaris yang ditunjuk kakekmu.jadi harta keluarga kita masih aman." jelas Bu Ndari.


"Hanum sebenarnya tidak memperdulikan kekayaan kakek ma,, kita balik ke soal kecelakaan kakek dan nenek, kapan mama mengetahui jika penyebabnya adalah suami mama.?"tanya Hanum


"waktu itu, mama tidak sengaja mendengar Elang marah-marah dengan anak buahnya. karena telah gagal membunuhmu, Elang sebenarnya waktu itu tidak tahu jika kamu adalah anaknya adikku winda, tapi elang ingin membunuhmu, karena Robi herdiansyah orang yang dicintai Yasmin anak angkat kami lebih memilihmu dari pada Yasmin. Anak buah Elang gagal mencelakaimu malah ayahmu lah yang celaka saat itu karena sengaja ditabrak oleh orang suruhan Elang. jadi penyebab kecelakaan ayahmu juga tidak lain karena ulah Elang."


flashback on.


"dasar kalian tidak berguna. membunuh gadis kampungan saja gagal." teriak elang permana.


Ndari yang waktu itu berada didepan ruang kerja elang tidak sengaja mendengar suaminya berteriak.langsung menempelkan telinga untuk memperjelas pendengarannya dibalik pintu tersebut.


"bukannya gagal bos, tapi ada orang yang menyelamatkan gadis itu bos," jawab salah satu anak buah Elang.


"setiap kali menyuruh kalian selalu saja rencanaku gagal. apa aku harus turun tangan sendiri seperti waktu aku menghabisi kedua mertuaku dulu, terus apa gunanya aku membayar kalian. dasar tidak becus." teriak Elang lagi,


Ndari yang mendengar dari balik pintu pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ndari lalu pergi dari tempat itu sambil menangis menuju kamarnya.


mbak Narsih yang melihat majikannya menangis pun langsung menghampirinya.


"mbak Narsih ayo ikut aku kekamar," ucap Ndari.


mereka berdua pun menuju kamar Ndari. didalam kamar Ndari menceritakan semua yang didengar tadi kepada mbak Narsih.


"mbak aku ingin menemui keluarga dari orang yang dicelakai mas Elang, tolong lah mbak cari tahu dimana rumah orang yang kecelakaan di daerah B satu Minggu yang lalu. pasti pihak rumah sakit mengantar jenazahnya kerumah duka kan." pinta Ndari.


"iya non, tapi untuk apa,?" tanya mbak Narsih.


"aku ingin meminta maaf sekaligus mengajak mereka melaporkan mas Elang ke kantor polisi mbak. aku bener-bener gak nyangka jika mas Elang sejahat itu. mama dan papaku sudah dibunuhnya sekarang orang lain, aku tiap hari harus tinggal dengan iblis yang berwujud manusia ternyata mbak Narsih." Ndari benar-benar dendam dengan suaminya.


"baiklah mbak akan cari tahu non," jawab mbak Narsih.


setelah mendapat informasi besoknya Ndari pun pergi ke daerah dimana laki-laki yang ditabrak oleh anak buah Elang itu tinggal dengan keluarganya.


sampai di kampung tersebut Ndari meminta supirnya untuk berhenti guna menanyakan rumah orang yang dicarinya.


"maaf pak, apa bapak tau dimana tempat tinggal orang yang kemaren kecelakaan terus meninggal itu ya,?" tanya Ndari.

__ADS_1


"oh itu nyonya kelihatan dari sini." jawab salah satu warga itu sambil menunjuk sebuah rumah yang sederhana.


"oh iya terima kasih, boleh saya bertanya lagi, siapa ya nama orang yang kecelakaan tersebut.?" tanya Ndari lagi.


"pak soeparman nyonya, kasian gara-gara nyelametin putrinya agar tidak tertabrak malah dianya yang tertabrak, padahal pak Parman orangnya sangat baik, beliau dan istrinya tiap hari mengajar ngaji anak-anak disini." jelas warga itu.


"begitu ya, ya sudah ya pak, terima kasih informasinya, dan saya permisi dulu," pamit Ndari.


"iya nyonya sama-sama."


Ndari pun mengajak supirnya menuju kerumah yang ditunjukkan warga tadi. belum juga Ndari turun dari mobil. Ndari melihat adik kandungnya didepan rumahnya sedang berbicara dengan orang.


"Winda, suwindah adikku.jadi laki-laki yang dicelakai suamiku adalah suamimu win." ucap Ndari lirih.


"nyonya apa nyonya tidak jadi turun?" tanya supir ndari.


"kita balik pulang pak," jawab Ndari.


"non Ndari itu tadi bukannya non Winda yah,?" tanya mbak Narsih.


"kita pulang pak, cepat pulang," Ndari tidak menjawab pertanyaan mbak Narsih malah terus mengajak supirnya balik pulang.


sesampai dirumah Ndari langsung menemui suaminya Elang Permana.


"kau memang bajingan mas, kau tega membunuh orang tuaku, dan kini kau membunuh orang lain demi menuruti kemauan Yasmin.kalian semua jahat, kalian hanya ingin mengambil harta keluarga ku kan. kamu jahat mas, jahat," Ndari memukuli dada suaminya.


"kalo memang iya kenapa, aku menikah denganmu hanya karena harta orang tuamu.lagian yang aku cintai adalah winda bukan kamu, tapi sayang sekarang dia sudah pergi, haaa haaa haaaa,,hai kalian cepat kemari." tawa Elang yang menakutkan sembari memanggil anak buahnya.


"iya bos, beri dia suntikan obat biasanya dan masukkan dia di rumah belakang. dan suruh si Narsih untuk mengurusi segala kebutuhannya. jangan sampai dia mati, karena kita masih membutuhkannya." perintah Elang pada anak buahnya.


"apa maksudmu tadi, apa yang akan kau lakukan kepadaku, suntikan apa yang akan kau berikan kepadaku, awas saja jika kau berani macam-macam." ancam Ndari.


"memang kau bisa apa ha, haaaaaa haaaaaa, dasar wanita bodoh." ucap Elang.


"kalian cepat kerjakan perintahku," teriak Elang pada anak buahnya.


flashback off.


"begitulah nak tiap hari mama selalu diberi obat penenang dan dikurung dirumah belakang. sedang mbak Narsih sampai sekarang juga belum bertemu keluarganya karena selalu diancam oleh Elang jika mbak Narsih berani menghianati Elang, keluarga mbak Narsih juga bakal dihabisi. bahkan sampai kedua orang tua mbak Narsih meninggal pun mbak Narsih tidak diizinkan pulang." tutur Bu Ndari.

__ADS_1


__ADS_2