
Sudah hampir satu jam galang berdiam diri di dalam ruangan istirahatnya.
Saskia yang ingin meyerahkan berkas-berkas yang harus ditanda tangani oleh Galang pun mencari keberadaan Galang.
tok tok tok" permisi pak," ucap Saskia.
ditunggu agak lama tidak mendapat sahutan dari dalam, membuat saskia memberanikan membuka pintu untuk menaruk berkas-berkas yang dibawahnya diatas meja.
"maaf pak, apa bapak sedang istirahat,? berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani saya taruk diatas meja." ucap Saskia.
"tunggu dulu sas, tolong panggil kan David suruh kemari." sahut Galang dari ruang istirahatnya.
"baik pak, saya permisi dulu." jawab Saskia.
Saskia pun memanggil David diruangannya.
"permisi pak David, bapak dipanggil pak Galang keruangannya." ucap saskia.
"iya sebentar, oh iya sas jangan lupa besok aku datang kerumahmu untuk melamar mu." tutur David.
"iya pak David sayang, puaasss" jawab Saskia sambil berlalu pergi.
"woe jangan pergi dulu, ulangi apa yang kamu ucapkan tadi sas," David menarik tangan Saskia.
"iya pak David sayang," Saskia mengulangi ucapannya tadi.
cup David langsung mengecup bibir saskia dan berlalu pergi menuju ruangan galang.
orang kok kerjaannya main sosor aja, huuuu kenapa aku harus kenal orang seperti dia Tuhan. udah gitu kesucian ku sudah aku serahkan lagi kepadanya.batin Saskia.
"bos, bos dimana,?" panggil David saat tidak melihat Galang diruangannya.
"tunggu sebantar vid," sahut Galang dari tempat istirahatnya.
Galang membuka pintu dan berjalan kearah kursi kebesarannya.
David terkejut saat melihat darah menetes dari tangan Galang.
"bos kenapa.?" tanya David.
"aku tidak apa-apa suruh saja orang membersihkan kamar mandi diruanganku." jawab Galang.
"tapi bos tidak dalam masalah besarkan?" David kembali bertanya.
David heran pasalnya Galang adalah orang yang tidak suka main kasar. kenapa tiba-tiba tangannya berdarah seperti sengaja dibuat memukul sesuatu.
"vid, apa perusahaan kita ada kerja sama dengan perusahaan tuan Kerto Atmojo.?" Galang balik bertanya.
"iya ada bos, untuk proyek perumahan yang ditangani Andika kalo tidak salah tuan Atmojo ikut andil dalam kepemilikan lahan." jawab David.
"berapa persen lahan yang dia miliki.?" tanya Galang lagi.
__ADS_1
"sekitar 40% bos," jawab David.
"bayar lahan yang dia miliki, singkirkan namanya dari daftar orang yang bisa bekerja sama dengan kita." jelas Galang.
"tapi bos, kita harus meminta persetujuan Bu Hanum untuk hal itu, pasalnya Bu Hanum lah dulu yang menyetujui tuan Atmojo boleh ikut bergabung." tutur David.
"lakukan saja perintahku, soal istriku nanti aku yang akan bicara dengannya." jawab Galang.
"baiklah bos, oh iya lebih baik saya bantu bos untuk mengobati luka bos dulu." David mengambil kotak p3k diruangan Galang dan membersihkan luka Galang kemudian diolesi obat antiseptik lalu diperbannya luka Galang.
"sudah terima kasih, sekarang lakukan semua tugas yang aku berikan tadi." ucap Galang.
"iya bos," David mengembalikan kotak obat dan berlalu keluar menuju ruangnya.
David melewati meja Saskia tanpa menegur Saskia.
"pak David, saya sudah memberi tahu mama sa,," Saskia tidak melanjutkan ucapannya karena David tidak menggubris omongannya.
dasar orang gila, dia yang mengebu-gebu ingin menikah, giliran aku sudah ngomong ke keluargaku dia nya cuek gitu. gemes aku lihat mukanya itu ganteng si ganteng tapi ingin aku bejek-bejek.ucap Saskia lirih sambil menghentakkan kakinya.
David sudah menjalankan semua perintah galang. tidak sulit bagi David menjalankan tugas-tugasnya karena David memang sangat profesional dalam bekerja.
Tuan Kerto Atmojo dibikin heran saat dia dihubungi bahwa semua saham yang ditanamnya dikembalikan oleh pihak ZH Group.
Tuan Atmojo langsung menghubungi Hanum selaku orang yang dulu bersedia menerima tawaran kerjasama nya.
"selamat siang Bu Hanum." ucap tuan Atmojo ditelpon.
"iya siang pak, ada apa ya,?" tanya Hanum.
"maaf pak, saya tidak tahu menahu tentang hal yang bapak bicarakan barusan. soalnya saya mengalihkan semua tanggung jawab perusahaan kepada suami saya, bisa saya minta waktu untuk menanyakannya duku pada suami saya, setelah itu nanti saya akan menghubungi bapak," jawab Hanum.
"baiklah saya tunggu penjelasan ibu," ucap tuan Atmojo langsung menutup panggilan telponnya.
"Ada apa ini sebenarnya ? aku harus ke kantor untuk menanyakan langsung pada mas Galang." ucap Hanum pada dirinya sendiri.
"Tara kamu mama antar pulang dulu ya, kamu sama nenek dan Cece dirumah ya sayang." ucap Hanum lalu menggendong Tara.
"iya mama," jawab Tara sambil menganggukkan kepalanya.
"Gita aku balik dulu, urus saja semua seperti biasa ya, mungkin nanti aku tidak balik lagi kebutik." Hanum memberitahu asistennya.
"iya Bu, memang Bu Hanum dan Tara mau pulang sekarang ya,?" tanya Gita.
"iya git, aku ada urusan di kantor suamiku, ya sudah aku balik dulu ya git," pamit Hanum.
"iya Bu hati-hati, daaa tara sampai jumpa besok." jawab Gita.
Hanum bergegas masuk kemobilnya dan memposisikan Tara disampingnya lalu memasang sabuk pengaman untuk Tara.
Setelah Tara diantar pulang terlebih dahulu, Hanum bergegas pergi menuju ke kantor pusat ZH Group.
__ADS_1
"bapak ada kan sas," tanya Hanum saat didepan meja Saskia.
"oh Bu Hanum maaf saya tidak melihat ibu datang. pak Galang ada Bu, silahkan masuk." ucap Saskia.
"baiklah, aku masuk dulu ya Sas," jawab Hanum.
Hanum pun masuk keruangan Galang dan melihat suaminya menengkurapkan wajahnya dimeja sambil menggunakan tangannya untuk bantalan.
Hanum juga melihat tangan Galang yang sedang dibalut perban.
"mas kamu kenapa,?" tanya Hanum membuat Galang terkejut karena dia tidak mendengar istrinya datang.
"sayang kemarilah," ucap Galang sambil meminta istrinya untuk mendekat.
Galang menarik tangan Hanum dan meminta Hanum duduk dipangkuannya, Galang memeluk tubuh istrinya tersebut dengan sangat erat. Hanum merasakan tubuh suaminya bergetar menahan tangis.
"mas katakan padaku, kamu kenapa ? aku tadi juga dapat telpon dari pak Atmojo katanya kamu mengembalikan semua saham yang dia tanam ke kita. ada apa mas, ? dan tanganmu itu juga kenapa.?" tanya Hanum beruntun.
"jangan bertanya dulu sayang, peluk saja aku, itu yang aku butuhkan saat ini." jawab Galang.
Hanum pun diam dan membiarkan suaminya makin memeluk tubuh dengan erat. setelah beberapa lama akhirnya Galang melonggarkan pelukannya dan memandang wajah istrinya.
"maaf sayang, aku mengambil keputusan tanpa meminta pendapatmu dahulu." ucap Galang.
"aku yakin mas punya alasan melakukan hal itu." jawab Hanum.
"mas hanya tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga Atmojo, orang yang sudah merampas kebahagian dimasa kecilku." ucap Galang.
"mas, lakukan yang menurut mu baik, tadi aku cuma kaget saja kenapa tuan Atmojo menelpon aku." jelas Hanum.
"maafkan aku ya sayang." sesal Galang.
"gak apa-apa mas, tapi berusahalah untuk membuang rasa dendam dihatimu mas, bagaimana pun nyonya diana adalah ibu kandungmu, yang membawa surga dan restu untukmu." tutur Hanum.
"entahlah yank, apa aku bisa memaafkannya, aku kehilangan ayahku karena ulahnya. aku kahilangan masa kecilku juga karenanya." jawab Galang.
"baiklah, bagaimana kalo kita pulang saja dulu mas, dengan perasaan tidak tenang akunrasa kita juga tidak akan bisa bekerja dengan benar." lanjut Hanum.
"iya ayo kita pulang," ajak Galang.
Galang dan Hanum akhirnya memilih pulang lebih awal untuk menenangkan pikiran dirumah, tapi disaat Galang mengemudikan mobilnya dia tidak sadar melamunkan sesuatu dan.
"maasss awas," teriak Hanum saat tiba-tiba ada orang menyeberang jalan.
spontan Galang menginjak remnya dan untung sekali wanita itu hanya sedikit terserempet saja.
Galang dan Hanum bergegas turun untuk melihat keadaan wanita tadi.
"mbak tidak apa-apa,?" tanya Hanum.
"aduuuh kaki saya mbak sakit sekali, kalian apa gak bisa bawah mobil pelan-pelan." ucap wanita tadi.
__ADS_1
wanita cantik nan seksi itu merintih kesakitan.
bersambung.