
Robi, Galang dan Hanum naik ke lantai atas menggunakan lift.
setelah sampai dilantai yang dituju mereka bertiga keluar dan langsung mencari keberadaan Susanti.
" maaf lama menunggu Santi." sapa Robi.
"ah tidak apa2, hai ada kalian juga, mbak Hanum dan pak Galang." ucap Santi.
"kita ini semua kan teman.bagaimana kalo kita panggil nama saja gak usah terlalu formal." Hanum ambil suara.
"iya juga ya, baik lah num dan kamu Lang, silakan duduk." jawab Santi.
"makasi Santi" sahut Galang.
"oh iya kalian mau makan apa?" kini giliran Robi.
"aku gak deh mas, aku maunya jus jeruk saja dan mas Galang capucino." sahut Hanum.
"waa hafal banget kesukaan suami ya " goda Santi.
"tiap hari minta dibikinkan bagaimana gak tau Santi. ha ha ha" Hanum berkata sambil tertawa.
Robi pun memanggil pelayan. Robi minta 2 jus jeruk dan 2 capucinno.
"ditunggu ya pak" ucap pelayan itu disambut anggukan kepala oleh Robi.
"Lang tadi aku sempat mendengar kau akan membantu Elang Group. bener itu Lang.?" tanya Robi.
"aku belum memutuskan itu sebenarnya. cuma tadi pagi Yasmin tiba2 datang kekantor meminta bantuan kepadaku agar mau membantu perusahaan papanya. aku sih belum menjawab iya tidak nya. cuma ini tadi aku bilang sama Yasmin sebaiknya papanya saja yang harus menemuiku." jawab Galang.
"kalian harus berhati-hati, Elang Group dari dulu sangat ingin menjatuhkan perusahaanku, dari dulu mereka sengaja menggandeng perusahaan baru yang perkembangannya bagus ya seperti perusahaan kalian lah.untuk diajak kerja sama menjatuhkan perusahaanku." jelas Robi.
"jadi semua yang dikatakan Yasmin kepadaku itu hanya jebakan sajakah?" tanya Galang.
"ya begitulah." singkat Robi.
"kamu harus hati-hati mas," Hanum mengkhawatirkan.
"pasti sayang," jawab Galang pada hanum.
__ADS_1
"tujuanku mengajak ikut kalian kemari tadi adalah. aku minta kita bisa bekerja sama.untuk memberi pelajaran pada Elang Pramana, coba kamu turuti keinginan CEO Elang Group tersebut. aku akan ada dibalik perusahaanmu membantumu, begitu juga dengan santi, selama anak pak Narendra belum ditemukan, santi lah yang memegang perusahaan almarhum suaminya juga akan ikut membantumu." jelas Robi.
"aku belum faham maksudmu" tanya Galang.
"perusahaanmu adalah incaran mereka Lang, mereka akan membujukmu untuk menjatuhkan perusahaanku. selama ini karena aku belum tau bagaimana siasat mereka sebenarnya, aku selalu menjatuhkan perusahaan yang dibuat senjata oleh Elang group. tapi kali ini aku gak bisa, kali ini sepertinya perusahaanmu jadi sasaran mereka mangkanya aku gak bisa menjatuhkan sahabat ku sendiri. mangkanya kita harus cari tahu apa rencana mereka, jadi kau harus berpura-pura mengikuti permainan mereka Lang, demi mengetahui rencana yang mereka susun. tanpa sepengetahuan mereka kita nanti akan menggabungkan 3 perusahaan kita. dan kita yang akan menghancurkan orang licik seperti mereka". Robi menjelaskan panjang lebar.
"tapi itu beresiko mas, apalagi buat kami" Hanum masih belum yakin.
"kau tenang saja num, aku dan Santi akan berdiri dibelakang kalian. disini kita sama-sama diuntungkan, aku bisa menjatuhkan musuh bebuyutan ku dari dulu, dan perusahaanmu akan aman dari gangguan batu krikil seperti mereka." Robi meyakinkan.
"tapi kenapa harus Yasmin yang dijadikan umpan," hanum masih belum menerima.
"mungkin mereka menganggap kalo Galang akan lebih mudah masuk perangkap jika Yasmin yang membujuknya, secara Yasmin adalah teman kuliah Galang. atau kau bertanya tadi karena takut suamimu ini tergoda oleh Yasmin, kau cemburu num?" tanya Robi.
"ya iyalah aku cemburu, istri mana yang gak cemburu jika suaminya dekat-dekat dengan wanita ular seperti Yasmin." jawab Hanum.
"tenang sayang, mana ada wanita lain yang bisa menggeser posisimu dihati mas," rayu galang.
" awas saja kalo berani," Hanum sewot.
"begitu besar cintamu pada suamimu num, padahal dulu saja Lang, gak perna dia bersikap seperti ini padaku," goda Robi.
"benarkah robi,? waa terima kasih sayang kalo memang yang diucapkan Robi tadi benar, betapa beruntungnya aku dicintai wanita yang juga sangat aku cintai, " ucap Galang sambil menciumi tangan hanum.
"dunia milik berdua deh kalo sudah begini, kita ini ngontrak Rob," goda Santi.
"oh iya ,aku mengajak kalian kesini tadi sekaligus aku ingin kalian menjadi saksi" ucap Robi.
"saksi apa Rob,?" tanya Galang.
tiba2 Robi mengeluarkan kotak kecil berwarna merah, dibukanya kotak yang berisi cincin itu,
"Santi, apa kamu mau menikah denganku ?" Robi melamar Santi.
"Robi ini apa,? kamu gak bercanda kan?" Santi tidak percaya.
"terima Santi ayo terima, aku tau kalo mas Robi gak main- main apa lagi bercanda, iyakan mas, ayo Santi terima saja," Hanum mensuport.
"tapi rob, kamu akan menyesal menikah dengan aku, aku wanita yang sudah memiliki keturunan. kau lihat sendiri bertahun-tahun aku menika dengan Narendra tapi justru dengan wanita lain dia berhasil memiliki anak, tapi denganku hiikkss hiikkss" Santi tak kuat menahan kesedihannya.
__ADS_1
Robi pun mendekat dan jongkok didepan Santi,
"aku mencintaimu apa adanya, aku juga menerima segala kekuranganmu, percayalah pada yang maha kuasa, kau bukannya tidak bisa memiliki anak, tapi kau hanya belum diberi kesempatan, mungkin denganku kesempatan itu akan datang kepadamu, terima cintaku ya Santi, izinkan aku mengisi hati darimu dengan cinta tulus dariku menikahlah denganku.?" Robi terus membujuk Santi.
Santi pun akhirnya menggangguk tanda mau menerima Robi, karena Santi sebenarnya juga sudah mencintai Robi.
'iiiyyyaa aku mau rob" jawab Santi.
"yeeeee akhirnya, selamat ya untuk kalian." ucap Hanum.
Robi pun memasangkan cincin tersebut dan langsung memeluk Santi, diciumnya kening Santi kemudian Robi balik duduk di tempat duduknya yang tadi.
"makasih ya sayang, sudah mau menerimaku," ucap Robi.
"cie cie cie sudah langsung sayang, sayang aja ini." goda galang.
"iya ini Robi, bikin malu saja," Santi tertunduk malu, dengan wajah yang memerah.
Robi memegang dagu Santi dan mencoba merayu Santi sekaligus menyindir Galang dan Hanum.
"gak usah malu sayang, kau lihat jugakan bagaimana dua orang didepan kita ini dari tadi bermesraan, kini giliran kita, kita juga bisa bersikap mesra seperti mereka," ucap Robi.
Tiba2 Robi berdiri dan mengecup bibir Santi sekilas, membuat wajah Santi seperti kepiting rebus yang memerah menahan malu.
" belum muhrim woe, ditahan dulu " ucap Hanum.
"habis sudah menahan dari lama num, sedikit khilaf boleh lah ya," elak Robi.
"mana boleh seperti itu rob,"sahut Galang.
"alah aku yakin kalian juga dulu pernahkan, gak usah berbohong deh," Robi masih tak terima,
Hanum dan Galang berpandangan lalu.
"haaa haaaa haaaaa iya memang perna sedikit khilaf" kini Galang yang tertawa sambil memandang Hanum.
Hanum juga wajahnya langsung bersemu merah.
mereka berempat akhirnya pun tertawa bersama.
__ADS_1
bersambung.