Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Praduga Yasmin


__ADS_3

"kenapa jadinya bahas soal menikahkan kami sih pak, jangan nurutin omongan pak David yang suka ngejahilin saya ini pak, Bu" ucap saskia.


"tu kan dianya aja menolak, jadi gak usah punya pemikiran kesana deh bos," jawab David.


"bukannya menolak, tapi kan kita memang tidak ada hubungan apapun, masa tiba-tiba menikah, pak David ini benar-benar aneh," ucap Saskia lagi.


"bukan menolak berarti menerima dong kamu sas,?" David yang pandai mendadak bodoh karena tak sadar jika dia memang sudah jatuh cinta sama Saskia.


"aahh entah lah, terserah pak David saja,.jadi bingung saya," Saskia kebingungan dengan sikap David.


"ya kalo terserah aku, bilang sama orang tua mu besok aku akan datang melamarmu," ucap David tanpa panjang.


"sudah pak, bahas saja masalah pekerjaan dengan pak Galang, itukan tujuan kita tadi kesini,?" Saskia merasa capek berdebat dengan David.


"iya ini orang, depan atasan gak ada sopan-sopannya," sahut Hanum.


"iya maaf buk khilaf," jawab David.


"ya sudah ini semua dokumen sudah aku tanda tangani, sekarang kembalilah ke kantor. mungkin dua sampai tiga hari kedepan aku tidak akan ke kantor, handle semua urusan kantor. aku percaya sama kalian berdua." ucap Galang yang sudah selesai dengan kerjaan yang dibawa David.


David dan Saskia pun pamit balik ke kantor. sedang Yasmin yang sengaja menunggu David balik pun bergegas masuk ke ruangan Hanum dirawat untuk menemui Galang.


"hai Lang, apa kabar?" sapa Yasmin yang tiba-tiba masuk.


"kau Yasmin, dari mana kau tau aku disini?" tanya Galang.


Hanum yang melihat Yasmin datang pun benar-benar ingin menghajar perempuan itu andai dia tidak habis melahirkan.


"mau apa kau datang kesini.?" tanya Hanum


"jelas-jelas mau menemui calon suamiku, karena waktu yang kami tunggu-tunggu sudah datang, kau kan sudah melahirkan jadi tanggung jawab Galang terhadapmu sudah gugurkan.?" ucap Yasmin dengan bangganya.


"apa kamu bilang,?" Hanum ingin memperjelas omongan Yasmin.


"sudahlah, Galang sudah menceritakan semua kepadaku, bukan begitu Lang,?" Yasmin meminta pembelaan dari Galang.


"Yasmin kita bicara di depan tunggu aku didepan." perintah Galang.


"itu lihat, mangkanya jadi wanita jangan naif kamu num." Yasmin mengejek mengira dirinya menang.


"sudah cepat keluar, dan tunggu aku diluar." Galang meninggikan suaranya.


melihat suaminya bersikap seperti itu sebenarnya hati Hanum sangat sakit, tapi dia memilih diam menunggu penjelasan dari suaminya.


selepas Yasmin keluar, Galang pun menghampiri Hanum dan meminta pendapat Hanum.


"bagaimana ini yank,? kita melupakan hal ini, Yasmin tau kamu sudah melahirkan, pasti dia juga akan terus mengejar ku dan berusaha mendekatiku. sedang bukti-bukti kejahatannya belum semua kita peroleh, Tante Ndari pun juga tidak memungkinkan keadaannya saat ini jika diminta mengungkapkan semua kejahatan suami dan anak angkatnya itu." tutur Galang sambil memelankan suaranya karena takut Yasmin menguping.


"sudah sementara ikuti saja permainannya mas, sembari menunggu Tante benar-benar pulih, aku juga akan membantumu agar Yasmin tidak bisa dekat-dekat denganmu," Hanum mempunyai ide.


"caranya,?" Galang penasaran.


"itu urusanku, mas temui saja dia sekarang, dan ingat temui dia ditempat yang banyak orang, agar dia tidak berbuat aneh-aneh kepadamu." ucap Hanum sambil menyembunyikan kecemburuannya.


"baiklah, mas janji cuma sebentar," pamit Galang sambil menyium kening istrinya.


Galang pun keluar menemui Yasmin.


"kok lama sih Lang,?" ucap Yasmin manja.


"aku harus mengingatkan Hanum dengan perjanjian kami." jawab Galang asal.


"ya syukur deh kalo dia sudah ingat, ya sudah kita pergi ke cafe yuk," ajak Yasmin.

__ADS_1


"tidak Yasmin, aku tidak bisa meninggalkan anakku, bagaimana pun anak yang dilahirkan Hanum adalah anakku, mana mungkin aku meninggalkan dia, jika kondisi mamanya masih belum sehat, bagaimana kalo nanti dia menangis saat buang air atau haus." Galang menjadikan bayinya sebagai alasan.


"biarkan saja, kan Hanum bisa minta tolong sama perawat," Yasmin tak kurang akal.


"Yasmin benar kata orang, saat melihat anak kita, apapun tidak akan ada artinya lagi dibanding dengan anak kandung kita sendiri. jika kamu ingin bersamaku, kau juga harus bisa menyayangi anakku, bagaimana kamu bisa bersikap acuh seperti ini terhadap anakku jika ingin bersamaku, aku kecewa Yasmin jika sikapmu seperti ini." ucap Galang.


"maafkan aku Lang, maaf. aku hanya terlalu bahagia karena waktu yang aku tunggu-tunggu sudah datang menghampiri kita, sekarang tidak ada alasan lagi kan kamu jauh-jauh dariku. jadi aku melupakan soal anakmu, tapi aku janji, aku pasti akan menganggap anakmu seperti anakku sendiri." Yasmin mencoba merayu Galang.


"termasuk merawatnya kan.?" tanya galang.


"iya," jawab Yasmin.


"baiklah ayo kita masuk, tadi sebelum aku tinggal keluar, sepertinya dia buang air besar, tolong lah kau bantu aku menganti popoknya, aku ingin tidur sebentar, dari semalam aku belum tidur sama sekali." Galang berharap rencananya bisa membuat Yasmin kabur.


"apa Lang, dia buang air besar,? tapi aku belum perna menggantikan popok bayi Lang," ucap Yasmin.


melihat Yasmin yang sepertinya menahan mual mendengar bayi buang air besar, Galang semakin gencar menjalankan rencananya.


"ayo cepat masuk, gantikan popok anakku dulu, pasti kamu bisa gampang kok." Galang menarik tangan Yasmin.


"tidak tidak aku pulang dulu, aku tadi pamit kesini cuma sebentar." tolak yasmin sambil menarik tangannya.


Yasmin pun langsung berbalik dan berlari sambil membungkam mulutnya yang sepertinya ingin muntah.


Galang melihatnya sambil tersenyum, karena rencananya berhasil.


Galang kembali masuk dan mengunci pintu ruangan itu agar orang tidak langsung masuk jika ingin menemuinya seperti Yasmin tadi.


"dia sudah pergi mas,?" tanya Hanum.


"sudah sayang, ternyata gampang mengusir orang seperti Yasmin." jawab Galang.


"memang apa yang mas lakukan sampai dia bisa pergi secepat ini.?" Hanum kembali bertanya.


haaaa haaaa haaaa" ide yang bagus mas," Hanum tertawa mendengar suaminya bicara.


tiba-tiba


tok tok tok " permisi." ucap seseorang dibalik pintu.


"iya sebentar," jawab Galang.


"siapa mas, jangan-jangan Yasmin balik lagi dan mendengar kita bicara," Hanum sedikit khawatir.


"sebentar mas lihat dulu."


Galang pun bergegas membuka pintu, syukurlah yang datang ternyata dokter Marisa.


"selamat siang pak Galang, maaf saya mau memeriksa keadaan istri dan anak bapak." dokter Marisa meminta izin.


"oh iya dok silahkan masuk." jawab galang sambil membuka pintu lebar-lebar.


"selamat siang Bu Hanum, waa kelihatannya sudah sehat dan segar kembali ini Bu Hanum ya," ucap dokter Marisa.


"iya dok alkhamdulilah." jawab Hanum.


"bisa dibantu berbaring suster Bu hanumnya. saya akan memeriksa ibunya terlebih dahulu." ucap dokter Marisa pada asistennya.


"iya dok" jawab asisten dokter tersebut.


Hanum pun dibantu berbaring oleh suster dan dokter Marisa pun memulai pemeriksaannya.


"semua bagus," ucap dokter Marisa.

__ADS_1


kemudian dokter Marisa berpindah memeriksa baby Tara dan meminta suster memberi imunisasi yang harus diberikan pada bayi yang baru lahir.


"semua baik, dan setelah bayinya diberi imunisasi, Bu Hanum sudah boleh pulang." ucap dokter Marisa lagi.


"iya terima kasih dok." jawab Galang.


"ini ada resep obat dan juga vitamin untuk ibu hanum, nanti pak Galang silahkan ambil diapotik depan ya pak." jelas dokter Marisa.


"iya dok." Jawab Galang lagi.


sesudah memeriksa Hanum dan baby Tara, dokter Marisa pun mohon diri.


galang pun juga pergi ke apotik kemudian ke bagian administrasi, setelah selesai dengan segala urusan rumah sakit, Galang kembali keruangan istrinya dan bersiap-siap membawa anak dan istrinya balik pulang.


Hanum pulang dari rumah sakit cuma dengan Galang dan anaknya karena pak Sukir dan bik Surti sudah balik pulang sebelum sarapan pagi tadi. mangkanya Hanum memangku bayinya sendiri saat dimobil karena Galang yang mengemudikan mobilnya.


Setelah sampai dirumah, Hanum dan baby Tara disambut oleh Bu win.


"cucu nenek sudah pulang, ayo sini-sini nenek yang gendong ya," ucap Bu win sambil mengambil baby Tara dari pangkuan Hanum.


"iya nek, Tara minta gendong nenek" jawab Hanum menirukan suara anak kecil.


"baru beberapa jam saja tidak bertemu, nenek sudah kangen loo sayang." Bu win mengendong cucunya masuk ke rumah sambil diciumi pipi gembul cucunya.


Galang membantu istrinya turun dari mobil dan memapah tubuh istrinya masuk kerumah.


Hanum meminta dibantu duduk di sofa ruang keluarga untuk beristirahat.


"mas duduk disini dulu." ucap Hanum.


"gak istirahat dikamar saja kah sayang," tanya Galang.


"disini saja dulu, aku ingin bertemu Tante." jawab Hanum.


"tapi Tante masih takut melihat ku sayang," Galang kurang yakin.


"ma, bisa tidak Tante mama ajak ke sini.?" Hanum tak menghiraukan ucapan suaminya karena ingin segera bertemu tantenya.


" iya nak sebentar, nak Galang gendong dulu Tara ya," Bu win menyerahkan baby Tara kepada papanya.


Bu win pun masuk ke kamar dimana kakaknya berada.


"kak, kakak lagi apa,?" tanya Bu win.


"kakak lagi ini." Bu Ndari memandangi album foto Hanum yang sengaja diberikan oleh Bu win agar Bu Ndari menghafal wajah-wajah anak dan menantunya.


"oh lihat foto keponakan kakak ya," ucap Bu win.


Bu Ndari hanya mengangguk.


"kakak mau tidak ketemu sama anak dan menantuku, mereka baik, mereka sama seperti aku, tidak akan menyakiti kakak." tanya Bu win lagi.


Bu Ndari pun menganggukkan kepalanya lagi.


"ayo kak, itu mereka didepan." ucap Bu win.


Bu win pun mengajak kakaknya keluar kamar sambil mengandeng tangan kakaknya.


semula Bu Ndari sembunyi dibalik punggung Bu win.tapi Bu win meyakinkan kakaknya agar mau duduk disamping Hanum.


"sini Tante," Hanum mempersilahkan tantenya duduk disampingnya.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2