Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Menambah anggota baru.


__ADS_3

Seharian Galang dan keluarga berjalan-jalan dan berwisata ke destinasi terkenal dijerman.


pada malam hari pun mereka sampai dirumah hari sudah lewat tengah malam.


"capeknya mas," ucap Hanum sambil merebahkan diri di tempat tidur.


"mau mas pijitin.?" tanya Galang.


"gak ah, mas kan juga sama-sama capek." jawab Hanum.


"siapa bilang mas capek, sini biar mas pijitin kakimu yank,"


Galang pun meletakkan kedua kaki Hanum dipangkuannya.


Galang memijit dengan lembut kaki Hanum.


"yank, kamu jangan terlalu dekat dengan Daniel. bersikaplah biasa saja, sepertinya dia suka kepadamu, aku tidak mau istriku direbut oleh adikku sendiri." tutur Galang.


"kamu ini ada-ada saja mas, mana mungkin Daniel suka kepadaku, mungkin dia suka dalam artian sebagai kakak ipar saja, lagian dia kan tahu aku ini istrimu." jawab Hanum.


"tapi dari cara dia menatapmu, sepertinya dia memang tertarik kepadamu sayang, aku laki-laki aku paham akan hal itu." lanjut Galang.


"iya iya mas, kamu kan tahu dihatiku juga cuma ada kamu, mana mungkin aku biarkan ada orang mengusik namamu didalam hatiku." Hanum mencoba menenangkan suaminya.


"benarkah ucapanmu itu yank,?" Galang merasa melayang diawan mendengar ucapan Hanum.


"mana mungkin aku berbohong mas, kamu adalah suami tercinta dan tersayangku. kalo mas tidak percaya aku juga tidak bakal memaksa mas untuk mempercayaiku. biarlah waktu yang membuktikan semuanya." lanjut Hanum.


"bahagianya aku sayang," ucap Galang.


Galang pun menurunkan kaki Hanum dari pangkuannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.


Galang mencium dengan lembut bibir istrinya. mereka berdua berciuman sangat lama, sampai ciuman itu terhenti tak kala keduanya sama-sama kehabisan nafas.


"mas, aku,, aku mencintaimu." Hanum berkata sambil terbata-bata.


"aku lebih dan lebih mencintaimu sayang," jawab Galang.


"jangan lagi kau cemburu buta kepadaku ya mas, aku tidak mau kejadian kemaren terulang lagi " pinta Hanum.


"iya sayang, maafkan aku, semua yang kulakukan kemaren karena aku takut kehilanganmu sayang," jelas galang.

__ADS_1


Mereka berdua pun kembali berciuman. malam panjang pun mereka lalui bersama dengan saling memadu kasih. Galang dan Hanum begitu bahagia malam itu, untaian kata cinta dan sentuhan lembut menghiasai malam panjang mereka berdua.


"mas, ahhhhhh geli mas," ucap Hanum saat galang menciumi bahunya.


"sayang, memandangi tubuhmu begitu menggairahkan buat ku, tak perna bosan aku selalu ingin mencumbumu." bisik mesra Galang.


"mas," Hanum menjawab dengan manja.


Mereka berdua pun menyatukan tubuh mereka dengan saling memuaskan satu sama lain. berkali-kali permainan panas mereka lakukan sampai tubuh mereka benar-benar merasa lemas dan puas.


"terima kasih sayang, kau selalu melayaniku dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang," ucap galang.


"itu kewajiban ku sebagai istrimu mas," jawab Hanum.


"kau wanita sempurna ku sayang, kemarilah sandarkan kepalamu dilenganku dan peluk tubuhku dengan erat," Galang berbicara sambil merentangkan tangannya.


Hanum pun melakukan apa yang dipunya suami tercintanya.


mereka berdua tertidur dengan saling berpelukan dan senyum kepuasan tersungging dibibir masing-masing.


Mungkin karena kelelahan keesokan harinya Hanum merasakan kurang enak badan. Hanum demam dan mengeluh perutnya seperti mengalami kram.


"ma, bisakah aku minta tolong ma," pinta Galang pada mamanya.


"istriku sakit ma, bisakah aku minta tolong mama hubungi dokter agar memeriksa istriku." Galang kembali mengharapkan bantuan mamanya.


"tentu saja mama akan membantumu menghubungi dokter. mama akan minta nomer telpon dokter pada bibimu." ucap Bu Diana.


"ya sudah ma terima kasih. aku akan kedapur untuk membuatkan bubur istriku." pamit Galang.


"sudahlah nak, jaga saja istrimu, biar nanti mama yang bikin bubur untuk istrimu." sahut Bu Diana.


"makasi kalau begitu ma," jawab Galang.


Galang pun kembali masuk kedalam kamar, dilihatnya Hanum pun masih tergolek lemas di atas tempat tidur.


"tunggu sebentar ya sayang, mama masih menelpon kan dokter untuk memeriksa keadaanmu." ucap galang.


"mas bisa ambilkan air minum saja dulu,aku haus mas," pinta hanum.


"iya tunggu ya," Galang pun menuang air minum untuk istrinya kedalam gelas.

__ADS_1


"sini mas bantu duduk sayang," Galang mengangkat tubuh Hanum dan Hanum dibantu bersandar dengan posisi duduk dengan ganjalan bantal dipinggangnya.


Hanum pun meminum air pemberian suaminya tersebut.


"mas, kenapa aku lemas sekali ya,perutku juga sepertinya kram.seperti saat nyeri haid gitu.?" ucap hanum.


"makanya istirahat saja ya sayang," jawab Galang sambil memegangi kedua pipi Hanum.


Hanum pun kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur.


Setelah hampir satu jam menunggu dokter pun datang memeriksa keadaan Hanum.


Dokter tersebut menjelaskan semua perihal sakit yang diderita Hanum kepada Bu Diana. setelah dokter tersebut pamit Bu Diana pun menjelaskan semua kepada Galang dan Hanum.


"Lang, lebih baik istrimu kita bawah kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut." ucap Bu Diana.


"memang apa yang dikatakan dokter tentang penyakit istriku ma,?" tanya Galang.


"kita pastikan dulu nak, sepertinya istrimu akan memberikan kita kebahagiaan lagi dikeluarga kita " Bu Diana menjawab dengan penuh teka teki.


"maksud mama,?" Galang masih belum mengerti.


"istrimu sepertinya sedang hamil nak, karena dokter tadi bukan ahli kandungan jadi dia meminta kita memeriksakan kerumah sakit saja untuk memastikannya. terus nyeri yang dirasa istrimu sekarang mungkin akibat kemaren naik kuda dan juga lanjut jalan-jalan sampai malam kan." jelas Bu Diana.


"apa istriku hamil ma, benar istriku hamil ma," Galang merasa tidak percaya.


"kita pastikan dulu Lang," jawab Bu Diana.


"tapi sebentar, bukannya kamu baru lepas KB kemaren ya sayang, masak sudah hamil.?" Galang bertanya pada istrinya.


"sebenarnya aku sudah lepas KB semenjak Tara berumur satu tahun kemaren mas, aku hanya lupa bilang kepadamu, aku baru ingat kemaren. maaf ya." hanum tertunduk takut.


"untuk apa kamu minta maaf sayang, malah mas sangat berterima kasih, impian mas untuk memiliki anak yang banyak akan jadi kenyataan. terima kasih sayang, aku malah sangat berterima kasih, mulai sekarang kamu harus menjaga diri, jangan bertindak macam-macam seperti kemaren." Galang bicara panjang lebar.


"kita harus pastikan dulu Lang, kita bawah istrimu ke dokter spesialis kandungan dulu." tutur Bu Diana.


"iya ma, sekarang ayo kita siap-siap sayang, kita kerumah sakit sekarang." Galang sangat antusias.


"Lang, paling tidak tunggu istrimu agak mendingan dulu, kamu gak kasihan lihat istrimu lemas seperti itu." tegur Bu Diana.


"iya aku lupa, maaf ya sayang, karena terlampau senang sampai aku lupa kalo kamu masih lemas." ucap Galang sambil menciumi tangan istrinya.

__ADS_1


"sebenarnya, kerumah sakit sekarang juga gak apa-apa mas, mungkin dengan memeriksakan kandunganku melalui USG kita bisa melihat keadaan janinku baik-baik saja atau tidak, itu seandainya kalo beneran aku hamil. pasalnya mas tau kemaren seperti apa kuda itu membawaku lari dengan sangat kencang. aku juga takut mas kalo gak segera diperiksakan." keluh Hanum.


bersambung


__ADS_2