Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Menghadiri pernikahan Joko (3)


__ADS_3

Setelah Galang turun untuk memberi tahu Rima supaya menjemput anak-anak disekolah . Hanum pun bergegas mandi dan sholat Dzuhur.


"ya Alloh ya Robbi, hamba tahu kegelisahan suami hamba, hamba juga tahu suami hamba sangat mencintai kami semua, berilah jalan yang mudah untuk menyelesaikan semua masalah yang akan kami hadapi nantinya ya Alloh. engkaulah yang menghadirkan Devan dalam hidup kami. dan hanya engkaulah yang bisa menentukan yang terbaik untuk kami semua. jika memang Devan lebih baik bersama kami hamba mohon jangan pisahkan kami dengan Devan. tapi jika Devan lebih baik dengan keluarga kandungnya maka hamba juga memohon agar kami sekeluarga diberi kelapangan dan keikhlasan hati melepasnya. aamiinn amiiinn aamiinn yarobbal alamin." doa Hanum setelah selesai sholat.


galang yang sudah masuk kedalam kamar tanpa sepengetahuan Hanum pun, langsung memeluk Hanum dari belakang.


"kenapa mas,?" Hanum bertanya sambil membelai rambut suaminya dari samping.


Galang tak menjawab, Galang hanya menggelengkan kepalanya.


"mas kenapa manja sekali sih, nanti kalo dilihat Devan sama Devi apa gak malu,?" tanya Hanum lagi.


"mas bahagia sayang, hanya itu yang mas ucapkan saat ini. suami mana yang tak bahagia mempunyai istri sepertimu," Galang berucap sambil meneteskan air matanya.


"eehh kenapa mas menangis,?" Hanum langsung membalikkan badan menghadap suaminya.


"aku sangat bahagia sayang, ini air mata kebahagiaan, memalukan ya laki-laki harus menangis apalagi didepan perempuan." Galang mengusap air matanya lalu memeluk Hanum yang masih terduduk diatas sajadah.


"dengan sholat kita akan merasakan ketenangan mas, sudah sana mas sholat dulu, aku mau bantu siapkan makan siang untuk kita semua" ucap Hanum sambil menepuk-nepuk punggung suaminya.


"iya baiklah mas mandi dan sholat dulu, oh iya sayang Robi dan Santi juga sudah datang, dia ada dibawah ngobrol sama mama." jelas Galang.


"iya kah, ya sudah cepetan mandinya dan lanjut sholat, aku tunggu dibawah ya," ucap Hanum sambil melepas mukena.


Hanum melipat mukena dan ditaruk ditempatnya, kemudian Hanum sedikit merapikan rambutnya dan keluar dari kamar tanpa menggunakan make up sama sekali, tapi tetap kecantikan Hanum sunggu makin terpancar karena wajahnya berseri-seri habis terkena air wudhu.


melihatmu seperti itu, mengingatkanku saat masa-masa bahagia kita dulu num, saat-saat kau hamil anak-anak kita dulu, sunggu kehamilan membuatmu semakin terlihat cantik.batin Robi saat melihat Hanum menuruni tangga.


"hai mas Robi, Santi sudah lama kalian datang.?" tanya Hanum pada Robi dan Santi.


"ya hampir satu jam lah kita disini," jawab Santi sambil menghampiri Hanum membantu turun dari tangga.


"waa terima kasih jadi merepotkan ya, perut besarku ini lumayan membuat susah berjalan sekarang." ucap Hanum sambil meraih tangan Santi.


"iya nak, lebih baik kamu dan suamimu pindah tidur dikamar bawah sajalah, bahaya buatmu harus naik turun tangga terus." tutur Bu win.


"iya nanti aku suruh Rima nyiapin ma," jawab Hanum.


"apa setiap hamil perutmu sebesar ini num?" tanya Santi yang keheranan dengan perut Hanum yang memang sedikit lebih besar dari perut wanita hamil pada umumnya.


"enggak, dulu perut Hanum saat hamil Adit maupun Bagas tidak sebesar itu kok," kini Robi yang menjawab.


"benarkah mas,?" tanya Santi kepada Robi.

__ADS_1


"iya benar, waktu itu kan aku masih jadi suaminya Hanum ya aku tahulah, Hanum juga hamil anakku masa aku gak tahu kondisi istriku," Robi menjelaskan.


"gak perlu seditel itu kali bro" Galang dari atas menyahut.


"waaaiiisss jangan cemburu bro, itukan dulu. lagian apa kalian juga tiap memeriksakan kandungan ke dokter tidak melakukan USG. siapa tahu anak kalian kembar," ucap Robi.


"ya tiap periksa kandungan juga di USG tapi istriku gak sedang hamil anak kembar kok. mungkin yang dimakan istriku larinya semua kejanin mangkanya perutnya sangat besar tapi kalian lihat sendiri bodynya tetap ramping membuatku serasa gimana gitu." canda Galang disambut pukulan dari Hanum.


"gak malu apa, ada mama ngomong kayak gitu," tegur Hanum pada suaminya.


"uppss maaf ma, keceplosan." Galang cengengesan.


"sudah kalian lanjutkan ngobrolnya, mama mau siapkan makan siang buat kita semua," Bu win pergi masuk ke dapur sambil tersenyum melihat tingkah menantunya.


"gila kau Lang, tahan diri sedikitlah masa depan mertua kau berkata mesum kayak gitu.haaa haaaa " Robi menertawakan kelakuan Galang.


"sudah-sudah gak usah dibahas, tu Hanum sudah memerah wajahnya" tunjuk Santi.


"oh iya Santi aku minta maaf ya, aku belum sempat ngomong sama mama masalah Devan, paling tidak beri kami waktu sampai aku selesai melahirkan ya.?" pinta Hanum pada Santi.


"iya num aku juga mengerti, sekarang lebih baik jaga kehamilanmu dengan baik, aku juga gak mau masalah ini mempengaruhi kahamilanmu," jawab Santi.


"terima kasih atas pengertiannya ya santi" Hanum merasa sedikit lega.


"ya boleh lah, masih ada beberapa kamar kosong kok. lagian besok kalian masih dimintai tolong Joko ikut mambantu acara resepsi loh. ngapain buru-buru pulang.?" jawab Hanum.


"begitu ya, kalo aku ikut apa kata mas Robi saja," lanjut Santi.


"iya kita 2 malam disini sayang" sahut Robi.


"oh iya bagaimana kelanjutan cerita Elang Permana dan Yasmin bro.?" Robi memulai pembicaraan dengan Galang.


"kata David pihak pak elang belum menghubungi kembali, mungkin masih menyusun siasat saja orang itu, yang penting kita tetap waspada saja." jawab Galang.


"aku juga sangat penasaran apa rencana orang itu kali ini." Robi geleng-geleng kepala.


"pokoknya kalian berdua harus hati-hati, jangan sampai kalian benar-benar terjebak oleh permainan Elang Permana. terutama kamu mas, Yasmin orangnya sangat nekad jika aku lihat, awas jika kau terjebak daya pikat wanita ular itu." ucap Hanum .


"iya sayang jangan khawatir akan hal itu. mas akan selalu berhati-hati." jawab Galang.


"kamu juga mas Robi, ingat Elang permana adalah manusia licik. jangan sampai mas celaka karena ulah manusia licik itu." Santi pun juga khawatir terhadap Robi.


"sudah lah sayang, kita lihat saja dulu apa yang akan direncanakan Elang permana, selanjutnya kita juga bisa mengantisipasi tindakannya dengan rencananya yang akan dibuat dengan Galang. disini yang terpenting jangan sampai Galang yang termakan hasutan elang pernama itu yang paling utama." jelas Robi.

__ADS_1


"aku akan selalu berusaha yang terbaik buat kita semua," sahut Galang.


"aku sangat mempercayaimu mas," Hanum menyemangati suaminya.


Ditengah - tengah asik ngobrol mereka ber empat dikejutkan dengan kedatangan Devan dan Devi yang sengaja ingin mengagetkan empat orang tersebut.


"hallooo mama, papa," Devan dan Devi bergantian mencium pipi mama dan papanya.


"ihh bikin kaget saja ya Abang sama Cece ini." ucap hanum.


"iya nih, papa Sampek deg deg kan loo, ayo sini ucapin salam sama om dan Tante," sahut Galang.


"siang om Tante," sapa Devan dan Devi pada Robi dan Santi.


Santi yang melihat ke arah Devan sangat terkejut pasalnya wajah Devan sangat mirip dengan Narendra almarhum suaminya.


dilihat dari wajahmu saja aku sudah bisa menduga kalo kau memang anak mas Rendra. batin Santi.


"ya sudah kami pamit masuk dulu ya, mau mandi dan sholat, daa ma, pa, om dan Tante." pamit Devan dan Devi.


"iya cepetan habis itu kita makan siang ya" jawab Hanum.


"aku masuk dulu ya, bantuin mama didapur," pamit Hanum.


"aku boleh ikut bantu gak num.?" tanya Santi.


"boleh dong, malah tambah asik masak rame-rame." jawab Hanum.


Hanum dan Santi pun masuk kedalam membantu Bu win menyiapkan makan siang untuk semua.


"sudah beres, sana nak Santi tolong panggil yang lain untuk diajak makan." pinta Bu win.


"iya Tante," jawab Santi.


"kamu tunggu disini saja ya nak, mama mau panggil cucu-cucu mama." ucap Bu win pada Hanum.


"iya ma, makasi ya, malah mama yang jadi repot." jawab Hanum.


mereka semua pun menikmati makan siang bersama-sama. kemudian setelah selesai karena waktu juga masih jam 2 siang akhirnya mereka lanjutkan istirahat terlebih dahulu sebelum sorenya berangkat ke rumah Joko.


bersambung lagi.


ayo readers mana nih dukungan buat authorπŸ€—πŸ€—πŸ€—. biar nulisnya tambah semangat loo, ditunggu ya vote,like ,kritik dan sarannya.πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2