
Sore itu galang dan Hanum juga Tara pergi ke menemui Santi untuk meminta alamat tempat tinggal Devan dilondon.
"wee pengantin baru sudah sibuk aja ini dirumah" tegur Hanum yang melihat Santi disibukkan dengan urusan pekerjaan rumah.
"hai num, kamu sendirian.?" tanya Santi.
"gak, aku sama mas Galang dan Tara, itu mereka lagi ngobrol sama mas Robi." jawab Hanum yang memang pas datang tadi Robi lah yang membukakan pintu.
"ohh kirain sendirian, tumben-tumbenan kamu mau mampir ke rumahku,?" tanya Santi.
"iya, mas Galang tadi ngajak aku kesini untuk meminta alamat Devan dilondon. kami mau liburan ke sana, ya sekalian ingin bertemu Devan, kami sangat rindu dengan Devan San," jawab Hanum.
"waa aku sendiri juga tidak tau num, tapi coba aku tanya ke mantan mertuaku dulu ya, kamu tunggu sebentar aku telpon mereka dulu." ucap Santi.
Hanum kembali menemui Galang dan Robi diruang tamu sembari menunggu Santi. tak lama menunggu Santi pun juga menyusul.
"ini num, alamatnya sudah aku catat disini." ucap Santi sambil menyerahkan kertas yang bertuliskan alamat Devan di London.
"makasi ya Santi, kalo tidak ada halangan rencananya besok malam kami berangkat." ucap Hanum.
"sampaikan salam sayangku saja ya buat Devan, andai mas Robi gak ngajak ke Singapure besok mungkin aku juga ingin ikut kalian." lanjut Santi.
"waa kalian honeymoon ke Singapure ya, jangan lupa oleh-olehnya ya," ucap Hanum.
"aku harap sepulang dari London nanti kamu juga jangan lupa bawakan oleh-oleh juga ya, jadi kita nantinya saling bertukar oleh-oleh," jawab Santi.
haaaa haaaa haaaa mereka berempat tertawa bersama.
"Napa papa, mama, o,om cama Tante tetawa," ucap Tara
"karena Tante Santi lucu sayang," jawab Hanum.
"ya sudah Rob, San kita balik dulu. tadi dari tempat kerja kita soalnya langsung ke sini." pamit Galang.
"baiklah, terima kasih ya sudah mau main kesini," jawab Robi.
"kami yang harusnya berterima kasih karena sudah merepotkan kalian." sahut Hanum.
Akhirnya mereka bertiga pun pulang dan menyiapkan semua barang yang akan dibawa pergi liburan esok hari.hanum dan Galang memberi tahukan rencana mereka pada Bu win dan Devi bahwa liburan kali tidak hanya sekedar liburan tapi juga ingin menjenguk Devan. Devi yang mendengar akan bertemu Devan pun wajahnya terlihat sedikit berubah menjadi agak ceria. Hanum dan Galang berharap semoga Devi akan kembali seperti dulu saat sudah bertemu Devan nanti.
Urusan visa maupun pasport semua sudah diurus oleh David atas perintah Galang.
Setelah semua persiapan sudah siap semua. akhirnya waktu keberangkatan ke London pun tiba.
Setelah melewati belasan jam akhirnya Hanum dan rombongan sampai di bandar udara Heathrow London.
Hanum mengajak keluarganya menginap di hotel bintang lima, dikota Mayfair, dimana kota itu juga kota yang sama dengan tempat tinggal Devan sekarang.
__ADS_1
Setelah dapat jatah masing-masing kamar. semua memilih istirahat terlebih dahulu, untuk melepas penat berjam-jam didalam pesawat.
keesokan harinya, Galang menelpon keluarga Devan untuk meminta izin bertemu.
untung nya keluarga almarhum Narendra tidak mempersulit Galang sekeluarga untuk bisa bertemu dengan Devan.
Setelah selesai makan pagi, akhirnya semua memutuskan untuk berangkat ke kediaman keluarga Devan.
"papaaaa" Devan berlari memeluk Galang.
"papa ada kejutan buat Devan," ucap Galang.
"apa pa,?" tanya Devan.
"coba kamu buka pintu depan." jawab Galang sambil tersenyum.
Devan pun bergegas berlari membuka pintu utama rumahnya.
"ne ne nek,, de de Vi," ucap Devan terbata-bata melihat kedua orang yang sangat dirindukannya.
"baaaangggg" teriak Devi memeluk devan.
"devaann," panggil Bu win sambil memeluk kedua cucunya Devan dan Devi.
mereka berpelukan dan menangis bahagia karena bisa melepas rindu yang sudah lama disimpannya.
"bang Devan gak kangen Tara ya,?" goda Hanum.
"boleh kami masuk nak," tanya bu win.
"tentu saja nek, bahkan jika nenek sudah masuk rumah ini, Devan harap nenek tidak usah keluar lagi. nenek disini saja menemani Devan." jawab devan sambil tersenyum.
"uuu anak nakal," ucap Bu win sambil mencubit pipi Devan.
akhirnya semua pun masuk ke rumah kakek dan nenek Devan. mereka semua bersenda gurau sambil melepas rindu.
benar dugaan Galang dan Hanum. Devi kembali ceria saat bertemu dengan Devan. rasa bahagia bercampur haru terpancar dari wajah semua orang tak kala melihat Devi tersenyum penuh keceriaan khas anak kecil yang tak memiliki beban hidup.
"maaf nyonya tuan, bolehkah kami mengajak Devan untuk jalan-jalan mengunjungi destinasi wisata di London ini," tanya galang.
"boleh saja pak Galang, kalian juga keluarganya. kebetulan kami ingin pulang ke Indonesia selama satu Minggu. jika kalian tidak keberatan lebih baik kalian tinggal saja dirumah ini. ya sekalian saya nitip Devan. kalian juga jika berkeliling kota London ini, ada baiknya biar diantar supir saya saja. dari pada naik taxi ribet nantinya." ucap kakek Devan.
"terima kasih tuan. jika memang begitu baiklah, kami akan tinggal disini agar bisa bersama dengan Devan agak lama." tutur Galang.
"bagaimana Devan.?" tanya kakek Devan
"aku senang sekali kek, makasi ya kek." jawab Devan sambil memeluk kakeknya.
__ADS_1
"baiklah tuan saya pamit dulu dan meminta izin mengajak jalan-jalan Devan, nanti malam kami kembali dan sekalian membawa barang-barang kami yang ada di hotel." pamit galang.
"iya tuan silahkan. biar saya panggilkan supir saya dulu," jawab kakek Devan.
Akhirnya mereka semua pergi dengan diantar 2 mobil dan juga 2 supir tuan candra Williams (kakek devan).
selama satu Minggu galang, Hanum dan keluarga benar-benar puas berjalan-jalan.
mulai dari Britihs museum, mata London.big Ben, jembatan menara dan destinasi lainnya.
"vid besok kita akan balik ke indonesia. nanti malam tuan candra juga sudah balik dari Indonesia. kamu dan Saskia persiapkan semua urusan untuk kita pulang." perintah galang.
"siap bos, ayo sayang kita kerjakan perintah si bos." ajak David.
"enak aja sayang-sayang. ogah saya pak." jawab Saskia.
"kau kan calon istriku, masa kau tidak suka dipanggil sayang sama calon suamimu." goda David.
"calon istri yang terpaksa." jawab Saskia sambil berlalu pergi.
"vid, apa kau belum bisa menaklukannya" tanya Galang.
"bagaimana saya sempat menahlukkannya bos, jika tiap hari kerjaan darimu tiada habisnya. ini kirain diajak liburan beneran agar saya bisa berdekatan dengan saskia, malah ujung-ujungnya tiap hari juga diminta membantu menyiapkan kebutuhan bos tiap hari." David geleng-geleng.
"kau tidak ikhlas vid.?" tanya Galang.
"oohhh ikhlas sekali bos, tadi cuma khilaf sedikit bibirnya." jawab David sambil berlalu mengajar Saskia yang sudah duluan pergi.
kini tinggal galang, Hanum, Bu win dan anak-anak yang ada diruangan keluarga tersebut
"Devi, besok kita pulang, jika nanti liburan sekolah lagi, kita kesini lagi ya, Devi gak boleh sedih-sedih lagi ya sayang," ucap Hanum.
"iya ma, tapi bang Devan harus janji, bang Devan wajib menghubungi Devi tiap hari." pinta Devi.
"Devi, Abang janji saat Abang sudah besar nanti Abang yang akan selalu menjagamu, kau tunggulah abangmu ini pulang ke Indonesia dengan membawa kesuksesan. dan ingat jangan mencari pacar dulu sebelum bang Devan pulang. karena bang Devan yang akan menyeleksi siapa yang boleh dan tidak menjadi pacar adikku yang paling jelek ini." goda Devan.
"ihh bang Devan deh, Devi kan masih kecil, mana mungkin Devi pacaran, iyakan nek," Devi meminta pembelaan Bu win yang dari tadi ada disamping Devi.
"kan akau bilang nanti gak sekarang," elak Devan.
"iya, iya bang." jawab Devi.
semua pun akhirnya tertawa bersama.
bersambung.
maaf ya authornya semalaman bergadang merayakan pergantian tahun.
__ADS_1
hari ini baru update satu kaliπππ, jangan berpaling dariku ya readers.
ditunggu nih vote,like,kritik dan sarannya.