Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Cinta pada pandangan pertama


__ADS_3

"Hanum memang benar-benar mengerti dengan keinginanku dik, lihatlah dirimu begitu seksi" ucap joko.


"tapi aku malu mas," hanya kata itu yang diucapkan Wati.


"kita sudah menjadi suami istri dik, kamu akan sering seperti ini saat bersamaku" ucap Joko


Joko pun melancarkan aksinya dan berhasil meyakinkan Wati.


malam pengantin mereka pun terjadi dengan nafsu Joko yang menggebu-gebu berhasil membobol mahkota Wati yang dijaganya selama ini.


Disisi lain.


"tujuan kamu membelikan Wati baju seperti itu untuk apa sih yank. Wati orangnya kan pemalu, apa mau dia memakainya.?" ucap Galang.


"mas, aku ingin Joko benar-benar bisa mencintai Wati, mungkin dengan sedikit hal-hal konyol seperti itu, bisa membuat Joko melihat sisi wanita lain yang bisa meyakinkan hati Joko untuk lebih bisa melupakan bahwa aku bukanlah satu-satunya wanita yang patut dicintai, tapi ada wanita lain yang lebih menarik yang bisa dicintai, mas tahu sendiri berapa lama Joko menyimpan perasaannya kepadaku, aku ingin meyakinkan Joko bahwa Wati bukanlah pelarian hatinya, tapi memang Wati adalah wanita yang benar-benar dicintainya." jawab Hanum.


"tapi kalo dengan cara seperti itu bukannya hanya nafsu yang akan Joko rasakan.?" Galang masih ragu.


"mas, dari nafsu itu, Joko semakin merasa ingin dekat dengan wati, lama kelamaan timbul ketergantungan sama Wati dan takut kehilangan, kalo sudah di titik itu posisi Wati akan sangat aman bagi seorang istri. karena suami akan melakukan hal apapun agar tidak kehilangan istrinya." jelas Hanum.


"istri mas memang pandai." Galang memeluk istrinya dan mencium kening istrinya.


"tapi sebentar yank, kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama kepada mas," Galang bertanya lagi.


"kalo mas sih lain. kan dari awal mas sudah jatuh cinta saat melihat aku pertama kali. haa haa haa." Hanum mengejek suaminya.


"iya sih, saat melihat istri mas, ini menangis di warung makan sambil bersimpuh dilantai huuu mas merasa iba sekali." jawab Galang.


"apa mas, jadi kamu cuma iba sama aku, kamu gak cinta sama aku, ? sana pergi tidur diluar, aku gak butuh dikasihani orang, sana pergi." Hanum langsung merajuk dan mendorong tubuh suaminya.


"sayang jangan marah dong, mas cuma bercanda," Galang bertahan biar tidak terdorong jatuh dari tempat tidur.


"pokoknya kamu tidur diluar," Hanum terus mendorong tubuh Galang.


"mas minta maaf sayang, tadi cuma bercanda, lagian waktu itu kita kan juga baru saling kenal, tapi lambat laun saat kita selalu bersama mas jadi benar-benar merasa jatuh cinta kepadamu. kamu ingat waktu pertama kali mas menginap dirumah ini, mas kelepasan menciummu, itu sebenarnya mas sudah tidak tahan memendam perasaan mas, tapi mas sadar kamu bukan istri mas, dan status mas yang masih menjadi suami orang, mana mungkin mas tega menghancurkan nama baik orang yang mas cintai dengan melakukan tindakan bodoh," Galang panjang lebar membujuk istrinya.


"bener itu mas,?" tanya Hanum.


"ya bener sayang, kapan mas perna bohong Sama kamu.? bahkan setelah kita menikah mas benar-benar merasa sangat bahagia bisa memiliki orang yang mas cintai, tanpa harus diiming-imingi penampilan seksi mas sudah sangat takut kehilanganmu sayang." rayu Galang.

__ADS_1


"syukur deh kalo gitu, aku gak harus memakai baju yang aku beli kemaren." Hanum mengambil kesempatan.


"kalo kamu gak usah memakai baju itu yank, tapi tiap malam mas bakal pastikan kamu tidak akan memakai baju apapun." bisik Galang.


"ihhh itu sih malah lebih parah jadinya." Hanum memukul lengan Galang.


"tapi bener loh sayang, mas kalo dekat dengan kamu bawaannya gak bisa nahan, nih pegang saja mas sudah menahannya dari tadi" Galang mengarahkan tangan Hanum pada pusakanya.


"ihh kalo mas sih memang otaknya mesum." Hanum menarik tangannya.


"ayo lah sayang, sekali saja ya pliiisss" rayu Galang.


"gak ah aku capek." jawab Hanum mengoda suaminya.


"ayo lah sayang, jangan jahat deh, kamu tega melihat mas tersiksa semalaman." Galang terus merayu.


Hanum pun berbalik menghadap suaminya dan mengangguk.


"mana bisa aku menolakmu mas, aku juga sebenarnya menginginkan hal itu," balas Hanum sambil mengecup bibir suaminya.


hormon wanita yang turun naik memang terkadang cenderung membuat wanita hamil sedikit bernafsu.


kini keduanya sudah seperti bayi yang polos yang baru lahir tanpa ada benang sedikit pun menempel ditubuh mereka.


"mas pelan-pelan ya," pinta Hanum


"iya sayang mas, akan melakukan dengan sangat pelan." jawab Galang sambil memompa senjatanya.


Hampir 2 jam mereka melakukan permainannya, Hanum sudah berkali-kali sampai dititik puncak pelepasan. tapi Galang tak sekali pun mencapai titik itu.


"yank mas gak bisa kalo terlalu pelan seperti ini. izinkan ya sebentar saja mas janji cuma sebentar," Galang meminta izin agar sedikit mempercepat ritme permainannya.


Hanum hanya pasrah mengangguk.


benar adanya tak kurang dari 5 menit Galang sedikit mempercepat ritmenya Galang pun sampai dititik puncak permainan.


"uuuhhh saaayyaaangg aaahhh aaahhhh".


Kini Hanum dan Galang pun terkulai lemas dan tertidur saling berpelukan. drama percintaan berpindah dari pangantin baru ke wanita hamil yang merajuk berujung selesai dengan bercinta.

__ADS_1


keesokan harinya. karena hari Minggu Devan dan Devi juga libur sekolah, Hanum dan Galang memutuskan mengunjungi panti dengan mengajak kedua anaknya tersebut sekaligus berpamitan mau balik ke kota.


"ma, Hanum dan anak-anak mau ke panti.mama ikut gak?" tanya Hanum pada Bu win.


"mama gak ikut nak, tadi ada pesanan belanjaan diwarung yang belum mama siapkan.nanti keburu diambil orangnya." jawab Bu win.


"yank Elang permana sudah menghubungi David," ucap Galang sambil pandangannya tetap fokus pada laptop yang ada didepannya.


"ya sudah mas, kita ajak Santi dan mas Robi balik nanti siang saja sama-sama setelah kita balik dari panti." jawab Hanum.


"siapa memangnya Elang Permana ya nak, kenapa mama merasa nama itu tidak asing buat mama." sahut Bu win.


"bukan siapa-siapa ma, dia hanya rekan bisnis mas Galang." jawab Hanum.


"tapi kenapa mama seperti merasa mengenal orang itu ya nak," Bu win terus mengingat-ingat nama Elang Permana.


"mana mama kenal dengan dia ma, dia itu sebenarnya pengusaha sukses yang ingin mengajak mas Galang bekerja sama." ucap Hanum yang tidak mungkin menceritakan hal sebenarnya kepada mamanya.


"ya sudah mungkin hanya halusinasi mama saja, kalian berangkat ke panti sekarang saja mumpung belum siang." ucap Bu win.


"iya mas, kita berangkat sekarang saja.biar nanti balik ke kota juga tidak terlalu malam, aku juga ingin mengunjungi pabrik sebentar mas, mas kan juga harus mengoreksi kinerja kantor sini."


"iya sayang, mas panggil anak-anak dulu, mas juga akan ajak Robi dan santi mungkin mereka juga mau ikut." jawab Galang.


"ikut kemana Lang," tiba-tiba Robi keluar dari kamar.


"kami mau mengunjungi anak-anak dipanti kamu dan Santi mau ikut gak,?" ajak Galang.


"iya boleh, aku tanya santi dulu, apa dia juga belum keluar dari kamarnya." jawab Robi.


"sepertinya tadi dia ditaman depan rumah membantu Rima menyiram tanaman." jawab Hanum.


"ya sudah gak usah dipanggil kita sekalian berangkat saja, anak-anak tadi juga lagi main diluar," ucap Galang.


"kami berangkat ya ma, kami nanti sarapan bareng dengan anak-anak dipanti ma," pamit Hanum.


"iya nak, titip salam ke Bu Hilda dan suaminya ya," jawab Bu win.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2