Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Semua terungkap


__ADS_3

"kau perempuan kampung, ada apa kau kemari haaaaa?" ucap Yasmin yang sudah mabuk berat.


"aku ingin melihatmu hancur, seperti kau dan papamu yang sudah menghancurkan kebahagiaan keluargaku," jawab Hanum.


"haaaa apa, menghancurkan keluargamu, keluargamu yang mana haaa,?" Yasmin mendekati Hanum dengan gontai.


"kau ingat laki-laki yang tertabrak karena menyelamatkan aku dulu, dia adalah ayah kandungku," ucap Hanum sambil mencengkeram lengan Yasmin.


"haaaa haaaa kau menyakitiku wanita kampung," Yasmin mencoba menarik lengannya.


"aku tidak akan melepaskanmu wanita ular, kau akan aku kirim ke penjara agar kau dan papamu membusuk dipenjara," Hanum makin mencengkeram tangan yasmin.


"aaauu Galang lihatlah, wanita kampung ini menyakitiku." Yasmin mencoba meminta tolong Galang.


Galang hanya tersenyum sinis melihat Yasmin.


"kau, kau bersekongkol ya dengan wanita kampung ini, Galang kau, kau menjebakku," Yasmin terus meracau.


"sekarang katakan kepadaku, siapa orang yang sudah menyuruh membunuh ayahku,?" Hanum bertanya dengan emosi.


"kau, kau tidak akan tau, papaku yang sudah membunuh laki-laki itu haaa haaaa haaaa" Yasmin mengucapkan semua karena tak sadar.


"sekarang kau ikut aku, kau harus berlutut mohon ampun pada wanita yang sudah membesarkanmu wanita ular." ucap Hanum sambil menarik lengan Yasmin.


"mau kau bawa kemana yasmin sayang, ini tidak ada direncana kita yank." Galang mencoba menahan istrinya yang terbakar emosi.


"dia harus memohon ampun pada mama Ndari mas, ikat dia dan bawa dia kedalam mobil." Hanum sungguh sangat emosi.


"tapi sayang," Galang masih ragu.


"apa mas, kalo kau tidak mau, biar aku yang mengikatnya." bentak Hanum.


"iya sayang, sebentar aku cari tali dulu," jawab Galang.


Setelah mendapatkan tali, Galang mengikat tubuh Yasmin dan membungkam mulut Yasmin dengan lakban


"Saskia panggilkan David." Hanum menghampiri meja Saskia.


"iya buk," jawab Saskia.


Saskia pun pergi memanggil David, tak butuh waktu lama David sudah masuk ke ruangan Galang.


"ada apa bos,?" tanya David.


"bantu aku membawa Yasmin ke mobil," jawab Galang.


Galang dan David pun membawa Yasmin ke tempat dimana galang memarkirkan mobilnya.


"kau yang memegangi yasmin vid, biar aku yang mengemudikan mobilnya." ucap galang.


Yasmin terus merontah, meski kondisinya lemah karena sedang mabuk berat.


Hanum duduk di kursi depan samping Galang yang sedang mengemudikan mobil, sedang David memegangi Yasmin yang juga duduk dikursi belakang.


Galang memacu kendaraannya menuju rumahnya, sesampainya dirumah, Galang yang tidak sadar jika rumahnya telah diawasi oleh mata-mata Elang permana, meminta David menurunkan Yasmin dan menarik Yasmin masuk kedalam rumahnya.


"bawah dia masuk ke rumah belakang vid." perintah Galang.


David menarik tubuh Yasmin ke rumah belakang diikuti Hanum dan Galang dibelakangnya.

__ADS_1


sementara mata-mata Elang, yang melihat kejadian itu dari tempatnya mengintai segera melaporkan apa yang dia lihat ke Elang Permana.


Elang Permana yang mendengarkan laporan itu pun marah besar dan mengumpulkan semua orang-orangnya untuk menyerang kediaman Hanum dan Galang.


sementara dirumah belakang.Yasmin ditarik oleh Hanum untuk dipertemukan dengan Bu Sundari.


"kau ingat kan siapa dia,haa,?" tanya Hanum pada Yasmin.


Yasmin hanya mengangguk karena Yasmin tidak bisa menjawab sebab.mulutnya masih tertutup lakban.


"ada apa ini nak," tanya mama Ndari.


"anak angkat mama ini, harus meminta maaf kepada mama sebelum dia masuk ke penjara ma," jawab Hanum sambil menarik lakban yang menutupi mulut Yasmin.


"dia, dia tidak pantas mendapatkan maaf dari mama num, bawa saja dia langsung ke kantor polisi," jawab mama Ndari yang sudah membenci anak angkatnya tersebut.


"haaaaa kalian orang-orang bodoh. kalian tidak akan bisa memasukkan aku ke penjara. haaaa haaaa wanita tua ini tidak punya bukti atas semua kejahatan ku dan juga papa, haaa haaa," Yasmin berbicara masih dalam pengaruh alkohol.


"kau yang akan jadi bukti buat kami wanita ular," ucap Hanum sambil menarik dagu Yasmin.


"apa, apa yang akan kau lakukan. haaa haaa" ucap Yasmin sambil tertawa keras.


"katakan padaku, bukankah papamu juga yang sudah membunuh kakek dan nenekku."ucap Hanum sambil mendorong tubuh Yasmin hingga membentur tembok.


"siapa kakek dan nenekmu haa,"ucap Yasmin kemudian Yasmin pun lunglai tak sadarkan diri.


" dia pingsan sayang, lebih baik kita tunggu dia sampai sadar." ucap Galang.


"iya mas, dan kamu vid tolong kamu perketat keamanan rumah ini, aku yakin Elang akan mencari Yasmin kemari, soalnya yasmin tadi pergi karena ajakan mas galang." Hanum sangat waspada.


karena tak sabar, Hanum pun mengambil air dan diguyurnya tubuh Yasmin hingga membuat Yasmin tersadar.


"haaa haaa akhirnya kau sadar juga nona Yasmin yang terhormat." ucap Hanum.


"ahhh kepalaku pusing sekali, kenapa aku bisa disini, ini dimana,?" Yasmin mencoba mengingat-ingat.


"ini dirumahku wanita ular," Hanum langsung mengangkat dagu Yasmin.


"kau, apa yang kau lakukan padaku," tanya Yasmin.


"aku ingin menyekapmu, seperti dulu kau mengurung mama Ndari bertahun-tahun dirumah belakang kediaman kakek dan nenekku," jawab Hanum.


"apa, apa aku tidak salah dengar,?" Yasmin berusaha meyakinkan dirinya.


"Yasmin," ucap Bu Ndari.


"mama, benarkah dia,?" Yasmin takut meneruskan ucapannya.


"iya, dia keponakan mama, dia anak dari adik kandung mama," ucap Bu Ndari.


"jadi kalian menjebakku." yasmin baru sadar.


"kau dan papamu akan segera membayar atas segala kejahatan yang kalian lakukan," Hanum terus mengancam Yasmin.


"tapi aku tidak bersalah num, ini semua ide papaku?" yasmin mencoba menghindar.


"kau dan papamu yang merencanakan membunuhku tapi naas, ayahku yang harus meninggal karena menolongku. dan papamu jugakan yang sudah membunuh kakek dan nenekku,? ayo mengakulah, mengakulah yasmin." ucap Hanum sambil menarik rambut Yasmin.


"Tahan emosimu sayang," ucap Bu win pada anaknya.

__ADS_1


"tidak ma, dia harus mengakui semua kejahatannya dan papanya, atau aku yang akan menghukumnya dengan tanganku sendiri." Hanum terus menjambak rambut Yasmin.


"ampun num ampun. kalo meninggalnya kakek dan nenekmu, aku hanya sekedar mendengar cerita papa, iya, iya memang papa yang membunuh mereka," ucap Yasmin karena sudah merasa sangat terpojok akhirnya mengakui semuanya.


sementara didalam Hanum menginterogasi Yasmin. didepan rumah Hanum Elang dan anak buahnya menyerang penjaga rumah Hanum. karena penjaga rumah Hanum kalah banyak dengan anak buah Elang. Elang pun berhasil menerobos masuk ke rumah Hanum.


"hai Galang keluarlah, kau apakan anakku ha, jika berani hadapi aku b*jing*n, kau bener-bener breng*ek." teriak Elang di tengah-tengah kediaman Hanum.


Anak buah Galang yang berhasil lari ke rumah belakang pun memberi tahu Galang tentang kejadian dirumah depan.


"vid, cepat telpon polisi. dan kau Yasmin kau sementara aku kurung kau digudang belakang." Galang menarik tubuh Yasmin dan mengurungnya digudang.


mereka semua pun bergegas lari ke rumah depan dan menutup pintu penghubung ke dua rumah.


"apa yang pak Elang lakukan disini,?" tanya Galang dengan bersikap tenang.


"mana Yasmin, kau apakan Yasmin ha,?" Elang balik bertanya.


"putrimu tidak bersamaku tuan, kau salah masuk rumah orang tanpa permisi dan membuat kegaduan seperti ini." jawab Galang.


"kau jangan berbohong kepadaku, sekali lagi katakan padaku dimana putriku." Elang kembali berteriak.


"haaa haaa ternyata anak dan papanya sama-sama orang yang tak tau malu," Hanum sudah tidak bisa menahan emosinya.


"apa maksudmu ha," Elang menarik tangan Hanum dan menodongkan pistol ke kepala Hanum.


"lepas kan istri ku Elang Permana," kali ini Galang yang berteriak.


"katakan dimana kalian menyembunyikan Yasmin ha, motif apa kalian melakukan semua ini," tanya Elang.


"Hanum adalah keponakanku," tiba-tiba Bu Ndari menerobos masuk.


"ma, kenapa mama kemari," teriak Hanum.


"ini sudah saatnya nak, mama dulu begitu bodoh percaya dengan laki-laki ini.lepaskan keponakanku mas," ucap Bu Ndari.


"jadi dia anak dari winda?" tanya Elang.


"ya dia adalah anakku," Bu win juga ikut keluar.


"ma, mama kenapa juga kesini. Tara mana ma," tanya Galang.


"Tara ada ditempat yang aman nak, mama kesini karena mama ingin ikut menghukum dia." tunjuk Bu win pada Elang.


"win, semua ini tidak akan terjadi jika kau dulu mau menerima cintaku, lihatlah wajah cantikmu itu masih bisa membuat hatiku bergetar, tapi itu semua sudah tidak ada gunanya bagiku. jika dulu kau tidak mau melayaniku, kini anakmu yang cantik ini yang akan melayaniku." Elang mengelus pipi Hanum dengan ujung pistol.


"jangan berani kau menyentuh istriku Elang Permana." ucap Galang sambil mendorong tubuh Elang.


Galang mencoba merebut pistol yang ada ditangan Elang.


akhirnya Galang dan elang saling berebut pistol dan kemudian


doooooorrrrr.


semua yang ada diruangan itu terbelalak kaget mendengar bunyi tembakan.


bersambung.


dah Dig dug ya, 😱😱😱

__ADS_1


author juga, siapa ya yang kira-kira tertembak.


__ADS_2