Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Keluarga kandung devan


__ADS_3

Hanum merasa sangat senang bisa memiliki ruang kerja yang begitu nyaman.


kau memang laki-laki yang perhatian mas.batin Hanum


Hanum menikmati pemandangan luar dari balkon di ruang kerjanya.



Hanum memulai mempelajari segala macam tentang dunia fashion. karena memang Hanum adalah sosok wanita yang cerdas semua dapat Hanum pelajari dengan mudah.


Hari sudah berganti sore, Hanum harus kembali pulang untuk mengurus pekerjaan rumahnya. ya meski sibuk Hanum tetap berprinsip bahwa keluarga adalah prioritas pertama.


Hanum sengaja memesan taxi online dan mengirimi pesan Galang agar tidak usah menjemputnya. Hanum ingin segera sampai dirumah dan menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Sesampai dirumah Hanum juga ternyata sudah ditunggu oleh Susanti.


"waa ada tamu, sudah lama Santi." sapa Hanum.


"lumayan lah, aku pikir kamu tadi dirumah mangkanya aku langsung menuju kesini. tapi ternyata sekarang kamu juga sibuk bekeja toh?" tanya Santi.


"terbiasa bekerja membuatku bosan berada terus dirumah San," jawab Hanum.


"num, aku ingin menanyakan masalah Devan. jangan memintaku untuk menunggu lagi num, aku harap kamu juga mengerti posisiku," ucap Santi.


"aku juga sudah memikirkan hal itu Santi, baiklah kita tunggu mas Galang datang, dia yang lebih bisa memutuskan." jawab Hanum.


"makasi ya num,bagaimana pun Devan berhak mengetahui keluarga kandungnya iya kan.? oh iya tadi aku sempat main sama Tara sebentar, anakmu makin mengemaskan saja, pipinya gembul ingin sekali rasanya aku cubit dia." tutur Santi.


"ASI nya kuat sekali dia San, terkadang aku harus makan sampai 5 kali sehari, agar produksi ASI ku bisa mencukupi." jelas Hanum


"waa benarkah,?" Santi seperti tidak percaya.


"iya benar, saat hendak pergi saja, aku harus stok ASI sampai beberapa botol susu. belum juga tambahan susu formulanya." jelas Hanum.


"pantas belum genap 2 bulan sudah sebesar itu." jawab Santi.


Ditengah asik ngobrol, Hanum mendengar mobil masuk di area garasi mobil rumahnya.


"sepertinya mas Galang sudah pulang Santi.aku kedepan sebentar ya." ucap Hanum.


"iya silahkan," jawab Santi.


Hanum pun pergi ke teras rumahnya, untuk menyambut kedatangan suaminya.


"assalamu'alaikum," ucap Galang.


"waalaikum salam," jawab Hanum sambil mencium tangan suaminya kemudian Hanum membawakan tas kerja suaminya.


"ada tamu kah yank," tanya Galang.


"iya ada Santi mas, dia ingin membahas masalah Devan. tapi kita masuk dulu saja ya, kita bahas saja didalam." jawab Hanum


Galang dan Hanum pun segera masuk dan menemui susanti.

__ADS_1


"hai Santi, menunggu lama ya," sapa Galang.


"gak apa Lang, sekalian aku bisa main dan ngobrol dengan Hanum, kan kami juga sudah lama tidak bertemu." jawab Santi.


"kau kesini ingin bahas masalah Devan kan san,?" tanya Galang.


"iya Lang, aku harap kamu jangan menyuruh aku untuk menunggu lagi ya," pinta Santi.


Galang pun sudah sadar jika memang dirinya juga harus merelakan Devan diambil oleh keluarga kandungnya. tapi Galang terus berfikir bagaimana caranya dia bisa memberitahu mama mertuanya.



"Baiklah Santi kau bisa kemari hari Minggu, biar Devan kesini pas libur sekolahnya, kita bisa bahas langsung masalah ini dengan Devan." jelas galang.


"terima kasih ya Lang, sebenarnya ini memang tidak adil bagimu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa Lang," sesal Santi.


"tidak apa-apa San, lagian nanti kita masih bisa menemui Devan kan,?" jawab Galang.


"iya Lang, aku akan meminta keluarga mas Rendra agar tidak membatasi kalian berdua jika ingin menemui Devan." tutur Santi.


"oh iya San, kita makan malam bareng ya disini, sudah lama loh kita tidak makan malam bareng, kau hubungi saja mas Robi ajak sekalian makan malam bareng disini." sahut hanum.


"tapi apa tidak merepotkan mu num,?" tanya Santi.


"kayak sama siapa kamu ini ngomong San, pakai acara merepotkan segala." jawab Hanum.


"ya sudah aku hubungi mas Robi dulu, ya," ucap Santi.


"ya sudah kami tinggal masuk sebentar ya, kami ingin menemui Tara," pamit hanum dan Galang.


Hanum terlebih dulu membersihkan darinya. setelah selesai mandi, Hanum bergegas mempersiapkan diri untuk menunaikan sholat ashar. Hanum juga menunggu suaminya untuk sholat berjamaah.


mereka selalu menyempatkan diri sholat berjamaah jika memang posisi keduanya berada dirumah.


Setelah selesai sholat, Hanum dan galang baru menemui anaknya.


"gantengnya anak mama," Hanum menciumi pipi anaknya,


"iyalah, kan papanya juga ganteng ya Tara," ucap Galang.


"heemm papanya sih, memang pe'de nya kebangetan." ejek Hanum.


"tapi kenyataan kan, kalo mas gak ganteng mana mungkin mamanya Tara mau sama aku," bela Galang.


"itu sih karena terpaksa,"


"yank, apa benar hubungan kita karena keterpaksaan,?" Galang merasa sedikit terganggu dengan jawaban istrinya.


"bercanda mas, tapi jujur awalnya kan memang karena keterpaksaan, tapi berlanjut saling mencintai." jelas Hanum.


"tapi benar kamu mencintai mas kan sayang," tanya Galang lagi.


"iya suamiku sayang, sudah ah, gak malu apa ada bik Narsih,?" tegur Hanum.

__ADS_1


"tidak apa-apa nyonya, bibik malah senang lihat kalian selalu romantis." sahut bik Narsih.


"oh iya bik, minta tolong bantu bik Surti masak dulu ya, nanti ada teman saya yang akan makan malam disini, biar Tara sama aku dulu," ucap Hanum.


"iya nyonya," jawab bik Narsih.


bik Narsih bergegas menuju dapur dan membantu bik Surti memasak.


Sedang Hanum dan Galang kembali menemui Santi yang sedang menunggu mereka diruang tamu.


"maaf ya Santi, aku tadi sekalian sholat ashar mangkanya lama," ucap hanum


"tidak apa num, hai ponakan Tante, ayo ikut Tante sayang," Santi mengambil Tara dari pangkuan Hanum.


"setelah urusan Devan selesai kau juga segeralah resmikan hubunganmu dengan mas Robi San, apa kau tidak ingin segera menyusul ku memiliki momongan." ucap Hanum.


"tapi dokter bilang aku susah memiliki keturunan num," jawab Santi.


"susah bukan berarti tidak bisa kan San,?" tutur Hanum.


"iya sih num, tapi aku juga sudah mengikuti berbagai terapi dan kamu juga bisa tau sendiri bagaimana hasilnya. bahkan mas Rendra memilih memiliki anak dengan wanita lain." jelas Santi.


"sabar, berusaha dan berdoa saja San, aku yakin Alloh pasti akan memberi yang terbaik untuk kita." tutur Hanum.


Sedang Galang yang sedari diteras rumahnya melihat mobil Robi masuk dari pintu gerbang rumahnya.


"hai rob, aku sengaja menunggumu datang," sapa Galang saat Robi keluar dari mobilnya.


"iya kah, ada apa memangnya.?" tanya Robi.


"tidak ada, hanya tidak enak saja didalam kumpul sama istri-istri lagi gibah," canda Galang.


"kau ini Lang, bisa saja," jawab Robi.


"ya sudah ayo kita masuk," ajak galang.


Galang juga Robi menuju ruang tamu untuk menemui Hanum dan Santi.


"waa, waa ponakan om ikut siapa ini.?" Robi menghampiri Santi yang sedang mengendong Tara.


"langsung dari kantor apa dari rumah mas,?" tanya Santi pada Robi.


"dari kantor tadi langsung kesini. gak sabar ingin segera bertemu dengan pujaan hatiku soalnya." goda Robi.


"cie cie yang punya pujaan hati." ejek Hanum.


"iya dong," jawab Robi.


akhirnya mereka ber empat pun saling berbincang-bincang tentang banyak hal sambil bersenda gurau dengan Tara.


bersambung.


pinjam foto nya ya mbak ulva Riani, foto mbak cocok buat visual Hanum menurutku,πŸ™πŸ™πŸ™ ..

__ADS_1


atau readers bisa mengimajinasikan sendiri siapa yang cocok buat visual Hanum maupun Galang.


__ADS_2