
Hanum, Galang dan Bu win masih duduk2 diruang tamu saat Joko datang bertamu.
"assalamu'alaikum " Joko mengucap salam.
"waalaikum salam." sahut mereka bertiga.
"eeh loe jok, ayo masuk, bagaimana loe tau kalo kita sudah balik.?" tanya Hanum.
"iya tadi gue gak sengaja lihat mobil loe, jadi gue coba kemari memastikan kalo kalian sudah datang apa belum....dan kamu bro gimana keadaanmu, maaf ya aku belum sempat menjengukmu, bos kita bener2 ngasi kerjaan setumpuk, kamu enak bro sakit di layani perawat spesial.laa gue, botak2 deh kepala ngurus kerjaan." canda Joko.
"aku sudah baikkan kok, ya seperti yang kamu lihat jok,bener banget kamu jok beruntung banget aku punya perawat khusus dan spesial ha ha ha ha" Galang balik menggoda Joko tapi malah Hanum yang sewot.
"loe gak ikhlas jok membantu gue,?. dan kamu mas, gara2 jadi perawat khususmu semua jadi runyam kayak gini," celetuk Hanum.
"maksudnya runyam,?" Joko penasaran.
"Hanum dan Galang sudah menika nak Joko" kini giliran Bu win yang angkat bicara.
"haaa kok bisa, jangan bercanda kalian," Joko sedikit gemetar dan belum bisa percaya wanita yang dinanti2kan kini sudah kembali menjadi milik orang untuk ke dua kali.
"ceritanya panjang jok," Hanum bersuara.
"iya coba jelaskan, kalian pasti bercanda kan,?" Joko masih juga belum bisa percaya.
akhirnya Hanum menceritakan semua apa yang terjadi, sedang Joko yang mendengarkan merasa langit runtuh menimpanya. tubuh Joko gemetar dia tidak bisa menerima kenyataan.
"kamu Lang, apa kamu tidak bisa mendidik istrimu sendiri ha, bisa2nya kau biarkan istrimu menjebak Hanum seperti ini, apa motif kalian harta, kekayaan kamu bener2 laki2 br*ngs*k." Joko terpancing emosi.
"jok loe salah, mas Galang juga tidak mengetahui rencana busuk istrinya, sebenarnya ini adalah aib seseorang yang tak ada hak aku membongkarnya, tapi aku rasa ini juga ada kaitannya dengan masalah ini.." Hanum ingin mengungkapkan sebuah rahasia.
"maksud adik aib, aib siapa,?" kini giliran Galang yang penasaran.
"mas ingat waktu kita ke kota xx,"
"iya,, ada kejadian apa memang disana.?"
"kalian dengarkan dulu aku bicara...dikota xx kemaren kita kan bertemu mas Robi. tanpa sepengetahuan mas, mas Robi mengajakku ngobrol. sebenarnya mas pasti heran bagaimana aku bisa menawarkan agar mas mau bergabung di perusahaan mas Robi .waktu itu kami tidak sengaja membicarakan mbak Yanti mas, mas Robi bilang dulu sebelum mbak Yanti kenal sama aku, mbak Yanti sering sekali menggoda mas robi. tapi setelah mbak Yanti mengenalku dan tau siapa mas Robi dalam hidupku, mbak Yanti sudah gak lagi menggoda mas Robi . tapi maaf ini mas maaf."Hanum menggantung pembicaraannya.
"iya dik lanjutkan"
" mas Robi perna melihat mbak Yanti jalan bareng dengan rekan bisnis mas Robi yang bernama Narendra , ya ini masih dugaan ku ya, jika memang yang dibicarakan mas Robi benar, mungkin motif mbak Yanti adalah disamping harta juga hanya ingin menutupi perselingkuhannya didepan kamu mas,"
"benar2 kurang ajar Yanti, jika bener itu terjadi aku akan menceraikannya,"
"mas jangan gegabah,"
"iya nak Galang jangan buruk sangka dulu, barang kali nak Robi hanya salah lihat," Bu win menimpali
"tapi Narendra adalah mantan Yanti. aku rasa pak Robi bisa bicara seperti itu karena memang dia tau kebenarannya ma, lagian apa untung pak Robi menfitnah Yanti?"
"ya itulah mas kenapa kemaren aku menyuru mas balik ke kota, Agar mas bisa menyelamatkan rumah tangga mas, tapi malah ujung2nya berbalik seperti ini, tapi sebaiknya kita tetep seperti tujuan awal, kita ikuti saja permainan mbak Yanti, jika memang dia bisa diarahkan ke yang lebih baik apa salahnya, tapi jika memang tidak bisa, apa boleh buat , disini aku juga jadi korban maaf jika aku akan bertindak agak kejam kepadanya."
__ADS_1
"memang apa yang akan loe lakukan num,?" sahut Joko.
"sementara ini kita tinggal disini dulu mas, aku akan menuruti mbak Yanti membuka butik untuknya, tapi masih tetap kepemilikan atas namaku, kita tunggu berapa lama dia asik dengan kesibukannya dan tak menghiraukanmu, karena jika memang dia masih mencintaimu dia pasti akan datang kesini mencarimu, mana lah ada istri yang mau berjauhan dengan suami itu logikanya. aku juga akan menyewa seseorang untuk mengawasi gerak geriknya, ya dengan begini kita bisa tau apa saja yang dilakukan mbak Yanti dibelakang kita, yang jadi pokok permasalahannya bukan kita saja yang jadi korban, tapi Devan dan Devi, aku gak tega sama mereka mas. apa sebaiknya kita yang merawat mereka, entah bagaimana kita membujuk mbak Yanti supaya mengizinkan anak2nya tinggal bersama kita."
"aku setuju dengan ide mu dik, aku juga laki2 normal, mana mungkin aku bisa terima istriku berselingkuh dibelakang ku, jika nanti semua terbukti, aku juga akan menceraikannya. aku bener2 gak habis pikir dengan kelakuannya. pantas saja dia jarang sekali mau melayani aku waktu aku berkunjung pulang. ternyata begitu kelakuannya."
"ya sudah untuk hal itu kalian berdua saja yang membahas nya nanti. sekarang kita kan belum makan , ayo num kita siapkan makan malam. nak Joko makan disini ya,?" Bu win mengalihkan pembicaraan yang mulai memanas.
"iya tante"
Bu win dan Hanum pun berlalu ke dapur. kini tinggallah Joko dan Galang. Joko sebenarnya tidak terima dengan semua hal yang terjadi, tapi dia sudah tidak bisa berbuat apa2, dia lebih memilih menyerah mengejar cinta Hanum.
"bagaimana pun selamat bro atas pernikahan kalian. tolong jaga Hanum, jangan biarkan dia menderita lagi." Joko berusaha ikhlas.
"sudah pasti itu bro, bagaimana pun dia sekarang adalah istriku, walau aku tau dia belum mencintaiku tapi aku akan berusaha mendapatkan cintanya dan akan selalu menjaganya."
Galang dan Joko berbincang2 sembari menunggu makan malam siap. dan setelah hampir satu jam hanum pun memanggil kedua laki2 tersebut.
"mas Galang dan loe jok ayo kita makan."
ajak hanum.
"baiklah, ayo bro" jawab galang.
akhirnya mereka pun menikmati makan malam sambil bercengkrama. dan setelah selesai makan Joko pun berencana pamit pulang.
"Joko sudah selesai Tante , Joko pamit pulang dulu," pamit Joko.
"begini nak kan besok rencana Tante mau mangadakan tasyakuran untuk pernikahan hanum, bisakah nak Joko membuatkan undangan untuk warga sekitar sini dan menyebarkan undangan tersebut.?"
"iya Tante bisa. ya sudah saya pamit dulu, dan loe bro ingat kondisi kaki jangan main kasar ha ha ha," Joko bercanda menutupi kecemburuannya.
"bisa saja kau ini jok," balas Galang.
akhirnya Joko pun balik pulang.
"mama juga mau masuk ke kamar mau hubungi pihak catering untuk memesan makanan buat besok, mama juga sangat capek mau langsung istirahat, oh iya untuk sementara kalian tidurnya dikamar tamu saja , soalnya jika harus naik turun tangga kan gak mungkin untuk nak Galang , jadi kamu saja yang mengalah tidur dikamar tamu ya num."
"memang harus tidur sekamar ya ma,?" hal yang ditakutkan Hanum pun diutarakan mamanya.
"ingat num nak Galang sudah jadi suamimu, jangan jadi istri yang durhaka."
"iya2 ma,"
"ya sudah mama masuk dulu."
kini tinggal Galang dan Hanum, ini baru pertama kali mereka akan berbagi tempat tidur.
tanpa berkata apapun Hanum langsung mendorong kursi roda Galang. Galang pun memiliki ide jahil untuk menggoda istrinya tersebut.
"mau diajak kemana mas dik," pura2 galang bertanya .
__ADS_1
"memang mas gak dengar mama ngomong apa.?"
"ya dengar,"
"terus kenapa masih tanya,
"kirain kamu sudah tidak sabar ingin melakukan malam pertama, mas kan kaget kamu main dorong saja."
"memang bisa melakukan, jangan sok2,an deh mas."
"ya bisa asal kamu yang memimpin, lagian yang lumpuh kan kakiku bukan senjataku dik, melihat istri cantik kayak kamu mana bisa senjataku diam dik," Galang terus menggoda Hanum.
"kamu ini mas, sekarang sudah berani mesum ya, memang sudah berapa lama kamu tidak dilayani istri pertamamu itu." jawab Hanum sewot,
"sudah lama dik, ayo kita lakukan ya,"
"ohh tidak bisa , sembuhkan dulu itu kaki,"
"ah kamu dik tega banget"
"jangan ngelunjak ya, awas saja berfikir macem2, sudah sini aku bantu mandi,"
Hanum pun menyiapkan air hangat dan membantu Galang masuk ke kamar mandi, Galang dibantu duduk dikloset dan diambilkannya gagang shower dan peralatan mandi lainnya.
"nanti kalo sudah panggil aku ya mas," Hanum pun berlalu keluar.
15 menit berlalu pun galang memanggil Hanum.
"dikk mas sudah selesai" panggil Galang.
"iya mas sebentar,"
ceklek handdle pintu terbuka dan..
"aaaaaaaawwwww kenapa itu gak kamu tutup," Hanum teriak karena melihat pusaka galang berdiri dengan gagahnya tak ditutupi apapun.
"maaf bajuku tadi terlanjur aku lempar kesana itu, dan kamu juga gak ambilkan handuk mas sih, lagian ini kan milikmu juga dik sekarang kenapa teriak2 sih." Galang terus saja menggoda Hanum.
akhirnya Hanum pun mengambilkan Galang handuk dan baju ganti buat Galang,
"dik mas pakai handuk saja, kalo ganti baju disini nanti pakaian mas basah semua."
"ya sudah sini ayo aku bantu ke sofa sana, mas bisakan ganti baju sendiri kalo sambil duduk disofa,?"
"iya dik bisa,"
akhirnya Hanum pun membantu suaminya kembali kekursi roda dan didorong keluar dari kamar mandi, kemudian membantu Galang untuk duduk disofa, tapi saat mau duduk disofa handuk Galang pun tersangkut dikursi roda dan Hanum pun kembali berteriak
"aaaaaaaawwww itu mas"
bersambung ya, itu itunya bikin itu mas Galang ,ha ha ha ha.πππ
__ADS_1