
"apa yang mesti kita lakukan jika memang Winda ada hubungan dengan Galang dan hanum,?" ucap Elang.
"kita bahas dirumah saja pa, sekarang papa fokus mengemudi saja pa," tegur Yasmin.
kembali ke rumah Hanum..
"ma, Elang Permana sudah pergi ma," ucap Galang sambil mengetuk pintu kamar Bu win.
Bu win pun membuka pintu dan menengok sekelilingnya.
"siapa yang diruang tamu itu,?" tanya Bu win.
"Joko dan wati ma, sudahlah ma mana mungkin aku bohongin mama sih, mama keluar saja gak usah panik lagi." jawab Galang.
"bagaimana mama gak panik, kamu bilang ke mama juga mendadak sekali. untung masih sempat sembunyi." ucap Bu win sambil membuka pintu kamarnya lebar-lebar.
Galang pun kembali ke ruang tamu.
sedang Bu win di kamar
"kak, apa kakak mau ikut keluar,?" tanya Bu win ke pada kakaknya.
"memang tadi ada siapa kok sampai kamu mengajakku sembunyi win.?" Bu Ndari menjawab pertanyaan Bu win dengan pertanyaan.
"tadi itu Elang sama Yasmin kak," jawab Bu win.
"apa, cepat kau tutup pintunya, mereka itu jahat, sangat jahat win." Bu Ndari kembali ketakutan saat mendengar nama Elang dan Yasmin.
"kak, bukannya kakak sudah berjanji gak akan takut lagi demi cucu kita, lagian kakak pasti aman kok bersama kami." Bu win menenangkan kakaknya.
"cucu, cucu kita, iya win bantu aku menjadi kuat demi cucu kita." ucap Bu ndari.
"begitu dong kak, aku yakin kakak pasti kembali seperti dulu." Bu win merasa senang dengan perubahan drastis kakaknya.
"iya iya," Bu Ndari menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"ayo kak aku kenalkan dengan temannya Hanum. dia juga sangat baik kak." ajak Bu win.
"siapa?" tanya Bu Ndari.
"ayo pokoknya ikut, kakak jangan takut ya," bujuk Bu win.
Bu Ndari mengangguk dan memegangi tangan Bu win.
"oh iya mbak Narsih, bisa tidak mbak Narsih membantu bik Surti menyiapkan makan malam untuk kita semua.?" tanya Bu win.
"pasti bisa non." jawab bik Narsih.
"mbak Narsih jangan lagi memanggil kami non lagi, kita ini sudah nenek-nenek loo mbak." ucap Bu win.
__ADS_1
"baiklah, aku akan panggil nyonya saja bagaimana.?" jawab bik narsih
"nyonya menir ha haaa haaaa" Bu win tertawa dan sedikit merasa aneh jika mbak Narsih yang memanggil dirinya dengan sebutan nyonya.
"lah enaknya bagaimana.?" tanya mbak Narsih lagi.
"terserah mbak lah," jawab Bu win sambil berlalu keluar kamar menuju ruang tamu dengan Bu Ndari.
"Joko dan Wati, kalian sudah datang ternyata." sapa Bu win.
"iya Tante."jawab Joko.
"kenalkan ini kakak kandung Tante, namanya Sundari ,kalian bisa panggil Tante Ndari." Bu win mengenalkan kakaknya ke Joko dan Wati.
"saya Joko Tante, dan ini Wati istri saya." ucap Joko sambil mengulurkan tangan. tapi Bu Ndari tak menyambut jabatan tangan joko. Bu Ndari terlebih dulu menatap adiknya,
Bu win pun mengangguk dan Bu Ndari akhirnya mau berjabatan tangan dengan Joko.
"mari duduk bersama kami Tante" ucap Joko.
"semua sudah berkumpul tinggal menunggu mas Robi , bisa tidak mas kamu hubungi mas Robi minta dia datang kemari." Hanum memulai pembicaraan.
"memang kita mau bahas apa nak,?" tanya Bu win.
"ma, mama tadi kan tau kalo Elang Permana datang kemari. aku gak mau ma, membiarkan dia lama-lama berkeliaran bebas dan mengganggu ketenangan kita. kita harus segera bertindak ma," tutur Hanum.
"itulah ma, aku juga akan menunggu sampai aku pulih baru aku akan bertindak. tapi untuk sementara aku rasa sebaiknya mama dan Tante juga bik narsih, jangan tinggal dirumah ini dulu. aku takut sewaktu-waktu Elang Permana datang lagi kemari seperti tadi ma," tutur Hanum.
"baiklah, mama akan membawa tantemu pulang kampung dulu." jawab Bu win.
"sebaiknya mama juga jangan balik ke kampung dulu. kita beli rumah disekitar sini untuk tempat tinggal mama dan mama Ndari. dengan begitu kami juga bisa mengawasi dan melindungi mama dan mama Ndari setiap saat." jelas Hanum.
"mama ikut rencanamu saja sayang." jawab Bu win.
"bagaimana setuju kan mas kamu,?" tanya Hanum ke Galang.
"ya aku setuju sayang,"jawab Galang.
"oh iya Robi sebentar lagi datang, dia baru balas pesanku." lanjut Galang.
"baiklah mas, perintahkan David sekarang juga mencari rumah untuk mama dan mama Ndari. lebih cepat mama pindah akan jauh lebih baik karena demi menjamin keselamatan mama dan mama Ndari." tutur Hanum .
"baiklah mas telpon David dulu." Galang pun menghubungi David agar mencari rumah untuk Bu win dan Bu Ndari tinggal.
setelah beberapa saat Robi pun datang.
"sore semua."sapa Robi.
"hai rob, ayo sini, kita sudah menunggu mu," jawab Galang.
__ADS_1
"loo num, kamu sudah lahiran.?" tanya Robi.
"iya mas kemaren malam." jawab Hanum.
"waa selamat ya, cewek apa cowok anak kalian?"tanya Robi lagi.
"cowok mas, dan mas Galang memberi dia nama Ananda Aditya Bagastara pramono," jawab Hanum.
"apa,? kenapa kau sematkan nama-nama mendiang anak-anak kita,?" tanya Robi.
"kenapa rob, apa kamu keberatan.?" tanya Galang.
"tentu saja tidak, aku hanya tidak menyangka saja. ternyata kamu begitu perduli Lang dengan anak-anakku." jawab Robi.
"meskipun mereka sudah meninggal tapi mereka tetap anak-anak istriku yang berarti juga anak-anakkukan" jelas galang.
"oh iya tadi kamu memintaku buru-buru datang kemari ada apa.?" tanya Robi.
"kenalkan dirimu dulu kepada wanita disamping mama Winda itu", pinta Galang.
"saya Robi herdiansyah Tante," ucap Robi.
"jadi kamu laki-laki yang dicintai Yasmin.?" tanya Bu Ndari.
"maksud Tante.?" Robi balik bertanya.
"aku Ndari, orang tua angkat Yasmin." jawab Bu Ndari.
"duduklah mas Robi aku akan jelaskan semua kenapa aku memintamu datang kemari." ucap Hanum.
semua pun duduk tenang menunggu Hanum menjelaskan rencananya.
sebelumnya Hanum menceritakan semua hal yang belum diketahui oleh Robi terlebih dahulu agar Robi tau dan faham rencana apa yang akan mereka ambil selanjutnya.
"jadi Tante Ndari adalah kakak dari mama Winda. dan selama ini Tante Ndari dikurung oleh suaminya sendiri Elang Permana.?" Robi memperjelas.
"iya mas, mas aku berharap Elang Permana mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya." tutur Hanum.
"bikin jatuh perusahaan Elang Permana ,aku yakin kamu bisa. sesudah itu, kita jebak mereka agar mereka mengakui kejahatannya." jelas Hanum.
"untuk menjatuhkan perusahaan Elang mudah saja bagiku, tapi kalo untuk menjebak dia agar mau mengakui kejahatannya aku tidak tahu bagaimana aku melakukannya." jawab Robi.
"untuk hal itu biar aku yang akan melakukannya mas,sementara aku minta kamu dan mas Galang bekerja sama untuk menjatuhkan perusahaan Elang saja terlebih dahulu." ucap Hanum.
"kita atur dulu strategi, satu Minggu kedepan aku jamin aku juga sudah pulih, aku akan pancing Yasmin untuk selalu datang kemari. yakinlah kalian kepadaku, aku pasti bisa membuat Yasmin membuka mulutnya," Hanum sangat yakin.
"baiklah, terus kapan aku harus menjatuhkan perusahaan Elang.?" tanya Robi.
bersambung.
__ADS_1