Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Lemah


__ADS_3

"sebenarnya, kerumah sakit sekarang juga gak apa-apa mas, mungkin dengan memeriksakan kandunganku melalui USG kita bisa melihat keadaan janinku baik-baik saja atau tidak, itu seandainya kalo beneran aku hamil. pasalnya mas tau kemaren seperti apa kuda itu membawaku lari dengan sangat kencang. aku juga takut mas kalo gak segera diperiksakan." keluh Hanum.


"baiklah kita kerumah sakit sekarang. ma bisa tidak kita nitip Tara dan Devi ke bibi Margaret, gak mungkin kita bawa anak-anak kerumah sakit kan.?" tanya galang pada mamanya.


"tentu saja bisa sayang, kamu lihat sendiri dari pertama kita datang ke sini mereka berdua asik bermain dengan bibi mu itu," jawab Bu Diana.


"baiklah kalo begitu mama akan minta Daniel mengantar kita ya," lanjut Bu Diana.


Galang pun mengangkat tubuh Hanum untuk diajak keluar.


"mas, aku bisa jalan sendiri. mas tinggal megangi tanganku saja." ucap Hanum.


"tidak sayang, nanti perutmu semakin sakit kalau dibuat jalan." larang Galang.


"ya sudah terserah mas saja." jawab Hanum.


Setelah Daniel menyiapkan mobil atas permintaan Bu Diana pun. Galang dan Hanum masuk kemobil dan duduk dikursi belakang. sedang Bu Diana duduk didepan disamping Daniel yang mengemudikan mobilnya tersebut.


Butuh waktu setengah jam mereka pun sampai di rumah sakit. Daniel membantu mendaftarkan Hanum ke bagian pendaftaran kemudian Hanum pun langsung diantar ke ruangan dokter kandungan.


Hanum pun dimintai keterangan tentang perihal keluhannya oleh dokter spesialis kandungan tersebut.


Setelah mendapat berbagai pertanyaan dari dokter tersebut Hanum pun diminta untuk merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Dokter tersebut memulai pemeriksaan pada hanum. benar dugaan dokter tersebut Hanum memang sedang hamil. dan usia kehamilan Hanum masih sangatlah muda dan diperkirakan masih berusia 3 Minggu.


(author meruba bahasa mereka mengunakan bahasa Indonesia. maklum bahasa Jerman/inggris author.nooll besar🤭)


"untuk hasil pemeriksaan tadi bisa bapak dan ibu lihat jika memang benar ibu Hanum sedang mengandung saat ini. dan usia kandungannya masih berumur 3 Minggu. tapi melihat kondisi ibunya, sepertinya kehamilan ibu saat ini tergolong lemah. jadi disarankan untuk beristirahat dulu, jangan melakukan kegiatan berat apapun. dan juga saya sarankan jangan melakukan perjalanan jauh terlebih dahulu." jelas dokter tersebut.


"tapi kami harus balik ke Indonesia dok, apa itu juga dilarang." tanya Galang.


"saya sarankan jangan dulu pak, itu sangat beresiko pada kandungan Bu Hanum." jawab dokter itu lagi.


"terus apa yang harus kami lakukan agar keadaan istri saya cepat membaik dok,?" tanya Galang lagi.


"cukup istirahat dan makan makanan bergizi. juga nanti ada tambahan resep vitamin yang harus ibu Hanum konsumsi setiap hari. kita berdoa saja nanti lewat trimester awal kandungan Bu Hanum akan membaik dan janinnya kuat." jelas dokter tersebut.

__ADS_1


Akhirnya setelah mendengar berbagai penjelasan yang diberikan dokter dan juga sudah menebus resep yang diberikan oleh dokter. Galang dan Hanum juga Bu Diana dan Daniel pun kembali pulang.


Sesampai dirumah Galang langsung mengangkat tubuh istrinya dan dibaringkan diatas tempat tidur mereka.


"kamu harus istirahat sayang, mas gak mau terjadi apa-apa denganmu dan calon anak kita." ucap galang.


"ini bagaimana mas, gak mungkin kamu meninggalkan perusahaan begitu lama. kamu kan harus pulang, terus aku harus bagaimana.?" tanya Hanum.


"iya juga ya sayang, Devi juga harus sekolah," Galang pun ikut bingung.


"kamu disini saja Hanum. biar kamu sama mama,,,biarlah mama yang menjaga istrimu disini Lang, nanti mama akan menghubungi ayah Atmojo kalo mama harus menemani Hanum disini." tutur Bu Diana.


"tapi aku gak bisa jauh dari istriku ma," jawab Galang.


"tapi ini demi istri dan calon anakmu Lang," bujuk Bu Diana.


"aku kan disini masih satu Minggu lagi. itu kita bicarakan nanti saja ma," Galang mencoba menenangkan dirinya agar siap hidup berjauhan dengan istrinya.


"ya sudah, mama akan ambilkan makanan untuk hanum dulu." pamit Bu Diana.


Tak berapa lama pun Bu Diana kembali dengan membawakan makanan untuk hanum. tapi kali ini kehamilan Hanum memang tidak seperti biasanya. Hanum langsung mual melihat makanan yang dibawakan oleh mertuanya tersebut.


"mas, bawah keluar makanan itu, aku tidak tahan dengan bau nya mas." ucap Hanum.


"tapi kamu harus makan sayang, " jawab Galang.


"Carikan makanan lain buat ku mas, aku gak mau makanan itu " ucap hanum sambil menutup hidungnya.


"sini Lang, biar mama yang bawa keluar." pinta Bu Diana.


Galang pun menyerahkan kembali piring yang berisi makanan yang diberikan mamanya tadi.


"kamu mau makan apa sayang, ingat kata dokter kamu harus makan makanan bergizi agar cepat sehat." ucap Galang.


"ambilkan aku roti dan teh hangat saja mas," jawab Hanum.


"iya baiklah kamu tunggu disini ya sayang,"

__ADS_1


galang pun mengambil beberapa lembar roti gandum dan membuatkan teh hangat untuk istrinya tersebut.


"kamu mau rotinya dikasih selai apa tidak sayang," tanya Galang.


"gak mas, kemarikan roti dan tehnya biar aku makan sendiri." pinta Hanum.


Galang menyerahkan nampan yang berisi teh dan roti tersebut kepada Hanum.


Hanum mencelupkan roti tadi kedalam teh dan memakannya hanya dua lembar.


"sudah mas, aku sudah kenyang." Hanum memberikan nampan itu lagi kepada Galang.


"sayang kok cuma sedikit makannya,?" tanya galang.


"aku takut nanti kalo banyak-banyak malah aku muntahkan mas, soalnya perutku sudah sedikit mual." Jawab Hanum.


"baiklah, sedikit-sedikit saja asal sering ya sayang" pinta Galang.


Hanum pun menggangguk. galang menggenggam tangan istrinya. diciuminya tangan istrinya penuh kasih sayang dan kekhawatiran.


"bagaimana keadaan istrimu Lang,?" tanya Oma yang masuk ke kamar dengan dibantu berjalan oleh bibi margaret.


"masih sangat lemah Oma," jawab Galang.


"begitulah perjuangan perempuan untuk memberi keturunan atau garis penerus keluarganya. makanya kamu sebagai laki-laki jangan menyia-nyiakan istrimu Lang, sayangi dan cintai istrimu dan selalu jaga istrimu agar hidup nyaman disampingmu." tutur Oma.


"iya Oma, Galang akan selalu menjaga istri Galang dan mencintai juga menyayanginya hingga akhir hayat Galang." jawab Galang.


"ingat ya nak, didalam rahimmu ada cicit Oma, Oma tidak hanya menyuruhmu menjaga calon cicit Oma, tapi Oma mewajibkanmu lebih mengutamakan kesehatanmu nak, Oma gak mau menantu oma satu-satunya ini kenapa-kenapa." ucap Oma pada hanum.


"iya Oma, makasih atas kasih sayang dan perhatian Oma, Hanum sayang sama Oma dan semua keluarga disini." jawab Hanum.


"kami juga sangat menyayangimu nak," Oma pun memeluk Hanum dengan penuh kasih sayang.


"sudah ma, ayo kita keluar, biar Hanum istirahat." ajak bibi Margaret.


"iya ayo, ingat Lang jaga dengan baik istrimu, jika ada apa-apa dengan cucu menantu, Oma tidak akan memaafkanmu" ancam oma.

__ADS_1


"iya Oma," jawab Galang.


bersambung.


__ADS_2