
Setelah bertemu dengan Elang, kini Galang pun sudah balik ke dalam ruangannya.
dilihat istrinya yang sedang tertidur di ruangan yang sengaja khusus buat dirinya istirahat saat dikantor.
"kau pasti lelah menungguku ya sayang." ucap Galang lirih sambil mencium kening istrinya.
Galang pun melihat jam ditangannya masih pukul satu siang, masih ada waktu 1 jam untuknya bisa beristirahat sebelum tamu dari singapure datang.
Galang pun membaringkan tubuhnya disamping istrinya.
Hanum yang merasa ada seseorang disisinya pun akhirnya terbangun.
"mas, sudah selesai pertemuannya.?" tanya Hanum.
"sudah sayang, tidurlah dulu temani mas istirahat sebentar saja ya," jawab Galang sambil memeluk istrinya.
Hanum pun akhirnya diam didalam pelukan suaminya.
setelah setengah jam berlalu, Galang pun terbangun dan mencium bibir istrinya yang dari tadi diam dipelukannya meski tidak tidur.
"eehmmm sudah bangun mas," tanya Hanum.
"sudah sayang, meski sebentar tapi rasanya seger badan mas karena terbangun masih merasakan tubuhmu didalam pelukan mas," jawab galang sedikit mengoda istrinya.
"mas ini seneng banget sekarang ngegombal." balas Hanum.
"ya sudah mas, mau cuci muka dulu ya sayang, habis ini tamu dari luar negeri akan datang sebentar lagi." ucap Galang.
"iya mas, kalo gitu aku tunggu disini saja ya, jika Saskia tidak sibuk tolong suruh temani aku disini ya, biar aku tidak bosan disini sendirian." pinta Hanum.
"iya habis ini mas panggilkan Saskia," jawab Galang.
Galang pun sudah selesai bersiap, tapi sebelum bertemu tamunya Galang menyempatkan sholat Dzuhur terlebih dahulu.
Galang pun sudah selesai dengan sholatnya dan pergi keluar menuju meja sekretarisnya.
"sas apa tamu kita sudah datang,?" tanya Galang.
"baru saya mau beritahu pak, pak David sudah turun untuk menjemputnya," jawab Saskia.
"ya sudah kalo gitu aku juga akan menyusulnya ke bawah, ayo kamu ikut, kita harus beri sambutan yang baik," ucap Galang.
"iya pak, " jawab Saskia.
Galang dan Saskia pun turun ikut serta menyambut tamunya menyusul David.
setelah sampai di lobby Galang pun melihat David masih berdiri sendirian.
"apa tamunya belum datang vid,?" tanya Galang.
"baru saja Mr.Ronald menghubungi bos, paling sebentar lagi,"
baru juga David selesai bicara David sudah melihat mobil yang membawa tamunya pun datang.
"itu dia bos," tunjuk David.
"hello Mr. Galang and how are you Mr David.?" sapa Mr Ronald.
"i'm fine, Mr.Ronald"
"saya sangat senang bisa bertemu lagi dengan kalian." kali ini Mr.ronald mengganti bahasanya menjadi bahasa Indonesia.
__ADS_1
"kami juga Mr.Ronald. mari kita langsung ke ruangan saya saja." ajak Galang.
"tidak saya tidak bisa lama, sore ini saya harus balik ke Singapure ,bisa kita langsung menuju ke bagian produksi, saya ingin melihat langsung barang-barang yang akan di kirim ke perusahaan saya." ajak Mr. Ronald.
"baiklah kita langsung kesana saja," jawab Galang.
Mr.Ronald pun berkeliling melihat-lihat produk-produk yang masih proses dan yang sudah jadi, karena merasa sangat yakin, Mr. Roland pun langsung teken kontrak akan mengambil barang-barang dari perusahaan galang dalam jumlah yang tidak sedikit. dan Mr. Roland pun mengharapkan kerjasama ini bisa terus dan berkesinambungan.
Mendengar hal itu Galang pun merasa sangat senang. dan bangga akan kinerja anak buahnya.
Mr. Roland pun juga sudah pamit untuk melanjutkan perjalanannya balik ke Singapure , kini Galang pun kembali masuk ke ruangannya bersama David dan Saskia.
"vid, pemesanan dari Mr.Roland untuk produk makanan instant ini bisa dibilang ladang emas untuk perusahaan kita. aku bangga akan kinerja kalian semau, jadi untuk gaji bulan ini tambahkan bonus untuk semua karyawan." perintah Galang.
"baik bos," jawab David.
"termasuk saya ya pak ?" tanya Saskia.
"iya pokoknya semua karyawan." jawab galang.
"aduh pak terima kasih. pas banget saya waktunya bayar kontrakan." Saskia tiba-tiba mencium tangan galang kemudian berlari memeluk David.
"kita akan dapat bonus pak david, dapat bonus," ucap Saskia sambil loncat-loncat dan memeluk David.
David dan galang saling berpandangan heran dengan tingkah Saskia. David yang terus melihat Galang seakan-akan bertanya apa maksud Saskia memeluknya, pun cuma direspon Galang dengan mengangkat bahu.
akhirnya David pun ikut loncat-loncat sambil membalas pelukan Saskia.
mendengar ada keributan diluar hanum yang sedari tadi dikamar pun keluar untuk melihatnya.
"ada apa ini kok kalian berpelukan sambil loncat-loncat kayak menang undian saja,?" tegur Hanum.
"iya sayang si David tu lagi menang undian." jawab galang dan membuat saskia tersadar atas apa yang dilakukannya.
haaaaa haaaa haaaa" Hanum dan Galang pun menertawakan David dan Saskia yang wajahnya beruba memerah.
"sudah-sudah kita tinggalkan saja mereka yang lagi saling menang undian yank, kita harus segera pulang untuk membantu mama mempersiapkan hal-hal untuk rencananya nanti." ajak Galang.
"iya, lama-lama disini aku bisa gila melihat kelakuan David yang makin hari makin aneh," jawab Hanum.
"bukan saya buk yang aneh, ini cewek bar-bar tiba-tiba memeluk saya." bela David.
"iya dia tiba-tiba memeluk kamu, tapi kamu juga menikmatinya kan.?" sahut Hanum.
"iya sih," jawab David sambil senyum-senyum.
"dasar pak David gila," sahut saskia kemudian berlalu keluar dari ruangan Galang terlebih dulu.
"dia yang salah malah bilang saya yang gila," gerutu David.
"sukurin loe vid....ayo mas kita pulang. " sahut hanum
Hanum dan Galang pun pulang membiarkan David sendirian yang kebingungan dengan sikap saskia.
Hanum dan Galang pun sudah sampai dirumah, hari juga masih sore, akhirnya Galang dan Hanum memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sholat baru keluar untuk makan malam.
Waktu makan malam Galang melihat mertuanya seperti sedang tak tenang dan seperti orang yang sedang mencemaskan sesuatu.
"mama kenapa,?" tanya Galang.
"mama sudah tak sabar ingin segera membawa Tante kalian kesini." jawab Bu win.
__ADS_1
"iya ma, tunggu saja kabar dari bik Narsih ya," sahut Hanum.
makan malam pun sudah selesai, dan waktu yang ditunggu pun datang, bik Narsih mengirim pesan bahwa setengah jam lagi Bu Winda ditunggu dirumah belakang.
"nak Galang lebih baik kita berangkat sekarang, butuh waktu 20 menit kita sampai disana, akan lebih baik jika kita saja yang menunggu," ajak Bu win.
"iya ma," jawab Galang.
"kalian berhati-hatilah," pesan Hanum.
"kami berangkat dulu ya sayang," pamit Galang sambil mencium istrinya.
"mama pergi dulu ya nak," pamit Bu win.
"iya ma, hanum harap berhasil atau pun gagal kalian membawa Tante kesini, pulanglah dengan selamat" pesan Hanum
Bu win pun mengangguk.
akhirnya Bu win dan menantunya pun berangkat menjemput Bu sundari dan bik Narsih.
setelah 20 menit Bu win dan Galang pun sudah sampai dibelakang rumah Elang Permana. Galang memarkirkan mobilnya agak jauh agar sorot lampu mobilnya tidak terlihat penjaga rumah itu.
pas di pintu masuk rahasia itu Bu win mengangkat pintu besi yang jika orang melihat itu seperti bak kontrol pembuangan air.
Bu win melarang Galang ikut masuk karena takut jika Bu Ndari melihat orang yang tidak dikenal bisa teriak histeris.
Bu win pun masuk dengan menggunakan penerangan senter hp miliknya.
sampai diujung pintu masuk keruang yang rumah belakang. Bu win mengangkat papan yang jadi penutup pintu rahasia itu.
"kak Ndari aku datang," ucap Bu win dengan suara yang dipelankan.
"winda kamu Winda," jawab Bu Ndari sambil memeluk adiknya.
Bu win pun mengintip dari jendela dilihatnya ada orang yang mendekati rumah belakang tersebut.
"kak, kakak ikut aku ya, itu mbak Narsih sudah kesini." ajak Bu win.
Bu win mendengar bunyi kunci diputar dan pintu terbuka.
"non Winda sudah disini.?" tanya bik Narsih.
"iya mbak, ayo kita berangkat kita gak bisa lama-lama nanti kita ketahuan." ajak Bu win.
"iya non." jawab bik Narsih.
"ayo kak, Kakak pegangan tanganku ya, kakak jangan takut." ucap Bu win.
karena merasa aman Bu Ndari pun mengikuti apapun yang diucapkan adiknya.
setelah berhasil keluar dari rumah itu. Bu win pun memanggil galang
benar saja melihat orang yang tak dikenal Bu Ndari pun ketakutan dan mau berteriak, tapi untung Bu win bisa cepat menutup mulut kakaknya dengan tangan.
"kakak jangan takut. dia anakku." ucap Bu win.
Bu Ndari pun hanya mengangguk karena mulutnya dibungkam adiknya.
akhirnya mereka ber empat pun masuk kedalam mobil dan segera pergi dari rumah tersebut.
bersambung.
__ADS_1
ayo mana dukungan untuk author nih, tetap ditunggu vote,like,kritik dan sarannya ya, ππππππ€π€