Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Semua tidak ada artinya.


__ADS_3

Mama Hanum dan mama mantan mertua saling berpelukan. saling memaafkan dan saling menguatkan.


"sudah lah Bu, lebih baik kita persiapkan untuk acara pemakaman cucu2 kita saja dibawah,"ajak Bu win


Bu win dan mantan besannya bu Elvina akhirnya turun ke bawah dimana jenazah cucu2 mereka di semayamkan.


Hanum pun tersadar,


"mas Robi tolong ceritakan bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi, hiks hiks hiks,"


Hanum berbicara sambil membelakangi semua orang.


"maaf kan aku num," Robi memberikan surat pesan dari Adit ke pada Hanum


"setelah apa yang kau lakukan dan juga keluargamu terhadap kami, kenapa sekarang kau baru minta maaf" Hanum menjawab sembari menerima surat pesan dari Adit


"dan apa ini mas, ini pesan dari terakhir Adit, lihat laaa haaa betapa bodohnya dirimu mas, lihat sebegitu ketakutan anak2 pada calon istrimu itu sampai mereka meninggalkan rumah ini, apa selama ini kau tak perna menanyakan apa isi hati anak2mu mas, papa macam apa kau ini mas"Hanum kembali terisak.


"iya iya aku sadar aku salah,aku terlampau emosi. aku juga salah sudah terhasut omongan mama,"


"semua tidak ada artinya, kini Adit dan Bagas sudah tidak mungkin lagi kembali, aku tak akan perna bisa memaafkan mu mas,"


melihat Hanum dan Robi bertengkar, Galang yang sedari tadi juga berada di kamar tersebut akhirnya menengahi pertengkaran itu.


"sudah dik sudah, jangan kalian terus saling menyalahkan seperti ini..melihat kalian seperti ini akan membuat Adit dan Bagas tidak tenang didalamnya sana."


"mas Galang anak2ku kini pergi meninggalkan aku untuk selamanya mas,hiks hiks hiks," Hanum berbicara sambil memeluk galang,


spontanitas Galang membalas pelukan itu sambil membelai rambut Hanum untuk menenangkannya.


"sudahlah dik sana bersihkan dirimu, lalu ganti bajumu, tadi sudah mama bawakan, biar mas ambilin di mobil ya".


"iya mas makasi ya,"


Hanum berlalu menuju kamar mandi dikamar putranya tersebut.


sebenarnya Robi sangat penasaran dengan laki2 yang dipeluk Hanum tadi, tapi dia tak ingin menanyakan siapa laki2 tersebut karena waktu yang tidak pas.


Robi pun meninggalkan kamar tersebut dan masuk kedalam kamarnya sendiri. ternyata dikamarnya sudah ada Yasmin menunggunya.


"mas aku turut berduka atas meninggalnya anak2 mu mas,"


"apa yang kau lakukan didalam kamarku, siapa yang mengizinkanmu masuk ha, keluar kau dari sini."


"mas aku calon istrimu mas, bagaimana bisa kau mengusirku seperti ini,? aku hanya ingin menghiburmu mas agar kau tak larut dalam kedukaan ini."


"ini semua gara2 kamu, anakku meninggal gara2 takut dengan wanita sepertimu, pergi kau dari sini"ditariknya lengan dan didorongnya tubuh Yasmin keluar dari kamarnya tersebut.


"awas kau mas suatu saat kau akan bertekuk lutut mengharap cintaku" ucap Yasmin lirih.


Dikamar yang lain,


tok tok tok "dik ini bajumu,"

__ADS_1


ceklek Hanum membuka pintu dan mengambil bajunya gantinya. setelah mengganti bajunya dikamar mandi Hanum keluar dengan memakai pakaian dan kerudung serba hitam. dia keluar dari kamar tersebut tanpa riasan apapun, wajah pucatnya sangat terlihat. Galang yang melihatnya pun tak tega lalu menghampirinya.


" ayo dik sini berpeganganlah pada tangan mas, " Hanum pun menyambut uluran tangan Galang.


"tolong genggam tanganku terus mas, jangan dilepaskan, aku takut pingsan lagi dan tak bisa melihat anak2ku untuk yang terakhir kali."


"iya sini dik, mendekatlah."


"antar kan aku kedekat anak2ku mas,"


"baiklah, tapi janji jangan histeris seperti tadi ya, biar anak2mu pergi dengan tenang ya."


"iya mas."


Hanum pun dipapah Galang memdekati jenazah kedua anaknya, dia duduk sambil tertunduk dan menangis.


Adit dan Bagas, kenapa kalian pergi secepat ini,?mama sudah merencanakan sesuatu yang indah untuk kita. tapi lihatlah nak kini semua menjadi percuma. tapi mama ikhlas jika memang kalian lebih bahagia dialam sana. tunggulah mamamu ini nak, kelak diakhirat kita berkumpul kembali.hanum berbicara sangat lirih tapi masih bisa didengar oleh Galang.


Galang pun menarik tubuh Hanum untuk disandarkannya kepala Hanum dibahunya.


"sudah dik yang sabar ya,"


Hanum pun cuma bisa menganggukkan kepalanya.


hari pun sudah mulai siang, proses pemakaman anak2nya akan segera dilaksanakan, segala prosesi merawat hingga mensholati sudah selesai kini iring2an mobil pun berangkat menuju kepemakaman.


Saat melihat kedua anaknya dimasukkan ke liang lahat Hanum kembali menangis dia tak kuasa menahan lagi tangisnya, dengan bercucuran air mata dia melihat kedua anaknya dikubur dan sedikit demi sedikit tanah menutupi kedua anaknya tersebut saat benar2 tak terlihat Hanum pun kembali tak sadarkan diri.


"Bu win sebaiknya Hanum kita ajak balik aja kerumah, biarlah dia tinggal dirumah sampai selesai acara 7harian Adit dan Bagas" ucap mama Robi.


"iya ma, biarlah Hanum dan mama sementara tinggal dirumah Robi saja ya.!!"


"baiklah kita balik ke rumah nak Robi saja ya nak Galang. nanti soal tinggal dimana biar Hanum saja yang memutuskan setelah dia tersadar."


"baik lah ma" jawab Galang.


"oh iya ma, dia siapa?" Robi sudah tak bisa menahan rasa penasarannya.


"dia nak galang temannya Hanum nak Robi"


"perkenalkan saya Galang Pramono pak, saya turut berduka atas meninggalnya Adit dan Bagas. sebenarnya Adit adalah teman anak saya Devan,"


"saya Robi herdiansyah. jadi pak Galang papanya Devan?"


"iya pak betul,"


"ya sudah mari kita balik lagi kerumah."


akhirnya semua kembali menuju rumah Robi.


sesampainya mereka disana Hanum masih juga belum sadarkan diri.


"ma apa Hanum belum sadar," tanya Galang sebelum turun dari mobil.

__ADS_1


"belum nak, lebih baik kita bawa masuk saja sekarang "


Galang lagi2 mengangkat tubuh Hanum masuk kerumah.


"tidurkan saja dia dikamar tamu pak Galang." pinta Robi .


"baik pak,"


akhirnya Hanum pun direbahkan dikamar tamu. sedang mama Hanum dipersilahkan masuk ke kamar tamu yang lain. begitu juga dengan orang tua Robi mereka berdua pun masuk kedalam kamarnya.


kini hanya tinggal hanum yang masih belum sadarkan diri, Galang dan Robi yang ada dikamar tersebut.


"Anda dan Hanum sepertinya sangat dekat pak.?"


"iya pak Robi, saya sudah menganggap Hanum seperti adik saya sendiri."


"bagaimana anda bisa mengenal Hanum.?" Robi benar2 penasaran.


"sebenarnya yang kenal lebih dulu adalah istri saya pak,"


Galang pun menceritakan semua kepada Robi .bahkan semua tentang usaha Hanum dan juga usaha properti hanum.yang dia bangun khusus agar bisa berkumpul dengan anak2nya.hanya rencana busuk istrinya saja yang tidak diceritakan.karena itu adalah hal yang tak mungkin.


"sebegitu hebat perjuangan mantan istri pak Robi . kenapa dulu bapak bisa sia2 kan wanita seperti dia."


"semua karena saya yang terlalu pengecut pak, tapi kini saya sadar atas semua kesalahan saya. saya akan berusaha mendapatkan maaf dari Hanum."


tiba2 Hanum pun mengigau,


"adiitt Bagas, adiit Bagas,"


"dik sadarlah dik" galang berusaha menyadarkan Hanum dengan menepuk2 pipi hanum, baru Galang tersadar saat menepuk pipi Hanum ternyata Hanum badannya sangat panas.


" sepertinya Hanum demam pak Robi,"


untuk memastikan Robi pun menempelkan tangannya kekening Hanum .


"panas sekali suhu badannya.sebaiknya saya telpon dokter dulu ya pak.


Robi pun menghubungi dokter keluarga datang untuk memeriksa Hanum.


tak butuh waktu lama pun dokter yang memang juga tinggal didaerah sekitar situ pun datang.


" dok tolong periksa keadaannya, suhu tubuhnya begitu panas "


dokter pun memeriksa Hanum.


"pak Robi suhu tubuhnya terlalu panas. sepertinya mantan istri anda ini juga sangat depresi, keadaan perutnya juga sepertinya kosong, lebih baik saya infus saja ya.?"


"lakukan apapun yang menurut anda baik untuknya dok."


**bersambung


ayoo readers dukung author ya, karena novel ini ikut kontes, jangan lupa ya vote,like, kritik dan sarannya selaku dan selalu ditunggu okπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2