
Menginjak usia kehamilan tuju bulan.Hanum dan keluarga mengadakan acara nuju bulanan di mansion. Hanum mengundang sahabat2nya, juga rekan2 bisnis suaminya, juga anak2 angkatnya di panti.
acara di mulai dengan sambutan dari Galang selaku tuan rumah.
"assalamu'alaikum wr, wb.terima kasih saya ucapkan kepada rekan2, sahabat, keluarga juga anak2ku sekalian. yang telah hadir dalam acara mitoni kalo menurut adat Jawa, atau nuju bulanan atau juga istilah tren nya sekarang baby shower..disini kami sangat berbahagia karena sebentar lagi keluarga kami akan bertambah. dan kami mengharapkan doa dari hadirin semua, semoga dengan bertambahnya keluarga kami nanti akan menambah kebahagian buat kami, juga menambah limpahan berkah buat kita semua. demikian sambutan dari saya, wassalamu'alaikum wr wb."
Berbagai susunan acara pun sudah dilaksanakan..kini Hanum dan Galang pun ikut duduk bersama teman2 dan sahabatnya yang belum balik pulang.
"oh iya jok, sudah sejauh mana persiapan acara pernikahan loe," tanya Hanum.
" sudah semua sepertinya, tinggal menunggu hari H saja." jawab Joko.
"waa asik dong yang sebentar lagi bela durian." goda Galang.
" deg deg kan gue bro sumpah.." tutur Joko,
"ya iya, Uda bandotan pasti loe deg deg kan takut ketahuan istrimu kalo sudah ubanan kan tu hutan rimbanya." celoteh Hanum membuat ketawa semua orang.
ha ha ha ha ha
" gila loe num , masih hitam legam dibilang ubanan, loe boleh tanya Wati itu kalo tidak percaya." tolak Joko. disambut pukulan oleh Wati dibahu Joko.
"apa sih mas Joko." Wati menahan malu.
"haaa bener mbak wati sudah tau.?" tanya Hanum.
"iya waktu itu hampir khilaf, tapi bener kok suer gak jadi lanjut gara2 nenek Wati tiba2 asma nya kambuh. jadi belum masuk udah terpaksa harus nolongin neneknya Wati." jelas Joko ,dengan pe de nya.
semua pun melotot mendengar penuturan Joko. kemudian
haaaa haaaa haaaa haaaa haaaaa
semua tertawa terkecuali Wati yang lari masuk kedalam kamar tamu.
"loe gila jok bener2 gila. to lihat calon istri loe ngambek,"
"ya elah num ,kenapa dia harus ngambek, memang kenyataannya begitu."
"loe memang gak tau malu jok, dasar gila gila,"
Robi ,Santi ,dan Galang tertawa terbahak2 sampai sakit perut mereka gara2 kebodohan Joko.
"jok, aku gak nyangka jika kau ini ganteng2 tapi kurang waras. bagaimana aib mu kau umbar sendiri kayak gini. sadar gak si jok kamu ini." sahut Robi.
tiba2 Bu win datang dan langsung menjewer telinga Joko,
"aduuuh adududu aduh sakit Tante, lepasin. Joko salah apa sih Tante kok tiba2 main jewer." Joko kesakitan.
"sudah tau itu dilarang agama kenapa masih kamu lakukan Hem, dulu yang ngajar ngaji kamu kan Tante, mana ilmu yang kau pelajari dulu heemm," Bu win kini ganti memukuli Joko dengan kemoceng,
"aduh sakit Tante iya2 Joko khilaf Tante khilaf sumpah." Joko berlari memutari sofa diruang keluarga sambil terus dikejar Bu win.
__ADS_1
"ampun Tante ampun." teriak Joko
haaaaa hhhaaaaa haaaaa semua terus tertawa melihat Joko di pukul Bu win.
" nenek kenapa main kejar2an sama om Joko ,?" tanya devi
"nenekmu latihan sayang, besok mau lomba lari maraton" jawab Joko. semakin membuat Bu win jengkel.
"waaa beneran nek, kalo gitu ayo nek semangat nek semangat" Devan menyemangati
"ma, sudah ma, nanti mama capek, biar nanti Hanum yang akan menghukum Joko ma." cegah Hanum pada mamanya.
"janji kamu harus hukum ya, mama soalnya kecewa sekali jika anak didik mama berkelakuan seperti Joko." Bu win ber api2.
"awas kamu Joko." Bu win mengancam. Bu win pun berlalu masuk ke kamar dengan Devan dan Devi.
"gila mama num, tenaganya kayak kuda, larinya kencang, pukulannya kuat."
"apa jok , mama gue loe bilang kayak kuda. kurang ajar kau jok". Hanum melempar bantal sofa ke arah Joko.
"ya sudah lanjutkan peperangan kalian. aku dan Santi pamit pulang dulu" ucap Robi.
"iya mas, hati2 jaga Mbak Santi baik2. mbak santi awas ada yang khilaf juga ya" canda Hanum.
"sorry ya, kan kamu tau sendiri aku kayak gimana, mana mungkin aku khilaf," balas Robi .
"eeemmm" Galang berdehem.
"ya sudah mas kalo mau pulang , hati2 dijalan ya, daaaa mbak Santi" Hanum menarik tangan Galang masuk ke kamar, karena Hanum tau kalo Galang cemburu dengan ucapan Robi.
" papanya dede bayi mau jenguk anaknya, iya kan mas" sahut Hanum.
"muke gile kalian , woe ingat tu perut Uda " Joko pun merasa jengkel.
Hanum dan Galang pun masuk kamar untuk beristirahat.
tapi saat tengah malam Hanum pun terbangun karena merasa perutnya lapar.
"mas, mas, bangun mas," Hanum membangunkan suaminya.
"ada apa sayang, ini masih malam kan?" Galang masih enggan membuka mata.,
"mas aku ingin makan pepes belut"
" haa malam2 begini dimana ada yank?" Galang terbelalak dengan keinginan istrinya.
"tapi aku pingin banget mas," mata Hanum berkaca2.
" besok pagi ya, mas ke pasar beli belut dipasar biar nanti di masakin sama bik Surti " buk Surti adalah kepala asisten rumah tangga.
"enggak aku maunya sekarang." Hanum pun akhirnya menangis.
__ADS_1
" iya iya sayang, jangan menangis ya, kasian anak kita, kalo mamanya menangis, mas coba tanya bik Surti dulu ya, siapa tau bik Surti tau dimana ada tengah malam begini ada orang jualan belut."
Galang pun turun menuju kamar bik Surti,
" bik bik, bisa minta tolong kah bik "
"iiiiyyaa tuan sebentar, " bik Surti terbangun dan keluar dari kamarnya.
"apa yang bisa bibik bantu tuan." tanya bik Surti.
" bik kira2 jam segini dipasar masih ada yang jual belut gak bik." tanya Galang.
"waduh tuan kalo jam segini ya belum ada, paling nanti 4 subuh pasar sudah buka. inikan masih setengah satu tuan." jawab bik Surti.
" gimana ini bik, istri saya ingin makan pepes belut sampai nangis lagi."
"mungkin nyonya nyidam tuan, harus dituruti , kalo tidak nanti anaknya ileran Lo." tegas bik Surti.
Joko yang haus ingin mengambil air minum di dapur karena mendengar ada orang berbicara dikamar belakang, Joko pun menghampirinya.
"ada apa bro kamu malam2 kok ngapelin bik Surti, jangan2 kalian berselingkuh lagi," Joko menggoda galang
"cetlak" bunyi kepala Joko dijitak galang.
" jangan ngaco kamu bro" lanjut Galang.
" lah terus ngapain coba malam2 disini berduaan dengan bik Surti" tanya Joko
"nyonya nyidam ingin makan pepes belut den Joko, tuan Galang bingung mau nyari belutnya dimana" jelas bik Surti.
"ya dipasar atau disawah lah, gitu aja kok repot." sahut Joko tak sadar ucapannya akan jadi Boomerang buat dirinya
" ide bagus. ayo kita cari." Galang menarik tangan Joko ke ruang tengah.
" kok gue bro, kan kamu bapaknya itu orok, kenapa harus gue ikut nyari." Joko keheranan.
" aku geli megang belut, jadi aku ngajak pawangnya apa salahnya. tapi tunggu aku mau ganti baju dulu." Galang berlari menaiki tangga
"bik Surti tau mas dimana orang jualan belutnya" tanya Hanum saat suaminya masuk kamar.
" gak sayang, tapi Joko ada ide bagus dia mau bantuin nangkap belut disawah. ya sudah mas pergi sama Joko dulu ya"
"aku ikut mas, aku ingin melihat Joko saat menangkap belutnya." pinta hanum.
"tapi angin malam tak baik buat orang hamil sayang."
"pokoknya aku mau ikut," Hanum sudah mau menangis.
" iya2 tapi ganti baju yang agak tebal ya, soalnya area persawahan agak jauh dari sini yang. terus udaranya pasti dingin." jelas Galang.
"iya mas," Hanum bergegas mengambil jaket dan memakai kaos kaki, biar tidak kedinginan.
__ADS_1
*bersambung ya,
penasaran sama mas Joko nangkap belut tunggu up selanjutnya ya*.