
Setelah makan malam, Hanum pun pamit masuk kedalam kamar, Hanum bertujuan menghubungi suaminya, Hanum lupa jika Galang sudah bilang akan pergi ke Jerman hari itu juga.
Berkali-kali Hanum mencoba menelpon suaminya tapi nomer Galang tidak bisa dihubungi, Hanum hanya berfikir kalo galang sedang sibuk.
Hanum pun menghubungi mamanya sendiri. karena waktu itu, kebetulan Bu win juga sedang istirahat siang, Bu win pun tak mendengar jika handphonenya berbunyi.
Karena merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dihubungi, Hanum memilih untuk tidur dan berharap esok pagi bangun suaminya sudah bisa dihubungi kembali.
Hanum pun sudah terlelap dalam tidurnya. jam juga sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Galang melempari jendela kamar Daniel, Galang tidak ingin mengganggu yang lain, dan sebenarnya juga ingin membuat kejutan untuk istrinya.
"hai kau Lang," ucap Daniel setelah membuka jendela untuk Galang.
"tolong bukakan aku pintu Niel, aku tidak mau mengganggu yang lain, kaunkan disini paling muda jadi tak apalah tidurmu terganggu." ucap Galang tanpa merasa bersalah.
"kurang aja juga kau ini Lang, ya sudah ayo aku bukakan pintu," jawab Daniel.
Galang pun kembali menuju pintu utama, tak berapa lama Daniel pun membukakan pintu untuk Galang.
"kau ini bikin orang kaget saja, lagian datang kenapa tidak memberi kabar, aku kan bisa jemput kamu dibandara." tegur Daniel.
"sebenarnya ini semua juga dadakan, kemaren istriku menelponku sambil menangis. aku jadi tidak tega jika tidak menemuinya." jelas Galang.
"ya sudah sana temui istrimu, aku juga masih ngantuk mau tidur lagi." Daniel pun langsung putar balik masuk ke dalam kamarnya.
Galang pun terlebih dahulu membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.
Galang langsung memeluk istrinya yang terlelap dari belakang.
Hanum merasa tidurnya begitu nyaman dan nyenyak, Hanum tak menyadari jika suaminya sudah datang, Hanum berfikir itu hanya mimpi karena terlalu merindukan suaminya.
tapi pada saat pagi sudah datang, Hanum merasakan ada beban diatas tubuhnya.hanum melihat ada tangan melingkar diperut.
"hai kamu siapa."teriak Hanum sambil memukul tangan suaminya.
Hanum memukul tangan suaminya karena tidak menyangka jika itu memang suaminya yang sudah datang.
"selamat pagi sayang," Galang makin memeluk istrinya dengan erat.
Hanum pun mendongakkan kepalanya dan baru menyadari jika itu memang benar suaminya.
"mas, kamu sudah datang, aku tadi terkejut aku pikir tangan siapa yang melingkar diperutku." Hanum berbalik dan memeluk suaminya dengan erat.
Hanum seperti anak kecil yang takut ditinggalkan orang tuanya. Hanum tak melepas pelukannya dalam waktu yang cukup lama.
__ADS_1
"sayang, ayo bangun, lihat lah sang Surya sudah menyinari dunia." Galang berbicara dengan puitis
"tapi aku masih kangen." rengek Hanum
"nanti kita melepas rindu lagi, sekarang ayo kita bersihkan diri lalu bergabung dengan yang lain untuk sarapan. mas dari kemaren gak selera makan karena memikirkanmu, jadi setelah bertemu rasa lapar sudah datang mengganggu." tutur Galang.
"baiklah, ayo kita mandi mas," ajak Hanum.
"mandi bareng ya," tanya galang
"iya tadi aku kan sudah ajak mas toh," jawab Hanum.
Galang pun bergegas mengangkat tubuh istrinya dan masuk kedalam kamar mandi.
"mas, maaf ya belum bisa melayanimu," ucap Hanum penuh penyesalan.
"tidak apa-apa sayang, ini semua kan demi calon anak kita. tapi jika mas boleh meminta, bantu mas untuk menyalurkannya ya, mas sudah sebulan lebih menahannya sayang," pinta Galang.
Hanum pun menggangguk sambil tersenyum. hanum memegang dan memainkan pusaka Galang dengan tangannya. Galang hanya berani memegangi gundukan kembar istrinya dan menciumi bibirnya. galang tak berani berbuat lebih karena masih takut.
Setelah agak lama akhirnya Galang pun bisa membuang benihnya meski tanpa terbuang sia-sia tanpa ada yang menampung. tapi Galang sudah merasakan sedikit lega telah menyalurkan hasratnya dengan bantuan istrinya.
mereka berdua pun berlanjut mandi dan bergegas bersiap diri karena takut yang lain menunggu.
"semalam ma, tu Daniel yang bukakan pintu." jawab Galang sambil mencium pipi mamanya.
"opa, Oma Galang datang lagi menemui kalian." lanjut galang sambil mencium kening opa dan Oma nya secara bergantian.
"iya nak, kita bisa berkumpul lagi Oma dan opa sangat senang," jawab Oma.
"bibi ,paman kalian apa kabar." galang tak lupa menyapa bibi dan paman nya yang juga sudah duduk di ruang makan tersebut.
"kami baik Lang, kalau kamu sendiri bagaimana, dan bagaimana juga dengan pekerjaanmu.?" tanya bibi Margaret.
"kalau aku sehat bi, ya yang seperti kalian lihat, sedang untuk urusan pekerjaan semua lancar bik," jawab galang.
"ayo kita sarapan dulu, nanti kita lanjutkan ngobrolnya." ajak Bu Diana.
"tapi mana Daniel, apa kita tidak menunggunya?" tanya galang.
"Daniel lagi menyiapkan makanan buat Hanum. Hanum tidak mau makan jika bukan masakan daniel nak." jawab Bu diana.
"apa, istriku tidak mau makan jika bukan masakan Daniel. ada apa ini, katakan padaku benar yang diucapkan mama tadi sayang,?" tanya Galang sambil menahan rasa cemburu yang mulai mengalir disetiap nadinya.
__ADS_1
"iya mas, aku gak tahu makan apa pun tidak berselera, tapi jika makan masakan Daniel semua terasa enak dan nikmat." jawab Hanum.
"hari ini lain, kamu akan menikmati masakan suamimu ini yang dijamin akan jauh lebih nikmat."Galang pun menyusul daniel didapur.
"hai Lang, kamu butuh apa.?" tanya Daniel.
"kamu bergabung saja dengan yang lain. biar aku yang melanjutkan masak nya." ucap Galang.
"tapi Hanum hanya mau memakan masakan ku Lang," tutur Daniel.
"itu karena istriku tidak perna merasakan bagaimana lezatnya masakan ku, tapi hari ini aku jamin setelah istriku memakan hasil masakan ku, kamu tidak akan lagi memasak untuk istriku." ucap Galang dengan angkuhnya karena api cemburu yang sudah membakar dihatinya.
"terserah kamu sajalah, aku harap ucapanmu benar, kalau sampai kebalikannya aku pasti akan tertawa paling keras saat istrimu bilang masakanmu tidak seenak masakanku." ledek Daniel.
Daniel pun ikut bergabung dengan yang lain. mereka semua merasa heran, tumben sekali Daniel keluar dari dapur tidak membawa makanan yang disiapkan seperti biasanya untuk Hanum.
"mana makanan untuk hanum Niel ?" tanya bibi Margaret.
"suaminya tu sok-sok an ingin masak buat istrinya " jawab daniel dengan kejengkelan tingkat dewa.
Hanum yang mendengarnya sedikit ragu, apa nantinya dia tidak memuntahkan hasil masakan suaminya. jika itu terjadi Hanum takut mengecewakan suaminya.
apapun yang kau masak, aku berharap anakmu tidak menolaknya mas,batin Hanum.
Setelah menunggu, galang pun keluar dengan membawa sepiring nasi goreng spesial untuk istrinya.
"sayang nasi goreng ini spesial mas masak buat istri dan calon anakku tersayang, ayo cicipi kamu pasti suka." ucap Galang pada Hanum.
Galang pun menaruk piring yang berisi nasi goreng tersebut pun tepat dihadapan Hanum.
Hanum pun mencoba mencicipi nasi goreng tersebut dan benar adanya rasa mual kembali datang melanda. Hanum berusaha agar tidak memuntahkannya agar suaminya tidak merasa kecewa.
Tapi apa daya, semakin Hanum tahan, semakin terasa makanan itu ingin kembali keluar dari perutnya.
Hanum pun tidak tahan dan langsung bergegas menuju wastafel yang ada didapur dan memuntahkan semua yang ada didalam perutnya.
wajah Hanum kembali pucat dan keringat dingin keluar dari semua pori-pori kulitnya.
bersambung.
Alhamdulillah hari ini bisa update 2x.. malam Minggu kerjaan berkurang.
ayo readers mana ini vote, like, kritik dan sarannya. author sedih sekali karena semakin hari semakin banyak yang meninggalkan author ππ..jadi author minta dukungannya ya biar author tetap semangat menulis disela-sela sibuknya kerjaan author.πππ
__ADS_1