
Sesudah Hanum dan Anna sarapan. Hanum pun pergi ke butik dengan Anna.
sebelumnya bik Narsih juga sudah memberi tahu jika Tara ingin tinggal dirumah saja. itulah sebabnya Hanum langsung bergegas pergi ke butik dengan Anna.
sesampai Hanum dan Anna dibutik Hanum langsung memperkenalkan Anna pada Gita orang kepercayaan Hanum.
" Gita perkenalkan dia anna,.Anna ini Gita. dan Gita aku minta tolong kepada kamu untuk mengajari Gita bagaimana cara-cara mengelolah butik. karena Anna adalah orang yang akan mengelolah cabang baru di kota B." perintah Hanum.
"iya mbak, oh iya saya Gita semoga kita bisa saling membantu ya," ucap Gita.
"iya mbak gita, saya anna, saya mohon bimbingan dari mbak Gita ya." jawab Gita.
"ya sudah aku tinggal kalian dulu ya, anna kamu belajar saja semua dari Gita. insyaalloh kamu juga bisa menjadi seperti Gita kalo kamu belajar dengan sungguh-sungguh." ucap Hanum
"iya mbak Hanum saya berterima kasih sekali sudah diberikan kesempatan." jawab Anna.
Hanum pun segera masuk keruangannya untuk cepat-cepat menyelesaikan tugasnya hari ini. karena Hanum sudah berjanji akan pergi ke kantor suaminya siang hari.
Waktu jam istirahat siang pun sudah tiba, Hanum bergegas mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Gita, Anna aku titip butik pada kalian ya, aku mau makan siang sama suamiku, nanti kalau aku tidak balik kesini tolong Anna kau antar pulang kerumah ya git," ucap Hanum.
"iya mbak, memang Anna tinggalnya dirumah mbak Hanum.?" tanya Gita.
"iya dia tinggal dirumahku, ya sudah Anna Gita aku pamit dulunya," pamit Hanum.
"iya mbak hati-hati." jawab Gita dan Anna berbarengan.
Belum juga Hanum membuka pintu utama butiknya. tiba-tiba pintu itu terbuka.
"nak Hanum." sapa ibu Diana.
"nyonya Diana." jawab Hanum.
"bisa kita bicara sebentar saja nak," pinta Bu diana.
"saya sebenarnya ada janji makan siang dengan suami saya nyonya, tapi jika memang tidak lama mari silahkan masuk keruangan saya." ajak Hanum.
Hanum dan Bu Diana akhirnya masuk ke ruangan Hanum lagi.
"silahkan duduk nyonya." ucap Hanum
"iya terima kasih." Bu Diana duduk di sofa tempat biasa Hanum menerima tamunya.
"apa yang ingin nyonya bicarakan kepada saya,?" tanya Hanum.
__ADS_1
"Galang ini soal Galang nak," ucap Bu Diana.
"memang kenapa dengan mas Galang nyonya," Hanum meminta penjelasan.
"Oma dan opa Galang ingin bertemu dengan Galang nak, bertahun-tahun mereka menyalahkanku karena telah tega meninggalkan Galang. kini Oma dan opanya sudah begitu rentah, jika Galang mau menemui mereka aku akan sangat berterima kasih. paling tidak aku juga bisa muncul didepan orang tuaku setelah sekian puluh tahun jika aku bisa membawa Galang menemui mereka." jelas Bu Diana.
"kenapa nyonya tidak bicara saja langsung kepada mas Galang.?" tanya Hanum.
"aku takut nak, aku takut dia menolakku lagi." jawab Bu Diana.
"jadi maksud nyonya, kedatangan nyonya kesini tadi untuk meminta saya menyampaikan hal ini kepada mas Galang.?" tebak Hanum.
"iya nak, aku mohon sekali kepadamu." Bu Diana mengatupkan kedua tangannya.
"saya akan berusaha menyampaikan kepada mas Galang nyonya, tapi saya tidak berani menjamin jika mas Galang mau mendengarkan saya, nyonya juga berusahalah untuk berbicara langsung pada mas Galang." jawab hanum.
"iya nak, sebenarnya aku takut saja dia menolakku terus. ya aku sadar kesalahan besar sudah aku lakukan terhadapnya." ucap Bu Diana.
" maaf nyonya bukan bermaksud saya mengusir nyonya, tapi saya sudah ditunggu sama mas galang,"kata Hanum sambil melihat jam tangannya.
"iya nak, tapi jangan lupa ya untuk menyampaikan pesanku tadi," Bu Diana sangat berharap.
"iya nyonya." jawab Hanum sambil bersiap-siap pergi.
"kita sama-sama kedepan nyonya," ajak Hanum kemudian membuka pintu dan bergegas menuju mobilnya diparkiran.
Hanum pun melajukan mobilnya ke kantor suaminya. sesampai dikantor Hanum langsung menuju ruangan suaminya. disetiap bertemu karyawannya Hanum tak lupa menyapa atau sekedar melambaikan tangannya. itulah Hanum, sosok yang selalu menghargai orang lain.
Sesampai Hanum diruangan suaminya, Hanum langsung membuka pintu dan memberi salam pada suaminya.
"assalamu'alaikum suamiku sayang," ucap Hanum.
"waalaikum salam sayangku. kemarilah, ini ada kiriman makanan dari orang tua Saskia yank," panggil Galang.
"waa asik kita gak jadi makan diluar dong," ucap Hanum sambil duduk disamping suaminya.
diruangan itu ternyata juga ada Saskia dan David yang sedang menata makanan dimeja.
"iya sayang, hari ini mereka berdua akan melangsungkan pertunangan, kita nanti malam diundang ke acara mereka berdua sayang." jawab Galang.
"benarkah,? waa selamat ya," lanjut Hanum.
"iya Bu, ayo Bu silahkan dinikmati makanannya, ini masakan ibu saya sendiri loo," ucap Saskia.
mereka ber empat akhirnya makan bersama diruangan Galang. sesudah makan David dan Saskia meminta izin agar diperbolehkan pulang cepat untuk mempersiapkan acara pertunangan mereka nanti malam.
__ADS_1
Galang pun memberi izin pada kedua bawahannya tersebut untuk pulang lebih awal. kini diruangan Galang tinggal Galang dan Hanum.
"yank, kemarilah." panggil Galang.
Hanum pun menghampiri Galang dan duduk dipangkuan Galang.
"ayo katakan kepadaku, apa yang kamu ketahui tentang Anna,?" tanya Galang.
Hanum pun menceritakan semua tentang Anna dan siapa Anna sebenarnya.
Galang yang mendengar cerita Hanum pun merasa iba dengan nasib yang dialami Anna.
"terus kamu berniat membantunya sayang,?" tanya Galang.
"iya mas, aku akan meminta Anna mengelolah butik baru kita di kota B, kebetulan disana aku masih belum menempatkan orang yang benar-benar bisa aku percaya untuk mengelola butik itu." jawab Hanum.
"semua terserah kamu sayang, asal kamu juga harus berrhati-hati. sebab kita juga belum mengenal betul siapa Anna yang sebenarnya " nasehat Galang.
"iya mas," jawab Hanum.
"oh iya mas tadi nyonya Diana menemui aku." lanjut Hanum.
"mau apa lagi dia,?" tanya Galang sambil menurunkan istrinya dari pangkuannya dan berjalan ke arah jendela
"mas, tenangkan dulu dirimu." ucap Hanum.
"iya tapi katakan padaku, ada apa dia menemuimu.?" tanya Galang lagi sambil memandang keluar jendela kacanya.
"mas, nyonya Diana ingin mengajakmu menemui oma dan opa kamu diluar negeri mas," jawab Hanum.
"Oma, opa apa mereka masih hidup,? aku sudah puluhan tahun aku tak perna bertemu dengan mereka. semenjak ayah meninggal aku putus komunikasi dengan mereka." Galang mengingat opa dan Oma nya tak terasa ada buliran bening disudut matanya.
"mas, cobalah kamu membuka pintu maafmu untuk mamamu mas, Alloh saja maha mengampuni segala dosa hamba-hambanya mas, bagaimana pun mamamu lah yang membawa surgamu mas," ucap Hanum.
"aku tidak tahu apa aku bisa memaafkan mama sayang," Galang mengusap rambutnya dengan jarinya.
"bicaralah kembali dengan mamamu mas, dia sudah berubah mas, mungkin dia juga sudah bertahun-tahun memendam rasa bersalah dihatinya, hal itu aku yakin pasti juga sangat menyiksanya" jelas Hanum.
"jangan memaksaku untuk saat ini sayang." Galang tetap belum yakin bisa memaafkan mamanya.
"ya sudah aku hanya menyampaikan pesan mamamu mas," ucap Hanum sambil memeluk tubuh suaminya dari belakang.
"sudahlah yank, semua kemudahan dan kesulitan yang Alloh berikan untuk menyelesaikan masalah kita, kita kembalikan lagi kepada Alloh ya sayang, kita tidak usah membahas masalah ini lagi, biarlah takdir Alloh yang menentukan kedepannya kita akan seperti apa dengan keluarga kita nantinya." ucap Galang sambil berbalik kemudian memeluk erat tubuh istrinya dengan erat.
bersambung.
__ADS_1