
Didalam mobil Bu Ndari masih ketakutan saat melihat Galang, pasalnya sudah bertahun-tahun cuma Elang satu-satunya laki-laki yang ditemuinya, itu pun hanya sekedar untuk memberinya suntikan obat penenang jika Ndari dalam kondisi memburuk.
"aku gak mau, aku gak mau, dia jahat, dia jahat," tiba-tiba Bu Ndari menunjuk Galang dan merontah-rontah ingin keluar dari mobil itu.
untung saja posisnya ada ditengah diapit oleh Bu win dan bik Narsih.
"Tante saya gak jahat tante, saya mohon Tante tenang,,, ma tolong tenangkan Tante, didepan keadaannya ramai, nanti dilihat orang dikira kita menculik." ucap Galang.
"kak, kakak lihat saja aku, jangan lagi teriak-teriak ya, peluk aku kak, aku kangen dipeluk kakak, kakak masih sayangkan sama aku,?" ucap Bu win sambil memeluk paksa kakaknya.
akhirnya Bu Ndari pun agak sedikit tenang dan membalas pelukan adiknya.
"win, laki-laki itu jahat, dia membunuh mama sama papa, laki-laki itu jahat sudah membunuh suamimu. aku, aku juga jahat sudah percaya dengan laki-laki itu dan mengusirmu. maafkan kakak win, maafkan ya," ucap Bu Ndari sambil memeluk adiknya erat.
Hanum yang menunggu dirumah pun merasa sangat cemas, dia mondar-mandir diruang tengah ditemani oleh bik Surti.
"nyonya yang tenang, pasrahkan semua sama Alloh nya, kita berdoa saja agar tuan dan nyonya besar berhasil menjalankan rencananya." ucap bik Surti.
"tapi aku takut bik, jika mereka ketahuan.. Elang Permana adalah orang yang jahat, aku takut mereka akan dibunuh seperti ayahku dulu." jawab Hanum.
Tiba-tiba
"aaauuuhhhh aaauuhhhh bik perutku sakit sekali bik, aaauuhhh" Hanum kesakitan.
"nyonya, nyonya kenapa,?" tanya bik Surti.
"kepalaku sakit bik, perutku juga sakit sekali." ucap Hanum.
"nyonya duduk dulu sini ya, saya hubungi tuan dulu, mungkin nyonya mau melahirkan." bik Surti panik.
Bik Surti pun mencoba menghubungi Galang.
2kali bik Surti melakukan panggilan tapi Galang belum juga mengangkat telpon dari bik Surti.
"gimana bik," tanya Hanum
"tidak diangkat nya," jawab bik Surti
mendengar jawaban bik Surti Hanum pun merasa tambah panik dan tiba-tiba tidak sadarkan diri.
"aduh bagaimana ini, nyonya bangun nyonya, kita kerumah sakit saja langsung,".bik Surti mencoba menyadarkan Hanum.
"pak Tarno, pak Sukir tolong cepat kalian kemari," bik Surti memanggil mereka yang dilihatnya sedang duduk didepan pos penjagaan.
"ada apa bik," tanya pak Tarno dan pak Sukir sambil berlarian karena melihat bik Surti yang sedang panik.
"nyonya, nyonya pingsan." jawab bik Surti.
pak Tarno dan pak Sukir pun berlarian masuk kedalam untuk melihat keadaan nyonya nya.
"kenapa ini bisa terjadi bik, ambilkan tambahan bantal," ucap pak Tarno sambil membenarkan posisi Hanum agar terlentang dengan nyaman.
"nyonya dari tadi panik menunggu kabar dari tuan dan nyonya besar, dia mondar-mandir dan tiba-tiba bilang kepalanya pusing dan perutnya sakit. ya akhirnya pingsan seperti ini." tutur Bu Surti.
__ADS_1
"cepat hubungi tuan pak Sukir, tanya dia, kita bawa nyonya langsung ke rumah sakit atau menunggu dia datang." pak Tarno memerintah pak Sukir.
Tanpa harus menunggu perintah lagi pak Sukir pun menghubungi tuannya.
"hallo pak Sukir ada apa,?" jawab Galang.
"nyonya Hanum pingsan bos, ini gimana kita bawah ke rumah sakit atau nunggu bos datang,?" tanya pak Sukir.
"apa, kenapa istriku bisa pingsan, apa yang terjadi.?" Galang mulai panik.
"coba tuan ngomong sama bik Surti saja ini." pak Sukir memberikan hp nya ke bik Surti.
"hallo tuan, ini saya bik Surti,"
"iya bik, kenapa istriku katanya pingsan.?" tanya galang sambil sedikit mempercepat laju kendaraannya.
"nyonya dari tadi takut tuan dan nyonya besar gagal dengan rencana kalian. sudahlah tuan kita bicara nanti saja. ini gimana baiknya, saya takut nyonya kenapa-kenapa," bik Surti tidak mau menjelaskan yang terjadi lewat telpon karena kelamaan.
"baiklah, sebentar lagi aku sampai rumah, siapkan semua keperluan yang dibutuhkan. kita nanti langsung berangkat ke rumah sakit." perintah galang kemudian menutup telponnya.
"ada apa nak Galang," tanya Bu win.
"Hanum pingsan ma," jawab Galang.
"kenapa dia bisa pingsan.?" tanya Bu win lagi.
"aku juga tidak tahu ma, ini kita juga sudah mau sampai kita akan tahu apa yang sebenarnya terjadi." jawab Galang.
Dan benar adanya setelah beberapa menit Galang pun sampai dirumah, dia turun dari mobil tidak menunggu lagi mertua dan juga yang lain, dia langsung berlari masuk ke dalam rumah.
"nyonya tadi bilang kepalanya pusing dan perutnya sakit kemudian tiba-tiba pingsan tuan, saat saya saya menghubungi tuan berkali-kali tidak tuan angkat. mungkin nyonya terlalu panik karena nyonya khawatir tuan dan nyonya besar ketahuan saat menjemput saudara nyonya besar." jelas bik Surti.
"ya sudah kita langsung kerumah sakit saja,"
Galang mengangkat tubuh istrinya dan baru Galang tahu kalo ternyata ketuban istrinya juga sudah pecah.
"ayo cepat siapkan mobil, istriku sudah mengeluarkan ketuban," teriak Galang sambil mengangkat tubuh istrinya.
"nak Galang kenapa Hanum nak.?" tanya Bu win yang baru masuk.
"sepertinya istriku mau melahirkan ma," jawab Galang.
bersamaan denga itu Bu Ndari yang melihat banyak orang pun akhirnya teriak-teriak histeris.
" kita pergi dari sini, mereka semu jahat kita pergi ayo pergiiiiiiiiii" teriak Bu Ndari sambil menarik tangan Bu Winda.
"sudah kalian bawa saja Hanum sekarang, mama nanti menyusul jika Tante kalian sudah tenang." ucap Bu win.
tanpa menunggu lagi Galang langsung bergegas menuju mobil dan menaruk istrinya dikursi belakang, dia pun ikut masuk dari pintu sisi lain mobil tersebut, kemudian menyandarkan kepala istrinya ke pangkuannya.
pak Sukir diminta mengemudikan mobil dan bik Surti pun turut serta dan duduk dikursi depan samping pak sukir yang mengemudikan mobil.
pak Sukir mengemudikan mobil dengan sangat cepat. setiba dirumah sakit bik Surti yang terlebih dulu turun untuk meminta pertolongan buat nyonya nya.
__ADS_1
Dua perawat datang membawa bangkar dan Hanum pun ditidurkan diatasnya, Hanum pun mulai sadar saat merasa tubuhnya terhuyun karena tidur diatas bangkar yang didorong masuk ke ruang pemeriksaan.
"aauuuuhhh perutkuu sakiiittt aaauuuuu" rintih Hanum.
"iya sayang, sebentar lagi dokter akan memeriksamu yank," ucap Galang sambil memegangi tangan istrinya.
"sakit mas, sakiiittt" rintih Hanum terus.
"maaf pak, apa istri bapak pasien dari dokter Marisa.?" tanya suster
"iya suster," jawab Galang.
"baiklah, tunggu sebentar lagi ya pak, dokter Marisa akan segera datang." tutur suster tersebut sembari menyiapkan keperluan untuk proses persalinan.
"maaf menunggu, selamat malam pak Galang, permisi saya periksa dulu Bu Hanum nya ya," ucap dokter Marisa saat baru masuk.
"selamat malam dok, iya silahkan." Galang menjawab sekaligus memberi ruang untuk dokter Marisa memeriksa istrinya.
"apa semua dalam kondisi bagus sus,?" tanya dokter Marisa pada suster yang memeriksa tensi darah Hanum.
"awal datang tadi sedikit tinggi dok, tapi sekarang sepertinya sudah normal." jawab suster tersebut.
"baiklah, kita lihat sudah sampai berapa pembukaan jalan lahirnya.maaf ya Bu Hanum mohon sedikit diangkat pinggul nya, saya bantu melepas celana dalam nya." ucap dokter Marisa.
Hanum pun menuruti kata-kata dokter Marisa, meski dia sudah merasa sangat kesakitan.
setelah itu dokter pun memeriksa jalan lahir dengan memasukkan jarinya,
"sudah mendekati pembukaan sempurna.cepat siapkan semua." perintah dokter Marisa pada suster yang membantunya.
"aauuuuhhh dokk sakit,,aauuu aauuhhhh" Hanum terus merintih.
galang pun mendekati istrinya dan memberi dukungan istrinya.
"sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan bertemu anak kita, pegang erat tangan mas sayang." Galang terus memberi semangat istrinya.
"aaauuuhhhh sakit mas, auuuhhh" rintih Hanum sambil mencengkeram tangan suaminya.
"tarik nafas Bu, keluarkan pelan-pelan lewat mulut, nanti saya interuksikan kapan waktu ibu harus mengerjan." ucap dokter Marisa.
"aauuuuhhh auuuuhhh" rintih hanum
"ya sebentar lagi," ucap dokter Marisa.
"auuuuhhh tidak tahan dokk, aauuuuuhhhh"
"iya sekarang Bu Hanum bantu dorong ayooo Bu dorong sedikit lagi" perintah dokter Marisa.
"uuuuhhhhhhhh uuhhhhhhhh" Hanum terus mengerjan
Dan ,"oeeekkkk oeeekkkk" suara tangis bayi pun terdengar sangat keras diruangan itu. saat Hanum berhasil melahirkan bayinya.
"sayang anak kita lahir sayang, itu tangis anak kita sayang.terima kasih, terima kasih ," ucap galang sambil bertubi-tubi menciumi punggung tangan istrinya.
__ADS_1
Hanum hanya bisa tersenyum karena sangat kelelahan.
bersambung.