
Setelah selesai dimandikan bayi cantik Hanum dan galang akhirnya dibawah suster untuk diberikan ke pasangan suami istri yang baru diberikan tambahan momongan tersebut.
"ini ibu bapak putrinya. mungkin bapak mau menggendongnya.?" tanya suster
"iya sus, saya ingin mengadzani putri saya." jawab Galang.
"oh iya pak ini, hati-hati ya pak." suster tersebut menyerahkan bayi mungil itu.
Galang pun mengadzani putrinya yang baru lahir tersebut kemudian mengkhomati. setelah itu suster meminta lagi bayi tersebut dan diberikan kepada Hanum agar diberi ASI.
Dua hari berlalu akhirnya bayi mungil nan cantik itu pun dibawah pulang oleh Hanum dan galang.
"cucu nenek yang cantik selamat datang dirumah sayang." sambut Bu win.
"ma bisa minta tolong gendong dulu, aku mau bantu dik Hanum masuk ke kamar ma." pinta Galang.
"sini, sini biar nenek Ndari yang gendong," sahut Bu Ndari.
"ih kak kok malah di dululin sih, aku kan juga kepingin menggendongnya." Bu win dan Bu Ndari saling berebut.
"oh iya num, nama apa yang akan kau sematkan untuk cucuku yang cantik ini.?" tanya Bu Ndari.
"sesuai janji kami sama Oma mas Galang, namanya akan sama dengan nama Oma, iya kan mas.?" jawab Hanum.
"iya ma, nama anak kami Rita putri pramono." lanjut Galang.
"cantik seperti anaknya." jawab Bu win.
Begitulah hari-hari dimana kebahagian yang dirasa oleh Galang dan Hanum.
15 tahun telah berlalu Galang dan Hanum pun hidup penuh cinta dan kedamaian.
Tara kini berusia 17 thn, Rita juga sudah 15 tahun. sedang Devi sudah 21 THN.
Bu Ndari dan Bu win kini sudah memasuki usia senja. David dan Saskia juga sudah dikarunia,i anak laki-laki yang kini usianya sudah 14 THN yang bernama Michel, sedang Daniel dan Gita yang juga menjadi pasangan suami istri juga sudah di karunia,i anak 3 yang semua berjenis laki-laki. Vino, Raka dan Riko.
__ADS_1
begitu juga pasangan Robi dan Santi juga mempunyai anak perempuan yang bernama Dena.
kehidupan yang bahagia dari setiap pasangan masing-masing dan keturunan yang tampan dan cantik serta pandai telah menghiasi kehidupan mereka.
tapi mereka tidak sadar akan ada bahaya yang mengincar mereka dari kehidupan masa lalu yang akan mengganggu ketentraman yang mereka rasakan beberapa tahun terakhir.
Yanti, yasmin dan elang Permana juga sudah bebas dari penjara dengan membawa dendam dan kebencian yang akan membuat ketentraman Galang dan Hanum harus terusik.
"Tara nanti jika berangkat ke sekolah jangan lupa antar adik kamu dulu ya," pinta Hanum pada Tara saat sedang sarapan bersama.
"iya ma, tumben Rita tidak bareng sama papa.?" tanya Tara.
"papa kamu ada meeting pagi ini sayang, makanya papa sudah berangkat kekantor pagi-pagi." jawab Hanum.
"assalamualaikum.. mama" salam dari seseorang yang mengagetkan semua yang sedang sarapan.
"devaaaannn,, mama kangen sayang," Hanum berdiri dan memeluk Devan yang pagi-pagi memberi kejutan.
"Devan juga ma, nenek, papa mana ma.?" Devan memeluk satu persatu orang-orang yang dirindukannya.
"papa kamu sudah ke kantor sayang," jawab Hanum.
"adik ku sudah gede ya." jawab Devan.
"sudah-sudah ngobrolnya. ayo duduk dekat nenek sini, kita sarapan sayang." Bu win menarik tangan cucu yang dirindukannya agar duduk dikursi tepat disampingnya.
Setelah sarapan dan bercengkrama pun semua kembali kerutinitasnya masing-masing.
"Devan mau menemui papa dikantor ya ma,nek." pamit devan.
"iya pergilah, papamu pasti sangat senang dengan kedatanganmu nak." jawab Hanum.
Devan pun pergi ke kantor Galang, didepan kantor galang, Devan seperti melihat sosok Yanti mamanya. tapi setelah Devan menghampirinya, Yanti sengaja menghindari agar Devan tidak memergoki dirinya.
"seperti mama, apa yang dia lakukan disini." ucap Devan pada dirinya sendiri, kemudian Devan melangkah masuk kekantor papanya.
"siang tuan Galang," sapa Devan menggoda papanya.
"hai my boy. kenapa tidak mengabari papa terlebih dulu kalau mau datang, papa kan bisa jemput kamu dibandara." Galang berdiri menyambut Devan dan memeluknya.
__ADS_1
"Devan ingin buat kejutan pa," jawab Devan.
"papa sangat rindu padamu nak, lihatlah Devan kecilku dulu kini sudah menjadi laki-laki muda yang gagah dan tampan." Galang begitu bangga pada Devan.
"ah, papa bisa aja," ucap Devan.
"gimana-gimana, study mu sudah selesai, kini apa yang kamu kerjakan nak, ?" tanya Galang.
"Devan diminta kakek mengurus perusahaannya pa, tapi sejujurnya Devan merasa belum mampu, mangkanya Devan kesini ingin agar papa mau mengajari Devan..oh iya pa, tadi dibawah Devan seperti melihat mama yanti loo pa, apa mama sudah bebas dari penjara.?"
"apa kamu melihat mamamu? terus apa kamu bicara dengannya.?" Galang balik bertanya.
"Devan melihatnya dari kejauhan, tapi pas Devan hampiri dia malah kabur. tapi sumpah Devan yakin kalo itu mama yanti pa."
"coba nanti papa cari informasi dari lapas, jika memang dia sudah bebas Devi dan kamu patut berhati-hati nak.."
"semoga mama sudah beruba pa, jika tidak aku kasihan dengan Devi, pasti rasa traumanya yang dulu bisa kambuh lagi."
"baiklah, jika memang mamamu sudah keluar dari penjara, papa akan menyuruh orang untuk mencarinya dan selalu mengawasi gerak-geriknya setiap saat."
"baguslah pa, oh iya pa, kalau papa sibuk Devan balik pulang dulu saja ya,, nanti kita lanjut pembicaan kalau papa sudah pulang dari kantor."
"gak nak, papa gak sibuk kok, temani papa sampai jam istirahat siang, habis itu kita pulang bareng."
"ok,"
Galang pun melanjutkan pekerjaan sembari ditemani Devan, bahkan Devan mulai belajar sedikit-sedikit mengurus perusahaan seperti yang dilakukan Galang.
jam berlalu begitu cepat, jam istirahat siang pun sudah tiba, Galang mengemasi barang-barangnya yang akan dibawah pulang. anak dan papa tersebut keluar dari ruangan orang nomer satu dikantor itu dengan gagahnya.
"hai siapa ini yang datang," sapa David.
"om David apa kabar om..?" jawab Devan
"seperti yang kamu lihat, om selalu sehat dan kuat menghadapi kenyataan betapa makin cerewetnya papamu,"
""ha ha ha ha,"
"dasar kau ini kurang ajar sekali vid."
__ADS_1
bersambung...