
"mas, kemaren kita mau periksa kandungan gak jadi kan, bisa tidak hari ini mas antar aku periksa setelah selesai menemui pak Elang,?" tanya Hanum sambil menikmati sarapannya.
"kalo habis kita ini saja gimana sayang, mas takut nanti pulangnya kesorean malah kita gak jadi periksa kandunganmu lagi," jawab Galang.
"baiklah mas, nanti habis mengantarku periksa kandungan mas langsung aja ke kantor, aku juga ikut bolehkan,?" tanya Hanum lagi
"iya, boleh dong sayang, malah mas seneng banget bisa seharian bersama mu," jawab Galang.
"jadi mama dibiarkan dirumah sendirian ini ceritanya.?" Bu win pura-pura marah.
"iya mas, kasian juga mama jika sendirian." jelas Hanum.
"gak apa-apa kok, mama cuma bercanda, lagian mama ingin istirahat, takutnya rencana nanti malam butuh waktu untuk bergadang, kalo sekarang mama istirahat nanti malam mama jadinya gak ngantuk." ucap Bu win.
"bener mama gak apa-apa ditinggal." Hanum memastikan.
"iya nak, gak apa-apa," balas Bu win.
"ya sudah aku juga sudah selesai sarapan. aku siap-siap dulu ya mas, kamu juga belum siap-siapkan ayo cepetan, nanti keburu siang antriannya pasti panjang," ajak Hanum.
"telpon aja dulu yank, kita pesan no antrian biar nanti gak usa terlalu lama antrinya." saran Galang.
"iya juga," Hanum pun menelpon dokter kandungannya.
sembari menunggu istrinya menelpon, galang yang akhirnya menyiapkan baju untuknya dan istrinya.
setelah membersihkan diri dan berganti baju. mereka pun berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan Hanum.
karena Hanum juga sudah memesan no antrian tak butuh waktu lama pun kini giliran Hanum yang dipanggil untuk diperiksa.
"pagi Bu Hanum, pak Galang apa kabar,?" tanya dokter.
"baik dok," jawab Hanum dan galang.
"ayo silahkan duduk dulu,"
"iya dik terima kasih," jawab Hanum.
"bagaimana, ada keluhan tentang kehamilannya Bu,?" tanya dokter.
"gak ada dok, hanya ya sudah biasa hamil tua jadi sering sekali kencing dan cepat lelah itu saja," jawab Hanum.
"syukurlah kalo hanya itu, karena masalah itu masih tergolong wajar. ya sudah mari Bu berbaring, kita mulai pemeriksaan." ajak Bu dokter.
Hanum pun naik keranjang dibantu oleh asisten dokter kandungan tersebut. Galang juga memposisikan dirinya disamping istrinya agar bisa mengamati monitor yang menunjukkan gambar calon anaknya dengan jelas.
" kisaran 34 Minggu ya Bu, posisinya juga sudah pas dijalannya. tinggal menunggu saja, Bu Hanum harus sering-sering buat jalan ya, biar nanti jadi lebih gampang saat proses persalinan. jangan lupa istirahat teratur makan makanan sehat, dan yang terpenting persiapkan diri untuk proses persalinan nanti. dan untuk pak Galang, saya tidak bosan-bosan mengingatkan, jadilah suami siaga ya pak," tutur Bu dokter.
"iya dok," jawab pasangan suami istri tersebut.
setelah selesai memeriksakan kandungan Galang dan Hanum pun langsung pergi menuju kantor galang karena hari juga mulai siang.
sesampainya dikantor.
"pagi pak, Bu" sapa Saskia.
"pagi sas," jawab keduanya.
"oh iya, Saskia agendaku hari ini apa saja?" tanya Galang.
"kalo untuk agenda keluar kantor tidak ada pak, tapi jam 11 nanti pimpinan Elang Group akan berkunjung kemari, dan juga nanti jam 2 tamu dari Singapure akan datang untuk membicarakan masalah barang yang mereka pesan sudah siap ekspor atau tidak, selepas itu sudah tidak ada lagi pak," jawab saskia.
__ADS_1
"ya sudah, masih ada waktu 1 jam lagi, nanti pas jam makan siang kamu sekalian pesankan makan siang untuk tamu kita nanti ya, soal menu sesuaikan saja." perintah Galang.
"iya pak, oh iya ibu dan bapak dibikinkan minuman dingin atau panas,?" tanya Saskia lagi.
"bikinkan kami teh hangat saja ya sas, sebelumnya terima kasih" jawab Hanum.
"iya Bu,"
Hanum dan Galang pun masuk ke ruangan galang.
Galang menarik tangan hanum dan duduk dikursi kebesarannya, Galang memposisikan istrinya dipangkuannya.
"senangnya kalo dikantor bisa santai dan bermesraan denganmu sayang." ucap Galang.
"itu sih maunya kamu mas," jawab Hanum.
"bagi mas, didunia ini tidak ada yang penting selain kamu dan keluarga yank, mas yang hidup sebatang kara didunia ini, merasa sangat beruntung memiliki mu, mama dan anak-anak. bahkan semua yang mas miliki rela diambil orang tapi mas tidak akan rela jika kalian yang diambil dari mas," ucap Galang.
"pinter banget sih ngegombalnya, " jawab Hanum sambil mencubit hidung suaminya.
tok tok tok "permisi pak" saskia mengetuk pintu.
'iya masuk," jawab Galang
Hanum pun berniat untuk turun dari pangkuan Galang tapi malah ditahan oleh Galang.
"gak usah turun, cuma Saskia juga kok yang masuk." ucap Galang.
"malu mas," jawab Hanum.
"gak usah malu buk, saya malah seneng lihat bapak dan ibu sangat romantis," sahut saskia yang mendengar ucapan Hanum.
"bisa aja kamu sas," jawab Hanum.
"menikah saja denganku, aku pasti lebih romantis dari bos kita ini." sahut David yang tiba-tiba masuk.
" kalo pak David bukannya romantis tapi tukang perkosa orang,ngeri saya. kayak yang kemaren cuma mencium secara tidak sengaja saja bikin bibir saya jontor, apa lagi kalo disengaja, bisa babak belur muka saya." ejek Saskia.
"apa kamu bilang," jawab David.
"permisi pak, maaf saya keluar dulu takut ada singa mengamuk." pamit Saskia sambil cepat-cepat meninggalkan ruangan itu.
"haaaa haaaa haaaaa" Hanum dan Galang tertawa terbahak-bahak melihat David yang mukanya merah menahan amarah.
"awas kamu ya sas" ucap David.
"lagian kamu ini aneh loh vid, ada barang bagus kenapa gak langsung sikat aja," goda Galang.
"main sikat aja, nikahi dulu" tegur Hanum.
"apa nikah sama dia, pikir-pikir dulu saya buk," jawab David.
"jangan sok jual mahal, kemaren aja tu bibirmu main comot bibir dia juga kan.?" ejek galang.
"itu kan karena hal lain bos," jawab David.
"memang hal lain apa vid,?" tanya Hanum.
"ah enggak yank, itu alasan David aja kok, iya kan vid," Galang menyahuti takut David bicara hal yang terjadi kemaren.
"tau ah," jawab David.
__ADS_1
Hanum cuma mengernyitkan kedua alisnya karena tak yakin dengan pembicaraan Galang.
"oh iya vid, ada apa kamu tadi kemari.?" Galang mengalihkan pembicaraan.
"mesra-mesraannya harap disudahi bos, sebentar lagi pimpinan Elang Group dan tamu lainnya akan segera sampai." jawab David sedikit kesal pada bos nya.
"ya sudah, kamu tunggu diruang istirahat saja ya sayang, mas mau keruang rapat dulu." ucap Galang.
"iya tapi jangan lama-lama." jawab Hanum.
"iya sayang nanti acara pertemuannya ditutup dengan acara makan siang bareng. kalo kamu ingin makan siang lebih dulu, suruh Saskia saja membelinya ya." tutur Galang.
"iya mas, atau boleh ya aku makan dikantin aja sekarang, biar Saskia yang nemenin aku.?" pinta Hanum.
"iya boleh banget. ya sudah kamu ke kantin dulu biar mas antar, baru mas balik ke ruang rapat."
"ok, ayo" jawab Hanum singkat.
mereka berdua pun keluar dari ruangan Galang menuju kantin kantor tersebut. tapi sebelumnya
" sas kamu temani istriku makan dikantin ya, selesai makan kalian berdua balik saja keruanganku. temani istriku sampai aku selesai rapat." perintah Galang ke Saskia.
"iya pak," jawab Saskia dan langsung berdiri mengikuti kedua bos nya tersebut.
Selepas mengantar istrinya ke kantin.galang pun bergegas menuju ruangan rapat, dan ternyata rombongan Elang Permana pun juga baru saja sampai.
"selamat siang pak Galang," sapa elang dan yang lain.
"selamat siang pak elang dan bapak-bapak sekalian.' jawab Galang sambil bersalaman satu persatu.
"biar tidak membuang waktu mari kita langsung saja membahas masalah saham yang akan bapak alihkan atau jual ke saya." ucap galang.
"oh iya ini pak Galang, mereka berdua adalah pemilik saham RH. group yang akan dijual ke pak Galang masing-masing dari mereka memiliki 15% nilai saham RH Group." jelas Elang.
"untuk pembayaran dan dokumen-dokumen yang harus kalian adakan. semua kalian urus langsung dengan asisten saya. saya tidak mau ada kesalahan apapun." tutur Galang tanpa basa-basi.
"baik pak," jawab keduanya.
"vid kamu atur semua." ucap galang pada David.
"baik bos." jawab David.
"mari kalian berdua ikut saya," ajak David pada kedua orang yang akan menjual saham pada Galang.
"waa, saya jamin keuntungan besar akan pak Galang dapat dari RH,Group pak," ucap Elang Permana.
"saya harap juga begitu. buat apa kita keluar uang jika kerugian yang kita dapatkan." jawab Galang.
"hebat-hebat. saya salut dengan cara pikir pak Galang, saya cukup puas jika bisa melihat Robi akan hancur ditangan kita, dan saya juga berharap bisa menjalin hubungan keluarga dengan pak Galang kedepannya," Elang bicara penuh keyakinan.
Galang hanya membalas ucapan Elang dengan senyuman.
hubungan keluarga, silahkan saja kau terus bermimpi bapak elang Permana. setelah ini aku pastikan kamu yang akan hancur karena telah mengusik keluarga istriku. batin Galang.
Setelah rapat selesai Galang mengajak tamu-tamunya makan siang,
makanan yang tadi dipesan oleh Saskia pun juga sudah tertata di ruangan tersebut tapi dilain meja.
"mari pak kita makan siang dulu," ajak Galang.
"waa kami jadi merepotkan ini," jawab Elang.
__ADS_1
"jangan begitu pak, saya malah senang bisa menjamu tamu spesial seperti bapak." ucap Galang berbasa-basi.
bersambung.