Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Wanita itu mirip dengan mama


__ADS_3

Setelah selesai mangganti pakaian Galang dan Hanum keluar dari kamar tamu dirumah Elang permana tersebut.


Tak sengaja Hanum melihat sebuah foto keluarga yang terpajang didinding ruang tengah yang kebetulan terletak pas didepan kamar tamu.


kenapa wanita foto itu sedikit mirip dengan mama,batin Hanum.


"mas aku bisa minta tolong." bisik Hanum.


"coba nanti tanyakan siapa wanita yang ada difoto itu, kenapa aku merasa dia ada kemiripan dengan mama" lanjut Hanum.


"iya nanti mas tanyakan." jawab Galang juga berbisik.


"hai Lang, kenapa kok malah bisik-bisik, ayo kita lanjutkan makannya." panggil Yasmin.


"iya aku cuma kasih tau istriku agar tidak berbuat aneh-aneh dirumah orang." jawab Galang asal.


"biarkan saja pak Galang, anda harus memaklumi begitulah menikah dengan wanita kampung, harusnya anda sudah faham akan hal itu." Elang sengaja merendahkan Hanum.


"saya bukannya berbuat aneh-aneh saya hanya tidak terbiasa makan-makanan seperti yang kalian makan. kalo boleh izinkan saya memasak sendiri didapur."Hanum merencanakan sesuatu.


"waaa jiwa orang kampungnya pun tetap melekat saja, silahkan saja mau masak apa pun tersedia bahannya dikulkas," jawab Yasmin.


"pak Galang, apa bapak tidak malu dengan istri bapak yang kampungan seperti itu.?" hasut Elang.


"seperti yang pak Elang lihat, bapak juga mengetahui saya dijebak mantan istri saya agar bisa menikah dengan dia. ya walau saya belum bisa mencintai dia, tapi saya laki-laki yang bertanggung jawab pak, kami punya komitmen , semua keputusan akan kita selesaikan setelah dia melahirkan nanti. dan selama Hanum masih dalam masa kehamilan, saya wajib menjaga kehamilannya sampai dia melahirkan dengan aman. jika terjadi sesuatu hal terhadapnya maupun kehamilannya semua aset yang dipercayakan kepada saya akan ditarik kembali." Galang mensiasati keamanan untuk istri dan calon anaknya dengan bersandiwara.


"itu sangat aman pak Galang, menunggu memang menjenuhkan, tapi kalo menunggu ditemani dengan yang lebih baik saya rasa waktu juga akan cepat berlalu." ucap Elang.


"maksudnya,?" Galang tidak mengerti.


"lihatlah, ada emas didepan pak Galang, kenapa harus memilih perunggu yang ada didapur itu." tutur Elang.


"maksud pak Elang saya dengan Yasmin." Galang mulai mengerti.


"pak Galang pasti sudah mengerti arah pembicaraan saya," jawab Elang.


"saat ini saya merasa belum pantas untuk membicarakan hal ini pak, saya tunggu istri saya selesai melahirkan saja, saya tidak mau menanggung resiko dengan kehamilannya yang akan mengakibatkan saya kehilangan semua yang sudah saya miliki." Galang meyakinkan sandiwaranya didepan Elang.


"ya ,ya ,ya anda benar pak galang, semua akan lebih indah jika sudah tepat dengan waktunya." Elang pun terkecoh dengan sandiwara Galang.


"oh iya pak Elang, mohon maaf, saya dari tadi tidak melihat nyonya rumah ini." Galang mengalihkan pembicaraan.


"oh istri saya sedang diluar negeri pak Galang, biasa mengurusi bisnisnya diluar negeri." jawab Elang.


"ohh," Galang cuma manggut-manggut.


"sudah pa jangan ajak Galang ngobrol terus ayo kita makan," Yasmin kembali mencoba mendekati Galang.


"saya mohon kamu kembali duduk ditempatmu yasmin. ingat yang aku bicarakan tadi kan, aku gak mau menanggung resiko dengan istriku sebelum dia melahirkan nanti." Galang kembali menolak dengan sandiwaranya tadi.


"iya iya aku mengerti, sorry ya" Yasmin cuma bisa tersenyum kecut.


sementara didapur Hanum mencoba mengorek keterangan tentang wanita difoto yang membuatnya penasaran.

__ADS_1


"maaf mbak, saya ingin makan mie instant, ada gak ya kira-kira disini." tanya Hanum pada pelayan.


"ada nyonya, kenapa nyonya tidak ikut makan disana meja makan saja, apa nyonya tidak suka dengan masakan kami.?" tanya pelayan Elang.


"gak tau ini mbak, saya tiba-tiba pingin makan mie instant, mungkin calon anak saya lagi pingin barang kali." Hanum mengunakan kehamilannya sebagai alasan.


"oh iya mungkin nyonya, baiklah lebih baik nyonya tunggu di ruang makan. nanti saya antar mie nya kesana." ucap pelayan tersebut.


"saya tunggu disini saja mbak, oh iya dari tadi saya kok belum ketemu nyonya rumah ini, apa sedang pergi dia mbak?" selidik Hanum.


"iiiyyaaa nyonya," pelayan itu menjawab dengan gugup.


"kenapa mbak kelihatan panik," Hanum mulai curiga.


"tidak apa-apa nyonya. lebih baik nyonya tunggu didepan saja," pelayan itu agak ketakutan.


"mbak saya cuma tanya nyonya rumah ini, kenapa mbak jadi ketakutan." Hanum bertanya sambil memelankan suaranya.


"saya tidak berani menjawab nyonya, banyak mata yang mengawasi saya," jawab pelayan tersebut.


"berarti benar firasat saya ada yang tidak beres dirumah ini." Hanum pura-pura membantu memasak mie, agar bisa berdiri sejajar dengan pelayan tadi.


"bisa nyonya temui saya besok diswalayan A jam 10 pagi. saya tiap hari belanja disana, hanya itu waktu yang bebas buat saya nyonya."


"baiklah aku tunggu mbak disana jam 10 pagi." jawab hanum.


mie yang dimasak Hanum pun sudah matang dan Hanum tetap ingin memakannya di dapur dimeja tempat pelayan makan.


"aku hanya tidak mau makan bersama orang-orang yang tak sederajat denganku saja Yasmin." jawab Hanum.


"haaaa kau berarti tau derajatmu hanum.bagus bagus kalo begitu,. dan kamu bik, cepat siapkan camilan dan minuman untuk tamu spesialku diruang keluarga." perintah Yasmin.


"iya nona," jawab pelayan Yasmin.


"oh iya dan untukmu nyonya Galang, saya harap kamu jangan ganggu kami, kami sedang membicarakan bisnis penting, kamu disini saja ditempat yang sesuai dengan derajatmu." lagi-lagi yasmin mengejek Hanum.


dasar wanita ular, aku tidak mau makan bersama semeja denganmu karena aku merasa derajatmu lah yang lebih rendah. awas saja kau berani mengoda suamiku. akan aku habisi juga kau nanti.hanum menahan amarahnya dalam hati.


Setelah beberapa saat Hanum pun menyusul suaminya diruang keluarga rumah itu.


Hanum melihat Yasmin terus saja mencoba mendekati suaminya.


Hanum pun kembali ke dapur mengambil air putih dan membawanya keruang keluarga.


dengan sengaja Hanum pura-pura tersandung saat didekat Yasmin dan menumpahkan air putih tersebut kearah Yasmin.


"aduh aduh maaf saya tidak sengaja, aduh mas perutku sedikit kram, aduh mas tolong aku," Hanum pura-pura kesakitan.


"kamu kenapa jalan tidak hati-hati. sudah ayo duduk sini,"Galang memapah tubuh Hanum untuk duduk.


"iya tadi tidak sengaja tersandung ujung sofa mas," jawab Hanum sedikit manja.


Yasmin yang bajunya yang sudah basah tapi tidak diperdulikan oleh Galang pun sedikit kesal.

__ADS_1


"lihat Lang apa yang sudah istrimu lakukan. aku jadi basah semua seperti ini.dasar wanita kampungan cari masalah saja" Yasmin mencoba merajuk pada Galang.


"istriku tadi bilang kan tidak sengaja, lagian kamu tidak lihat istriku juga kesakitan karena tersandung tadi." Galang membela Hanum.


"iya kau ini Yasmin, sudah ganti baju sana jangan bikin ribut" Elang Permana angkat bicara.


Yasmin pun masuk kedalam kamarnya.


awas saja kau Hanum. aku pastikan akan membalas perbuatanmu. kau lihat saja aku akan merebut Galang dari sisimu.ucap Yasmin dalam hati.


"ya sudah pak Elang lebih baik saya ajak istri saya pulang dulu. saya takut terjadi apa-apa dengan kehamilannya. dia sepertinya agak kesakitan." pamit Galang.


"apa perlu saya panggilkan dokter saja kemari." ucap Elang.


"tidak usah pak, lebih baik kami pulang saja," jawab Galang.


"ya sudah mari saya antar ke depan." jawab Elang.


Galang pun memapah tubuh istrinya menuju mobilnya. kemudian dia balik berpamitan kepada Elang.


"baiklah pak saya mohon diri dulu, selamat malam pak Elang, senang sekali bisa makan malam bersama" pamit Galang.


"iya saya juga senang pak Galang sudah bersedia menerima undangan saya, hati-hati dijalan pak" jawab Elang.


Galang pun melajukan mobilnya keluar dari rumah Elang Permana


"kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Galang pada Hanum.


"hiiii bener-bener ingin aku cakar saja wajah perempuan ular itu," ucap Hanum.


"jadi kamu tadi cuma berpura-pura?" tanya Galang lagi.


"ya iyalah, biar dia tidak terus saja menempel kepadamu, " hanum memasang wajah cemberut.


"jangan khawatir sayang, tubuh, hati, jiwa, raga semua yang mas punya pokoknya hanya untukmu." rayu Galang.


"ingat ya mas, awas saja sampai kau melenceng dari rencana kita, akan ku penggal senjatamu kalo kamu berani macam-macam." hanum mengancam suaminya.


"ihh mana berani mas macam-macam sayang, lagian istri sudah sempurna seperti ini kok masih mau macam-macam.he he he " galang terus merayu istrinya agar tidak ngambek lagi.


"mas aku tadi mencoba mengorek keterangan tentang wanita difoto yang mirip mama tadi pada pelayan disana. besok rencananya aku akan menemui dia saat belanja diswalayan." ucap Hanum.


"kamu harus hati-hati sayang, jangan pergi kemana-mana sendirian. harus ada penjaga yang mengantarmu pergi." tegas Galang.


"iya mas, aku akan mengajak penjaga mengawasi ku dari jauh." jawab Hanum.


"tadi aku juga sudah menanyakan hal yang ingin kau ketahui tadi, istri dari Elang Permana dia sedang berada di luar negeri mengurus bisnisnya. itu yang disampaikan Pak Elang tadi kepadaku." jelas Galang.


"tapi yang membuat aku penasaran kenapa saat aku melihat foto tadi aku merasa ada ikatan aku dengan wanita difoto tadi." ucap Hanum.


"ya sudah kita bahas lagi nanti setelah sampai dirumah ya sayang." jawab Galang karena ingin fokus mengemudikan mobilnya.


setelah sampai dirumah Hanum dan galang membersihkan diri dan menunaikan sholat isya berjamaah kemudian langsung mengistirahatkan tubuh mereka dengan rebahan ditempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2