Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Ananda Aditya Bagastara Pramono


__ADS_3

"selamat ya Bu hanum, pak Galang bayinya laki-laki sehat dan normal.sebentar biar dibersihkan baru kemudian bapak bisa mengendongnya." ucap dokter Marisa.


"iya dok," jawab Galang.


setelah beberapa saat menunggu akhirnya bayi yang masih merah itu pun diserahkan ke galang.


galang langsung mengadzani bayinya ditelinga kanan dan meng khomati di telinga sebelah kiri. tak terasa butir-butir air mata kebahagiaan mengalir di pipi galang tanpa bisa di tahan.dia peluk bayinya dan diciuminya pipi anaknya.


"terima kasih telah hadir dikehidupan papa sayang, kau lah bukti cinta kasih papa ke mama, jadilah anak yang sehat, pandai sukses didunia maupun kelak diakhirat." doa Galang sambil mencium pipi anaknya.


"amiin, maaf pak bayinya harus diberi ASI dulu," ucap suster yang ingin mengambil bayi digendongan galang.


Hanum pun masih berbaring dan dibuka penutup dadanya kemudian bayi tersebut ditengkurapkan diatas dada hanum.


bayi mungil itu sedikit mendongak-dongakkan kepalanya mencari ****** mama nya untuk menghisap asi dari payudara mamanya. setelah berhasil bayi itu pun menghisap ASI-nya dengan sangat kuat.


meski sedikit perih dirasakan Hanum, tapi rasa perih itu terkalahkan dengan rasa bahagia bisa melihat bayinya ada didepannya.


Galang pun mendekat saat melihat istrinya memberi ASI ke anaknya, dicium kening istrinya dan diusap pelan kepala anaknya yang masih menikmati ASI pertamanya.


"kamu menangis mas," tanya hanum padahal dia sendiri juga meneteskan air mata.


"ini tangisan bahagia sayang, terima kasih kalian sudah hadir di kehidupan mas," ucap Galang sambil menyeka air matanya.


"maaf pak buk, bayi nya bisa saya ambil dulu, untuk dibawa keruang khusus bayi, dan untuk ibu, kita bantu membersihkan diri dulu, habis itu kita pindahkan ke ruang lain." tutur suster yang bertugas.


"iya sus" jawab Galang. Galang pun menunggu diluar ruangan persalinan.


setelah dibantu membersihkan diri Hanum pun dipindahkan keruangan lain untuk menunggu proses pemulihan.


Setelah Hanum sudah dipindahkan. Galang pun menghubungi mertuanya untuk memberi kabar bahagia tentang kelahiran anaknya tersebut.


"assalamu'alaikum ma," ucap Galang saat panggilannya diterima oleh mertuanya.


"waalaikum salam nak, bagaimana dengan Hanum.?" tanya Bu win yang memang sedari tadi memikirkan keadaan anaknya.


"alkhamdulilah cucu mama sudah lahir, dia laki-laki dan mamanya juga alkhamdulilah keadaannya sehat juga. mungkin satu malam ini kami disini besok siang kata dokter jika kondisi dik Hanum sudah pulih benar, dia diperbolehkan pulang ma," jawab Galang.


"alkhamdulilah, ya sudah mama titip hanum ya nak, disini tantemu juga sudah tenang, saat ini dia sedang tidur, mungkin besok pagi mama akan kerumah sakit lihat cucu mama." ucap Bu win.


"iya ma, ya sudah ya ma, Galang tutup dulu, assalamu'alaikum ma,"


"waalaikum salam."


Galang pun menutup telponnya dan kembali duduk disebelah istrinya.


"mama bagaimana mas,?" tanya Hanum.


"dia sangat senang yank, mungkin besok pagi mama kesini, " jawab Galang.


"terus bagaimana dengan Tante apa kalian berhasil membawa Tante?" tanya Hanum karena tadinya memang Hanum sedang pingsan saat tantenya dibawah kerumahnya.


"Tante sudah dirumah sayang, cuma Tante sepertinya memang harus mendapatkan perawatan khusus, ada rasa trauma yang selalu mengganggu ketenangannya." jawab Galang.


"iya mas, nanti kita panggilkan Tante, psekiater saja," ucap Hanum.

__ADS_1


"itu kita pikirkan nanti sayang, yang terpenting sekarang kamu cepat pulih dan kita bisa pulang membawa anak kita kerumah," tutur Galang.


"iya aku bersyukur mas, meski dia lahir kurang cukup hari tapi dia sangat sehat, ini mukjizat buatku mas," ucap Hanum dengan wajah berseri-seri.


"ya sudah istirahatlah yank biar cepat sehat, mas akan menjagamu disini."


"tunggu mas, kamu sudah punya nama belum untuk anak kita,?"


"sudah sayang,"


"nama apa yang akan kau berikan untuk putra kita,?"


"Ananda Aditya Bagastara Pramono. aku mengambil nama-nama dari mendiang kakak-kakaknya boleh kan.?"


"boleh sekali mas, bahkan aku sangat berterima kasih kau beri nama yang begitu indah untuk anak kita," ucap Hanum sambil berderai air mata karena teringat ke dua putranya yang telah tiada.


"maafkan mas sayang, jika nama itu mengingatkanmu akan Adit dan bagas, kamu boleh menggantinya kok." tutur Galang saat melihat istrinya menangis.


"aku tidak akan menggantinya mas, bahkan aku tidak menyangka nama yang kau berikan untuk anak kita begitu indah, nama itu mewakili perasaanku yang tak akan melupakan almarhum anak-anakku." tegas Hanum.


"syukurlah kalo memang begitu sayang," jawab Galang.


"terus panggilan yang cocok untuk anak kita apa mas,?" tanya Hanum.


"Tara, bagaimana, cocok tidak menurutmu sayang." Galang meminta pertimbangan.


"cocok mas, aku suka" jawab Hanum.


"sudah sekarang kamu tidur ya yank, ini sudah lewat tengah malam, besok pagi kamu bangun biar sudah merasa lebih sehat." tegas Galang.


"iya mas," jawab Hanum sambil mencoba memejamkan mata.


"pak Sukir dan bik Surti kalian istirahat didalam saja, ada sofa bisa untuk kalian rebahan." ucap Galang.


"biar bik Surti saja bos. saya bisa tiduran dimobil. nanti kalo bos butuh apa-apa langsung telpon saya saja." jawab pak Sukir.


"baiklah kalo memang begitu. ayo bik kita masuk saja" ajak Galang.


"iya tuan" jawab bik Surti


bik Surti pun masuk dan merebahkan tubuhnya disofa, karena memang sangat lelah, tak butuh waktu lama untuk bisa membuat bik Surti ketiduran.


Galang pun juga ikut tertidur dikursi samping istrinya.


menjelang pagi Hanum yang terbiasa bangun awal pun juga sudah terbangun.


"mas, mas bisa tolong aku," Hanum membangunkan suaminya.


"iya sayang." ucap Galang sambil berusaha membuka matanya.


"aku ingin kencing," ucap Hanum.


"baiklah mas akan menggendongmu saja ya," jawab Galang.


"tidak usah mas, lagian aku kan lahiran normal jadi gak masalah kok kalo buat jalan." tolak Hanum.

__ADS_1


"baiklah sini mas bantu turun lalu kamu berjalan sambil mas pegangi saja ya,"


"iya begitu saja mas,"


Galang pun memapah tubuh istrinya ke kamar mandi untuk kencing.


"mas ambilkan aku pakaian ganti, handuk dan juga pembalut ya, aku ingin mandi saja sekalian biar segar," pinta Hanum.


"tapi yank apa tidak apa-apa?" Galang sedikit khawatir.


"aku sudah terbiasa mas, ini kan sudah ke 3 kali, percaya sama aku, aku pasti baik-baik saja, bahkan akan jauh lebih baik." Hanum meyakinkan suaminya.


"baiklah kalo begitu tunggu sebentar ya mas ambilkan pakaian ganti dulu." jawab Galang.


Hanum pun membersihkan diri dibantu suaminya. selesai mandi Hanum pun sudah merasa badannya segar kembali, bahkan tidak ada rasa sakit sama sekali.


"loo nyonya sudah mandi ya, maaf bibik malah disini gak ngapa-ngapain.nyonya sudah mandi bibik baru bangun, sekali lagi maaf ya nyonya tuan." ucap bik Surti saat melihat majikannya selesai mandi dan sudah rapi.


"apa sih bik, aku gak apa-apa kok, inilah enaknya jika kita lahiran normal." jawab Hanum.


"kalo begitu bibik cuci muka dulu ya nyah. mau mandi tadi tidak bawa baju ganti." ucap bik Surti.


"iya bik." jawab Hanum.


pukul 6 pagi sarapan untuk Hanum pun diantar oleh pertugas rumah sakit. belum Hanum sempat menikmati sarapannya. bu win pun datang membawa makanan dan baju ganti untuk galang.


"ma, mama sudah datang?" saat Hanum melihat mamanya membuka pintu ruangannya.


"iya nak, mama membawakan sarapan untukmu dan suamimu juga bik Surti. dan ini mama juga bawakan baju ganti untukmu nak Galang." jelas Bu win.


"terima kasih ma," ucap Galang.


"oh iya mana cucu mama,?" tanya Bu win.


"masih di taruk di ruang perawatan bayi ma, paling habis di mandikan nanti dibawah kesini," jawab Hanum.


"ya sudah kamu makan dulu mama suapin ya, biar ASI nya banyak dan lancar kamu harus jaga pola makan sayang," tutur Bu win pada putrinya


"iya ma, Hanum kan juga sudah tau," jawab Hanum.


Belum juga Hanum selesai makan, suster datang membawa bayi Tara masuk, bayi Tara sudah menangis mungkin karena lapar minta asupan ASI dari mamanya.


"oohh sini sayang sini anak mama pasti lapar ya," ucap Hanum sambil mengambil anaknya dari gendongan suster.


benar sekali bayi Tara langsung menyedot ASI-nya dengan sangat kuat. membuat Bu win tersenyum melihat tingkah cucunya


"kuat sekali neteknya, pingin cepat besar ya cucu nenek," ucap Bu win.


"iya ya nyonya besar, kuat sekali neteknya," sahut bik Surti yang ikut melihat bayi majikannya.


"coba-coba mana lihat anak papa katanya yang neteknya kuat." Galang yang baru habis mandi juga tak mau kala ingin melihat putra nya.


"oh iya nak, siapa nama putra kalian.?" tanya Bu win.


"Ananda Aditya Bagastara Pramono, nek, dan panggilannya Tara," ucap galang sambil mentoel-toel pipi anaknya.

__ADS_1


sama halnya dengan hanum, Bu win pun menangis saat mendengar nama panjang cucunya.


bersambung.


__ADS_2