Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Ke Jerman.


__ADS_3

Hari keberangkatan Galang dan keluarga ke Jerman pun sudah tiba.


Galang dan Hanum merasa bahagia karena mereka akan bertemu dengan Oma dan opa mereka yang sudah puluhan tahun tahun tak bertemu.


"mas, apa keluargamu dijerman bisa mengunakan bahasa indonesia sepertimu.?" tanya Hanum.


"Oma dan opa bisa sayang, dulu mereka lama tinggal di Bali. tanteku juga, tapi kalo yang lain aku kurang tahu." jawab Galang.


"jangan khawatir nak, mereka walau sedikit susah tapi mereka semua paham kok dengan bahasa kita." sahut Bu Diana.


"oh, begitu ya ma," jawab Hanum.


"memang Oma dan opa tinggalnya sekarang sama siapa saja ma,?" tanya Galang pada mamanya.


"sama paman imanuel dan bibi Margaret nak, kamu masih ingat dengan mereka kan,?" ucap Bu Diana.


"ya masih, ingat lah ma, kan hanya mereka juga yang dulu sering mengunjungi kita selain Oma dan opa." jawab Galang.


"kalo dengan Daniel kamu masih ingat juga, dia anak tunggal paman dan bibi mu." tanya Bu Diana lagi.


"seingatku waktu itu dia masih baru bisa jalan pas terakhir paman dan bibi berkunjung kerumah kita dulu." Galang mengingat-ingat sepupunya.


"iya kalian hanya selisi 5thn. Daniel sebenarnya lama juga di Bali. tapi sekarang dia diminta papanya mengurusi restoran pamanmu itu. karena pamanmu sama bibi mu fokus merawat opa dan oma mu," jelas Bu Diana.


"memang apa yang dilakukan Daniel di Bali ma,?" tanya Galang lagi.


"Daniel sangat tertarik dengan Indonesia. menurutnya Indonesia adalah negara yang memiliki daya pikat kuat untuk menarik orang melihat dan mengenal negara yang banyak memiliki seni dan budaya yang sangat beragam. ya seperti mama dulu la," jelas Bu Diana.


"berarti mama dulu juga pelancong yang ingin mengenal Indonesia lebih dekat,.begitu ya ma,?" tanya Hanum.


"bukan hanya sekedar pelancong nak, mama juga ingin mengenal dan melihat negara dimana Oma mu berasal. Oma sebenarnya adalah warga Indonesia dulu nya, tapi Oma yang kuliah dijerman kenal dengan opa dan akhirnya mereka menika. tapi sayang keluarga Oma yang ada di Indonesia semua putus komunikasi semenjak meninggalnya orang tua Oma kalian. makanya mama dulu sebenarnya juga ingin mencari keluarga Oma dan menyambung lagi tali persaudaraan yang putus. tapi belum juga bertemu dengan saudara yang mama cari, mama malah terpikat dengan ayahnya Galang." jelas Bu Diana sambil tersenyum.


"oh begitu," ucap Hanum sambil manggut-manggut.


Setelah asik ngobrol mereka bertiga pun terserang rasa kantuk karena perjalanan yang masih lama.


Perjalanan yang ditempuh belasan jam itu pun akhirnya berakhir, setelah pesawat mendarat di bandara internasional frankfurt Jerman.


Galang dan rombongan pun keluar dari bandara kemudian mencari taxi untuk mengantar mereka ke rumah oma dan opa nya.


"mama terakhir kemari sekitar 3thn yang lalu. itupun masih ditolak oleh Oma dan opa mu nak, hari ini mama datang kesini dengan membawa serta cucu yang dirindukannya selama ini, aku yakin mereka akan sangat bahagia. dan semoga mereka juga mau memaafkan mama." harap Bu Diana.


"memang rumah oma dan opa masih jauh dari bandara ini ma," tanya Galang.


"kita mungkin akan menumpuh perjalanan 1 jam lagi juga sudah sampai nak, Devi dan Tara kalian akan bertemu dengan buyut kalian ," Bu Diana mengelus pipi kedua cucunya.

__ADS_1


"itu ada taxi nak," lanjut Bu Diana.


karena hanya Bu Diana yang mengerti bahasa Jerman, akhirnya Bu Diana yang menyetop taxi tersebut dan memberi tahukan alamat yang akan mereka tuju.


Setelah menempuh perjalanan satu jam mereka akhirnya sampai dirumah khas pedesaan dijerman, rumah dengan halaman yang luas dan pepohonan yang rindang disamping rumah, juga pekarangan yang luas untuk peternakan dibelakang rumah.


"Oma dan opa kalian bukan orang kaya raya nak, disinilah mama dulu dibesarkan.ayo kita masuk." ucap Bu Diana.


"mama bisa saja," jawab Hanum.


"kamu pencet bel diatas itu Lang," pinta Bu Diana


Galang pun memencet bel yang ada di samping pintu.


Tak butuh waktu lama pintu pun terbuka.


"hello Daniel. Wie geht's ihnen,(apa kabar)?" tanya Bu Diana pada keponakannya Daniel.


"oh Tante, gut, danke," jawab Daniel.


mereka semua pun dipersilahkan masuk. mata Daniel melirik kearah wanita cantik yang menjadi tamu yaitu Hanum. hanum yang sedari tadi diperhatikan oleh Daniel pun merasa kurang nyaman.


"oh iya Lang, ini lah adik sepupumu anak Tante Margaret kalian mungkin lupa, karena kalian bertemu saat masih sama-sama kecil." tutur Bu Diana.


"hai, der vetter(sepupu)" ucap Daniel sambil memeluk Galang.


"dimana papa dan mama mu, Daniel" tanya Bu Diana.


"sebentar aku panggilkan mereka, tapi maaf Tante, siapa wanita cantik ini, kenapa Tante tidak mengenalkan dia kepadaku.?" tanya daniel.


"oh dia Hanum menantu Tante, dia istrinya Galang. dan ini anak mereka Tara dan Devi." jawab Bu Diana.


"hallo kakak ipar," sapa Daniel lalu mencium tangan Hanum ala-ala pengeran mencium tangan seorang putri.


"hallo juga," jawab Hanum sambil menarik tangannya.


Galang yang melihat hal itu pun sebenarnya sangat geram, tapi dia menahannya karena dia mengingat kebiasaan orang barat yang menyapa wanita seperti apa.


"ya sudah kalian tunggu sebentar aku akan panggilkan mama dan papa." ucap Daniel.


Daniel pun masuk kedalam dan memanggil ke dua orang tuanya.


Adik Bu Diana alias bibi Margaret pun keluar bersama suaminya paman imanuel.


"die schwester,(kakak)" bibi Margaret memeluk Bu Diana.

__ADS_1


"Margaret aku sangat merindukanmu," Bu Diana memeluk adiknya.


"Imanuel, apa kabar?" lanjut Bu Diana menyapa adik iparnya.


"baik kak," jawab paman imanuel.


"sesuai janjiku, aku kesini mengajak anakku Galang, aku harap mama dan papa mau memaafkan ku dan menerima kedatanganku." Bu diana berbicara sambil menahan air matanya.


"hallo bibi, paman." sapa Galang.


"Galang, kau sudah dewasa, ini pasti anak dan istrimu kan?" jawab bibi Margaret.


"iya bibi, mereka adalah anak dan istriku Hanum." jawab Galang.


"bibi, paman saya Hanum dan ini Devi juga Tara anak kami," sahut Hanum.


"oh iya, bagaimana keadaan mama dan papa,?" tanya Bu Diana.


"mereka baik-baik saja, hanya terkadang penyakit tua nya sering kambuh" jawab bibi Margaret.


"boleh aku menemui mereka,?" tanya Bu Diana lagi.


"mama dan papa pasti senang kak, terlebih ada Galang cucu yang sangat mereka rindukan." Jawab bibi Margaret.


akhirnya semua menemui oma dan opa Galang di teras belakang rumah, dimana Oma dan opa Galang sedang duduk santai dikursi malas sambil mengamati kuda-kuda milik mereka.


"mama, papa" sapa Bu Diana.


"Diana berapa kali mama bilang, jangan lagi temui mama dan papa," jawab Oma Galang.


"maafkan Diana ma, Diana memang dulu sudah melakukan kesalahan yang amat besar, tapi Diana kesini untuk menepati janji Diana ma, pa, Diana membawa serta cucu kalian Galang dan istrinya, bahkan cicit kalian juga," Bu Diana menarik tangan Galang agar mendekat pada Oma dan opa nya.


"Oma, opa" sapa Galang.


"Galang, kamu Galang cucu ku, kemarilah cucu Oma, kemana saja kamu selama ini nak, Oma selalu memikirkan kamu." ucap Oma Galang sambil memeluk tubuh Galang.


"maafkan Galang Oma, Galang hanya pergi untuk mewujudkan impian ayah, maafkan galang yang tak perna menghubungi Oma dan opa, Galang waktu itu belum paham bagaimana cara menghubungi kalian." Galang menciumi kening Omanya.


"opa juga ingin dipeluk cucu ku, opa juga sangat merindukan kamu." sahut opa Galang.


"opa," Galang berpindah memeluk opa nya.


bersambung.


ayo raeders mana nih dukungannya. meski kerjaan seabrek tapi author tetap usahan update meski hanya sekali dalam sehari.

__ADS_1


ayo biar author semangat vote,like, kritik dan saran tetap author tunggu ya.πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2