Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Gara-gara ngompol


__ADS_3

"saya masih ada urusan dikantor pak, mohon maaf jika saya pamit terlebih dahulu. untuk urusan kerja sama kita, hal-hal apapun bisa kalian sampaikan melalui David asisten saya." pamit galang.


"baiklah pak Galang, saya sangat berterima kasih atas waktu dan kesempatan yang pak Galang berikan. semoga kedepannya kerja sama kita akan menjadi keuntungan besar untuk kita berdua."


"mari pak, saya permisi dulu." Galang pun langsung pergi.


"aku malas balik ke kantor, antarkan aku pulang saja vid," perintah Galang saat sudah didalam mobil.


"baik pak, sepertinya tadi juga memang sudah tidak ada kerjaan lagi kok pak, dan untuk kantor cabang kota xx juga sudah saya kasih informasi jika rapatnya dipindahkan ke kantor pusat."


"iya baguslah, kalo begitu kamu juga boleh langsung pulang, bawah saja mobilku nanti, besok pagi kamu jemput aku sebelum ke kantor."


"baik pak,"


Galang pun sudah sampai dirumah lebih awal, mungkin karena sedang asik menonton tv Hanum tak mendengar suaminya mengucapkan salam saat masuk rumah.


Galang pun langsung mencium pipi Hanum dari belakang.


"ih mas ah ngagetin aja" ucap Hanum.


"habisnya suami pulang ngucapin salam gak ada sahutan sama sekali. malah asik nonton sinetron." gerutu Galang.


"habis juga gak ada kerjaan suamiku sayang, mau ngapain lagi, mau bantuin dikantor juga dilarang,"


"kalo kekantor cuma duduk manis disamping mas, pasti mas izinkan. tapi kalo ikut capek-capek kerja no no no"


"mas aku besok ingin lihat perkembangan butik ya, sudah berbulan- bulan loh pa, aku cuma dapat laporan- laporan doang , kan sesekali juga perlu aku datang kesana."


"yang ingin membuka butik dulu kan Yanti, lebih baik sekarang butik itu kita tutup saja lah sayang."


"tidak bisa begitu dong mas, bagaimana nasib para pekerja disana. toh urusan butik sama sekali tidak menyita waktu kita, kalo memang aku gak mas izinkan pergi kesana paling tidak kita Carikan asisten aja buatku yang akan mengurus semua disana. kasian juga David harus menghandle kerjaan yang begitu banyak."


"sudah sayang, yang dibutik itu juga orang-orang kepercayaan David kok, mangkanya jika tidak ingin mas menutup butik itu, kamu harus nurut sama mas, paling tidak sampai kamu melahirkan nanti sayang, aku bener-bener gak mau terjadi sesuatu dengan kamu dan calon anak kita."


"iya suamiku sayang, oh iya mas, gimana hasil pertemuanmu dengan Elang Group."


"kita bahas ini semua dengan Robi saja nanti.bisakan undang makan malam Robi kesini nanti malam."


"iya bisa mas, oh iya Sabtu depan kita harus menghadiri pernikahan Joko mas, kira-kira hadiah apa yang bisa kita siapkan dan berikan untuk mereka mas."


"bagaimana kalo tiket bulan madu sayang."


"boleh juga mas, tapi ada lagi yang akan jadi PR buat kita mas,"


"apa itu."


"untuk sementara siapa yang akan mengurusi pekerjaan disana jika Joko sibuk dengan urusan pernikahan dan bulan madunya nanti, belum kalo mbak Wati berhenti.kira-kira kita cari dimana orang yang dapat kita percaya."


"untuk urusan bisnis properti kan tidak begitu menyita waktu bahkan tidak harus stay dikantor terus, kenapa tidak Andika saja kau minta menggantikan Joko sementara waktu." Galang memberi ide.


"iya boleh juga itu mas, ok lah nanti aku hubungi andika kalo begitu."

__ADS_1


setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya Galang dan Hanum pergi ke kamar menunaikan sholat ashar, kemudian Hanum pergi ke dapur menyiapkan makan malam karena malam ini akan ada Robi dan santi yang akan dia undang makan malam bersama.


"bik nanti ada tamu, masaknya kita tambah porsinya ya," ucap Hanum.


"iya nyonya."


setelah memasak Hanum menemui galang diruang kerja.


"mas, aku sebenarnya sedikit penasaran dengan hasil pertemuanmu dengan pimpinan Elang Group tadi."


"kok masih dibahas lagi sih yank, sebentar lagi Robi kan juga datang, nanti mas kasih tau yah, sekalian mungkin ada hal yang harus Robi luruskan nantinya "


"ya sudah lah,"


Hanum pun duduk disofa ruang kerja tersebut. tiba-tiba


"aauuuu aaaa" hanum sedikit kesakitan.


"ada apa sayang, kenapa,? apa kamu mau melahirkan ?" galang memberondong Hanum pertanyaan.


"coba deh mas pegang," Hanum menempelkan tangan Galang ke perut yang melancip akibat pergerakan calon bayi mereka.


"apa ini sayang, ini anak kita,?" tanya Galang yang sedikit keheranan dengan tingkah aktif anaknya didalam perut.


"iya mas,"


"hai sayangnya papa lagi apa sayang," seperti merespon pembicaraan papanya, perut Hanum pun semakin melancip akibat tendangan janinnya.


"aaauuuuu aaauu nyeri sayang, anak mama pingin ngobrol sama papa ya,?"


"hai anak papa kok sembunyi, ini papa sayang, " Galang masih menempelkan tangannya ditempat yang sama.


"dia berpindah kesini mas, " Hanum memindahkan tangan Galang.


"anak papa ngajak petak umpet ini " Galang menempelkan hidungnya keperut Hanum dan digerak-gerakkannya hidungnya membuat Hanum geli sekaligus sedikit nyeri.


"aaauuuu aaauuuuu ini anak sama papa kok kompromi nyakitin mamanya ya, maasss angkat aku kamar mandi mas, cepat,"


"kenapa sayang kenapa?"


"jangan banyak tanya, cepat angkat aku kekamar mandi" Galang pun segera mengangkat tubuh Hanum ke kamar mandi. sesampainya dikamar mandi Hanum diturunkan dan belum sempat Hanum melepas celana dalamnya tiba-tiba.


cuuuuuurrrr "maaaassssss tuu kaaannn"


"ada apa sayang, apa ketubanmu sudah pecah, biiikk biiikkk tolong biikkk"


tiba-tiba Hanum menutup mulut Galang dengan tangannya.


"kenapa panggil bibik. malu aku mas" Hanum cemberut


"lah ketubanmu sudah pecah sayang, bagaimana mas bisa sendirian membawamu ke rumah sakit."

__ADS_1


"ini bukan ketuban mas, ini aku ,aku?"


"kamu kenapa sayang, jangan bikin mas khawatir "


"aku ngompol mas, habis mas sih gelitikin perutku, anakmu juga nendang bagian kandung kemih ku, jadi nya aku gak kuat nahan lagi, mangkanya aku minta angkat, kalo buat jalan pasti tadi tercecer dimana-mana."


Galang melotot lalu


haaaaaaaa hhaaaaaa haaaaaa "jadi kamu ngompol sayang haaaaa hhaaaa " Galang tertawa terpingkal-pingkal.


"kok diketawain sih ,hiikkss hiikkss hiikkss" Hanum terisak terus


"heeeemmm uuhhhhkkss haaaaaaaaa mas galang jahaaaattt pergi pergi sana pergiiii" Hanum menangis sambil marah karena Galang menertawakannya.


"maaf sayang maaf, mas gak kelepasan ketawanya."


"tuan ada apa memanggil saya?" bik Surti keheranan melihat majikannya ada dikamar mandi kok memanggilnya.


"bik Surti bawa orang ini pergi bik, cepat bik" teriak Hanum karena marah diketawain Galang.


"sayang maaf sayang, sumpah mas gak sengaja"


"pokoknya aku gak mau ngomong sama kamu mas, kamu jahaattt"


"ini ada apa sih nyonya ,tuan.bibik jadi bingung ?"


"istri saya tadi gak kuat nahan kencing bik jadinya ngompol," Galang gak sengaja malah membikin Hanum tambah malu,


"hhhaaaaa hhaaaa nyonya ada ada saja," bik Surti malah ikutan tertawa.


"mas Galang jahaaaaattt pergiiii, bik Surti juga pergiiiiii kalian jahaaaaattt" Hanum teriak teriak karena marah dan malu jadi satu.


Hanum mendorong tubuh Galang keluar kamar mandi lalu Hanum menutup pintu kamar mandi dengan kencang.


braaakk "kalian jahat huuukkss huukkks jahat, suka bikin aku malu, hiikkss" Hanum menangis dikamar mandi.


"tuan bagaimana ini tuan." bik Surti menyesal karena kelepasan tertawa.


"yank buka pintunya yank, iya mas salah sayang, mas minta maaf, buka pintunya dong yank " Galang mulai panik karena Hanum sudah tidak terdengar lagi suaranya.


"bik ini gimana bik, kok jadi sunyi banget tak terdengar suara apapun dikamar mandi.bagaimana istriku bik"


"saya panggilkan pak Tarno saja ya tuan, suruh bantu dobrak pintunya saja."


"tidak usah bik biar aku dobrak sendiri"


Galang pun mendobrak pintu kamar mandinya, saat berhasil terbuka didapatinya Hanum yang tertidur sambil duduk dilantai.


"maaf sayang gara-gara mas kamu sampai kelelahan menangis, dan tertidur seperti ini" ucap Galang lirih.


"bangun sayang, ayo mas bantu bersihkan diri"

__ADS_1


Hanum pun terbangun dan kembali menangis , tapi kali ini Galang bisa menenangkan istrinya dan mambantu istrinya mandi.


bersambung😘😘😘


__ADS_2