Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Si jambrong


__ADS_3

Hanum dan mamanya pun pergi ke panti berdua. sesampai di panti Hanum disambut oleh Bu Hilda selaku kepala panti.


"mbak Hanum apa kabar, lama tidak kemari. anak-anak sangat merindukan mbak Hanum." ucap Bu Hilda saat menghampiri Hanum yang baru turun dari mobil.


"Bu Hilda, alhamdulilah kami sekeluarga baik, ibu sendiri dan anak-anak panti juga baik kan.?" tanya Hanum.


"iya alhamdullilah kami semua juga sangat baik disini. pak Joko dan mbak Wati setiap seminggu sekali mengecek keadaan kami. mereka sangat amanah menjalankan semua perintah mbak Hanum. saya sangat berterima kasih kepada Alloh karena dipertemukan orang-orang baik seperti kalian." jawab Bu hilda panjang lebar.


"syukurlah kalo begitu Bu, oh iya anak-anak sudah berangkat sekolah semua ya Bu,?" Hanum kembali bertanya.


"iya mbak, cuma yang belum sekolah saja yang ada dipanti. oh iya mbak, kemaren ada lagi anak bayi yang ditinggal sama orang tuanya di depan pintu, jadi anak panti kita sekarang bertambah lagi satu." jelas Bu Hilda.


"masyaalloh masih saja ada orang tua yang tega membuang anak kandungnya sendiri." sahut Bu win yang sedari tadi belum disapa sama Bu Hilda.


"masyaalloh Bu win, maaf sampai tidak melihat ibu." Bu Hilda tersipu malu.


" iya tadi langsung turun dan menurunkan hadiah buat anak-anak. oh iya mana bapak Bu, bisakah minta tolong barang-barang untuk anak-anak itu agar dibawah masuk." pinta Bu win.


"tentu saja Bu bisa, sebentar akan saya panggilkan suami saya Bu," balas Bu Hilda.


Bu win dan Hanum pun memilih masuk kedalam ruang tamu dan menunggu Bu Hilda yang sedang memanggil suaminya.


Sementara rombongan Galang dan yang lain juga sudah sampai ditempat tujuan mereka.


Galang bertanya pada salah satu warga dimana ada peternak kuda yang bersedia menjual kuda peliharaannya.


"maaf mas numpang tanya, apa dikampung ini ada peternak kuda, saya ingin membeli kuda," tanya Galang.


"kebetulan sekali bapak bertanya pada saya, bapak saya pak belantik kuda, ayo saya antar menemui bapak saya, jika memang bapak ingin membeli kuda." jawab anak muda tersebut.


"waaa kebetulan sekali kalau begitu, ayo kita temui bapak kamu sekarang mas," jawab Galang.


Mereka mengikuti pemuda tadi dari belakang, pemuda tadi membelokkan motornya ke sebuah rumah yang lumayan luas pekarangannya.


"maakk bapak kemana,?" teriak pemuda tadi.


"bapakmu dibelakang lagi mandiin Jambrong." jawab sang ibu.


"ayo pak, kita langsung saja kebelakang," ajak pemuda tadi pada Galang.


Galang dan yang lain kembali mengikuti pemuda tadi untuk menemui bapaknya yang katanya sedang memandikan Jambrong, entah Jambrong itu adik pemuda tadi atau siapa, bayangan Galang dan yang lain.


"pak ini ada yang mau beli kuda pak," ucap pemuda itu pada bapaknya.


"iya tunggu sebentar." jawab bapaknya.


"ya sudah pak tunggu saja bapak saya disitu," tunjuk pemuda tadi pada sebuah bangku panjang.


"lumayan banyak juga ya Lang kudanya," ucap Daniel.


"iya kamu pilihkan lah Niel mana yang bagus buat Tara." jawab Galang.


Daniel pun melihat-lihat kuda yang ada didalam kandang tersebut. tapi mata Daniel akhirnya terfokus pada kuda yang sedang dimandikan oleh bapak pemuda tadi.

__ADS_1


"itu bagus menurutku," tunjuk Daniel pada kuda tersebut.


"mas mau beli kuda ini,?" tanya bapak tadi.


"iya pak kalo boleh saya ingin beli kuda yang bapak mandikan itu," jawab Galang.


"kuda yang ini tidak saya jual mas, ini kuda sudah seperti anak bagi saya. mas pilih saja yang lain." jawab bapak itu


"saya berani bayar mahal untuk kuda bapak itu," ucap Joko ikut menyahuti.


"jika mas punya anak dan saya ingin membelinya dengan harga tinggi apa mas juga mau jual." jawab bapak tadi sedikit emosi.


"santai pak jangan emosi. ini kan kuda bukan manusia." bela Joko.


"tapi tadi saya kan sudah ngomong kalo saya sudah anggap si Jambrong ini seperti anak saya sendiri." laki-laki itu semakin terlihat emosi.


"sudah-sudah iya kita cari yang lain saja." Galang mencegah agar tidak terjadi keributan.


"kira-kira dengan harga 50jt kita gampang cari kuda yang lebih bagus kan pak.?" pancing Joko pada laki-laki tadi.


"berapa mas,?" bapak tadi mencoba mendekatkan dirinya pada Joko.


"50jt," ucap Joko.


"memang kalian mau beli Jambrong 50jt,?" tanya bapak lagi.


"atau kalo mau 60jt aku bayar pak." jawab Joko lagi.


bapak itu pun berpikir keras sepertinya.. dia mondar-mandir di samping kuda kesayangannya tersebut.


"antara 20-25jt, untuk kuda-kuda seperti ini." jawab Joko ikut berbisik.


"bagaimana kalo 100jt pak.. sekarang juga saya bayar.. kasihan anak saya dari tadi sangat menginginkan kuda itu." sahut Galang mengagetkan pemilik kuda.


"haaaa 100jt, maaakkk maaaakk,e mak,e," pemilik kuda itu lari sambil teriak-teriak memanggil istrinya.


"apa to pak,?" tanya istri bapak itu.


"100jt Mak, 100jt. Jambrong dibeli 100jt."


"ya sudah jual saja pak, lagian bapak biar bisa ngurusi anak kandung bapak sendiri dari pada ngurusi anak angkat mu itu tiap hari," jawab istrinya.


"ada apa kang kok heboh banget pagi-pagi,?" kata tetangga pemilik kuda.


"ada pembeli kuda sepertinya orang kota. mau beli kuda dengan harga 100jt." jawabnya.


"apa kang, mana orangnya.?"


"ada dibelakang."


Tetangga pemilik kuda tersebut bukannya menemui Galang malah berlari memberi tahu semua warga yang memiliki kuda bahwa ada orang kota yang mau beli kuda dengan harga 100jt.


semua orang bergegas membawa kudanya masing-masing dan menyerbu halaman rumah pemilik kuda yang bernama Jambrong tadi.

__ADS_1


Mendengar ada ribut-ribut didepan. Galang dan yang lain pun melihat ke depan


"pak beli kuda saya saja pak,"


"kuda saya lebih bagus pak,"


"kuda saya lebih penurut pak."


Semua orang menawarkan kudanya masing-masing.


"ini gara-gara kamu jok, kamu yang harus tanggung jawab." bisik galang.


"hee apa-apaan kalian, mereka maunya beli kuda dari aku, bubar-bubar," teriak pemilik kuda yang bernama Jambrong.


"tunggu pak, dari tadi kan bapak belum jawab. memang boleh si Jambrong kita beli, kalo tidak kami akan memilih salah satu kuda milik mereka." ucap Joko.


"boleh kok pak, boleh. ayo kita masuk saja ke dalam. tidak usah menghiraukan mereka." ajak bapak pemilik Jambrong.


"aaahhh kang-kang, bagi-bagi rezeki lah." teriak para tetangga yang menawarkan kuda tadi.


"sudah kalian bubar," teriak bapak itu lagi.


Akhirnya setelah sekian lama berunding, kini si Jambrong sudah resmi dibeli oleh Galang sebagai hadiah untuk Tara.


Dengan diangkut truk salah satu warga yang memang menyediakan jasa angkut. truk tersebut langsung mengirim si Jambrong ke kota menuju rumah Hanum.


Galang dan yang lain pun pamit pada mantan pemilik Jambrong. Galang bergegas memacu mobilnya menuju ke panti untuk menyusul Hanum dan mertuanya.


"assalamualaikum." salam Galang saat sudah sampai.


"waalaikum salam.hai mas, ayo masuk." jawab Hanum.


"selamat siang Bu Hilda apa kabar.?" tanya Galang.


"baik pak Galang, eehh Tara sudah besar ya, sudah mau punya adik lagi." sapa Bu Hilda pada Tara.


"mamaaaaaa" tiba-tiba teriak seorang anak dari belakang.


"Bagas. anak mama, sudah pulang sekolah ya sayang." Hanum menyambut kedatangan Bagas dengan merentangkan kedua tangannya agar Bagas memeluknya.


"Bagas kangen mama. kenapa mama lama tidak kesini.?" Bagas menangis dipelukan Hanum.


"maafkan mama sayang, mama kan harus kerja." Hanum makin memeluk erat tubuh Bagas.


"mama," panggil yang lain yang juga sudah pulang sekolah.


"anak-anak mama sudah pada pulang ya, semua tidak ada yang malas-malasan kan kalo belajar." tegur Hanum.


"tidak ma, kami selalu belajar dengan tekun kok. kami ingin membuat mama dan papa bangga kepada kami." jawab anak-anak panti tersebut.


"ya sudah sini peluk mama satu persatu." ucap Hanum.


anak-anak tersebut bergantian mencium tangan Hanum dan memeluk Hanum. lanjut juga ke Bu win, Galang dan yang lain.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2