Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Kembalinya Yanti


__ADS_3

Sesampai dirumah Devan yang memang kurang tidur pun akhirnya pamit untuk istirahat sebelum makan siang bareng dengan keluarga yang dirindukannya selama ini.


tetapi ditempat lain.


"maaf cantik, sepertinya aku mengenalmu." sapa wanita paru baya pada Devi.


"maa maaa mama..!!" jawab Devi.


"ternyata anak cantik mama tidak lupa dengan ku..?" jawab Yanti.


"aapppaaa apa yang ingin mama lakukan.?" ucap Devi sambil berjalan mundur.


"mama hanya ingin memelukmu sayang, mama sangat merindukanmu."


"aku benci mama, lebih baik mama pergi."


"ihhh begitu cara wanita itu mengajarimu, sunggu tidak sopan anakku sayang."


Yanti pun mencengkeram tangan Devi dan menyuru Devi membuka mobilnya dengan paksa.


"mama mau ajak aku kemana ma, tolong lepaskan aku ma, jangan siksa aku lagi."


"mama akan mengajakmu ketempat yang lebih aman." ucap Yanti sambil agak mendorong Devi kemobil juga sambil menaruk pisau lipat yang dibawahnya tepat dileher Devi


"tempat aman buat siapa.? buat mama.? gak ma aku tidak mau."


"cepat masuk mobil."


Devi pun masuk ke dalam mobil dan disusul oleh Yanti.


"ma, mama kenapa begitu kejam sama kami anak-anak mama sendiri.?"


"lebih kejam kalian. berapa tahun mama dipenjara pernahkah sekalipun kalian ingat mama. kini saatnya mama balas perbuatan kalian semua."

__ADS_1


"semua yang terjadi itu semua juga karena mama sendiri, bertaubatlah ma,"


"diam kau Devi, kalau tidak mama yang akan menutup mulut mu itu agar tidak berisik."


Devi pun terdiam, karena merasa takut dan kecewa dengan mamanya Devi pun tak bisa lagi menahan air mata nya untuk tidak keluar.


15 menit berlalu Yanti memberhentikan mobilnya tepat didepan sebuah rumah yang lumayan besar.


"rumah siapa ini ma," tanya Devi .


"tidak usah banyak tanya, cepat turun."


Devi pun turun dengan perasaan yang tidak karuan.


"Bu Yanti, ternyata kau memang hebat. dengan mudahnya kau culik anakmu sendiri untuk kau jadikan umpan haa haa haa," sambut wanita cantik dan sangat seksi meskipun usianya sudah tidak muda lagi.


"tentu saja Yasmin. dia yang akan jadi senjataku untuk menghancurkan mas Galang dan Hanum.." jawab Yanti.


"Tante Yasmin,? " tanya Devi.


"apa, apa yang akan kalian lakukan pada mama dan papaku. kenapa kalian tidak membusuk saja dipenjara, dasar kalian wanita-wanita yang kejam." teriak Devi.


"plaaakkk" Devi mendapat tamparan dari Yanti "apa kamu bilang, coba kamu ulangi tadi ucapanmu anak durhaka." ucap yanti sambil menjambak rambut Devi.


.


"ma, dimana sebenarnya hati nurani mama, aku ini anak kandung mama, kenapa mama tega seperti ini kepadaku. hewan saja tidak rela ma anaknya disakiti beda dengan mama,"


"sudah-sudah, kurung anakmu didalam kamar sana, dan segera kita hubungi Galang dan wanita itu untuk meminta tebusan yang nilainya fantastis." Yasmin merelai pertikaian ibu dan anak tersebut.


Yanti pun menarik tangan Devi untuk diajak masuk kedalam kamar yang sekaligus akan dijadikan tempat untuk mengurung Devi.


"ma, bebaskan aku ma, aku mohon sama mama," ucap Devi sambil memohon-mohon kepada Yanti.

__ADS_1


"diamlah sebelum aku kembali berbuat kasar kepadamu, kamulah yang akan membantu mama untuk memperlancar semua urusan mama. sudah diam-diam kau disini," Yanti mendorong tubuh Devi diatas tempat tidur dan meninggalkan Devi yang menangis kemudian Yanti mengunci pintu kamar tersebut.


Devi yang diliputi rasa takut dan kecewa terhadap mamanya pun mengingat handphone yang dibawahnya dan segera menelpon Galang.


"iya hallo Dev, ada apa.?" ucap Galang saat menerima panggilan telpon dari devi.


"pa, huuk, huuk,huuk tootolong Devi pa," suara Devi terbata-bata.


"kamu kenapa Devi, dimana kamu nak." tanya Galang.


tiba-tiba handphone Devi diambil paksa oleh Yanti.


"lancang kamu, " ucap Yanti sambil kembali menjambak rambut Devi.


"sakit ma sakit."


"hallo Devi, kamu kenapa nak, kamu dimana kenapa kamu bilang sakit, Devi jawab Devi." suara Galang masih terdengar diujung telpon.


"haaaaa haaaaa apa kabar mas mas Galang, masih ingatkah kau dengan suaraku ini."tanya Yanti.


"siapa kau,? kenapa kau sakiti anakku,? apa yang kau inginkan.?" Galang memberondong pertanyaan.


"apa, secepat itu kamu bisa melupakan aku mas, " Yanti mulai terpancing emosi


"Yanti apakah itu kamu,?".


"akhirnya kau mengingatku mas Galang.setelah sekian lama kau melupakan aku."


"Yanti, apa yang kau inginkan, jangan sakiti Devi, ibu macam apa sih kau ini."


"haaaaa, mas sudah hafalkan denganku, tak usah lagi bagi ku berbasa-basi langsung saja aku utarakan keinginku padamu mas, jika kau ingin Devi selamat, serahkan semua perusahaan dan apapun yang kamu miliki kepadaku bagaimana."


"dasar wanita gila kau."

__ADS_1


"pikir-pikir saja dulu mas, dan setelah mas memiliki jawaban segera hubungi aku." Yanti pun langsung menutup telponnya.


bersambung.


__ADS_2