Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Cemburu


__ADS_3

Hanum pun memeriksa semua laporan dalam seminggu ini.


Ya usaha yang dijalankan kini benar2 bertambah besar, bahkan hanya dalam kurun kurang dari satu tahun modal yang Joko tanam pun sudah dikembalikan dengan persetujuan Joko, Joko menarik modal yang ditanam untuk membuka usaha sampingan juga.


kehidupan masyarakat kampung itu pun juga jauh lebih maju.


Yang membuat salut dari prinsip Hanum adalah ingin maju tanpa berhutang. jadi usahanya benar2 murni dari modal pribadi yang terus dia kelolah hingga menjadi besar.


siang itu pun Hanum mengadakan rapat dengan orang2 kepercayaannya.


"gimana Bu Hanum apakah ada laporan yang janggal menurut ibu?"dari bagian keuangan


" semua lancar, aku salut dengan kalian semua bekerja dengan jujur, seperti biasa kalian patut diacungi jempol. tidak ada sedikit pun aku temukan penyelewengan dana. terima kasih atas kerja keras kalian selama ini.tanpa kalian perusahaan ini tak akan bisa maju seperti ini."


" ibu begitu terlalu memuji kami, kami juga bisa seperti ini atas kesempatan yang ibu berikan kepada kami, serta produk2 yang selalu bermutu yang tercetus dari ide2 brilian ibuk yang memudahkan kami untuk bisa memasarkan dan memperkenalkan produk pada masyarakat." kini yang bicara dari bagian pemasaran .


"saya sangat puas dengan kinerja kalian semua, semoga kedepannya perusahaan ini akan semakin maju ditangan orang2 handal seperti kalian. karena keuntungan yang kalian berikan bulan ini begitu besar , berikan bonus pada seluruh karyawan. ini bentuk rasa terima kasih saya kepada kalian semua,"


"terima kasih Bu," sahut semua peserta rapat.


rapat pun ditutup sudah menjelang waktu jam pulang kerja.


Joko dan galang pun mengikuti Hanum masuk ke ruangan Hanum atas permintaan hanum.


" mas Galang dan loe jok, besok aku akan pergi keluar kota, aku dikota xx mungkin 2 hari. dan aku minta mas Galang menemaniku ya, aku membutuhkan mas Galang disana,"


"kenapa harus dengan Galang , ? apa yang akan kalian lakukan disana?" tanya Joko.


" gak mungkin gue ngajak loe jok, karena loe harus heandle dulu urusan disini."jawab Hanum.


"iya tapi apa yang akan kalian lakukan disana?"


"gue akan cek lokasi, kita akan buka cabang disana, dengan begitu kita akan mempermudah untuk pemasaran didaerah sana dan gak harus menunggu pengiriman produk dari sini." jelas Hanum.


"sudahlah jok gue mohon loe ikuti aja ya" hanum melakukan itu bukan tanpa alasan.semenjak Joko menyatakan perasaannya. Hanum sengaja agak menjaga jarak.


"terserah loe lah, mungkin kehadiran gue saat ini gak penting lagi buat loe ,semenjak adanya Galang yang selalu ada buat loe," Joko pun berdiri dan hendak pergi dari ruangan itu.


"tunggu jok, apa maksud mu," tanya Galang


"gue gak ada maksud apa2 Lang" dan Joko pun berlalu pergi tanpa memberi penjelasan apapun.


Joko diselimuti api cemburu, dia merasa Hanum sudah tidak lagi membutuhkannya. keberadaanya hanya pelengkap diperusahaan.itu yang dipikirkan Joko saat ini.


"sudah lah mas, Joko memang terkadang sifatnya kekanak2an. lihatlah besok juga dia akan baik2 saja." tegas Hanum pada galang.


"tapi sepertinya dia cemburu dik, dari tatapan matanya saat melihatmu seperti tatapan orang yang sangat mendamba,?"


"memang mas, aku sebenarnya juga tau kalo Joko mencintaiku, kemaren sebelum kita kekota, dia sempat menyatakan perasaannya kepadaku, tapi karena aku tidak mencintainya juga aku gak mau merusak persahabatan diantara kami, aku pun menolaknya."jelas Hanum.


"dik coba bukalah hatimu untuk orang lain. kamu pun tak selamanya bisa hidup sendiri. kau butuh pendamping yang akan mencintai dan menjagamu hingga akhir nanti."

__ADS_1


"tapi aku belum perna memikirkan hingga kesitu mas, biarlah semua berjalan sesuai kehendak Alloh."


"ya sudah mari kita pulang."


"baiklah mas, ayo, oh iya malam ini kita makan malam dirumahku ya, mama pasti senang mas kerumah, mama selalu merindukan moment2 sholat berjamaah dengan mu mas. mama bilang seperti ada kehidupan damai dirumah."


"baiklah setelah membersihkan diri mas nanti akan kesana,"


galang dan Hanum pun keluar ruangan tersebut berdua. Joko yang hendak keluar dari ruangannya pun diurungkannya saat melihat Hanum dan Galang keluar dari ruangan Hanum bersama2, terlebih Joko semakin panas hatinya melihat keakrapan Galang dan Hanum.


Hanum pulang ke rumah tetap dengan motor matic kesayangannya. ya meski dia seorang Dirut tapi karena jarak rumah dan kantornya yang begitu dekat Hanum selalu pergi ke kantor menggunakan motor.


sesampainya dirumah dia melihat mamanya hendak menutup warung.


"assalamu'alaikum ma, mau Hanum bantu,?"


"gak usah nak, mama bisa kok sendiri."


" ma, kenapa sih ma, mama masih saja capek2 buka warung. diusia mama sekarang harusnya mama istirahat tidak lagi memikirkan mencari uang, itu semua adalah tugas Hanum."


" nak mama melakukan semua ini bukan karena kekurangan uang, tapi mama juga cari kesibukan dan juga hasil warung ini seluruhnya mama sumbangkan ke panti asuhan. intinya mama ingin mengisi waktu luang mama dengan kegiatan yang positif dan menghasilkan sesuatu yang bisa berguna bagi orang lain. oh iya nak mama juga ingin memgingatkanmu, disetiap rezeki yang kita terima disana ada hak orang yang membutuhkan."


"iya ma, untung mama ingatkan. besok dan lusa Hanum mau keluar kota ma, setelah Hanum balik antar Hanum ke panti yang biasa mama kunjungi ya."


"baik lah anak mama sayang, pasti mama pasti mengantarmu, mama senang kamu ikut berpartisipasi untuk membantu anak2 panti."


"ma, malam ini mas Galang, aku undang makan disini, karena setelah makan hanum akan mengajaknya berdiskusi masalah rencana keluar kota besok."


"kita masak sama2 ya ma, tunggu Hanum sholat ashar dulu ".


"ya sudah mama juga belum sholat nak, "


akhirnya Hanum dan mamanya memutus kan sholat dulu sebelum menyiapkan makan malam.


setelah sholat kini Hanum sudah berada didapur , dengan lihainya dia memasak rendang dan tumis kangkung juga perkedel. Hanum pun selesai masak sendiri. dia yang penasaran kenapa mamanya belum juga keluar kamar akhirnya memutuskan untuk melihat mamanya tersebut.


Hanum sedih melihat mamanya yang tertidur sembari masih menggunakan mukena, ya Alloh mama pasti kecapekan.batinnya.


"ma ayo ma pindah keranjang dulu ya, badan mama nanti sakit semua kalo tidur dilantai seperti ini"Hanum mencoba membangunkan mamanya.


"ya Alloh habis sholat gak tau mama tumben ngantuk sekali, sudah jam berapa ini nak, ayo cepat kita persiapkan makan malamnya."


"sudah mama istirahat dulu aja, Hanum juga sudah selesai masak kok."


"waa kamu pasti kecapean ya nak. pulang kerja harusnya istirahat malah harus masak sendiri"


"ah sudahlah ma, tadi kan Hanum sudah bilang kalo Hanum yang akan melayani dan menjaga mama sekarang."


saat mereka masih asik ngobrol tiba2 terdengar ada yang mengetuk pintu utama,


"itu pasti mas Galang ma, "

__ADS_1


"ya sudah biar mama yang bukakan pintu, "


"biar Hanum saja ma,"


Hanum pun berlalu membuka pintu,dan benar saja yang datang adalah Galang.


"ayo mas masuk dulu ,aku mau mandi dulu habis itu seperti biasa kita sholat berjamaah ya,"


"iya adik cerewetku."


semua hal telah dikerjakan, mulai dari mandi sholat berjamaah dan makan malam. kini waktunya Hanum dan Galang membahas rencana kepergiannya keluar kota besok.


"ini mas tolong simpan semua berkas2 yang kita butuhkan besok, tolong cek ulang apa masih ada yang kurang ya," jelas hanum.


"sepertinya semua sudah lengkap dik, "jawab Galang sambil kroscek lagi berkas2 ditangannya tersebut.


" ya sudah kalo gitu , ayo kita nonton tv saja sama mama, kelihatannya mama lagi asik tu lihat sinetron favoritnya."


" tapi sudah malam dik , mas mau pulang dulu saja, "Galang hendak keluar dari ruangan tersebut dan diikuti oleh Hanum, mereka sama2 akan keluar dari ruang kerja yang ada dirumah Hanum tersebut, tapi naas kaki Hanum tiba tersandung kaki meja kerjanya.


"auw auw auw," rintih Hanum


"hati2 dong dik, sini mas bantu duduk disofa."


Galang memapah tubuh Hanum kesofa, diluruskannya kaki Hanum dengan posisi duduk disofa dan kaki diluruskan dengan meja sebagai penyangga, dipijatnya bagian yang terantuk meja tadi. saat Hanum ingin menarik kakinya karena sungkan kepada galang. tiba2 bagian atas tubuhnya terhuyung kedepan dan malah jatuh menimpa Galang yang memang posisinya dibawah soalnya habis memijat kaki Hanum.


kini posisi Galang dibawah dan Hanum diatas,


kenapa mata itu begitu teduh, batin Hanum.


aduh ada apa dengan hatiku, kenapa berdetak begitu kencang, batin Galang.


Tanpa disadari galang mendekatkan wajahnya ke wajah Hanum, kini jarak keduanya semakin dekat dan dekat, diciumnya bibir Hanum, entah setan apa yang merasuki Hanum tanpa diduga Galang, Hanum juga membalas ciuman itu. ciuman yang awalnya biasa saja kini sudah berubah menjadi ciuman yang panas.


Galang terus mengesplor setiap jengkal bibir hanum.begitu juga hanum membiarkan Galang mengobrak ngabrik lidahnya didalam mulutnya. mereka pun terus melakukan sambil saling menukar Saliva.


ciuman itu pun terhenti saat keduanya kehabisan nafas.


sambil beradu kening dan tangan Galang yang memegang leher belakang Hanum supaya Hanum tidak menjauh Galang pun meminta maaf atas perbuatannya.


"maaf dik maafkan mas, sudah berbuat kurang ajar kepadamu, entah setan apa yang sudah merasuki diri mas"


Hanum cuma menggelengkan kepalanya karena dia juga merasa bersalah karena sudah ikut membalas ciuman tersebut.


"ini dosa mas, ini dosa kita sudah menghianati kepercayaan mbak yanti. hiks hiks hiks" Hanum berucap sambil menangis.


"sudah dik sudah, kita sama2 salah, kita lupakan apa yang terjadi barusan. anggap semua tidak perna terjadi, maafkanlah mas mu yang sudah kurang ajar ini."


"sudah mas mungkin benar kita harus melupakan kejadian barusan. aku gak mau mbak yanti salah faham dengan kita,"


akhirnya Hanum dan Galang berdiri dan keluar dari ruang kerja tersebut.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2