Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Sisi humoris David


__ADS_3

"Maaf pak bos, tadi saya hanya mengutuki kebodohan saya saja," jawab David asal.


"memang apa yang kau lakukan, sampai kau bilang dirimu sendiri bodoh?" tanya Galang.


"gak kok bos, gak penting juga urusan saya, bos mau makan siang apa,? biar saya pesankan. " David mencoba mengalihkan pembicaraan.


"nanti sajalah vid, kita ke restoran langsung saja, aku sekaligus ingin jalan- jalan menyegarkan fikiran juga," jawab Galang.


"apa ada masalah dengan hasil rapat bos.?" tanya david


"gak ada, semua baik-baik saja, bahkan laporan perkembangan penjualan dari kantor cabang sangatlah memuaskan. tiap harinya selalu meningkat." jelas Galang.


"syukurlah kalo memang tidak ada masalah bos," David menjawab.


" oh iya, apa kau sudah dapat sekretaris baru yang aku minta itu, usahakan kau dapat orang yang sesuai untuk menjabat jabatan itu, kau paling mengertikan orang yang seperti apa yang bisa bekerja bersamaku kan?."


"hari ada interview beberapa orang bos, mungkin nanti sore kita sudah dapat laporan siapa saja yang akan lolos, dan bos bisa seleksi sendiri besok siapa yang kira-kira cocok." jawab David .


"bukannya aku sudah memberikan tanggung itu kepadamu, kenapa malah kau limpahkan balik kepadaku.?"


"ya kali aja bos, ingin cuci mata lihat cewek-cewek cantik calon sekretaris yang cocok menurut bos," goda David.


Galang melempar David dengan pena yang ada diatas meja.


"jaga mulut mu vid, kau tau kan tidak ada wanita sempurna bagiku selain istriku." Galang terpancing emosi sedikit.


"yang bener nih bos, terus wanita cantik dan seksinya gak ketulungan yang datang kesini tadi siapanya bos coba,?"


"bukannya kau bilang Yasmin yang kesini?"


"iya memang dia, terus tadi dia ngaku kalo dia pacarnya bos, berartikan bos bohong kalo Bu Hanum wanita sempurna, "


"siapa yang bilang dia pacarku, berani ngomong sekali lagi, ku gorok habis lehernya."


"ya dia sendirilah bos, mana mungkin saya dapat dari sumber lain."


"terus kau percaya begitu saja,,kau akan jadi orang paling bodoh jika percaya hal itu."


"itulah yang saya maksud tadi dengan. kebodohan saya bos, waktu bos masuk tadi. saya pikir bos akan jadi laki-laki paling bodoh jika mau meninggalkan Bu Hanum demi wanita seperti nona Yasmin."


"jadi tadi benar kau bilang aku bodoh, dasar kau ini," Galang bercanda meninju bahu David.

__ADS_1


"oh iya kalo kau mau dengan yasmin ambil saja dia untukmu.sudah ayo kita pergi dulu" sambung Galang lagi.


"amit-amit bos, punya istri kok badannya sudah diumbar ke semua mata kayak gitu,baju yang dia pakai semua kurang bahan. bisa-bisa saya cuma dapat ampas doang nantinya," David agak begidik.


"haaaa haaaa haaa kali aja kalo nikah sama kamu, dia akan cukup banyak uang untuk membeli baju yang benar," goda Galang lagi sambil terus berjalan keluar dari ruangannya.


para mata karyawan kantor tersebut melihat dengan heran tumben-tumbenan dua petinggi kantor itu berjalan bersama sambil saling melempar canda.


Galang mengajak David ke butik yang dulu dibuka oleh Hanum khusus untuk yanti, tapi tetap dalam kepemilikan Hanum.


Hanum dulu membuka butik itu bukan tanpa alasan jika kepemilikan butik masih dia yang resmi memilikinya, dulu Hanum hanya ingin melihat Yanti bener-bener bertanggung jawab atas butik itu baru Hanum mau mengatas namakan butik itu atas nama Yanti.


Dan firasat Hanum benar, Yanti hanya mengunakan butik itu sebagai alasan untuk mengeruk keuangan dari Hanum atas alasan membutuhkan dana tambahan.


Kini Galang dan David sudah berada didalam butik tersebut.


"maaf pak, kami tidak tahu jika bapak akan datang, ada yang bisa kami bantu pak,?" tanya Gita orang kepercayaan yang diperintah mengelolah butik oleh Hanum.


"aku cuma mau ke ruangan yang dulu ditempati ibu Nurianti." jawab Galang.


"oh iya pak silahkan. semenjak Bu Yanti tidak perna kasini ruangan itu masih tetap sama pak, belum ada yang berani masuk keruangan itu." jawab Gita.


Galang masuk ruangan tersebut, dan bener sekali hampir 1thn ruangan itu tidak perna ada orang yang berani memasukinya. ruangan itu agak sedikit berdebu.


Galang membuka setiap laci meja kerja Yanti juga membuka lemari yang ada disitu. dilihatnya semua barang disitu tidak ada yang penting.


"suruh orang bersihkan ruangan ini vid, kamu buang semua barang yang ada disini. aku ingin menjadikan ruangan ini menjadi ruangan yang nyaman untuk istriku. sepertinya dia mulai bosan berada dirumah, jangan lupa bersihkan kamar yang buat istirahat itu, buat ruangan itu sekaligus untuk ruangan bayiku nanti, kita harus persiapkan semua, ya jaga-jaga kali aja istriku ingin membawa anak kami ikut kebutik." perintah Galang.


"iya bos," jawab David.


"yah sudah sekarang kita cari makan dulu,"


"ke tempat makan biasa kan bos,?" tanya David.


"iya, kesana saja" jawab galang.


mereka pun pergi mencari makan di restoran yang ada dipinggir danau, danau buatan tentunya.


pemandangannya yang indah juga banyak pohon rindang membuat tempat itu begitu sejuk.


Galang sedikit melepaskan sedikit lelah dengan memandangi ikan-ikan yang berenang didanau tersebut.

__ADS_1


"bos lihat lah kearah samping kanan kita, " ucap David


Galang pun melihat ke arah kanan sampingnya.


"gila itu perempuan" tutur galang.


"padahal baru tadi dia mengaku kepadaku, bahwa dia pacarnya bos kini sudah mengandeng laki-laki lain, apa perlu kita bereskan laki-laki itu bos, he he he?" David mencoba mengoda Galang.


"urusan apa kita sama laki-laki itu, sampai kau mau membereskannya,?"


"secara nona Yasmin kan pacarnya bos, masak pacar sendiri bermesraan dengan laki-laki lain bos diam saja, ha ha haaa haa?" David berhasil memancing emosi Galang.


Dijitaknya kening David agak keras oleh Galang , membuat David meringis memegangi keningnya.


"ngomong terus ku cincang kau jadi umpan ikan." tegur Galang.


"bercanda kali bos, lagian biar bos gak terlalu stress memikirkan banyak pekerjaan," bela David.


"iya tapi omonganmu itu bisa memancing amarah istriku jika dia tau, nanti dikira semua benar bisa-bisa hancur rumah tanggaku. jadi aku ingatkan sekali lagi, jangan lagi bercanda seperti itu" tegas galang.


"iya iya bos maaf, " David terkena tula candaannya sendiri.


akhirnya makanan pesanan yang mereka pesan pun datang, tak sengaja mata Yasmin melihat sosok Galang yang juga ada direstoran itu pun ingin menghampirinya. tentu saja dengan drama terlebih dulu untuk mengusir laki-laki teman kencannya tadi.


"hai Lang, kebetulan sekali kita bertemu disini. boleh ikut gabung, aku juga mau makan siang tapi tidak ada teman." ucap Yasmin.


"bukannya saya tadi non Yasmin bersama laki-laki disana sedang bersuap-suapan ya non. romantis sekali loh non, iya kan bos," ucap David sambil melirik Galang.


"oh itu ,itu tadi temanku juga yang gak sengaja ketemu disini kok Lang, kamu percayakan, tadi aku cuma disuruh nyicipin makanan yang dia pesan katanya agak ke asinan mangkanya dia gak suka jadi sekarang sudah pergi cari resto lain. bener Lang aku gak bohong kok." tutur Yasmin.


"mau kau bohong atau tidak itu bukan urusanku Yasmin, kau ini juga bukan siapa-siapaku, kita hanya temankan." jawab Galang.


"looh bos, bukannya nona Yasmin ini pacarnya bos, bahkan tadi nona Yasmin hampir memecat saya gara-gara saya sedikit gak sopan kepadanya iyakan nona Yasmin." ucap David.


"kau ini," ucap Yasmin kemudian langsung berdiri pergi dari tempat itu.


Galang dan David terus saja melihat ke arah Yasmin dan setelah Yasmin agak jauh, Galang dan David saling berpandangan dan


haaaaaa haaaaaa haaaaa mereka tertawa berdua.


bersambung ya๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2