
"oh Bu Diana sekretaris baru bos kami pak, sebentar saya hubungi beliau dulu ya pak, boleh saya tau nama bapak, biar nanti kalo Bu Diana tanya saya bisa langsung menjawab?" tanya Selly.
"saya munif mbak." jawab pak munif.
"sebentar ya pak saya hubungi Bu Diana, silahkan bapak tunggu di kursi tunggu itu saja pak." ucap Selly.
Selly pun menghubungi Bu Diana. Bu Diana sangat terkejut pasalnya suaminya tiba-tiba datang kekantor pas dia juga sedang berdua dengan bos selingkuhannya.
"siapa Diana," tanya Kerto Atmojo
"tidak tau aku sayang, aku akan lihat dulu didepan." jawab Diana setelah menerima telpon dari Selly.
Diana pun pergi menemui pak munif dan Galang.
"mama, Galang kangen mama," ucap Galang sambil memeluk mamanya saat mamanya sudah didepannya.
"ma, kenapa mama dua hari tidak pulang dan tidak memberi kabar.?" tanya pak munif.
"siapa sayang,?" tanya Kerto Atmojo yang ternyata mengikuti Diana.
"aku tidak mengenalnya sayang, mereka datang dan mengaku-ngaku anak dan suamiku. gak usah diladenin, lebih baik kita lanjutkan yang tadi saja ya," jawab Diana.
"ma, kau boleh bilang tidak mengenal kami, tapi lihatlah anakmu ma, apa kau tidak kasihan melihatnya, dua hari dia selalu menunggumu datang untuk sekedar bisa makan malam bersamamu." teriak pak munif yang geram melihat kelakuan istrinya.
"jangan bikin keributan disini. aku memang tidak mengenal kalian. satpam usir mereka. jangan lagi mengizinkan mereka masuk kemari." teriak ibu Diana.
"tidak perlu kau mengusirku ma, aku akan membawa pergi anakku dari sini dengan suka rela agar anakku tidak melihat kelakuan bejat mamanya. dan ingatlah satu hal ma, kau akan menyesali semua ini seumur hidupmu, pegang kata-kataku ini." ucap pak munif kemudian menarik tangan Galang agar ikut pergi meninggalkan kantor dimana mamanya bekerja.
"mama ayo pulang ma, " teriak Galang saat tangannya ditarik ayahnya untuk diajak pergi.
pak munif pun berlutut didepan anaknya sambil memegang bahu anaknya dengan satu tangannya.
"Galang, kita pulang ya nak, wanita itu bukan lagi mamamu nak, kamu satu-satunya harta ayah, ayah berjanji akan menjadi ayah sekaligus mama yang baik buatmu nak, Galang harus menjadi anak yang hebat jangan lagi menangis ya, buat ayah menjadi bangga kepadamu nak, tunjukkan pada dunia Galang adalah orang yang hebat. Galang akan menjadi orang sukses walau Galang memiliki seorang ayah yang hanya memiliki satu tangan. berjanjilah nak berjanjilah pada ayah." ucap pak munif
Galang kecil pun mengangguk dan ikut pergi bersama ayahnya.
Hampir empat bulan Bu Diana tidak pulang, tiba-tiba dia pulang ingin mengurus surat perceraian dengan suaminya.
__ADS_1
Tapi dia malah mendapatkan kabar bahwa pak munif telah meninggal 2 bulan yang lalu.
Bu Diana pun menanyakan keberadaan Galang. tapi ternyata semua warga tidak mengetahui keberadaan Galang setelah acara 40 harian ayahnya.
Sejahat-jahatnya Bu Diana tapi Bu Diana tetap ibu kandungnya yang juga mengkhawatirkan keadaan Galang yang hidup sendirian dan tak tahu dimana keberadaannya.
Bu Diana berusaha mencari-cari dimana keberadaan anaknya bertahun-tahun tapi tetap tidak menemukan keberadaan Galang berada.
Bukan hanya orang lain yang menyalahkan atas kelakukan Bu Diana.
Bahkan keluarga Bu Diana di luar negeri pun mengutuk kelakuan bu Diana dan tidak akan mau memaafkan Bu Diana sebelum Galang bisa ditemukan.
Benar ucapan pak munif jika Bu Diana pasti akan menyesali perbuatannya seumur hidupnya. karena sudah tidak mengakui suami dan anaknya juga telah mengusir suami serta anaknya tersebut.
flashback off
"begitulah nak ceritanya, aku memang tidak pantas mendapat maaf dari Galang." ucap nyonya Diana.
"terus apa suami nyonya sudah mengetahui kebohongan nyonya.?" tanya Hanum.
"semenjak keluarga besarku menolakku, aku berusaha menjadi wanita yang jujur, aku mengakui semua apa yang sudah aku lakukan kepada mas Kerto Atmojo yang waktu itu masih berstatus tunangan ku. awalnya dia susah menerima tapi lambat laun dia mencoba menerima dan ikut serta membantuku mencari keberadaan Galang. tapi setelah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun galang tak kunjung kami temukan. dan baru kemaren aku bisa melihat lagi Galang anak yang sudah aku telantarkan, dia memandangku dengan penuh kebencian. aku memang pantas dia benci, aku memang pantas nak," Bu Diana menangis sambil menundukkan dan menyandarkan kepalanya diatas kedua tangannya.
"benarkah nak dia akan memaafkan ku," Bu Diana memegangi tangan Hanum.
"aku yakin nyonya, tapi itu jika memang nyonya tulus meminta maaf padanya." tutur Hanum.
"iya nak, aku benar-benar menyesali perbuatanku, bahkan aku rela menukar nyawaku demi mendapatkan maaf anakku Galang." ucap Bu Diana.
"baiklah nyonya saya pamit balik dulu, Tara sudah tertidur lagi.mungkin dia mau tidur dengan bebas diranjangnya." pamit Hanum.
"nak bisa tidak aku meminta sesuatu padamu.?" tanya bu Diana.
"apa nyonya." jawab Hanum.
"jangan lagi memanggilku nyonya, panggil aku mama nak," pinta Bu Diana.
"aku akan memanggil mu dengan sebutan mama dengan bangga jika nyonya sudah bisa mendapat maaf dari suami saya. permisi nyonya." ucap Hanum kemudian berdiri dari duduknya dan mengendong tara.
__ADS_1
"tunggu nak, izinkan aku mencium cucuku sekali saja." pinta Bu Diana.
Hanum pun membiarkan Bu Diana mencium kening Tara yang tertidur.
Hanum pun kembali ke butiknya dan merebahkan Tara di ranjang Tara sendiri. Hanum juga merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya untuk sekedar melepas lelah.
sejahat apapun ibu kandungmu aku harap kau tidak lupa mas, jika dialah yang membawa surgamu. aku tidak akan membantu apapun untuk nyonya Diana agar kau mau memaafkannya, tapi aku akan melihat bagaimana kesungguhannya dalam mendapat maaf darimu. aku pun belum tentu sekuat dirimu jika aku berada diposisi mu.batin Hanum.
Siang sudah berganti sore, Hanum yang tertidur bergegas bangun dan mengajak Tara balik pulang kerumah.
"waa Tara juga tidur nyenyak ya sayang.ayo bangun sayang, papa pasti sudah pulang ini," Hanum membangunkan anaknya.
"mama, hiikkss hiikkss" Tara merengek manja karena merasa tidurnya terganggu.
"jangan nangis sayang, ayo mama gendong ya," Hanum mengangkat tubuh anaknya kegendongannya
"hai jagoan papa, kenapa menangis sayang," tiba-tiba Galang masuk ke kamar istirahat Hanum.
"loo mas, kamu disini.?" tanya Hanum.
"iya sayang, tadi mas sengaja datang ingin menjemput kalian. mas mau ajak kalian mengunjungi santi, tapi mas lihat kamu dan Tara tertidur pulas jadi mas putuskan menunggu kalian didepan." jawab Galang.
"memang ada urusan apa mas kok kita mau menemui Santi,?" tanya Hanum lagi
"kita minta tolong Santi untuk meminta alamat tempat tinggal Devan di London sayang," jawab Galang.
"oh begitu, baiklah tunggu aku kalo begitu sekalian mandi dan mandiin Tara ya," ucap Hanum.
"kita mandi sama-sama aja ya, ok Tara." ajak Galang.
"ih, mana boleh aku mandi sama Tara,?" tolak Hanum.
"ya sudah kalo gitu Tara mandi sama papa aja ya," ucap Galang.
"gak-gak bisa nunggu sampai berjam-jam aku nantinya. ya sudah gak usah mandi, kita temui Santi sebentar saja lalu kita pulang dan mandi dirumah saja. lagian gak baik menggangu pengantin baru." jawab Hanum.
bersambung.
__ADS_1
author menulis bab ini sambil menangis teringat almarhum ayah😭😭😭.
untuk orang tua yang telah pergi mendahului kita atau orang tua yang telah kembali pada sang maha kuasa, semoga diampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya.aamiin.🤲🤲🤲 yarobal alamin.