
Lama Hanum dan yang lain berada dipanti, setelah hari berganti siang, mereka semua pun pamit. karena hanum dan keluarga akan kembali ke kota sore itu juga.
Semua persiapan untuk balik ke kota sudah siap. jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, sebelum menuju ke arah pulang, Galang menyempatkan ke kantor yang kini dipimpin oleh Joko itu.
"selamat sore pak,Bu, apa kabar,?" tanya salah satu keamanan kantor.
"baik pak, kami cuma mau lihat-lihat. sekalian ingin bersilaturrahmi dengan kalian." jawab Galang.
"oh silahakan masuk pak, yang lain juga belum pada pulang kok.tapi pak Joko sepertinya hari ini tidak masuk pak," ucap security tersebut.
"iya tadi Joko mengantar kami jalan-jalan keliling kampung." jawab galang lagi.
"ya sudah ayo kita masuk mas, mari pak kami masuk dulu." pamit Hanum.
Hanum dan Galang pun masuk kedalam kantor dan menyapa seluruh karyawannya tersebut. semua karyawan Hanum sangat memuji keramahan dan kebaikan Hanum juga Galang.
Puas berkeliling kantor dan pabrik, Hanum dan Galang melanjutkan perjalanan menuju ke kota. hampir 4 jam mereka melakukan perjalanan akhirnya sampai juga dirumah.
keesokan harinya Tara meminta untuk melihat kuda barunya. Galang menggendong Tara ke kandang kuda yang juga baru saja di bangun dadakan oleh pak Sukir atas perintah Galang.
Tara sangat senang karena keinginannya kesampaian. bahkan Tara gak mau jauh-jauh dari kudanya tersebut.
Beda lagi cerita dengan Daniel dan Hanum. Daniel tiap hari harus jadi koki spesial untuk Hanum..
"hai num coba kamu cicipi masakan ku ini. ini masakan Indonesia aku diajari sama bibi Surti." ucap Daniel sambil menyuapi Hanum.
"hai-hai apa-apaan kamu mau nyuapin istriku ha,?" Galang mencoba menghalangi Daniel.
"apaan sih kau ini Lang, biar istrimu tahu rasa masakanku aja kok," jawab Daniel.
"iya kamu ini mas, sama adik sendiri selalu saja cemburu." sahut Hanum.
"ah gak perduli, sudah kamu siapkan saja makanan untuk istriku, kamu yang mencicipi, soal rasa kan kamu juga bisa merasakan masakan kamu itu enak apa gak." bela Galang.
"uuhh lama-lama aku racunin juga kamu ini Lang," Daniel sangat geram dengan Galang.
"lakukan jika memang kamu berani," jawab Galang sambil berlalu kekamar.
"suamimu memang gila num," ucap Daniel.
"sudah-sudah Niel. maafkan dia ya." Hanum sangat malu dengan sikap Galang yang over protektif.
"iya gak aku masukin hati juga kok, lagian dia juga saudaraku, harus nya aku yang bilang supaya kamu bersabar dengan sikapnya.. oh iya num bisa tidak kamu bantu aku untuk mendekatkan diri dengan Gita asisten mu kemaren.?" pinta Daniel.
__ADS_1
"benar kamu naksir sama dia.?" tanya Hanum.
"ya menurutku dia gadis yang baik, apa salahnya iya kan.? dari pada aku naksir kamu bisa-bisa dipenggal aku sama suami gilamu itu. haaaa haaaaa" Daniel berbicara sambil tertawa.
"ya kalo kamu memang naksir sama dia, nanti aku akan bantu kamu untuk bisa mendekatkan diri ke Gita, gimana.?" usul Hanum.
"cocok, itu yang aku inginkan." jawab daniel.
" gimana kalo kamu ikut aku nanti ke butik.. tapi tunggu mas galang berangkat ke kantor dulu ya." Hanum berbicara sambil berlalu ke kamar untuk membantu suaminya bersiap kerja.
"ok, kalo begitu aku juga bersiap." sahut Daniel.
Hanum pun bergegas menuju kamar dan menyiapkan baju kerja untuk Galang.
"mas aku nanti ke butik ya," ucap Hanum sedikit meninggikan suaranya agar suaminya yang sedang dikamar mandi mendengar ucapannya.
Galang tidak menyahuti karena masih merasa kesal dengan Hanum.
Setelah selesai mandi Galang keluar kamar mandi dengan mengunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya. Galang memakai baju yang sudah disiapkan istrinya tanpa mengeluarkan suara apapun.
Hanum mencoba membujuk suaminya dengan memeluk dari belakang.
"mas, kenapa sih kamu sama saudara sendiri cemburu gak jelas kayak gini.. mas gak kasihan melihat aku ya, aku sedang hamil anakmu mas, tapi kamu marah-marah terus gara-gara cemburu gak jelas." bujuk Hanum.
"iya tapi apa kamu tidak kasihan sama aku mas, aku kan jadi gak enak hati, dia kesini demi aku dan anak kita. dia rela korbanin kerjaannya tapi dia disini kamu perlakukan dengan kasar seperti ini. ya meski dia adikmu tapi kan gak pantas sekali jika harus menerima sikap kasarmu itu, suamiku sayang," Hanum masih mencoba menjelaskan.
"iya, iya nanti aku akan minta maaf sama dia." jawab Galang.
"gitu donk, makasi ya mas," Hanum memeluk suaminya dengan erat.
"oh iya kamu tadi bilang mau ke butik,?"
"berarti tadi kamu dengar aku bicara ya, tapi kenapa gak nyahutin sih, bikin kesel." gerutu Hanum.
"habis kamu juga bikin kesel sih yank." bela Galang.
" ya sudah kalo begitu aku mau mandi dan bersiap juga ya, habis itu kita sarapan dan berangkat,"
"tunggu-tunggu, siapa yang izinin kamu ke butik sayang, aku kan belum ngasi izin."
"mas please. boleh ya,"
"baik lah, siapa yang bisa nolak permintaan istriku yang cantik ini sih, ya sudah kamu mandi dulu sayang, aku yang akan menyiapkan baju ganti untuk kamu."
__ADS_1
"makasih ya mas."
Hanum mengecup bibir suaminya dan berlalu ke kamar mandi. Galang melihat istrinya tersenyum sambil memegang bibirnya yang habis dikecup istrinya tadi.
Hampir 15 menit Hanum pun keluar dari kamar mandi sambil memakai handuk kimono nya. Hanum memakai pakaian yang disiapkan oleh suaminya. Galang hanya memandangi istrinya sambil duduk disofa, rasa kagum akan kecantikan istrinya tidak perna hilang dari benaknya.
"kenapa sih mas ngelihatnya sampai segitunya."
"aku tidak perna puas memandangiku sayang, sepertinya kamu punya magnet khusus untuk menarikku."
"ala gombal."
"kok gombal sih, bener sayang aku gak bohong."
Galang mendekat ke istrinya dan memeluk istrinya dari belakang.
"belum dandan saja sudah secantik ini, apa lagi kalo sudah dandan. itu lah kenapa aku sangat takut orang-orang yang melihatmu berusaha merebutmu dari aku sayang," lanjut Galang.
"percayalah mas, aku agak akan berpaling darimu, aku juga sangat mencintaimu mas." Hanum berbalik dan memegang kedua pipi suaminya dengan kedua tangannya.
"ya sudah kamu bersiap, kita segera turun. aku juga buru-buru kekantor, David pasti sedang sibuk menyiapkan acara pernikahannya yang tinggal menghitung hari sayang."
"oh iya ya mas, aku sampai lupa loh."
Hanum bergegas berdandan. lalu segera turun dengan suaminya untuk bergabung dengan yang lain.
"kamu kok sudah rapi Niel.?" tanya Galang.
"aku kan mau diajak istrimu untuk menemui calon adik ipar kamu Lang," jawab Daniel.
"adik ipar, siapa?"
"Gita mas, Daniel tertarik sama Gita. apa salahnya aku membantunya untuk mendekatkan dia dengan Gita." sahut Hanum.
"benar itu Niel.?" Galang meyakinkan Daniel.
"iya benar, makanya kamu jangan cemburu terus." jawab Daniel.
"ya sudah, asal kamu jangan main-main saja. hati perempuan bukan mainan soalnya." Galang mencoba mengingatkan.
"yes brother, aku faham."
bersambung.
__ADS_1