
Sesampainya didepan ruangan Hanum Gita pun mengetuk pintu
tok tok tok,
"permisi buk "
"masuk"
" maaf Bu ,saya kesini mengantarkan nyonya Yanti, apa boleh saya persilahkan masuk sekarang Bu,"Gita meminta izin
"suruh masuk aja git,"
"silahkan masuk nyonya sudah ditunggu Bu hanum didalam."
Tanpa menjawab Yanti pun langsung masuk keruangan Hanum.
"eehhhh susahnya ketemu sama Bu bos harus pakai janji dulu ya,"
"gak juga mbak, cuma terkadang takutnya saya pas ada acara meeting atau apa lah gitu, kalo gak bikin janji nanti malah gak ketemu dengan saya. tapi selagi saya posisi dikantor, tamu siapapun pasti bakal saya temui, resepsionis menanyakan hal seperti itu kan cuma formalitas mbak." tutur hanum panjang lebar.
"iya iya mbak cuma bercanda kok, mbak kesini cuma mau pamit balik ke kota, besok kan anak2 harus sekolah jadi terpaksa harus balik ke kota sekarang.lagian juga kamu ini num minggu2 juga sibuk kerja jadi dari pada menggangu mbak balik aja deh,"
" aduh mbak maaf sekali ya, jujur saat ini kami benar2 sedang sibuk mbak..permintaan pasar benar membludak mbak.jadi terpaksa kami harus lembur terus"
" ya syukur lah num berarti usahamu semakin maju iya kan, ya udah mbak pamit dulu ya kasian anak2 nunggu dimobil."
"sebentar mbak saya ikut turun, saya ingin temui Devan sama Devi dulu boleh kan,?"
"ya sudah ayo".
saat mau turun didepan lift Hanum melihat Joko juga hendak turun.
" mau kemana loe jok,"
"mau pulang makan siang dulu, loe sendiri sudah makan belum?"
"belum juga nih gak sempat dari tadi kerjaan gak kelar2."
"ya sudah aku beli saja kalo gitu diwarung depan.loe pesan apa nanti kita makan bareng aja diruangan loe"
"ide bagus, gue pesan apa ajalah bikin sama kayak kamu aja juga boleh,yang penting makan gue".
"ok deh, loo ini siapa num?"
"oh iya kenalkan ini mbak Yanti istrinya mas Galang,"
"oh kenalkan mbak, saya joko sahabat Hanum dan Galang"
"saya Yanti istrinya mas Galang,"
"loo Galangnya kemana num, apa ada tugas luar dia hari ini. masa istrinya kesini gak ditemenin.?"
"oh suami saya tadi balik kekontrakan katanya selesai jam istirahat siang baru berangkat kekantor."
"iya jok gue yang ngasi izin tadi,"
mereka ngobol sambil jalan dan tak terasa sudah sampai area parkiran.
"hallo ponakan Tante, udah mau pulang aja nih, padahal Tante masih kangen loo,"
"besok Devan sekolah Tante, lain kali deh kita kesini iyakan ma?"
"iya sayang, pasti lain kali kita kesini lagi"
"ya sudah janji ya sama Tante, Tante pasti seneng kalo kalian main kesini lagi. ini ada ada uang jajan nih buat Devan sama Devi,"
__ADS_1
"waaa banyak sekali Tante makasih ya,"
"iya sama2 jangan lupa ditabung sebagain ya sayang."
"ok Tante"
"ya sudah num, mbak pamit dulu ya, titip mas mu ya , kalo bisa sesekali kasih perhatian dia ya, kasian kan dia jauh dari mbak."
"maksudnya mbak.?"
"gak ada maksud apa2 ,ya sudah mbak berangkat dulu, daa num"
"daaahh mbak, daa devan, daa devi hati2 dijalan ya".
setelah kepergian yanti, Hanum pun kembali masuk keruang kerjanya.
ya semenjak pabriknya tidak hanya memproduksi kripik kentang tapi juga ditambah dengan aneka makan ringan yang lain. perusahaan Hanum benar2 maju dengan pesat, itulah yang menyebabkan hati2 nya semakin sibuk.
Bahkan dengan dukungan Joko dan Galang Hanum juga sudah merambah bisnis properti.
benar2 tahun keberuntungan untuk bisnis Hanum.
ceklek bunyi heandle pintu ruangan Hanum terbuka,
ternyata Joko yang masuk sambil membawa 2 bungkus nasi dan minuman ringan.
"kebiasaan deh masuk tanpa permisi bikin kaget aja,"
"ya Ela num sorry lupa gue"
"ya Uda mana nih makanan gue sudah laper banget gue,"
"ini bentar gue siapin dimeja ya, loe istirahat dulu laa matikan tu laptop loe"
"bentar2 nanggung banget ini."
" ayoo as buka mulut loe"
"apaan sih jok, gue makan sendiri aja lah,"
"gak usah protes ayo buka mulut loe"
dengan terpaksa akhirnya Hanum pun menuruti Joko membuka mulutnya, dengan telaten Joko menyuapi sendok demi sendok sampai makanan itu habis.
"anak pinter, sekarang nih minumnya ayo diminum,"
"waaa kayak babysister aja deh loe ini"
"ya sudah sekarang gue yang ganti makan,loe lanjutin kerjaan loe."
"sudah kelar kerjaan gue, sebagai balas Budi sini ganti loe yang gue suapin mau gak.?"
"mau banget lah"
"ya sudah sini mana nasinya"
"nih"
kini giliran Hanum yang nyuapi Joko.
Joko memakan nasi yang disuap Hanum sambil mengamati wajah Hanum.
bener2 mimpi apa aku semalam ,bisa memandang wajahmu sedekat ini, sembari makan pun kamu suapin. huu kenapa perasaan ini tidak bisa hilang dari hatiku num, usiaku sudah tak muda lagi tapi aku tetep setia menanti mu num,batin Joko.
"woe malah ngelamun"
__ADS_1
"num boleh gak aku jujur"
"jujur masalah apa?"
"aku mau berterus terang kepadamu, tapi janji kamu jangan marah ya"
"ngomong dulu baru gue tau bisa marah apa tidak sama loe"
"num sejujurnya aku sudah lama memendam perasaan ini, aku mencintaimu num, aku menyayangimu bukan sebagai sahabat tapi sebagai seorang laki2 terhadap wanita. gue tidak minta membalas cinta gue, gue mengutarakan semua ini karena aku sudah tidak kuat memendamnya lagi"
"haaa haaa haaa bercandamu gak lucu jok"
tiba2
cuuuuppp.joko mencium bibir hanum. reflex Hanum pun menampar Joko.
"jangan sekali2 kau ulangi perbuatanmu itu."
"gue cuma ingin menunjukkan kepadamu kalo gue gak bercanda,"
"iya tapi jangan asal nyosor aja itu bibir"
" maaf kan aku num, izinkan aku mencintaimu beri kesempatan kepadaku dan cobalah buka hatimu untukku."
"itu gak mungkin jok, gue nyaman dengan hubungan kita sebagai sahabat. lagian jika gue menjalin hubungan dengan loe, keluarga Robi pasti bersorak dikira prasangkanya ternyata benar adanya."
"sudahlah num gue juga gak akan memaksamu menerima cintaku, tapi apa salahnya loe berusaha membuka sedikit hatimu untukku"
" buanglah jok perasaanmu kepadaku,masih banyak wanita diluaran sana yang lebih pantas denganmu."
"tapi cintaku hanya buat num,"
"sudahlah gue gak mau bahas ini lagi, gue mau lanjutin pekerjaan gue, begitu juga loe kalo masih ada kerjaan mending lanjutin saja pekerjaanmu, dan cobalah lupakan perasaanmu padaku"
Dengan lesu Joko pun keluar dari ruangan Hanum.
setelah Joko pergi Hanum pun melanjutkan pekerjaannya.
menjelang sore semua pekerjaan Hanum pun baru selesai, dia berniat langsung pulang untuk istirahat.
sesampainya Hanum dirumah dia masih mengingat kembali ungkapan perasaan Joko, dia tidak mengira jika laki2 yang dianggap sahabatnya selama ini malah mencintainya.
Hanum pun memilih membersihkan dirinya agar beban pikirannya pun juga hilang jika tubuh sudah segar dia yakin pikirannya pun ikut segar.
Hanum berendam air hangat untuk menghilangkan rasa capeknya , setelah setengah jam Hanum pun membilas tubuhnya dan mengambil handuk ,
Hanum keluar dari kamar mandi dan ganti baju dengan baju rumahan yang lebih santai.
ah selesai berendam kenapa mataku jadi ngantuk begini, lebih baik aku tidur dulu lah sebentar.batin Hanum.
sebelum Hanum terlelap tiba2 hpnya berbunyi .
"iya hallo pak Andika"
Andika adalah orang kepercayaan Hanum untuk mengurusi usaha propertinya.
"maaf Bu apa besok ibu bisa datang kekantor sini Bu, ada investor yang ikut menanamkan saham di sini Bu"
"sepertinya gak usah pak andika , saya ingin usaha apapun milik saya,, merangkak dari kecil menuju besar meski harus berjalan lama tapi tidak beresiko buat saya. biarlah semua modal murni dari keuangan pribadi saya. tau kan bagaimana cara menolak calon investor itu dengan halus tanpa ada pihak yang tersinggung ?"
"bisa Bu, ya sudah kalo gitu maaf menggangu waktu istirahat ibu."
Itulah Hanum prinsipnya begitu hebat. bener2 wanita tanggu dan kuat.
***bersambung
__ADS_1
mana vote ,like ,kritik dan sarannya nih,πππππππππ
ditunggu selalu ya readers***.