Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Membongkar masa lalu (1)


__ADS_3

Galang pun membantu istrinya masuk kemobil.


"David kau balik saja ke kantor, dan pak Sukir kau yang bawa mobil." ucap galang.


setelah memerintah anak buahnya Galang pun masuk mobil mendampingi istrinya dikursi belakang.


"apa yang terjadi padamu sayang, kenapa kau pucat dan berkeringat dingin seperti ini.?" tanya Galang.


"mas bisakah ambilkan aku air minum dulu," pinta hanum.


"oh iya, ini minumlah, maaf mas terlalu panik sayang sampai lupa memberimu air minum," sesal Galang.


hanum pun meminum air mineral kemasan yang diberikan Galang kepadanya.


"mas kita bicara setelah sampai dirumah saja ya, dan tolong hubungi mas Robi juga minta kerumah, sore ini kita langsung berangkat kerumah mama," tutur hanum.


"ada apa ini sayang, mas jadi semakin bingung." galang kebingungan.


"ya sudah, sebentar lagi kita juga sampai dirumah, aku akan bicarakan semua kepadamu mas," jelas Hanum.


Galang pun menuruti Hanum dan berusaha bersikap lebih tenang. setelah setengah jam mereka pun sampai dirumah.


"mau mas gendong atau jalan sendiri sayang,?" tawar galang pada Hanum.


"jalan saja mas, tapi tolong bantu pegangi aku. oh iya kamu tadi sudah hubungi mas Robi belum mas?" ucap Hanum.


"aku sudah kirim pesan, dan dia juga bilang sebentar lagi sampai disini." jawab Galang.


"kalo begitu bantu aku masuk sekarang mas," Hanum memegangi tangan Galang.


"naa itu Robi sudah datang." Galang melihat mobil Robi.


"hai Lang, ada apa kau meminta ku kesini.?" ucap Robi.


"kita bicara diruang kerja saja, jangan disini." pinta Hanum.


Galang , Hanum dan Robi pun masuk ke ruang kerja Galang.


Galang membantu Hanum duduk disofa kemudian dia pun duduk disamping istrinya.


"sekarang ceritakan apa yang terjadi sayang.?" Galang memulai pembicaraan.


"mas Robi tolong kasih tau aku, Yasmin yang dijodohkan denganmu saat kau belum mengenalku dulu apa orang yang sama dengan Yasmin yang bertunangan denganmu saat malam kecelakaan Adit dan bagas.?"


"iya," jawab Robi.


"tapi maaf mas, apa saat pertunanganmu kemaren mama Yasmin juga ikut hadir." tanya Hanum lagi.


"iya tentu saja mamanya juga ikut hadir. Tante Soraya adalah teman mama," jawab Robi.


"sekarang kalian dengarkan aku, Yasmin adalah anak angkat dari Elang Permana." jelas Hanum.


"iya aku juga sudah tahu." sahut Robi.


"aku mohon dengarkan aku bercerita dulu."ucap Hanum.


"iya Rob, biarkan istriku bercerita dulu" galang ikut bicara.


"baik teruskan ceritamu." kata Robi.


"Yasmin adalah anak angkat Elang Permana dan Tante Sundari. Tante Sundari adalah kakak kandung mama mas," ucap Hanum pada Galang.


"kok bisa?" galang dan Robi terkejut.


"mangkanya masalah ini akan lebih jelas jika kita tanyakan langsung ke mama." jawab Hanum.


"tapi yank, gak mungkin kita kerumah mama, lihatlah kondisimu seperti ini sekarang." galang khawatir.


"kita suruh supir kantor mengantar mama kesini mas, kamu coba hubungi Joko." pinta Hanum.

__ADS_1


Galang pun menghubungi mama mertuanya kemudian menghubungi supir di kantor cabang dikampung.


"mama sudah langsung bersiap kesini sayang, tapi sebelum mama datang bisa tidak kamu ceritakan kejadian yang kamu ketahui." ucap Galang.


"mas, Tante sundari mengalami ganguan kejiwaan dan dikurung oleh Elang Permana dirumah kecil belakang rumah utama Elang Permana.


mas Robi kamu masih ingat satu hari setelah hari kelulusanku dulu.?" Hanum mengingatkan Robi.


"iya aku ingat waktu itu ayahmu mengalami kecelakaan.dan seminggu setelah kecelakaan ayah meninggal dunia karena koma akibat kecelakaan itu." jawab Robi.


"kemaren-kemaren aku mengira itu murni kecelakaan tapi ternyata kecelakaan itu disengaja mas, Elang Permana mencari tahu siapa wanita yang dekat denganmu dan bermaksud menyelakai aku. tapi naas ayah malah datang tepat waktu dan menolong aku sehingga ayahlah yang tertabrak. Tante sundari sebelumnya juga tidak tahu jika suaminya ingin mencelakai orang karena ingin menuruti permintaan Yasmin. tapi tanpa sengaja Tante mendengarkan karena waktu itu Elang Permana marah-marah pada anak buahnya yang gagal mencelakai aku, dan malah menabrak orang lain sampai koma dan tewas." jelas hanum.


Hanum berdiam sejenak kemudian melanjutkan bercerita.


"Tante Sundari mencari tahu siapa orang yang sudah dicelakai oleh suaminya kemudian mencari keluarganya ingin meminta maaf, tapi Tante Sundari tidak menyangka bahwa orang yang dicelakai suaminya adalah suami adik kandungnya sendiri yang telah lama pergi meninggalkan rumah, Tante terus dihantui rasa bersalah dan mengalami gangguan kejiwaan yang membuat Elang permana mengurungnya belasan tahun lamanya." Hanum bercerita panjang lebar.


"terus siapa yang bernama Soraya yang mengaku sebagai mama Yasmin." tanya Galang.


"dia adalah ibu kandung Yasmin juga termasuk adik kandung dari Elang Permana." jawab Robi.


"semua akan lebih jelas jika mama datang nanti, dan aku juga tidak menyangka jika Elang Permana adalah pembunuh ayahku kenapa orang itu begitu kejam, kenapa?, aku bersumpah dia akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya." Hanum tidak bisa menahan amarahnya.


"ya sudah sebelum mama datang lebih baik kamu istirahat sayang, coba tenangkan dirimu dulu, ingat kamu sedang hamil," Galang menenangkan istrinya.


"iya num kamu istirahat saja dulu, aku juga kalo boleh, aku ingin ikut menunggu mama Winda datang," ucap Robi.


"kamu istirahat saja dikamar tamu rob, tapi sebelum istirahat, lebih baik kita makan siang saja terlebih dahulu." ajak galang.


meski tidak nafsu makan, galang,Hanum maupun Robi tetap memaksakan makan walau sedikit. kemudian setelah makan, mereka masuk ke kamar untuk istirahat.


hampir 4jam akhirnya yang ditunggu pun datang. Bu win datang bersama supir.


"mama," ucap Hanum saat melihat mamanya.


"iya nak mama langsung berangkat saat nak Galang bilang kamu ingin mama datang kesini. mama kira kamu mau melahirkan." jawab Bu win.


"sore ma," sapa Robi ke Bu win.


"iya ma, ada hal penting yang ingin Hanum tanyakan ma," ucap Hanum.


"hal apa itu, sampai-sampai kamu meminta mama datang kemari.?" Bu win penasaran.


"ma, bisa tidak mama ceritakan tentang nenek dan kakek atau saudara kandung mama" ucap Hanum.


"kenapa tiba-tiba kamu ingin mengetahui hal itu?" tanya Bu win.


"ma, apa mama punya saudara perempuan bernama Sundari.?" Hanum balik bertanya.


"dari mana kamu mengetahui semua itu.?" Bu win kaget.


"sudahlah ma, Hanum mohon mama ceritakan ya, Hanum akan memberitahu keadaan Tante Sundari jika mama mau menceritakan semua dari awal." Hanum mencoba membuat kesepakatan dengan mamanya.


"baiklah," jawab Bu win


flashback on.


waktu itu suwindah masih berumur 18thn dan sundari 20thn.


"kak aku ingin kuliah di kampus yang sama dengan kakak saja ya" ucap Winda pada Ndari.


"iya adikku sayang, kakak nanti akan membantumu mendaftar dikampus yang sama dengan kakak." jawab Ndari.


saat itu Ndari yang sudah memiliki kekasih bernama Elang permana, laki-laki ganteng dan terkenal dikampus karena Elang merupakan idola kampus dijaman itu.


tapi tanpa Ndari ketahui Elang ternyata lebih menyukai Winda karena Winda jauh lebih cantik dari Ndari.


"win, kamu mau tidak menjadi pacarku" tanya Elang.


"bukannya kak elang sudah berpacaran dengan kak Ndari,?" tanya Winda.

__ADS_1


"tapi aku lebih mencintai mu win, saat pertama melihatmu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu." jawab elang.


"kak elang jangan seperti itu, kak Ndari adalah kakakku jangan hianati dia kak." Winda mencoba menghindar.


Tapi tanpa diduga oleh winda, Elang tiba-tiba memeluk Winda dan mencium winda, Winda pun mencoba memberontak, tapi karena tenaga Winda kalah kuat dengan elang, akhirnya elang pun berhasil mengunci tubuh Winda.


Elang menarik paksa baju yang dipakai Winda sehingga membuat Winda telanjang ditubuh bagian atasnya. bersamaan dengan itu terjadi Ndari yang mendengar keributan dikamar adiknya pun langsung membuka pintu kamar adiknya yang tidak terkunci.


"apa yang kalian lakukan haaa," Ndari teriak histeris.


"kak dia mencoba memperkosaku kak." Winda mengadukan Elang.


"tidak sayang sumpah tidak, Winda mencoba mengodaku bahkan dia membuka bajunya didepanku, aku sudah berusaha menjelaskan bahwa aku ini pacarmu tapi dia terus saja mengodaku" Elang memutar balikkan fakta.


"plaakkk" bunyi tamparan di pipi Winda.


"aku tidak menyangka punya adik seperti dirimu, kenapa kau bersikap seperti wanita murahan ha," ucap Ndari sambil menjambak rambut adiknya.


"kak sumpah kak, aku tidak melakukan hal itu, kak elang hanya memfitnahku kak." Winda berusaha menjelaskan.


"ada apa ini, kenapa ribut-ribut. dan kamu win kenapa kamu tidak memakai baju?" mamanya Winda menengahi sambil membantu Winda menutupi tubuh atas Winda yang terbuka.


"ma, Winda mengoda Elang ma, bahkan Winda berusaha merayu Elang dengan mengajaknya yaa seperti yang mama lihat hiikkss hiikkkss." Ndari menjelaskan sambil menangis.


"apa" plaakkk" kembali Winda mendapat tamparan kali ini dari mamanya.


"bagaimana aku bisa memiliki anak sepertimu sunggu memalukan." ucap papa Winda.


"tapi pa sumpah Winda tidak melakukan hal itu" Winda terus membela diri.


"lebih baik kamu pergi dari rumah ini, mama malu mempunyai anak sepertimu. hiikkss hikkss" mama Winda mengusir Winda dari rumah.


"mama, papa jangan usir Winda, Winda tidak bersalah ma," Winda memohon-mohon.


papa Winda yang terbakar emosi menyangka anaknya bertindak seperti wanita murahan pun menarik tubuh Winda keluar rumah dan mengusirnya..


"mama papa buka pintu ma, Winda tidak bersalah." Winda terus memukul pintu supaya dibukakan pintu.


Tapi nasib malang harus diterima Winda, mamanya membukakan pintu hanya untuk melempar baju-baju milik Winda.


Winda pun pergi dari rumah itu dan meminta tolong teman sekolahnya untuk bisa memberinya tempat berteduh.


Dua hari tinggal ditempat temannya pun Winda mendapat tawaran pekerjaan disebuah toko bangunan sebagai kasir. disitulah Winda mengenal laki-laki yang bernama soeparman. hampir 3bln Winda bekerja ditempat itu, dan tak jarang Winda mencoba mengintip keadaan rumah dan orang tuanya saat dia libur bekerja.


tepat 4 bln Winda bekerja, Winda mendapat kabar bahwa Sundari akan menika dengan Elang Permana.


Tidak hanya disitu, perusahaan milik keluarga Winda tiba-tiba semua diserahkan ke Elang Permana.


Winda tidak memperdulikan hal itu sebenarnya, tapi keadaan orang tuanya lah yang membuatnya khawatir.


satu tahun setelah pernikahan sundari dan Elang. mama dan papa Winda yang juga merupakan orang tua Sundari meninggal dunia karena kecelakaan. Winda yang mendengar berita itu pun berusaha ingin menemui kedua orang tuanya, tapi orang-orang Elang sudah menghadangnya dan mencegahnya untuk masuk.


Dalam kondisi yang sulit untuk winda, Winda hanya bisa menangisi kepergian orang tuanya tanpa bisa mendekati jenazah keduanya.


Berhari-hari Winda dirundung duka, soeparman yang kala itu sudah menjadi kekasih Winda pun tak tega melihat pacarnya selalu menangis.


"dik win, sudah ya jangan menangis terus, lebih baik dik win mendoakan kedua orang tua adik, agar diterima di sisi Alloh." tutur Parman.


"tapi mas, aku kini sudah tidak punya siapa-siapa didunia ini." jawab Winda.


"kamu masih punya mas, dik. kalo kamu mau ayo kita menikah dan kita pulang kekampung halamanku, disana orang tuaku pasti senang mempunyai menantu yang baik dan cantik sepertimu dik" bujuk Parman.


Akhirnya Winda pun setuju dengan keputusan Parman, dan Winda pun ikut Parman ke kampung dan menikah disana juga menetap disana hingga saat ini.


flashback off.


"begitulah nak ceritanya kenapa mama harus pergi dari rumah." jelas Bu win.


"ma, kalo begitu kita harus menolong Tante Sundari ma, nasibnya sungguh memperihatinkan ma," ucap Hanum.

__ADS_1


bersambung ya.


__ADS_2