
"Devan bukannya mama gak mau berkorban. tapi apakah bisa menjamin jika kita serahkan semua yang kita punya mama Yanti akan berubah, atau mama Yanti tidak akan lagi mengganggu kita." Hanum menyahuti pembicaraan Galang dan Devan.
"iya juga ma, tapi mau bagaimana lagi, ini menyangkut nyawa Devi ma, kita tahu mama Yanti orangnya bagaimana."
"iya nak, tapi ada baiknya kita pikirkan cara lain saja."
"cara apa lagi ma, sedang yang diminta mama Yanti hanyalah harta dan kemewahan." jawab Devan.
"sekarang kalian hubungi saja mama Yanti. dan bilang bawasannya mama bersedia mengalihkan segala yang mama punya demi kebebasan Devi."
"tapi sayang,"
"sudah mas ikuti saja ucapanku, aku mohon."
"iya ma, terlalu banyak yang mama korbankan untuk kami, Devan mohon kali ini jangan lagi ma,"
"mama harap kalian turuti saja apa yang mama bicarakan. mas hubungi David suruh kemari."
" kamu yakin sayang,?"
"aku yakin mas, nanti setelah David sampai disini aku akan bicarakan rencana ku."
Galang pun bergegas menghubungi david dan segera memerintahkan David untuk datang kerumah.
Setelah hampir 15 menit menunggu akhirnya David pun datang.
"hai vid,"
"ada apa kak, katanya kakak memintaku untuk datang," tanya David pada Hanum.
"gini vid, mantan istri mas Galang, mbak Yanti sudah bebas, dan saat ini dia telah menculik Devi, mbak Yanti meminta tebusan yang tidak tanggung - tanggung." jawab Hanum.
"sudah bebas,? memang berapa yang dia minta kak untuk uang tebusannya."
"bukan hanya uang om, tapi mama Yanti minta semua yang dimiliki mama Hanum." sahut Devan.
"what,? gila gila, la terus tujuan kakak memintaku kesini untuk apa kak,?"
"tolong kamu bikinkan surat pernyataan pengalian harta-hartaku atas nama mbak Yanti."
"jangan ma, Devan mohon."
"sebentar Van, mama belum selesai menjelaskan. maksud mama itu hanya untuk memancing mama Yanti untuk keluar dari persembunyiannya."
__ADS_1
"terus kalo mama Yanti sudah keluar ma,?"
"sabar lah nak, tunggu mama selesai menjelaskan."
"sekarang kamu jelaskan sayang apa rencana kamu" pinta Galang.
"begini mas, tanpa iming-iming surat pengalihan itu, aku yakin mbak Yanti tidak akan mau menampakkan diri. dengan iming-iming pengalihan hartaku atas nama mbak Yanti aku yakin mbak Yanti pun akan keluar dari persembunyiannya, kita minta sambungan video call saja dimana aku disitu menanda tangani surat pengalihan tersebut. kemudian kita minta dimana kita bisa bertemu dengan mbak Yanti untuk menanda tangani juga surat tersebut. nah disitu kita akan menjebak mbak Yanti."
" ide bagus kak. tapi apa akan semudah itu rencana ini akan berhasil.?" tanya David.
"kita tidak akan tahu sebelum kita mencobanya." jawab Hanum.
" ok, aku setuju sayang. sekarang kamu segera siapkan saja vid surat pengalihan harta tersebut. dan segera kita hubungi yanti." perintah Galang.
" siap bos,"
"ma, kenapa sih mama ambil resiko seperti ini. begitu besar pengorbanan mama untuk kami, thank you mom. you mother is the best, we love you mom." ucap Devan sambil memeluk Hanum dengan mata berkaca-kaca.
" kalian adalah anak-anak mama, harta mama. kalian jauh lebih berharga dari segala kekayaan yang mama miliki." Hanum membalas pelukan devan.
" ya sudah kak aku pamit, sebentar lagi surat yang kakak minta aku pastikan siap."
"ok vid aku tunggu."
" sekarang aku minta mas hubungi lagi mbak Yanti."
"baiklah sayang,"
Galang pun segera menghubungi nomer Devi yang pastinya handphone Devi, Galang yakin masih ada pada Yanti.
"waaa gesit juga mantan suami tersayang ku,"ucap Yanti saat menerima panggilan video call dari Galang.
"jangan banyak bicara kau Yanti. mana Devi bebaskan dia,"
"aku pasti akan bebaskan dia asal permintaanku mas Galang kabulkan haaa haaa haaa" jawab Yanti.
"mbak Yanti, aku mohon bebaskan Devi, jangan lagi mbak sakiti dia, bagaimana pun dia adalah anakmu mbak, darah daging kamu. apa mbak sebegitu tega sama darah daging mbak sendiri.? mbak aku akan menuruti keinginanmu mbak, tapi aku mohon bebaskan Devi mbak." Hanum pun ikut ambil bicara di panggilan video call tersebut.
"ai,ai,ai siapa ini yang ikut bicara. nyonya Galang Pramono apa kabar,? apa tadi aku tidak salah dengar, kamu akan menuruti semua kemauanku. wanita pintar haaaa haaaa haaaa" Yanti tertawa dengan tujuan mengejek Hanum.
"iya mbak, aku sudah meminta orang suruhan ku untuk mempersiapkan semua surat-surat yang dibutuhkan mbak, sebentar lagi surat itu akan siap. tapi aku mohon mbak berjanji akan membebaskan Devi."
"ok, ok aku setuju, segera siapkan semua dan hubungi aku lagi jika semua sudah siap."
__ADS_1
"iya mbak, tapi aku mohon sembari menunggu tolong aku bener-bener minta tolong jangan apa-apakan Devi. jangan sampai dia mengalami trauma seperti dulu mbak."
"jangan banyak bicara, pokoknya segera siapkan semua yang aku minta jika kamu ingin Devi tidak kenapa-kenapa." yanti pun mengakhiri panggilan tersebut.
"mas sekarang kita minta pihak kepolisian membantu kita, tapi pastikan polisi yang nanti ditugaskan memakai pakaian biasa, jangan mengenakan atribut kepolisian, biar kita gampang menjebak mbak Yanti, "
"ok akan aku coba memintanya pada pihak kepolisian. aku akan coba bicara pada polisi yang aku kenal agar dapat membantu kita. agar Yanti tidak curiga, siapa tahu dia menyuruh orang untuk mengawasi kita."
"setuju mas,"
Galang pun menghubungi salah satu orang yang dia kenal yang bertugas di kepolisian.
Hendro nama polisi kenalan Galang tersebut segera datang saat selesai galang menghubunginya dan mengenakan pakaian biasa untuk menemui Galang.
"hai bro, waa disambut langsung didepan pintu nih, kita-kira ada hal penting apa ini "
"bang Hendro ayo masuk dulu nanti akan kami jelaskan didalam."
Hendro dan Galang pun masuk, hanum segera menjelaskan semua rencananya pada Hendro dengan harapan hendro dapat membantunya.
Hendro pun menyanggupi akan membantu Hanum dan galang.
sesaat setelah itu David pun juga datang dengan surat pengalihan harta ditangannya.
rencana demi rencana dijalankan, Hanum dan Yanti mengadakan janji untuk bertemu.
Yanti mengajak ketemuan Hanum dan galang disebuah area pemakaman yang cukup luas dan sangat sepi. hanya beberapa orang yang datang ketempat tersebut. termasuk anggota kepolisian yang sedang menyamar.
"kalian hanya datang berdua kan.?" tanya Yanti.
"iya mbak, mana Devi mbak.?"
"kau lihat mobil hitam yang terparkir disana itu, lihatlah Devi masih baik-baik saja, aman dijaga oleh Yasmin orang yang dulu kalian jebloskan kepenjara,"
"apa mbak, jadi mbak sekongkol dengan Yasmin.?"
"iya, karena kami berdua mempunyai niat yang sama,"
"dasar kalian wanita-wanita tidak punya hati." ucap galang sambil mengepalkan kedua tangannya.
"sudah jangan banyak bicara, mana Dokumen yang harus aku tanda tangani, cepat serahkan jika kalian ingin Devi bebas."
"ini mbak, tapi aku mohon bebaskan dulu devi,"
__ADS_1
bersambung