
"iya ayo, ingat Lang jaga dengan baik istrimu, jika ada apa-apa dengan cucu menantu, Oma tidak akan memaafkanmu" ancam oma.
"iya Oma," jawab Galang.
Oma pun keluar dari kamar Galang dan Hanum. kini dikamar tersebut tinggal sepasang suami istri yang sedang merasa bahagia.
"mas, semoga anak kita perempuan ya," ucap Hanum.
"laki-laki atau perempuan kan sama aja sayang." jawab Galang.
"tapi aku belum perna melahirkan bayi perempuan mas, aku juga ingin merasakan merawat bayi perempuan kan." jelas Hanum.
"ya semoga saja anak kita nantinya perempuan kalo begitu," Galang memilih tidak berdebat dengan istrinya.
"mas, Tara dan Devi dari kemaren gak kita perhatikan kasian juga dia mas," ucap Hanum.
"Tara sudah didoktrin oleh Daniel dengan kuda-kudanya. sedang Devi asik belajar bikin kue sama bibi Margaret sayang, tadi aku coba ajak masuk ke kamar untuk menemui kamu, apa coba jawabnya.?" galang memberi teka teki
"apa mas,?" tanya Hanum.
"nanti saja pa, papa aja jagain mama sana." jawab Galang.
"huuu,, dasar anak-anak mas. syukurlah kalo memang mereka tidak merasa terabaikan." jelas Hanum.
"sudah sekarang fokuslah akan kesehatan kamu dan calon anak kita sayang, aku juga tidak ingin berlama-lama harus pisah dengan mu," tutur Galang.
"iya mas, aku juga sebenarnya tidak mau harus tinggal terpisah denganmu dan anak-anak." Hanum memeluk suaminya dengan erat.
Hari-hari cepat berlalu, hari kepulangan Galang pun juga sudah tiba.
Galang kembali memanggil dokter agar memeriksa Hanum. berharap ada keajaiban istrinya juga bisa ikut pulang ke indonesia. harapan tinggalah harapan, Hanum masih tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. terlebih yang ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan kandungan Hanum didalam pesawat dan bisa terlambat memberi pertolongan.
Hanum melepas kepulangan suaminya dengan deraian air mata. ibu hamil yang biasanya selalu ingin bermanja dengan suaminya pun harus Hanum kubur dalam-dalam keinginannya tersebut.
"mas, aku gak mau terlalu lama pisah denganmu mas," ucap Hanum sambil memeluk suaminya.
"aku juga tidak ingin sebenarnya sayang, tapi harus bagaimana lagi, mas akan antar Devi dan Tara pulang dulu, mungkin seminggu lagi mas akan kesini menjengukmu sayang." jawab Galang sambil membalas pelukan Hanum.
Hanum pun melepas pelukannya dan beralih menatap kedua anaknya yang akan pulang bersama galang.
" Tara, Devi jaga diri baik-baik ya, ingat jangan bikin susah nenek ya nak. nanti kalau mama sudah sembuh mama akan pulang dan kita akan berkumpul kembali." tutur Hanum kepada kedua anaknya.
"iya ma, Devi akan menjaga Tara ma, mama cepat sembuh ya, jaga Dede bayi didalam perut mama ya.. Devi senang akan punya adik lagi." jawab Devi..
"iya nak,. oh iya mas, bilang sama mama ya jangan khawatirkan aku. kalian hati-hati dijalan." tutur Hanum.
"iya sayang, kamu jaga diri ya, mas gak tega sebenarnya harus meninggalkanmu disini." Galang kembali memeluk istrinya.
__ADS_1
"mama Tala mau disini saja ma, tala mau sama mama." Tara mulai merajuk.
"Tara mama sedang sakit sayang, Tara gak kasian sama mama, Tara pulang dulu ya nak sama papa. nanti jika mama sembuh mama pasti akan segera pulang." bujuk Galang.
"iya Tara, mama janji mama akan segera pulang nak." Hanum pun juga ikut membujuk Tara.
"he,em tapi nanti kalo mama pulang bawain tala kuda ya ma," pinta Tara
"mana mungkin kudanya dibawah dari sini sayang, nanti kita beli saja kalo sudah sampai dirumah. kita minta tolong om Joko untuk beli dikampung. gimana mau gak.?" jelas Galang.
"ok pa mau, ayo kita pulang pa, kita beli kuda ya," Tara tidak lagi merajuk.
"ya sudah kami pamit dulu ya oma,opa. bibi paman Galang balik dulu.. mama titip istriku ya." Galang berpamitan pada semua.
"iya nak kamu hati-hati dijalan ya." jawab Bu Diana.
"ingat jaga kesehatan. tetap makan meski sedikit-sedikit. mas janji akan segera kemari lagi ya sayang." Galang memeluk dan mencium kening istrinya.
"iya mas," Hanum membalas pelukan suaminya.
"ya sudah mas balik dulu ya,..ayo Daniel kita berangkat sekarang." ajak Galang.
"ayo Lang," jawab Daniel yang memang akan mengantar Galang ke bandara.
Galang dan anak-anaknya pun masuk kedalam mobil. Galang melambaikan tangan pada keluarganya terutama istrinya.
Hanum pun tak kuasa menahan tangis. baru kali ini Hanum harus tinggal berjauhan dengan suami dan anak-anaknya.
"iya ma," jawab Hanum.
-------------
Hari demi hari harus Hanum lewati dengan tidak ditemani oleh suaminya. hanya lewat video call yang bisa Hanum lakukan untuk melepas rindu dengan suaminya.
"mas, kapan kira-kira mas akan kemari. aku ingin mencium bau tubuh mu mas," pinta Hanum dengan manja saat melakukan video call dengan suaminya.
"mas usahakan secepatnya sayang, David juga lagi sibuk-sibuknya menyiapkan acara pernikahannya jadi tidak ada yang mengantikan mas di kantor untuk sementara ini sayang." jawab galang.
"jujur mas, aku tiap malam jarang bisa tidur, ingin rasanya aku pulang dan tidur dipelukkanmu." Hanum berbicara sambil menatap sendu wajah suaminya dilayar ponsel.
"ih manjanya istriku ini, jadi gemas dan ingin segera bertemu jadinya." jawab Galang.
"makanya cepatlah jemput aku mas," Hanum kembali merajuk.
"iya mas usahakan sayang, sekarang tidurlah, disanakan sudah malam. jangan tidur terlalu larut ya." Galang sangat mengkhawatirkan istrinya tersebut.
"iya mas, mas juga jangan terlalu capek kerja ya. I Miss you mas, muaahh" Hanum memberi ciuman jarak jauh pada suaminya.
__ADS_1
"I Miss you to sayang, muaah" Galang juga membalas ciuman jarak jauh istrinya.
Hanum pun merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan mencoba memejamkan matanya. sudah hampir setengah jam Hanum pun juga masih belum bisa tertidur. akhirnya Hanum memilih keluar kamar dan hendak menonton televisi.
" Daniel kamu belum tidur.?" tanya Hanum saat melihat adik sepupu suaminya tersebut asik menonton film ditelevisi.
"ehh Hanum, belum aku baru saja balik dari resto. kamu juga kenapa belum tidur.?" Daniel balik bertanya.
"aku gak bisa tidur niel, boleh ikut gabung nonton,?" jawab hanum.
"boleh kemarilah, ini ada camilan tadi aku beli saat pulang dari resto." ucap Daniel.
"iya makasi. ini jajanan khas sini ya,?" tanya Hanum sambil mencicipi jajanan khas Jerman.
"iya, gimana kamu suka, kalo kamu suka tiap hari akan aku belikan.?" tanya Daniel.
"iya enak, aku juga tidak mual memakan jajanan ini." jelas Hanum.
"besok akan aku belikan lagi, ini makan lah, kamu aku lihat makin kurus karena sering muntah," ucap Daniel.
"ya mau gimana lagi, makanan apapun terasa pahit dimulutku," jawab Hanum.
"oh iya kamu tadi gak bisa tidur karena rindu dengan Galang ya,?"
"ya sebenarnya rata-rata orang hamil pasti selalu ingin dekat dengan suaminya. begitu juga aku pastinya."
"aku jadi iri dengan Galang, punya istri cantik, perhatian dan setia seperti kamu." Daniel sangat mengagumi istri sepupunya tersebut.
"aku doakan nanti kamu juga dapat istri yang sesuai dengan kriteria kamu tersebut." jawab Hanum sambil tersenyum memandang Daniel.
senyum kamu itu num, membuat yang melihat seperti jadi mabuk kepayang,batin Daniel.
Hanum pun fokus melihat film yang diputar di televisi tersebut. tapi tidak dengan Daniel yang sering curi-curi pandang pada Hanum.
Karena hari semakin larut, juga perut sedikit kenyang memakan camilan yang dikasih Daniel. Hanum pun tak terasa tertidur.
Daniel memandangi wajah Hanum yang semakin terlihat cantik menurutnya.
salahkah aku jika aku mengagumimu num, tapi rasa ini bukan keinginanku, ini tuhan yang memberi dan aku tak bisa menolak. kau hadir disaat kau sudah jadi milik orang lain. batin Daniel sambil memandangi Hanum yang terlelap tidur.
Daniel mengangkat tubuh Hanum untuk dipindahkan ke dalam kamar. Daniel merebahkan tubuh Hanum dan mengambilkan selimut untuk Hanum. diselimutinya tubuh Hanum dan dikecupnya kening Hanum.
"maafkan aku num aku tidak bisa menahan diriku.untuk tidak mengecupmu" ucap Daniel lirih.
Daniel pun bergegas keluar kamar dan segera menutup pintu kamar Hanum. Daniel takut makin tidak bisa menahan dirinya jika masih berlama-lama dikamar Hanum.
bersambung ya
__ADS_1
Tinggal beberapa bab lagi sudah tamat ya readers,,
jangan lupa tetap dukung author ya,,vote,like,kritik dan saran selalu ditunggu ya.πππ