Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Jalan ke mall


__ADS_3

Setelah puas Galang memeluk tubuh istrinya, kini Galang mengajak Hanum untuk pulang.


"kita pulang saja sayang, semua pekerjaan sudah selesai. kita juga harus bersiap-siap untuk pergi ke pertunangan David dan Saskia kan." ajak Galang.


"iya ayo mas," jawab Hanum.


Galang dan Hanum pun keluar dari ruangannya dengan bergandengan tangan seperti ABG yang sedang berpacaran.


Semua karyawan yang melihat mereka berdua terkagum-kagum dengan kedua bosnya tersebut. pasangan yang harmonis dan selalu romantis.


Tak sama dengan kebanyakan orang kaya yang biasanya angkuh dan sombong, Galang dan Hanum selalu ramah dan suka menolong orang lain.


makanya banyak orang yang suka dan selalu mengagumi mereka.


"mas, ini kan juga masih siang, kita mampir ke mall dulu ya," ajak Hanum.


"iya sayang, sekalian kita jalan-jalan. kita dulu kan belum perna merasakan bagaimana manisnya berkencan atau pacaran. boleh juga nih, mumpung kita hanya berdua." jawab Galang.


"iya juga ya mas, tapi berpacaran sesudah menika jauh lebih asik loo mas, bagaimana kalo kita mengatur waktu untuk pergi jalan-jalan ke Bali mas" ajak Hanum.


"boleh, kita juga belum perna honey moon kan.?" jawab Galang.


"mas, aku berencana tidak memakai alat kontrasepsi lagi. aku ingin punya anak lagi mas, boleh kan.?" tanya Hanum.


"apa sayang, bener kamu mau punya anak lagi,?" Galang balik bertanya.


"iya mas, aku ingin suasana rumah kita menjadi ramai. bagaimana boleh gak,?" ucap Hanum.


"boleh banget sayang, malah mas tambah seneng." jawab Galang sambil meraih tangan istrinya.


Galang menggenggam tangan istrinya disepanjang jalan menuju mall.


Sesampai mereka berdua di mall Galang masih merangkul pundak istrinya sambil berjalan-jalan.


mereka berdua menikmati waktu bersama siang itu tanpa memikirkan perkerjaan dan masalah yang datang silih berganti.


"mas, apa tidak ada yang ingin mas beli,?" tanya Hanum.


"gak sayang, kamu saja mau beli apa ayo mas antar," jawab Galang.


"ahhh aku tadi juga cuma ingin jalan-jalan saja," ucap Hanum.


"belilah pakaian yang seksi-seksi yank, dibutikmu kan gak ada, kita cari saja disini. tapi ingat pakainya hanya didalam kamar. karena mas saja yang boleh melihat istri cantikku ini berpenampilan seksi." bisik galang.


"gak aah mas," jawab Hanum.

__ADS_1


"ayolah sayang, menyenangkan suami pahalanya besar loh sayang," bisik Galang lagi.


"boleh asal mas yang pilih dan beli, aku cuma tungguin aja." Hanum mengerjai suaminya juga


"boleh siapa takut," jawab Galang.


Akhirnya Galang dan hanum masuk ke sebuah butik yang menyediakan berbagai macam baju-baju seksi yang bisa dibilang baju dengan bahan paling minim.


"mas yakin masuk kesini,?" tanya Hanum


"yakinlah," jawab galang.


"memang mas terinspirasi dari penampilan Yasmin dan Anna ya, atau mas memang suka dengan wanita yang berpenampilan seperti mereka?" tanya Hanum lagi.


"kalo mas sih yank, jujur ya mas suka melihat orang berpenampilan sesuai dengan keadaan. maksud mas, wanita itu boleh berpenampilan seksi hanya didepan suaminya, dan berpenampilan sopan didepan umum. jangan malah berpenampilan seksi untuk mengoda orang yang bukan muhrimnya. mas malah jijik lihat wanita-wanita seperti itu." jawab Galang.


"kirain mas sukanya sama wanita yang seperti mereka itu." ucap Hanum.


"gak lah, mas hanya ingin melihat istri mas aja kok, untuk orang lain, apa kamu pernah melihat mas sengaja memperhatikan wanita-wanita yang berpenampilan seksi gak kan.?" jelas Galang.


"itulah kenapa aku tergila-gila pada suamiku yang sangat setia ini," Hanum mencium pipi suaminya.


"nakal ya, gak malu dilihat orang, biasanya kalo mas yang nyium aja bilangnya malu kalo dilihat orang." tegur Galang.


Galang pun berputar-putar mencari gaun seksi untuk istrinya.setelah mendapat beberapa gaun yang ingin diberikan.pada istrinya Galang pun memberikan pada pegawai butik untuk dibungkus.


pegawai butik tersebut menerima dengan tersenyum karena mungkin berfikiran kalo Galang adalah pasangan nakal yang ingin melihat pasangannya berpakaian seksi.


"mas, pasti pelayan tadi menyangka kalo aku ini pasangan mesummu,"ucap Hanum sambil tersenyum.


"biarin saja, yang penting mas gak nyuru dia memakainya kan." jawab galang cuek.


Galang pun membayar gaun-gaun tersebut kemudian mengajak Hanum pulang.


"kita pulang sayang," ajak Galang sambil mengulurkan tangan pada hanum.


Hanum pun berdiri dari duduknya dan meraih tangan Galang.


mereka berjalan menuju pintu keluar mall tersebut sambil bergandengan tangan dan bercanda.


Sungguh pemandangan yang membuat orang iri melihat sepasang sejoli tersebut.


sesampai diparkiran Galang tak sengaja melihat Bu Diana sang mama yang juga sepertinya habis belanja di mall tersebut.


"Galang," tegur Bu Diana.

__ADS_1


Galang hanya menoleh dan tak menjawab sapaan mamanya.galang memilih pergi dari tempat itu.


"Galang maafkan mama nak, apa sedikitpun tidak ada cela dihatimu untuk memaafkan mama,?" ucap Bu Diana sambil meraih tangan Galang yang hendak membuka pintu mobilnya.


"lepaskan tanganku," ucap Galang.


"mas," panggil Hanum sambil menggelengkan kepalanya memberi isarat agar Galang tidak berucap kasar pada mamanya.


"Galang mama salah, maafkanlah mama, opa dan oma sudah sakit-sakitan nak, paman dan bibimu selalu menghubungi mama agar bisa membawamu menemui mereka." ucap Bu Diana.


"asal kamu tau Lang, opa dan oma mu tidak perna mau menemui mama semenjak mama berpisah dari ayahmu. terlebih semenjak kami tidak mengetahui keberadaanmu.mereka mengutuki perbuatan mama karena sudah menelantarkanmu. bener nak ucapan ayahmu, mama pasti menyesali perbuatan mama seumur hidup mama. mama sangat menyesal Lang, maafkan mama," Bu Diana tiba-tiba berlutut.


"berdiri ma, mama berdirilah," bentak Galang.


"mama tidak akan berdiri sebelum kamu memaafkan mama nak," Bu Diana berlutut sambil menangis.


"ma berdirilah, jangan membuatku menjadi anak durhaka dengan membuatmu berlutut seperti itu. berdiri ma berdiri." Galang merangkul tubuh mamanya.


Galang dan Bu Diana pun saling berpelukan dan menangis.


"maafkan mama nak, maafkan mama," Bu Diana memeluk tubuh Galang dengan erat.


"ma, sudahlah ma, Galang sudah memaafkan mama. tapi apa keluarga baru mama tau semua cerita masa lalu mama.?" tanya Galang.


"mereka semua tahu nak, mereka juga dulu sebenarnya ikut membantu mencarimu tapi kamu seperti menghilang ditelan bumi." jelas Bu Diana.


"ma," ucap Hanum.


"kamu sudah mau menyebut wanita tua ini dengan sebutan mama nak,?" Bu Diana tersenyum bahagia


"aku pernah bilang kan ma, jika mas Galang sudah mau memaafkan mama, aku pasti mau memanggil dengan sebutan mama juga." jelas Hanum.


"makasi sayang, kamu menantu mama yang sangat baik, kalian adalah pasangan yang cocok, Tara mana cucu mama itu.?" Bu Diana mencari-cari keberadaan Tara.


"dia dirumah ma, dia tadi tidak ikut." jawab Galang.


"pantas saat aku melihat mata Tara pertama kali bertemu dulu, aku melihat sorot mata yang juga sama dengan mata kamu lang, ternyata dia memang cucuku," Bu Diana memeluk tubuh Galang lagi.


"disini panas ma, bagaimana kalo kita kerumah saja ma, mungkin mama ingin bertemu Tara." ajak Hanum.


"boleh nak,?" tanya Bu Diana.


Galang mengangguk tanda memperbolehkan.


"makasi sayang makasi," Bu Diana menangis sambil menciumi pipi anaknya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2