
Setelah istirahat siang, sore harinya semua sudah siap berangkat ke rumah Joko.
"sini sayang mas bantu, kamu pegangan tangan mas aja," ucap Galang saat melihat istrinya kesusahan berjalan.
"iya ini mas, kenapa kakiku kok sedikit bengkak lagi ya,?" jawab Hanum.
"atau kamu mas antar pulang saja sayang, Joko pun pasti memaklumi lihat keadaanmu yang seperti ini."
"gak mas, aku tidak apa-apa kok. lagian sebentar lagi rombongan pengiring pengantin kan juga mau berangkat, kita tunggu saja," Hanum menolak ajakkan Galang.
"baiklah, kamu istirahat aja kalo gitu." Galang bicara sambil mengambilkan kursi untuk istrinya.
"kenapa dengan Hanum Lang.?" tanya Robi.
"kakinya sedikit bengkak rob, mungkin dia kelelahan dari datang tadi berdiri terus," jawab Galang.
"oohh, lagian pengantin pria nya gak muncul-muncul apa minta ditarik keluar dari kamar kali." ucap Robi.
"sabar dong mas, paling juga sebentar lagi," sahut Santi.
"naah itu dia akhirnya keluar juga," kali ini Bu win yang angkat bicara.
"woee kalian sudah ngumpul rupanya." sapa Joko pada rombongan Hanum cs.
"loe ini jok, ditungguin lama banget, kaki gue sampai bengkak kelamaan nunggu." protes Hanum.
"iya iya maaf, ayo kita berangkat sekarang, gue duluan ya" pamit Joko.
"ya iya sana duluan yang mau nikah juga kamu kan jok," sahut Robi.
"awas gerogi bro" pesan Galang.
" sudah latihan bro dijamin lancar," sahut Joko sambil berjalan ke arah mobil pengantin.
akhirnya iring-iringan mobil pengantin pun berangkat menuju rumah Wati, sesampainya dirumah pihak pengantin wanita semua rombongan disambut dengan meriah grup rebana yang menyenandungkan sholawat-sholawat nabi.
Joko pun dipersilahkan duduk di depan penghulu yang akan menikahkan dirinya dengan Wati.
setelah beberapa saat Wati pun keluar dari kamar menggunakan kebaya putih dengan riasan yang semakin membuat Wati terlihat sangat cantik.
"ayo silahkan duduk," ucap pak penghulu.
Wati pun duduk pas disamping Joko, Joko pun menggenggam tangan Wati bermaksud memberi suport Wati agar tidak gugup. tapi malah,,,,
"jangan pegang-pegang dulu kalian belum sah" tegur pak penghulu yang agak sedikit berumur tersebut.
spontan semua tamu yang hadir pun tertawa.
haaaaaa haaaaa haaaaa
"sabar woe belum muhrim, main slonong-slonong deh pengantin prianya," celetuk para tamu mengejek Joko.
Joko pun garuk-garuk leher belakang yang tidak gatal. dan Wati pun tertunduk malu.
__ADS_1
"sudah siap kan saudara Joko" tanya pak penghulu.
"siap pak," jawab Joko.
"saudara Joko Sumarsono binti sumarsono saya nikahkan engkau dengan saudari Eka Wati Kusuma ningsih binti Atmaja Kusuma dengan mas kawin sebesar 10 juta rupiah dan juga seperangkat alat sholat dibayar tunai."
"saya terima nikah dan kawinnya saudari Eka Wati kusuma ningsih binti Atmaja kusuma dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"gimana saksi sah"
"sah sah sah"
"yeeeeeee sah num , gue sah, Lang gue sah Robi sah yeeee" tiba-tiba Joko bertingkah konyol.
"waa haaaaaaa haaaaaa" sorak ramai para tamu dan saksi pernikahan Joko tersebut.
"mas Joko saya harap tenang, kita panjatkan doa dulu bersama-sama ya," tegur pak penghulu.
Hanum dan Galang juga Robi dan Santi pun geleng-geleng dengan kelakuan Joko.
"dasar gila tu Joko, belum kalo dia lihat istrinya pakai kado yang kamu kasih yank." ucap Galang pada Hanum.
"memang Hanum kasih kado Joko apa Lang" tanya Robi.
"jangan kasih tau mas, itu rahasia deh mas Robi." cegah Hanum.
"waa jadi penasaran kita nih num," Santi pun ikut menyahuti.
Acara demi acara pun selesai, para tamu dan juga rombongan yang mengantar Joko pun mulai pamit pulang, begitu juga dengan rombongan Hanum cs.
"kau ini Rob," jawab Joko.
"oh iya ini ada kado tiket bulan madu dari kita berdua seperti janji kita kemaren" Galang memberikan kadonya pada Joko.
"dan ini ada tambahan kado yang spesial buat mempelai wanita, wajib dipakai malam ini," ucap Hanum.
"iya terima kasih mbak" jawab Wati.
"memang apa isinya num,?" tanya Joko.
"sesuatu yang bisa bikin loe klepek-klepek." ejek Hanum pada Joko.
"ini juga dari saya sama mas Robi, ya mas Joko, semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang samawa ya" ucap Santi.
"iya aku ucapkan terima kasih buat kalian semua yang sudah jauh-jauh hadir di acara pernikahan ku sama Wati. juga buat Tante winda, jangan lagi pukul aku pakai kemoceng ya, sekarang aku sudah sah Lo Tante." Joko menggoda Bu win.
"eeemmm dasar nakalnya, niih jeweran Tante yang terakhir, selanjutnya Tante pasrahkan sama Wati, ok kan Wati?" ucap Bu win sambil menjewer telinga Joko.
haaaaaa haaaaa mereka tertawa bersama-sama.
"ya sudah sana cepat cetak gol nya, kita semua pamit, soalnya besok kita juga harus balik ke kota," pamit Galang.
"iya, hati-hati kalian semua ya, jangan lupa num kalo loe lahiran kasih tau ya, gue sama istri gue juga gak sabar pingin lihat ponakan yang sudah ngerjain aku malam-malam cari belut" ucap Joko.
__ADS_1
"iya beres, daaah mbak Wati, Joko kita pamit dulu, assalamualaikum" pamit hanum.
"waalaikum salam." sahut Joko dan wati.
setelah kepergian Hanum cs. Joko dan wati pun masuk ke dalam kamar pengantin.
"dik aku kok penasaran sama kadonya Hanum ya." ucap Joko.
"buka saja mas, kalo penasaran." jawab Wati.
Joko pun membuka kado tersebut dan mendapati baku tidur seksi buat Wati yang diberikan Hanum.
"baju apa ini dik,?" Joko keheranan.
"ihhh mas, sudah simpan-simpan aku malu kalo disuruh pakai baju kurang bahan kayak gitu." Wati menyahut baju lingerie tersebut.
"tapi kamu sudah janji ke Hanum kalo mau pakai Lo dik tadi, ingat janji adalah hutang." Joko pun sebenarnya ingin melihat Wati memakai baju tersebut.
"tapi aku malu mas," tolak Wati.
"poko ya mas gak mau tahu, janji tetap janji, " Joko mulai sedikit memaksa.
"iya-iya mas, sebentar aku mandi dulu habis itu aku akan pakai," Wati pun menuruti.
Wati pun mandi dan berganti dengan baju lingerie warna hitam yang semakin membuat kulit putih mulus Wati begitu terlihat.
Wati keluar kamar mandi melapisi lingerie tersebut dengan handuk kimono.
"kok masih pakai handuk dik, bajunya yang tadi mana,?" tanya Joko.
"mending mas mandi dulu deh, habis itu aku pasti pakai baju tadi," ucap Wati.
"ya sudah, tapi janji ya," jawab Joko.
Joko pun masuk ke kamar mandi, Wati buru-buru mengeringkan rambutnya dan langsung berbaring dengan memakai selimut sampai lehernya.
"loo kok sudah mau tidur saja sih dik, mana janjinya tadi,?" ucap Joko saat keluar kamar mandi.
"aku sudah pakai mas, tapi aku malu, mas gak usah lihat ya," pinta Wati.
"gak mas pokoknya mau lihat," Joko pun mendekat dan menarik selimut yang dipakai Wati.
karena mereka berdua saling tarik menarik Joko yang cuma memakai handuk diikat dipinggangnya pun terlepas
"aaaauuuu" spontan wati menutup matanya pakai tangan membuat Joko mudah menarik selimut yang dipakai Wati dan dibuat menutupi senjatanya yang terbuka.
"dik, kamu sangat seksi," ucap Joko langsung loncat ke atas tempat tidur dan mendekati Wati.
"mas pelan-pelan malu kalo didengar orang," ucap Wati saat Joko meninggikan suaranya.
"kita mulai saja ya sayang, mas sudah gak sabar," ajak Joko.
bersambung lagi πππ
__ADS_1
ayo mana dukungan buat author nih readersππππ€π€π€